Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Menjaga Persatuan Bangsa

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo Kamis, (23/11) pagi, melakukan silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani yang berada di Kecamatan Suralaya, Kabupaten Lombok Timur, menjadi pondok pesantren pertama yang dikunjungi Kepala Negara.Kunjungan tersebut disebut Presiden Jokowi sebagai bentuk rasa hormat sekaligus kunjungan balasan atas kehadiran Hajjah Siti Raihanun yang sudah berkunjung beberapa kali ke Istana Kepresidenan Jakarta. "Beliau hadir terakhir pada 9 November lalu pada saat Almarhum Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Zainuddin Abdul Majid diberikan gelar pahlawan. Beliau hadir pada saat penerimaan anugerah itu," ujar Presiden.Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi menitipkan sejumlah pesan kepada masyarakat yang hadir, khususnya para santri pondok pesantren. Salah satu pesan yang dititipkan Presiden Jokowi adalah untuk menjaga dan mempererat tali persaudaraan antar masyarakat di Tanah Air."Inilah yang harus kita jaga, harus kita rawat persaudaraan kita, persatuan kita, ukhuwah wathaniyah kita harus kita rawat. Jangan sampai ada sesuatu hal kita jadi pecah," tutur Presiden.Lebih lanjut Presiden menyatakan bahwa persatuan penting dijaga sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah yang diberikan Allah kepada Indonesia. Mulai dari 700 suku, 1.100 bahasa daerah, hingga jumlah penduduk yang mencapai 258 juta jiwa. "Saya mengajak mari kita semua untuk terus menjaga karena 87 persen penduduk Indonesia adalah muslim dan Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia," ucap Presiden.Apalagi menjelang tahun politik di Tanah Air, Presiden mengingatkan agar masyarakat dapat menahan diri dan menghindari timbulnya perpecahan akibat perbedaan pilihan."Silakan kalau ada pilihan coblos yang paling baik, dipilih. Tapi setelah pilihan itu marilah kita kembali sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Mari kembali menjaga ukhuwah Islamiyah kita," ujar Presiden.Saat tiba di pondok pesantren, kehadiran Presiden Jokowi disambut oleh Ketua YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, Hj. Sitti Raihanun Zainuddin, Sekretaris YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, dan K.H. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani. Ratusan santri pondok pesantren juga tak luput menyambut Kepala Negara dengan antusias.Turut hadir mendampingi Presiden, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Muhammad Zainal Majdi.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Pembangunan RS Indonesia di Rakhine Dinilai Jadi Awal Proses Rekonsiliasi

