Politikus PKS: Jenderal Gatot Bisa Seperti SBY 2004

Politikus PKS Nasir Djamil menyebut apa yang dilakukan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beberapa waktu belakangan masih dalam koridor alias tidak berpolitik praktis. Namun, jika Presiden Joko Widodo merasa terganggu oleh Gatot, Nasir menyarankan agar Gatot dicopot."Kalau Presiden merasa terganggu, silakan berhentikan," ujar Nasir dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (7/10/2017).Nasir lalu mengungkit pertarungan Megawati Soekarnoputri dengan Susilo Bambang Yudhoyono saat Pilpres 2004. SBY memang menteri di zaman Mega sebelum dipecat dan menjadi lawan politik."Jangan disandera, dia nanti dizalimi seperti SBY 2004," tutur Nasir.Nasir memandang apa yang dilakukan Gatot saat ini tak terlepas dari situasi negara yang belakangan diramaikan aksi bela Islam berjilid-jilid. Menurut Nasir, sebagai Panglima TNI, Gatot wajib menjaga keamanan negara. Dia menolak jika Gatot dianggap sedang merangkul kaum muslim untuk kepentingan politik.Lebih lanjut, Nasir mengatakan ada dua kemungkinan soal diamnya Jokowi atas aksi-aksi Gatot. Menurut Nasir, mungkin saja Gatot dibiarkan bermanuver untuk menjadi wakil Jokowi dalam Pilpres 2019."Agak bedalah suasananya, nggak bisa lagi disamakan 2004, tinggal penjelasan Presiden saja (kalau mau pecat Gatot). Jangan-jangan Gatot disiapkan (wapres) tapi yang tahu Gatot dan Allah SWT dan Presiden juga," katanya. [detik.com]

Read More »

Panglima TNI Minta Warga Indonesia Waspadai Adanya Adu Domba

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menilai ada pihak-pihak yang ingin mengadu domba bangsa Indonesia. Dia mencontohkan soal polemik pembelian senjata yang seolah memperlihatkan konflik antara TNI dan Polri."Kalau kita lihat ada saja, muncul senjata sedikit saja sudah buat ribut, diadu seolah-olah TNI dengan Polri ribut. Saya bilang sama Pak Tito (Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian) kok bisa begini ya Pak Tito, (Tito menjawab) udah biarin aja deh lagi seneng (mengadu domba)," ujar Gatot di Jakarta, Jumat 6 Oktober 2017.Gatot yakin ada pihak yang sengaja ingin mengadu domba rakyat Indonesia dengan tujuan agar bangsa terpecah belah."Jadi kita dibuat akan diadu, diacak-acak, supaya kita tak berkonsentrasi dengan pembangunan, macam-macam aja. Ini adalah bentuk yang sering saya katakan adalah proxi war," ucapnya.Gatot menegaskan, tidak ada negara yang bisa menaklukkan Indonesia kecuali dengan cara adu domba. Oleh karena itu, dia menegaskan, Indonesia harus berhati-hati dalam adu domba yang dilakukan oleh pihak-pihak yang sengaja menginginkan adanya perpecahan di Indonesia."Menguasai Indonesia hanya dengan cara mengadu domba, saya ingatkan, menguasai Indonesia dengan cara mengadu domba. Inilah yang jangan sampai kita tanpa kita sadari kita diadu domba," jelas Gatot.Belum Dipanggil DPRSementara, Gatot mengaku hingga saat ini belum mendapat undangan dari DPR terkait rapat bersama dengan Polri dan BIN untuk membahas soal pembelian senjata."Belum ada (panggilan dari Komisi I)," ujar Gatot.Meski begitu, Gatot mengaku siap jika para anggota dewan memanggil dirinya untuk menjelaskann isu soal pembelian senjata."Saya sebagai panglima TNI, Komisi I panggil, DPR panggil, ya saya harus patuh, hadir," tegas Gatot.Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR Sarifudin Sudding menuturkan, ada rencana mengadakan rapat gabungan bersama Komisi I DPR untuk membahas soal isu pengadaan senjata yang belakangan ramai diperbincangkan. Menurutnya, rapat gabungan tersebut akan mengundang Polri dan TNI."Memang Komisi III sudah koordinasi juga dengan Komisi I, kami hadirkan pihak Polri dan TNI supaya polemik pengadaan senjata bisa berakhir tidak menjadi perdebatan di publik," ujar Sudding.Dalam rapat gabungan tersebut, menurut dia, dapat digali beragam informasi. Mulai dari proses pengadaan senjata yang sebenarnya, hingga apa saja jenis senjata yang boleh dibeli. [liputan6.com]

