Presiden Jokowi: Bendungan Karian Direncanakan Sejak ’80-an, Selesai 2019

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo memastikan Bendungan Karian di Kelurahan Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, akan rampung pada pertengahan 2019.Semula, pembangunan bendungan ini direncanakan rampung 2020, namun akhirnya dipercepat menjadi 2019."Setelah melihat lapangan, kemudian pekerjaan bisa dipercepat, nanti pertengahan 2019 Insya Allah bisa selesai. Juni atau Juli," kata Jokowi usai melakukan peninjauan terhadap Bendungan tersebut.Jokowi mengatakan, Bendungan Karian ini sudah direncanakan sejak era '80-an. Kemudian, tiga tahun yang lalu, pemerintah memulai pengerjaannya. Saat ini, pengerjaan bendungan sudah mencapai 47 persen."Waduk ini adalah waduk terbesar ketiga setelah Jatiluhur dan Jatigede," kata Jokowi.Foto : Biro Pers SetpresBendungan senilai Rp 1,07 triliun ini dikerjakan oleh Daelim Industrial Co, LTD bersama PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero). Joint operation ini memiliki luas area genangan seluas 1.740 hektar dan mampu menampung 207,5 juta meter kubik air."Kita harapkan dengan waduk ini bisa mengairi lahan kurang lebih 22.000 hektar di Provinsi Banten dan yang kedua bisa menjadi air baku bagi Provinsi Banten dan Jakarta," ucap Jokowi.Adapun secara keseluruhan, Jokowi mengklaim saat ini pemerintahannya sudah membangun 33 waduk dari 49 waduk yang direncanakan."Tahun depan akan ada tambah 11 waduk lagi yang dibangun," ujarnya. [kompas.com]

Read More »

Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Bendungan Terbesar Ketiga di Indonesia