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menilai bahwa pembangunan rumah sakit Indonesia di Myaung Bwe, Negara Bagian Rakhine, Myanmar, merupakan salah satu upaya dalam menciptakan proses rekonsiliasi atas tragedi kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya.Menurut Retno, pembangunan RS Indonesia melibatkan para pekerja lokal dari berbagai latar belakang suku dan agama. Dengan begitu, akan terbangun rasa percaya antar kelompok masyarakat, sebagai proses awal rekonsiliasi."Dari tahap awalnya kami membangun, pekerjanya adalah orang-orang lokal dan kami juga merekrut tenaga kerja itu sengaja secara campur. Jadi ada pekerja yang beragam, Budha, Islam, sehingga proses trust building pada level komunal terbangun dan sendirinya bisa mencair," ujar Retno saat ditemui seusai rapat koordinasi tingkat menteri terkait isu kemanusiaan Rohingya di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017).Retno berpendapat, pembangunan rasa percaya antar kelompok masyarakat dapat diupayakan melalui kegiatan-kegiatan ekonomi.Pemerintah, lanjut Retno, berkomitmen untuk terus membantu penanganan isu kemanusiaan di Rohingya."Bisa kuat trust building-nya melalui kegiatan-kegiatan ekonomi seperti itu, jadi itu yang saya sampaikan kepada Pak Menko (Wiranto)," ucapnya. Proses pembangunan rumah sakit Indonesia di Myaung Bwe, Negara Bagian Rakhine, Myanmar, telah memasuki fase kedua yakni pembangunan kompleks untuk dokter dan perawat. Sementara fase pertama pembangunan sudah dilakukan pada 19 November 2017 lalu.Retno menuturkan, pembangunan rumah sakit tersebut merupakan langkah nyata Indonesia dalam membantu menyelesaikan isu kemanusiaan etnis Rohingya.Tak hanya pemerintah, kalangan masyarakat sipil dan LSM ikut berkontribusi dalam pembangunan rumah sakit yang ditargetkan selesai pertengahan tahun depan."Pembangunan rumah sakit itu kan kami lakukan bersama dengan masyarakat ya, jadi dengan LSM kita, dengan para donatur, kemudian kami wujudkan dalam pembangunan rumah sakit. Baru nanti fase ketiga adalah pembangunan gedung utama dari rumah sakit," ucap Retno.Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan pembangunan rumah sakit ini menghabiskan dana 1,8 juta dolar AS. Biaya itu disediakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dengan masyarakat Indonesia termasuk PMI, berbagai LSM dan sektor swasta.Pembangunan rumah sakit itu akan melibatkan tenaga kontraktor lokal dan bahan-bahan material yang diadakan dari daerah sekitar di Myanmar dengan tujuan membantu meningkatkan peluang ekonomi masyarakat lokal selain menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap rumah sakit ini."Setelah selesai dibangun, Rumah Sakit Indonesia tersebut akan secara inklusif, tak memandang latar belakang, suku maupun agama, bagi seluruh masyarakat setempat," kata Arrmanatha.Peletakan batu pertama ini menandakan dimulainya pembangunan tahap kedua pembangunan akomodasi staf medis dan tahap ketiga pembangunan gedung utama.Tahap pertama pembangunan untuk pemetaan dan konstruksi pagar sebelumnya telah selesai sejak September 2017.Berdasarkan siaran pers Kementerian Luar Negeri, peresmian rumah sakit itu dilakukan tanpa dihadiri Menteri Luar Negeri Retno Marsudi karena tak ada jaminan keamanan yang diberikan militer Myanmar.Alhasil, peresmian yang ditandai dengan peletakan batu pertama dilakukan oleh Duta Besar RI untuk Myanmar Ito Sumardi dan menteri urusan Rakhine, perwakilan kementerian kesehatan Myanmar, perwakilan MERC, tokoh masyarakat setempat dan masyarakat agama Budha dan Islam.Menteri Luar Negeri Retno Marsudi batal menghadiri acara ini karena imbauan dari pemerintah Myanmar yang menyebut lokasi pembangunan rumah sakit Indonesia berada di wilayah utara Rakhine yang dipandang rawan.Pemerintah Myanmar tidak bisa memberikan pengamanan optimal sesuai standar untuk tamu resmi pemerintah setingkat menteri mengingat pasukan keamanan Myanmar sedang difokuskan menjaga pertemuan tingkat menteri Asia-Eropa di Naypyidaw yang juga dihadiri Retno.Sebelum bantuan pendirian rumah sakit, Indonesia juga telah menyampaikan bantuan 1 juta dollar AS untuk pembangunan empat sekolah pada 2014, 10 kontainer bantuan kebutuhan dasar untuk warga Rohingya pada Desember 2016 dan pembangunan 2 sekolah di Sittwe yang telah diresmikan Retno Januari tahun ini. [kompas.com]

Read More »