Read More »

Mendagri Ingatkan Peserta Pilkada Tidak Pakai Isu SARA

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan agar pasangan calon yang menjadi peserta pilkada beradu konsep, untuk mewujudkan pembangunan di Jawa Timur."Pasangan calon silakan adu konsep untuk meningkatkan harkat, martabat, dan pembangunan masyarakat di Jatim," ujar Tjahjo di Surabaya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (7/10/2017).Menurut dia, adu konsep dari pasangan calon membuat masyarakat mengerti program dan kebijakan yang akan diusung selama memimpin jika dipilih untuk mengemban amanah rakyat.Selain itu, ia berharap seluruh pasangan calon maupun tim suksesnya menghindari ujaran kebencian dan SARA. Apalagi fitnah yang berujung pada ketidaknyamanan berpolitik maupun bermasyarakat."Jangan sampai ada calon atau tim sukses yang tidak beradu konsep, tapi malah membuat isu tidak benar dan menghasut. Hindari juga politik uang," ucap mantan Sekretaris Jenderal DPP PDIP tersebut.Khusus untuk Pilkada Jatim, Tjahjo berharap peran serta dan partisipasi masyarakat untuk menyukseskan dengan memberikan hak pilihnya sehingga terwujud pemimpin amanah yang dipilih mayoritas penduduk setempat.Jatim, kata dia, merupakan daerah yang masyarakatnya sangat besar, majemuk, nasional dan religius serta menjadi tiga besar provinsi yang mengikuti pilkada serentak selain Jawa Tengah dan Jawa Barat."Mari sukseskan dan gunakan hak pilih sesuai hati nurani. Terlebih, pilkada serentak tahun depan sama dengan 68 persen suara Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019," tandas Tjahjo. [liputan6.com]

Read More »

Menko Luhut: Kita Harus Kompak, Jangan Bawa Berita-berita Hoaks

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan membantah kabar bahwa dirinya akan menyerahkan sertifikat tanah seluas 23.000 hektar yang berada di kawasan hutan lindung sekitar Danau Toba kepada seorang pengusaha bernama Apeng untuk dikembangkan sebagai pusat bisnis dan pariwisata dengan nama Monaco Indonesia.Penyerahan ini dikabarkan akan dilakukan bersamaan dengan rencana kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Sumatera Utara untuk meresmikan Bandara Internasional Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara, Tol Kualanamu-Seirampah dan peletakan batu pertama pembangunan hotel, convention center dan lapangan golf milik Apeng di kawasan Danau Toba. "Saya mohon, orang Medan janganlah terus bilang 'Wow, Luhut Panjaitan ngasi 23.000 hektar. Kami ngurusan 600 hektar aja udah hampir setahun belum beres. Berita-berita yang begitu, tak usahlah. Kita kompak aja, semua transparan," kata Luhut, Jumat (6/10/2017).Proses pembebasan sekitar 605 hektar lahan, lanjutnya, semua dikerjakan dengan transparan dan terintegrasi antara gubernur, bupati, Kepala BODT Arie Prasetyo sampai lingkungan hidup. Luhut menegaskan, semua orang punya akses untuk melihat, mengawasi dan mendapatkan informasi. Begitu juga dengan kebun bunga seluas 500-an hektar saat ini sedang dalam proses. Meski terlambat, namun Luhut bilang masih sesuai rencana."Anda bisa cek di KLH, kemana saja barang itu diberikan. Ini informasi terbuka, ini salah satu perubahan di masa Presiden Jokowi. Target kita, pariwisata menjadi penerimaan terbesar Indonesia di 2019, 20 sampai 21 miliar dollar AS, mengalahkan energi," ungkapnya. Menurut dia, saat ini, sektor pariwisata menjadi primadona Indonesia. Jumlah wisatawan asing Indonesia sampai hari ini sebanyak 20 juta orang.Jika diperbaiki semua fasilitas dan pelayanannya, Luhut yakin lima tahun mendatang, jumlah turis yang datang menjadi 25-30 juta orang. Tidak susah, lanjutnya, karena Indonesia punya tujuan wisata yang beragam."Tapi saya titip lagi, kita harus kompak. Jangan kita bawa berita-berita hoaks itu, enggak ada gunanya. Percayalah, semua kita yang kerja-kerja ini punya hati, kok. Anak-anak muda yang kerja," ungkap Luhut.Luhut mengatakan, , pengembangan potensi pariwisata Danau Toba terus bergerak. Dari 605 hektar lahan otoritatif BODT di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasamosir, separuhnya diperuntukkan untuk pembangunan hotel, convention center dan lapangan golf.Ada empat investor yang akan menanamkan modalnya, mulai dari Tiongkok, Singapura, Jepang dan Korea. "Sisanya kita bikin hutan-hutan, biar cantik barang tu... Nanti ke bawah, ke kampung itu, kita bikin jalan buat hiking. Investor yang masuk pun rebutan, saya pikir ini bagus," kata Luhut.Kemudian, sekitar 500 hektar lebih di Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbaghasundutan, disulap menjadi kebun bunga nusantara.Selain Bandara Silangit yang pada 28 Oktober 2017 mendatang resmi menjadi bandara bertaraf internasional, pembangunan jalan tol Medan-Tebingtinggi-Parapat semakin memudahkan para pelancong untuk mengunjungi danau terbesar di Asia Tenggara ini. [kompas.com]