Foto : Biro Pers SetpresPeninjauan proses pembangunan bendungan ketiga terbesar di Indonesia menandai dimulainya kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Provinsi Banten pada Rabu, 4 Oktober 2017, ini.Dengan didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Presiden melihat langsung proses pembangunan bendungan Karian di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.Kepada para jurnalis, Kepala Negara menjelaskan bahwa sebenarnya pembangunan bendungan yang termasuk ke dalam proyek strategis nasional itu sudah direncanakan sejak tahun 80-an. Baru pada tiga tahun terakhir rencana tersebut dieksekusi."Waduk Karian ini sudah direncanakan sejak tahun 80-an. Kemudian tiga tahun yang lalu kita eksekusi untuk dikerjakan. Waduk ini adalah waduk terbesar ketiga setelah Jatiluhur dan Jatigede," ungkap Presiden usai peninjauan.Mengutip dari data teknis proyek tersebut, bendungan Karian yang dibangun dengan menggunakan sumber dana APBN ini akan memiliki kapasitas sebesar 314,7 juta meter kubik. Bendungan ini kelak diharapkan dapat mengairi lahan seluas 22.000 hektare, menyediakan pasokan air baku untuk beberapa wilayah sekitar sebesar 9,1 meter kubik per detik, pengendalian banjir dengan kapasitas tampung sebesar 60,8 juta meter kubik, dan menghasilkan tenaga listrik sebesar 1,8 MW."Ini dibendung dari Sungai Ciujung dan Sungai Ciherang. Kita harapkan dengan waduk ini bisa mengairi lahan kurang lebih 22 ribu hektare di Provinsi Banten dan yang kedua bisa menjadi air baku bagi Provinsi Banten dan Jakarta. Yang ketiga juga ada pembangkit listrik tenaga air di sini nantinya," Presiden menjelaskan.Presiden sendiri menargetkan pembangunan bendungan ini dapat diselesaikan pada tahun 2019 mendatang. Target tersebut ia berikan setelah melihat langsung pengerjaan di lapangan yang berjalan sesuai dengan harapan."Ini direncanakan selesai 2020. Tapi setelah melihat di lapangan dan pekerjaan bisa dipercepat, nanti pertengahan 2019 insyaallah bisa selesai," ujarnya. Untuk diketahui, di Banten sendiri pemerintah sedang membangun dua bendungan. Selain bendungan Karian, turut dibangun pula bendungan Sindang Heula di Kota Serang yang juga masuk dalam proyek strategis nasional."Kalau berbicara waduk, secara keseluruhan sampai saat ini telah dibangun 33 waduk dari 49 waduk yang direncanakan. Tahun depan akan tambah 11 waduk lagi yang dibangun, tahun depan dibangun sisanya," ia menambahkan.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Presiden Jokowi: Waduk Karian Rampung 2019, Bisa Pasok Air Sampai DKI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pembangunan Waduk Karian, waduk terbesar ketiga di Indonesia. Pembangunan sudah 47,14 persen."Setelah melihat lapangan, kemudian pekerjaan bisa dipercepat, nanti pertengahan 2019 Insya Allah bisa selesai," kata Jokowi di pinggir Waduk Karian, Desa Pasir Tanjung, Rangkasbitung, Lebak, Banten, Rabu (4/10/2017).Awalnya, pembangunan direncanakan selesai pada 2020. Namun ternyata berdasar tinjauan teknis, pembangunan bisa dipercepat setahun, yakni rampung pada Juni atau Juli 2019. Bila sudah selesai, Waduk ini bisa memberi manfaat sampai DKI Jakarta."Kita harapkan dengan waduk ini, bisa mengairi lahan kurang lebih 22 ribu hektare di Provinsi Banten, dan yang kedua bisa menjadi air baku bagi Provinsi Banten dan Jakarta," tutur Jokowi.Luas genangan 1,74 hektare, daya tampung air mencapai 314,7 juta meter kubik, dan kapasitas efektif sebesar 207,5 juta meter kubik. Direncanakan, 9,1 meter kubik/detik air akan mengalir ke rumah tangga, kota, dan industri mulai Kabupaten Lebak, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan DKI Jakarta. Ada pula 5,5 meter kubik/detik air untuk kebutuhan air perumahan, kota, dan industri Kota Cilegon serta Kabupaten Serang sebesar 5,5 meter kubik/detik."(Fungsi) Yang ketiga, juga ada Pembangkit Listrik Tenaga Air di sini nantinya," kata Jokowi.Nilai kontrak konstruksi pembangunan waduk ini adalah Rp 1,070 triliun. Luasan total kebutuhan lahan kurang lebih 2.226,44 Ha. Progres pembebasan lahan untuk pembangunan Bendungan Karian hingga 30 September 2017 sebesar 47,14 persen.Waduk Karian dikerjakan oleh PT Daelim Industrial Co Ltd, PT Wijaya Karya, PT Waskita Karya Supervisi oleh PT Korea Rural Community Corporation dalam konsorsium bersama Korea Rural Engineering Consultant Corp dan PT Indra Karya-PT Wiratman-PT Mettana.Jokowi menyatakan, telah ada pembangunan 33 waduk dari 49 waduk yang direncanakan. Tahun depan akan ada 11 waduk lagi yang dibangun. [detik.com]

Read More »

Beri Fasilitas Bebas Visa Banyak Negara, Presiden Jokowi: Katanya Terorisnya Masuk, Teroris Kan Dari Kita