Presiden Jokowi Kembali Ingatkan Jangan Sampai karena Pilpres Indonesia Pecah

Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan warga agar bersatu. Jangan sampai karena ada agenda politik, bangsa Indonesia terpecah belah.Jokowi mengatakan Indonesia dianugerahi Allah suku dan bahasa yang beragam. Untuk itu, anugerah tersebut harus terus dijaga dan dirawat."Oleh sebab itu, saya mengajak mari kita semua untuk terus menjaga karena 87 persen penduduk Indonesia adalah muslim dan Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Inilah yang harus kita jaga, harus kita rawat persaudaraan kita, persatuan kita, ukhuwah wathaniyah kita harus kita rawat," kata Jokowi.Hal tersebut disampaikan Jokowi saat mengunjungi Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani di Kecamatan Siralaya, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (23/11/2017). Dalam kunjungannya, Jokowi ditemani Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi.Jokowi mengingatkan jangan sampai karena agenda politik, seperti pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden, persaudaraan di Indonesia menjadi pecah."Jangan sampai ada sesuatu hal kita jadi pecah. Kita ingin seluruh warga negara Indonesia bersatu, sebagai saudara sebangsa setanah air. Oleh sebab itu, jangan sampai karena pilihan bupati, karena pilihan wali kota, atau karena pilihan gubernur, atau karena pilihan presiden, kita jadi pecah. Jangan jadi pecah," kata Jokowi.Jokowi pun mengatakan rakyat dipersilakan memilih pemimpin yang baik menurut pribadi masing-masing. Setelah pemilihan, bangsa harus bersatu kembali."Silakan kalau ada pilihan coblos yang paling baik, dipilih. Kalau ada pilihan yang paling baik, presiden, silakan dicoblos. Tetapi setelah pilihan itu, marilah kita kembali sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Mari kembali menjaga ukhuwah islamiyah kita. Itu titipan saya," tegas Jokowi.Terkait dengan kunjungannya ke Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani di Kecamatan Siralaya, Lombok, hal itu merupakan balasan atas kedatangan Ketua YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, Hj Sitti Raihanun Zainuddin, ke Istana pada 9 November 2017. Saat itu pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan kepada KH Zainuddin Abdul Madjid."Beliau ini, Hajah Sitti Raihanun, sudah tiga kali ke Istana. Saya hadir sebagai imbal balik dari kehadiran beliau. Beliau hadir terakhir pada 9 November lalu pada saat almarhum Maulana Syaikh Tuan Guru Kiai Haji Zainuddin Abdul Madjid diberikan gelar pahlawan. Beliau hadir pada saat penerimaan anugerah itu," kata Jokowi. [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Zainuddin Abdul Madjid

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Pondok Pesantren Darunahdlatin Nahdlatul Wathon, Lombok. Dalam kesempatan itu, Jokowi berziarah ke makam Pahlawan Nasional Maulana Syaikh Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.Kehadiran Jokowi di Pondok Pesantren Darunahdlatin Nahdlatul Wathon, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Lombok Timur, NTB, Kamis (23/11/2017), disambut lantunan selawat dari para santri.Jokowi, yang ditemani Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, berjalan dari kantor pondok pesantren menuju makam Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Setiba di makam, Jokowi dan yang lainnya berdoa di samping makam.Setelah berdoa, Jokowi menaburkan bunga ke makam. Dilanjutkan dengan bertemu dan berdialog dengan para santri.Jokowi mengaku senang bisa menyambangi pondok pesantren tersebut. Terlebih, pimpinan Ponpes Darunahdlatin Nahdlatul Wathon, Hj Sitti Raihun, yang juga ibunda Gubernur NTB Zainul Majdi, datang ke Istana Kepresidenan Jakarta pada saat penganugerahan gelar pahlawan bagi ayah Sitti Rauhun, Zainuddin Abdul Madjid."Beliau hadir, Ibu Umi Hajah Sitti Rauhun untuk menerima gelar pahlawan dari ayahanda. Alhamdulillah tadi saya juga sudah ziarah ke makam beliau. Ini merupakan kebahagiaan bagi saya," kata Jokowi. [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi Hadiri Munas Alim Ulama NU di Lombok