Read More »

Usai Kunjungan ke Brunei Darussalam, Presiden Jokowi Tiba di Tanah Air

Foto : Biro Pers SetpresSetelah menempuh penerbangan selama 2 jam dari Bandara Antarbangsa Brunei Darussalam, Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada Sabtu, 7 Oktober 2017 pukul 00.40 WIB.Di Brunei Darussalam, Presiden dan Ibu Iriana menghadiri Perayaan 50 Tahun Sultan Hassanal Bolkiah Bertakhta. Sebelum berkunjung ke Brunei Darussalam, Presiden dan Ibu Iriana melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Banten dan Provinsi Kalimantan Utara sejak 4 Oktober 2017.Di Banten, Presiden dan Ibu Iriana menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 TNI, meninjau pembangunan bendungan Karian, menyerahkan sertifikat hak atas tanah dan membagikan Program Keluarga Harapan (PKH) serta Kartu Indonesia Pintar (KIP).Sementara di Kalimantan Utara, Presiden meninjau pembangunan embung Rawasari, menyerahkan sertifikat hak atas tanah dan membagikan Program Keluarga Harapan (PKH) serta Kartu Indonesia Pintar (KIP).Turut menyertai Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan dari Bandara Antarbangsa Brunei Darussalam menuju Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyambut kedatangan Presiden dan Ibu Iriana di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Hadiri Perayaan 50 Tahun Sultan Hassanal Bolkiah Bertakhta

Foto : Biro Pers SetpresAlunan lagu 'Keroncong Kemayoran' dan 'Kemesraan' terdengar didendangkan dalam acara jamuan santap malam yang digelar di Istana Nurul Iman, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Selain kedua lagu tersebut, lagu-lagu dari negara anggota ASEAN lainnya juga turut didendangkan.Malam ini, Jumat, 6 Oktober 2017, di Istana Nurul Iman memang sedang digelar acara Perayaan 50 Tahun Sultan Hassanal Bolkiah Bertakhta. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pemimpin dunia, utamanya negara-negara anggota ASEAN.Tak terkecuali Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang tiba pada pukul 20.25 waktu setempat (WS) untuk menghadiri perayaan tersebut. Presiden hadir dengan mengenakan setelan jas berwarna hitam, sedangkan Ibu Iriana tampak anggun mengenakan balutan busana khas tanah Minang, Sumatera Barat.Setibanya di tempat acara, Presiden dan Ibu Iriana langsung menuju ruang tunggu yang telah disiapkan. Di sana, Presiden bertemu dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Keduanya pun tampak akrab mengisi waktu dengan berbincang hangat.Sekira pukul 20.55 WS, seluruh pemimpin negara menuju ruang jamuan santap malam digelar. Lima menit kemudian, tepatnya pukul 21.00 WS jamuan santap malam pun dimulai. Presiden duduk di samping kanan Sultan Hassanal Bolkiah saat jamuan santap malam berlangsung.Setelahnya, sekira pukul 22.30 WS, terdengar bunyi dentuman meriam sebanyak 50 kali. Dentuman tersebut menandakan 50 tahun Sultan Hassanal Bolkiah memimpin Brunei Darussalam. Dentuman tersebut sekaligus mengakhiri acara Perayaan 50 Tahun Sultan Hassanal Bolkiah Bertakhta.Sebelum meninggalkan Istana Nurul Iman, Presiden dan Ibu Iriana kembali menuju ruang tunggu untuk menunggu antrian rangkaian kendaraan. Di ruang tunggu ini, Presiden menyempatkan diri berswafoto dengan tamu-tamu kehormatan dari berbagai negara.Tampak diantaranya tamu kehormatan yang hadir adalah Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Raja Yordania Abdullah II, Yang Dipertuan Agong Malaysia Sultan Muhammad V, Prince Edward dan Princess Sofia selaku wakil khusus Ratu Inggris, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, hingga State Counsellor Myanmar Aung San Suu Kyi.Sedangkan Presiden dan Ibu Iriana hadir dengan didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Menhub Pastikan Proyek MRT dan LRT Tidak Akan Mangkrak