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo (Jokowi) membuka alasan mengenai tindakan pemerintah yang gencar memberikan fasilitas bebas visa kunjungan bagi wisatawan dari mancanegara. Tercatat, sudah lebih 140 negara yang warga negaranya diberikan fasilitas bebas visa kunjungan untuk berwisata di Indonesia.Menurut Presiden, Indonesia memiliki semua destinasi yang dibutuhkan dibutuhkan wisatawan. Produknya ada, tapi semua paham bahwa bertahun-tahun wisatawan internasional kita enggak pernah tembus ke angka 10 juta. Padahal Thailand di atas 30 juta, Malaysia di atas 24 juta lebih.Padahal, produk kita 10 kali mereka yang mereka punya, mungkin 15 kali dari yang mereka punya.“Thailand terus berkembang, Malaysia terus berkembang, Singapura terus berkembang. Dan Thailand denger terkahir sudah tembus ke 35 juta per tahun. In ada apa ini, kita ini ada apa?,” ungkap Presiden setengah bertanya saat memberikan sambutan pada Penutupan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Tahun 2017, di Ballroom, Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan (3/10).Presiden mengaku sudah menyampaikan ke Menteri Pariwisata bahwa target pada 2019 ini sebanyak 20 juta harus ketemu. Taruhannya jabatan. “Ya enak aja enggak diberi target, jadi menteri enggak diberi target terlalu enak buat,” ucapnya.Oleh sebab itu, lanjut Presiden, 2 tahun yang lalu pemerintah membikin program bebas visa. Ia menyebutkan, dulu Singapura, Malaysia sudah bebas visanya 170 negara. Kita saat itu baru 14. Sekarang angsung meloncat sekarang kita sudah 140 negara.Diakui Presiden, ada yang mengingatkannya jika kita terlalu membuka (bebas visa) nanti akan ada teroris yang masuk. Namun, Presiden mengaku tidak takut. Ia menegaskan, kalau Kalau negara lain buka negara kita juga harus berani buka. “Mereka 170 di kanan-kiri kita, 170 dibuka bebas visa, kita baru 14, gimana mau bisa bersaing,” ujar Presiden seraya menambahkan, alasan takut teroris masuk hanya alasan saja.“Saya sudah minta Malaysia negara mana yang sudah dibuka, Singapura mana yang sudah dibuka, sudah langsung saya perintah ini langsung buka, ini buka semuanya, buka, sudah,” ungkap Presiden Jokowi.Sekarang, menurut Presiden Jokowi, sudah 140 negara. Ia meyakini, hasilnya akan terlihat nanti pada 2019 angka (kunjungan wisawatan mancanegara) berapa. Kita, dari 7 juta akan meloncat ke berapa.“Ini negara-negara gini-gini ini, bebas visa, ya negara lain dibuka kok kita enggak berani buka. Katanya teroris masuk. Teroris kan dari kita,” papar Presiden yang disambut senyum peserta penutupan Rakornas KADIN.Kapal WisataDalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga menyinggung masalah tidak adanya tempat parkir bagi kapal wisata. Presiden mempertanyakan hal ini karena kita ini negara kepulauan yang memiliki 17.000 pulau tapi kita tidak punya yang namanya terminal cruise, yacht tidak punya.“Ya gimana kapal pesiar mau datang ke kita, suruh parkir di mana? Di Ciliwung? Lucu sekali kita ini,” ucap Presiden Jokowi.Ia membandingkan dengan Singapura yang memilki banyak terminal cruise. Padahal, lanjut Presiden, bikin seperti itu (terminal cruise) setahun 10 bisa. “Ini sangat simple sekali gitu lho. Kemarin di paripurna saya sudah sampaikan, dalam 2 tahunini bangun 10,” kata Presiden Jokowi.Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Kepala Bekraf Triawan Munaf, dan Kepala BKPM Thomas Lembong. [setkab.go.id]

Read More »