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Beberapa menteri dan tokoh hadir dalam acara ini.Acara digelar di Masjid Raya Hubbul Wathan, Kota Mataram, Kamis (23/11/2017). Jokowi tiba di lokasi acara pukul 13.50 WIB.Jokowi tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang dibalut jas warna biru dan bagian kaki mengenakan kain sarung warna hijau. Kehadiran Jokowi ditemani Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi.Saat memasuki acara, banyak warga NU yang berusaha mendekat dan bersalaman dengan Jokowi.Beberapa tokoh NU yang hadir yakni, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Rais Aam NU yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj. Hadir juga Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian."Kehadiran bapak ibu sekalian adalah kehormatan bagi kami. Hadirnya bapak ibu sekalian membawa keberkahan bagi kami semua," kata Tuan Guru Bajang Zainul Majdi dalam pidato pembukaan acara.Untuk diketahui, acara ini berlangsung dari 23 hingga 25 November 2017 di Lombok. Tema kegiatan ini yakni "Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga". [detik.com]

Read More »

Ke Ponpes Bareng Gubernur NTB, Presiden Jokowi Didoakan Menang Pilpres 2019

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani, Lombok. Dalam kunjungannya ini, Jokowi didoakan terpilih kembali pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.Jokowi tiba di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani di Kecamatan Siralaya, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sekira pukul 09.00 WITA, Kamis (23/11/2017). Kehadiran Jokowi disambut oleh Ketua YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, Hj Sitti Raihanun Zainuddin dan Sekretaris YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, KH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani.Jokowi yang didampingi Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi masuk ke ruangan pimpinan ponpes untuk berbincang secara tertutup.Sekitar 15 menit kemudian, pertemuan selesai. Jokowi dan Zainul Majdi bersama Sitti Raihanun dan KH Lalu Gede berjalan kaki menuju ke masjid pondok pesantren. Ribuan santri sudah berkumpul di sana.Kehadiran Jokowi disambut meriah dengan lantunan shalawat dan ayat-ayat suci. Banyak santri yang berusaha mendekat untuk bersalaman dan berfoto dengan Jokowi.Setelah masuk ke gedung, Jokowi, Tuan Giru Bajang Zainul Majdi dan pimpinan ponpes duduk bersila di panggung. Di sana, KH Lalu Gede membuka acara dan memimpin doa bersama."Kita doakan semoga Bapak Presiden kita selalu dalam keadaan sehat, diberikan umur yang panjang dan tentunya terpilih kembali pada Pilpres 2019 mendatang," kata Lalu Gede."Amin, amin ya Allah," sahut para santri serentak. [detik.com]

Read More »

Sebelum ke Medan, Presiden Jokowi akan Buka Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Mataram

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo hari ini, Kamis, 23 November 2017 akan membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) yang dihelat di Masjid Raya Hubbul Wathan, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun sebelumnya, Presiden Jokowi akan bersilaturahmi ke sejumlah pondok pesantren yang ada di Provinsi NTB. Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani yang berada di Kecamatan Suralaya, Kabupaten Lombok Timur menjadi salah satu pondok pesantren yang akan dikunjungi Kepala Negara.Selain itu, Presiden Jokowi akan melanjutkan perjalanan dengan berkendara mobil menuju Kabupaten Lombok Timur untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren Darunahdlatin Nahdlatul Wathon yang berlokasi di Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong.Sore harinya, Presiden beserta rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Bandar Udara Internasional Lombok.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Jokowi dan JK Belum Bahas Siapa Pengganti Mensos Khofifah

Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengaku sudah melihat aktifitas Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kini disibukan dengan kegiatan persiapan Pilkada Jawa Timur 2018. Meski begitu, JK menyatakan belum ada pembahasan dengan Presiden Jokowi soal siapa pengganti Khofifah di kabinet."Belum, belum. Belum mengatakannya," kata JK di kantornya, Jakarta, Rabu (22/11/2017).JK menilai, saat ini aktifitas politik yang dijalani Khofifah telah mengurangi waktu kerjanya sebagai Menteri Sosial. "Ya kalau sangat sibuk urusan itu (Pilkada Jatim) tentu mengurangi waktunya untuk kegiatan-kegiatan formal. Terkecuali kalau dia urus itu hanya sabtu, minggu, seperti biasalah bisa," kata JK.Meski demikian, dia menghormati keputusan Khofifah yang akan segera melaporkan ke Presiden Jokowi jika urusan politiknya sudah selesai."Tapi seperti yang disampaikan sendiri Ibu Khofifah, dia akan melapor Presiden setelah semuanya sudah lengkap, selesai," jelas JK.Khofifah-Emil DardakMenteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengakui akan berduet dengan Bupati Trenggalek Emil Dardak di Pilkada Jawa Timur."Saya dan Pak Emil akan mengikuti Pilgub Jawa Timur 2018," ucap Khofifah di Jakarta, Selasa (21/11/2017).Dia menuturkan, selama penjajakan, Emil-lah yang bisa membangun komunikasi dengannya."Saya rasa pernah menyampaikan ketika ditanya siapa wakilnya, saya menyampaikan yang direkomendasi dari forum kiai adalah dua nama. Saya sampaikan, izinkan saya mengkomunikasikan dan memusyawarahkan dengan partai-partai pengusung. Jadi komunikasi yang terbangun itu dengan Bupati Trenggalek, Pak Emil," jelas Khofifah.Khofifah mengatakan, dia dan Emil Dardak sudah mengantongi rekomendasi dari Ketua Umum Partai Demokrat. Meski begitu, Khofifah mengaku akan berkeliling untuk mendapat dukungan dari partai lain."Yang rekomendasi B1-KW (surat pernyataan dukungan) hari ini Partai Demokrat. Kita akan musyawarah keliling saling menyesuaikan waktu masing-masing," ujar Khofifah. [liputan6.com]

Read More »

Panglima TNI Sebut Tuntutan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata di Papua Tak Masuk Akal

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan tiga tuntutan yang diajukan oleh kelompok kriminal separatis bersenjata di Papua yang menyandera 1.300 warga di Kampung Kimbely dan Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.Gatot mengatakan, tuntutan kelompok tersebut tidak masuk akal dan sulit dipenuhi oleh pemerintah."Apa yang dituntut oleh kelompok kriminal separatis bersenjata tersebut, mereka meminta yang tidak masuk akal," ujar Gatot di sela sambutannya pada acara Malam Akrab Musyawarah Nasional Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (22/11/2017) malam.Kelompok penyandera, kata Gatot, mengajukan tiga tuntutan. Pertama, mereka meminta PT Freeport harus segera ditutup.Kedua, militer Indonesia harus ditarik keluar dari Papua dan diganti dengan pasukan Keamanan PBB.Ketiga, Pemerintah Indonesia harus menyetujui pelaksanaan pemilihan bebas atau referendum. Artinya rakyat Papua bisa menentukan nasib sendiri. Kemudian kantor Pemda Papua dan Papua Barat ditutup dan diganti dengan pemerintah perwalian PBB."Inilah kemudian yang mendorong TNI untuk melakukan langkah-langkah pembebasan sandera," kata Gatot.Pada Jumat (17/11/2017) siang, pasukan gabungan TNI-Polri akhirnya melakukan operasi terpadu untuk mengevakuasi 344 warga desa.Proses evakuasi sandera yang berlangsung dari pukul 11.00 WIT hingga 12.00 WIT dikabarkan sempat diwarnai baku tembak antara kelompok kriminal bersenjata separatis bersenjata dan TNI-Polri.Menurut Gatot, sebelum operasi terpadu untuk membebaskan warga, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar telah melakukan mediasi terhadap kelompok bersenjata. Bahkan upaya mediasi sampai melibatkan kepala suku, tokoh adat dan tokoh agama.Namun usaha negosiasi tersebut tidak menemukan titik temu, sebab kelompok bersenjata meminta tuntutan yang tidak masuk akal dan sulit dipenuhi."Kapolda di sana menggunakan tokoh-tokoh adat, kepala suku, tokoh-tokoh agama mulai dari pendeta, pastor bahkan perwakilan Uskup dan negosiasi secara intensif kemudian juga menyebarkan pamflet. Sudah berbagai cara namun apa yang dituntut oleh gerakan kriminal bersenjata separatis tersebut tidak masuk akal," ucapnya. [kompas.com]

Read More »