Proyek Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) tidak akan mangkrak pembangunannya. Hal tersebut dikatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai menghadiri acara Pameran Foto “Menjelajah Infrastruktur Indonesia”, Rabu, (5/10) di Mall Cetral Park, Jakarta.“Proyek seperti MRT dan LRT yang membutuhkan biaya yang besar dan banyak sekali yang harus dipersiapkan. Oleh karenanya proyek MRT yang rencananya akan selesai tahun 2018 dan LRT ke Bekasi dan Bogor Insya Allah akan selesai tahun 2019 dan saya pastikan tidak akan mangkrak,” ujar Menhub Budi KaryaMenhub juga menjabarkan instruksi dari Presiden untuk memastikan pembangunan yang dilakukan dapat berfungsi dengan baik. Selain itu, Presiden juga menugaskan untuk memastikan segala proyek berjalan dengan semestinya.“Presiden selalu mengatakan kepada kami bahwa untuk pembangunan menggunakan prinsip money follow program, artinya setiap rupiah yang dibangun itu bukan saja membangun tetapi dipastikan pembangunan itu bisa berfungsi. Oleh karenanya selain tugas saya untuk menjamin konektivitas, ada kewajiban saya yang harus memastikan segala proyek itu memang jadi dibangun,” tutup Menhub Budi Karya.Sebagai informasi saat ini sedang dilakukan proses pengerjaan MRT Jalur Selatan - Utara Fase I (Lebak Bulus - Bundaran HI) sepanjang 16 km. Saat ini secara keseluruhan progresnya telah mencapai 78,01 % dengan nilai investasi Rp. 14 triliun. Direncanakan pada Maret 2019 sudah akan beroperasi.Adapun progres pembangunan untuk LRT pada awal bulan September tercatat telah mencapai 19,219 %. Untuk lintas pelayanan Cawang - Cibubur progresnya 36,840 %, untuk lintas pelayanan Cawang - Dukuh Atas progresnya 5,245 %, sedangkan untuk lintas pelayanan Cawang - Bekasi Timur progresnya telah mencapai 20,594 %.Acara Pameran Foto “Menjelajah Infrastruktur Indonesia” yang diselenggarakan oleh Komite Percepatan Penyediaan infrastruktur Prioritas (KPPIP) ini menampilkan koleksi foto bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Adhi Karya, Jasa Marga, Hutama Karya infrastruktur, IPC-PT Pelabuhan Indonesia II, Pelindo III, Pelindo 4, PT PP, Waskita, dan PT Wijaya Karya. Setelah di selenggarakan di Mall Central Park (4-8 Oktober) pameran ini akan di selenggarakan di Mall Kota Kasablanka (10-15 Oktober). [dephub.go.id]

Read More »