Fadli Zon: Jokowi Jangan Tanya Nama Ikan, tetapi Tanya Kondisi Rakyat

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon menegaskan bahwa saat ini daya beli masyarakat tengah menurun.Ia mengaku selalu bertanya kepada masyarakat tiap kali kunjungan ke daerah. Semuanya menyatakan bahwa ekonomi saat ini semakin sulit.Ia pun heran Presiden Joko Widodo justru menuding turunnya daya beli masyarakat sebagai isu yang diciptakan lawan politik untuk Pilpres 2019. Padahal, Jokowi juga kerap melakukan kunjungan ke daerah dan berinteraksi dengan masyarakat.Fadli menilai, ketidaktahuan Jokowi ini disebabkan karena ia tidak pernah bertanya langsung ke masyarakat yang ditemui mengenai kondisi perekonomian mereka."Pak Jokowi harusnya jangan hanya tanya nama ikan, bagi-bagi sepeda, tapi tanya juga dong bagaimana kondisi ekonomi mereka," kata Fadli Zon kepada Kompas.com, Rabu (4/10/2017)."Tanya dong, 'bagaimana, Bapak, Ibu, hidup sekarang makin enak kan?' atau 'bagaimana, cari pekerjaan makin gampang kan?' Kalau itu dilakukan, baru saya angkat jempol," ucap Fadli.Fadli meyakini, kebanyakan masyarakat akan menjawab bahwa kondisi perekonomiannya semakin sulit. Menurut dia, hal ini disebabkan karena kenaikan harga listrik, bahan bakar minyak, sejumlah objek pajak, hingga sembako.Fadli meminta Jokowi melakukan koreksi terhadap kebijakannya, bukan justru mencari kambing hitam."Ini masalah ekonomi rakyat, bukan masalah politik," ucap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.Jokowi sebelumnya menuding isu soal turunnya daya beli masyarakat sengaja diciptakan oleh lawan politik untuk menghambat elektabilitasnya pada Pemilu Presiden 2019 mendatang.Hal ini disampaikan Jokowi dalam pidato peresmian penutupan Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tahun 2017 di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (3/10/2017) sore."Isunya hanya daya beli turun. Saya liatin siapa yang ngomong, (orang) politik oh enggak apa-apa," kata Jokowi, diikuti tawa para anggota Kadin yang hadir."Kalau pengusaha murni saya ajak ngomong. Kalau orang politik kan memang tugasnya itu, membuat isu-isu untuk 2019. Sudah kita blakblakan saja," ujar dia.Jokowi kemudian memaparkan sejumlah data yang membuktikan bahwa daya beli masyarakat tidak menurun. Menurut Jokowi, yang terjadi adalah peralihan pembelian dari offline ke online. [kompas.com]

Read More »

Meninjau Bendungan Karian, Awali Kunjungan Kerja Presiden Jokowi ke Provinsi Banten

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo pagi ini, Rabu, 4 Oktober 2017, melakukan kegiatan kunjungan kerja ke Provinsi Banten. Sekira pukul 07.00 WIB, Kepala Negara didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak dari Istana Kepresidenan Bogor dengan menggunakan mobil.Di sana, Presiden akan melakukan peninjauan Bendungan Karian, yang berlokasi di Kelurahan Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.Setelah meninjau bendungan, Presiden akan melakukan silaturahmi dengan Kepala Desa Se-Banten di Desa Muruy, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Tidak jauh dari lokasi silaturahmi, Presiden beserta rombongan akan melakukan penanaman jagung.Penyerahan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat di Desa Muruy, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang mengakhiri kegiatan Presiden di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.Presiden dan Ibu Iriana akan bermalam di Kabupaten Serang dan esok harinya akan menghadiri upacara peringatan ke-72 Hari TNI Tahun 2017 di Kota Cilegon.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Beri Fasilitas Bebas Visa Banyak Negara, Jokowi Presiden: Katanya Terorisnya Masuk, Teroris Kan Dari Kita