Sri Mulyani: Presiden Bangun Indonesia Sentris

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Rabu malam hadir sebagai pembicara dalam acara Projo Public Lecture. Projo adalah organisasi masyarakat pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau Pro Jokowi.Sri Mulyani tiba di lokasi sekitar pukul 19.45 WIB mengenakan pakaian berwarna hitam. Topik yang diangkat dalam acara ini adalah Indonesia Menuju Kekuatan Utama Ekonomi Dunia.Dalam kesempatan ini, Sri Mulyani menjelaskan bagaimana mencapai cita-cita Indonesia melalui anggaran yang ada. Misalnya, dalam memajukan kesejahteraan umum dengan mengurangi angka kemiskinan dan tingkat kesenjangan melalui pembangunan yang merata, termasuk membangun infrastruktur."Dalam memajukan kesejahteraan umum, mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran, mengatasi kesenjangan dan Presiden bangun Indonesia bukan Jakarta sentris, bukan Jawa sentris, it is Indonesia sentris," kata Sri Mulyani di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2017).Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan juga dilakukan melalui anggaran yang ada atau sekitar 20% dari APBN. Kualitas pangan bagi anak-anak pemerus bangsa juga harus diperhatikan sehingga anak-anak Indonesia bisa tumbuh cerdas."Konteks kali ini lebih sederhana, kira-kira konkretnya apa di dalam konteks Indonesia tujuan dan misi kemerdekaan maka ekonomi harus tumbuh cukup tinggi berkelanjutan. Inklusif, berkeadilan dan terus memerangi kemiskinan dan kesenjangan," ujar Sri Mulyani.Sri Mulyani juga membeberkan tantangan ekonomi Indonesia masih terasa meskipun kondisi ekonomi berangsur membaik. Tantangan yang perlu diwaspadai adalah pelemahan pertumbuhan ekonomi China dari kisaran 10% atau bahkan di atasnya menjadi anjlok hingga ke level 6%.Ketidakpastian ekonomi dunia juga masih berlanjut seiring masih adanya gejolak politik di Korea Utara dan negara-negara Timur Tengah ditambah lagi dengan adanya ancaman terorisme dan dampak perubahan iklim yang mulai terasa ikut mempengaruhi perekonomian dunia, tak terkecuali Indonesia."Ketidakpastian geopolitik Korea Utara, middle east apa yang terjadi di berbagai belahan dunia, serangan terorisme dan perubahan iklim menciptakan down side risk," terang Sri Mulyani.Akan tetapi, level pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menjadi nomor tiga terbaik di antara anggota G20, di bawah China dan India.Sri Mulyani menambahkan, APBN memiliki tiga fungsi, antara lain alokasi, distribusi, dan stabilisasi. Dalam fungsi alokasi, anggaran dialokasikan untuk apa dan berapa besar yang diharapkan dapat memberikan dampak ke pertumbuhan ekonomi.Dalam fungsi distribusi, anggaran dialokasikan dalam bentuk subsidi yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu. Fungsi stabilisasi adalah APBN berfungsi menjaga kualitas pertumbuhan ekonomi agar berjalan dalam jalurnya."APBN 2018 tahun depan Rp 2.220 triliun belanja republik di mana Rp 847 triliun melalui kementerian-kementerian dan lemabaga dan Rp 766 triliun kepada Pemda melalui transfer ke daerah dan Rp 600 triliun belanja non KL (Kementerian/Lembaga). Rp 2.220 triliun akan dapat dari penerimaan pajak dan non pajak Rp 1.894,7 triliun, pajaknya Rp 1.618 triliun, PNBP, royalti, dividen Rp 275 triliun dan hibah Rp 1,2 triliun," jelas Sri Mulyani.Defisit APBN 2018 dirancang di level yang lebih rendah dibandingkan tahun ini 2,67%, yaitu 2,19% terhadap PDB. Rasio ini termasuk yang kecil dibandingkan negara lain di dunia."Defisit 2,19% dari total GDP nasional termasuk defisit paling kecil di dunia," pungkas Sri Mulyani. [detik.com]

Read More »