Geliat Pemuda Bangsa Terangi Desa dari PLTMH

Jalanan terjal berliku lebih dari 5 jam dari kota untuk mencapai Desa Kasepuhan Ciptagelar, sebuah desa adat di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Tak kurang 170 km jarak perjalanan darat ditempuh dari Kota Jakarta untuk mencapai desa tersebut. Namun, sulitnya perjalanan terbayar dengan keindahan alam Kasepuhan Ciptagelar, gambaran sebuah desa tradisional nan hijau di kaki Gunung Halimun berlatar derasnya aliran sungai.Sayangnya, keindahan Kasepuhan Ciptagelar hanya dapat dinikmati saat siang hari, karena saat malam tiba desa ini sangat gelap gulita karena minimnya penerangan disana. Melihat hal tersebut, lahir proyek "Micro Hydro for Indonesia", inisiatif sosial yang digagas Gamma A Thohir, pemuda berusia 17 tahun dengan dukungan Yayasan Adaro Bangun Negeri, untuk menerangi lebih dari 75 rumah tangga di Kasepuhan Ciptagelar melalui pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 40 kiloWatt (kW).Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, yang hadir dalam Pemaparan Proyek "Micro Hydro for Indonesia" Kasepuhan Ciptagelar di Pasific Place Jakarta, Kamis (5/10) mengapresiasi program pemanfaatan listrik seperti yang diinisiasi dan dikembangkan di desa tersebut. Dia berharap, keberhasilan program tersebut menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di seluruh Indonesia dalam berkontribusi aktif bagi masyarakat."Pemerintah mendukung penuh inisiatif dan kreativitas anak muda seperti yang telah dilakukan oleh Gamma. Proyek 'Micro Hydro for Indonesia' ini tidak hanya sekadar untuk kepuasan personal, tapi juga mampu menggerakkan anak muda untuk melakukan inisiatif-inisiatif lainnya melalui kontribusi yang positif," terang Arcandra.Harianto, Si Pembuat Turbin dari MakassarDari bagian Timur Indonesia, ialah Harianto, pemuda penerima Penghargaan Inovasi Energi kategori Prakarsa (Perorangan) dari Kementerian ESDM yang disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Malam Penganugerahan Penghargaan Subroto di Jakarta Theater Ballroom, (27/9) lalu. Inisiatif untuk berkontribusi menerangi desanya telah memberikan manfaat tidak hanya bagi dirinya namun juga masyarakat di sekitarnya.Harianto adalah seorang pembuat turbin PLTMH untuk menghasilkan listrik di daerah Sulawesi dan Maluku yang belum diakses oleh listrik PLN. "Saat ini telah terpasang 31 unit PLTMH berkapasitas 1 kW hingga 100 kW, dengan total 1500 kW yang tersebar di Sulawesi dan Maluku. Listrik yang kami hasilkan digunakan untuk menerangi desa dan menggerakkan ekonomi warga desa," ujar Harianto.Ia mengaku telah menekuni pembangunan PLTMH tersebut sejak tahun 2008. "Saya memulai sebagai tanggung jawab anak desa yang waktu itu di desa saya belum teraliri listrik. Dengan pengetahuan dan alat seadanya kami mulai membangun kincir di Kampung Ampiri, Desa Bacu-Bacu, Pujatinanting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan," ujar Harianto."Kami mulai dengan modal Rp 7 juta untuk menerangi 4 rumah dengan menggunakan turbin. Saat ini, dengan turbin crossflow, listrik yang kami hasilkan membutuhkan biaya Rp 10 hingga 17 juta per kW nya. Harga tersebut sangat ditentukan oleh harga material di lokasi," lanjut Harianto.Untuk biaya operasionalnya, dengan kapasitas PLTMH sebesar 50 kW, setidaknya dibutuhkan biaya pemeliharaan Rp 2.500.000 setiap bulan yang dialokasikan untuk pelumas dan honor 3 orang teknisi lokal. "Uang ini ditarik dari iuran bulanan warga pengguna listrik sebesar Rp 15.000 hingga Rp 50.000 per bulan," ungkapnya.Biaya pembangunan PLTMH sendiri ia dapatkan dari beberapa sumber, antara lain melalui CSR perusahaan BUMN/swasta, swadaya warga, dan kombinasi dari donator dan swadaya warga desa. Ia juga menyampaikan produknya sangat mudah untuk diduplikasi warga desa, pemeliharaannya pun sangat sederhana sehingga warga dapat membuat dan mengembangkan sendiri di masa mendatang.Selain Penghargaan Subroto 2017, beberapa penghargaan lain telah diterima Harianto, antara lain Satu Indonesia Award 2012 dari Astra International, Mandiri Young Technopreneur dari Bank Mandiri 2013, Top10 Young Entrepreneurship dari Majalah SWA, dan Tokoh Pemuda Nasional Membangun Daerah dari Pare Pos. [esdm.go.id]

Read More »