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo (Jokowi) membuka alasan mengenai tindakan pemerintah yang gencar memberikan fasilitas bebas visa kunjungan bagi wisatawan dari mancanegara. Tercatat, sudah lebih 140 negara yang warga negaranya diberikan fasilitas bebas visa kunjungan untuk berwisata di Indonesia.Menurut Presiden, Indonesia memiliki semua destinasi yang dibutuhkan dibutuhkan wisatawan. Produknya ada, tapi semua paham bahwa bertahun-tahun wisatawan internasional kita enggak pernah tembus ke angka 10 juta. Padahal Thailand di atas 30 juta, Malaysia di atas 24 juta lebih.Padahal, produk kita 10 kali mereka yang mereka punya, mungkin 15 kali dari yang mereka punya.“Thailand terus berkembang, Malaysia terus berkembang, Singapura terus berkembang. Dan Thailand denger terkahir sudah tembus ke 35 juta per tahun. In ada apa ini, kita ini ada apa?,” ungkap Presiden setengah bertanya saat memberikan sambutan pada Penutupan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Tahun 2017, di Ballroom, Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan (3/10).Presiden mengaku sudah menyampaikan ke Menteri Pariwisata bahwa target pada 2019 ini sebanyak 20 juta harus ketemu. Taruhannya jabatan. “Ya enak aja enggak diberi target, jadi menteri enggak diberi target terlalu enak buat,” ucapnya.Oleh sebab itu, lanjut Presiden, 2 tahun yang lalu pemerintah membikin program bebas visa. Ia menyebutkan, dulu Singapura, Malaysia sudah bebas visanya 170 negara. Kita saat itu baru 14. Sekarang angsung meloncat sekarang kita sudah 140 negara.Diakui Presiden, ada yang mengingatkannya jika kita terlalu membuka (bebas visa) nanti akan ada teroris yang masuk. Namun, Presiden mengaku tidak takut. Ia menegaskan, kalau Kalau negara lain buka negara kita juga harus berani buka. “Mereka 170 di kanan-kiri kita, 170 dibuka bebas visa, kita baru 14, gimana mau bisa bersaing,” ujar Presiden seraya menambahkan, alasan takut teroris masuk hanya alasan saja.“Saya sudah minta Malaysia negara mana yang sudah dibuka, Singapura mana yang sudah dibuka, sudah langsung saya perintah ini langsung buka, ini buka semuanya, buka, sudah,” ungkap Presiden Jokowi.Sekarang, menurut Presiden Jokowi, sudah 140 negara. Ia meyakini, hasilnya akan terlihat nanti pada 2019 angka (kunjungan wisawatan mancanegara) berapa. Kita, dari 7 juta akan meloncat ke berapa.“Ini negara-negara gini-gini ini, bebas visa, ya negara lain dibuka kok kita enggak berani buka. Katanya teroris masuk. Teroris kan dari kita,” papar Presiden yang disambut senyum peserta penutupan Rakornas KADIN.Kapal WisataDalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga menyinggung masalah tidak adanya tempat parkir bagi kapal wisata. Presiden mempertanyakan hal ini karena kita ini negara kepulauan yang memiliki 17.000 pulau tapi kita tidak punya yang namanya terminal cruise, yacht tidak punya.“Ya gimana kapal pesiar mau datang ke kita, suruh parkir di mana? Di Ciliwung? Lucu sekali kita ini,” ucap Presiden Jokowi.Ia membandingkan dengan Singapura yang memilki banyak terminal cruise. Padahal, lanjut Presiden, bikin seperti itu (terminal cruise) setahun 10 bisa. “Ini sangat simple sekali gitu lho. Kemarin di paripurna saya sudah sampaikan, dalam 2 tahunini bangun 10,” kata Presiden Jokowi.Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Kepala Bekraf Triawan Munaf, dan Kepala BKPM Thomas Lembong. [setkab.go.id]

Read More »

Menteri tak Memenuhi Target Harus Siap Dicopot

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo tak pernah membiarkan menteri-menterinya bekerja tanpa target. Target dinilai penting mengukur prestasi can pencapaian pembantu Presiden.Ancamannya tak main-main. Mereka yang berkinerja buruk harus menerima bila dicopot. Dalam tiga tahun pemerintahannya, Jokowi sudah dua kali merombak kabinet. "Taruhannnya jabatan. Enak saja enggak diberi target. Jadi menteri enggak diberi target terlalu enak buat saya," kata Jokowi saat menutup Rakornas Kadin 2017 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa malam 3 Oktober 2017.Salah satu yang diberi target tinggi oleh Presiden Jokowi ialah Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dia diminta meningkatkan sektor pariwisata dengan capaian puluhan juta wisatawan mancanegara pada 2019.Menurut Jokowi, target tersebut cukup realistis mengingat potensi pariwisata Indonesia begitu besar. Di antaranya Labuan Bajo, Raja Ampat, Gili Trawangan, Danau Toba, Candi Borobudur, dan Gunung Bromo."Saya bilang ke Menpar, target 2019 20 juta wisman harus ketemu," tegas dia.Manta Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, potensi pariwisata harus dikelola maksimal agar mampu bersaing dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand dengan jumlah wisman mencapai 30 juta per tahun. Untuk memudahkan pencapain target itu, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan bebas visa bagi 140 negara. Kebijakan ini dipercaya dapat menggenjot jumlah wisatawan dari tahun-tahun sebelumnya."Oleh sebab itu dua tahun lalu kita bikin program bebas visa. Saya lihatSsingapura sudah 170, kita baru 140. Negara lain bisa gitu kenapa kita tidak," ucap Jokowi. [metrotvnews.com]

Read More »

Presiden Jokowi Minta Pengusaha Cermat Lihat Peluang Bisnis

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo mengharapkan kecermatan pelaku usaha dalam melihat peluang bisnis. Meski saat ini era digitalisasi tengah berkembang pesat, namun masih ada perkembangan lain yang tidak kalah penting dan memiliki peluang usaha yang besar."Yaitu beberapa ratus juta penduduk di Tiongkok, India, Amerika Selatan, Afrika, saat ini dalam proses naik kelas untuk menjadi konsumen golongan kelas menengah (middle class)," ujar Presiden saat memberikan sambutan dihadapan para peserta Rapat Kerja Nasional (Rakornas) 2017 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, yang digelar pada Selasa, 3 Oktober 2017, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.Menurutnya, yang membedakan antara kelas menengah dengan kelas bawah adalah gaya hidup, lifestyle. Oleh karena itu, para pelaku usaha harus bisa mencermati peluang bisnis yang ada pada middle class lifestyle."Ini kan masalah peluang, dan ratusan juta penduduk sedang dalam proses untuk bergabung ke global middle class. Inilah peluang bisnis besar, jangan sampai dilewatkan. Jangan kita gagal menggarapnya," ungkapnya.Apalagi Indonesia merupakan negara besar yang memiliki potensi yang melimpah, mulai dari sumber daya alam hingga pariwisata. Potensi tersebut harus dimanfaatkan dengan baik agar bisa memenangkan kompetisi dengan negara-negara lain."Jangan sampai negara tetangga kita justru yang menggarap dan menjadi saingan kita. Ini cepat-cepatan. Siapa yang duluan dia yang akan dapat. Jadi kita harus tau lifestyle industri ini apa," ucap Presiden.Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut di antaranya Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Kepala BKPM Thomas Lembong dan Ketua Umum KADIN Rosan Roeslani.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Saat Presiden Jokowi Buka Rahasia Kebugaran di Depan Para Pengusaha

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo (Jokowi) membagi rahasia kebugarannya di depan para pengusaha. Rahasianya adalah kelapa hijau."Kelapa yang sudah ekspor, sekarang ini betul-betul sangat dicari airnya," kata Jokowi di pidato penutupan Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang Indonesia (Kadin) 2017 di Ballroom Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/10/2017).Dia membahas kelapa hijau sebagai komoditas baru selain sawit, kopi, atau cokelat. Kata dia, kelapa hijau memang bermanfaat bagi kesehatan. Dia yang semula tak mengonsumsi kelapa hijau, kini menjadi rutin meminum buah dari pohon khas kawasan tropis ini."Dulunya saya nggak pernah minum. Sekarang saya minum seminggu tiga kali. Saya lihat memang sangat bermanfaat, terutama kelapa hijau," kata Jokowi."Kalau mau segar terus, minum kelapa hijau," saran Jokowi.Ada pula tanaman komoditas lainnya seperti teh, kayu manis, hingga gula aren. Permintaan dari luar negeri akan hasil-hasil tanaman itu terbilang banyak. Jokowi mendorong agar para pengusaha serius menggarap bisnis ini."Pala, vanila, nggak pernah dikerjakan secara besar-besaran. Dulu pala itu, Vietnam belajar ke kita. Sekarang, dia (Vietnam) lebih gede dari kita," kata Jokowi. [detik.com]

Read More »