Soal Senjata Impor, Menko Polhukam: Sudah Diselesaikan Melalui Rakor Panglima TNI, Kapolri, Menhan

Kasus senjata impor milik Brigade Mobil (Brimob) telah diselesaikan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang dihadiri oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizar Ryacudu, Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala BIN Jenderal (Pol) Budi Gunawan, Dirjen Bea Cukai, dan Dirut PT Pindad, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (6/10) siang.Menko Polhukam Wiranto dalam keterangan pers seusai rakor tersebut mengatakan, sebanyak 280 senjata jenis Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 milimeter yang masih tertahan di Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, akan dikeluarkan dengan menggunakan rekomendasi dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.Adapun amunisi tajamnya yang masuk dalam rangkaian senjata yang diimpor itu, menurut Wiranto, akan dititipkan ke Mabes TNI.Ia menyebutkan, amunisi ada 3 macam ada asap, ada gas air mata, ada yang tajam. “Nah tajamnya ini nanti titip di Mabes TNI sehingga setiap jika dibutuhkan ada prosesnya,” kata Wiranto.Penataan RegulasiMenurut Menko Polhukam Wiranto, munculnya masalah terkait impor senjata yang dilakukan Mabes Polri itu karena adanya banyak regulasi yang mengatur tentang pengadaan sejata api yang telah diundangkan sejak tahun 1948 hingga sampai dengan tahun 2017.Paling tidak ada, lanjut Wiranto, ada 4 UU (Undang-Undang), 1 Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang), 1 Inpres (Instruksi Presiden), 4 Peraturan Setingkat Menteri, dan 1 Surat Keputusan. Hal ini mengakibatkan perbedaan pendapat yang berkembang di institusi yang menggunakan senjata api.“Segera akan dilakukan pengkajian dan penataan ulang tentang berbagai regulasi tersebut tentang pengaturan senjata api sampai dengan kebijakan tunggal, sehingga tidak membingungkan institusi yang memang menggunakan senjata api,” kata Menko Polhukam Wiranto.Menko Polhukam berharap kepada institusi negara maupun masyarakat untuk memahami hal ini dan tidak lagi dikembangkan di ruang publik. “Hal-hal yang kurang jelas dapat ditanyakan kepada institusi terkait,” kata Menko Polhukam Wiranto. [setkab.go.id]

Read More »

Presiden Jokowi Bertemu Duterte saat Hadiri Jamuan Makan Malam Sultan Brunei Darussalam

Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah merayakan 50 tahun naik takhta. Dia mengundang sejumlah pemimpin negara untuk merayakan 50 tahun dirinya memimpin Brunei, termasuk Presiden RI Joko Widodo.Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana menghadiri undangan tersebut pada Jumat (6/10/2017) malam. Jokowi dan Iriana terlebih dahulu transit di Istana Edinburgh yang disediakan oleh Sultan Hassanal Bolkiah. Hanya delegasi Indonesia saja yang tampak singgah di istana tersebut.Sekitar pukul 20.25 waktu setempat, Jokowi dan Iriana tiba di Istana Nurul Iman tempat perayaan digelar. Jokowi mengenakan setelan jas hitam, sedangkan Iriana berkebaya merah dengan aksen khas Minangkabau.Jokowi dan Iriana langsung menuju ruang tunggu yang telah disediakan. Di ruangan itu ada Presiden Filipina Rodrigo Duterte.Jokowi dan Duterte tampak akrab berbincang. Keduanya memang beberapa kali bertemu, bahkan Jokowi mengajak Duterte blusukan saat ke Indonesia.Tepat pukul 21.00 waktu setempat, jamuan makan malam dimulai. Jokowi duduk di sebelah Sultan Hassanal Bolkiah saat perjamuan itu.Ada pun tamu kehormatan lainnya yang hadir adalah Raja Yordania Abdullah II, Yang Dipertuan Agong Malaysia Sultan Muhammad V, Prince Edward dan Princess Sofia selaku wakil khusus Ratu Inggris, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, hingga State Counsellor Myanmar Aung San Suu Kyi. Jokowi didampingi pula oleh Menlu Retno Marsudi dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.Perjamuan makan malam selesai sekitar satu jam kemudian. Setelah itu Jokowi dan rombongan langsung menuju bandara untuk kembali ke Tanah Air. Sekitar pukul 01.00 WIB, Jokowi dan rombongan tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. [detik.com]

Read More »