Presiden Jokowi Silaturahmi dengan Keluarga Besar Persis

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan keluarga besar Persatuan Islam (PersIs) se-Bandung Raya di masjid PP Persis, Bandung, Selasa malam, 17 Oktober 2017. Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan isu seputar investasi dengan negara-negara Islam.“Karena ada suara-suara kalo investasi yang banyak ini dari barat, dari Jepang, Korsel, atau Tiongkok. Yang benar adalah bahwa kita sekarang ini dan sudah saya mulai sejak tiga tahun yang lalu untuk berkunjung dan pendekatan beberapa kali ke negara di Timur Tengah,” kata Presiden.Presiden mengatakan, tiga tahun lalu ia sudah bertemu dengan Raja Salman di Arab Saudi, Syeikh Tamim di Qatar, dan Syeikh Mohammed di Uni Emirat Arab, dan juga beberapa negara lain di kawasan Timur Tengah untuk berinvestasi ke Indonesia.“Kami sudah mengundang tiga tahun ini yang baru datang baru sri baginda Raja Salman dan investasi ninggalin ke Indonesia di angka Rp80 Triliun ini angka yang sangat besar sekali. Besok pagi Insya Allah Syeikh Tamim dari Qatar juga akan berkunjung ke Indonesia, kemudian Syeikh Mohammed pada awal Desember” ucap Presiden.Perppu Ormas Bersifat TerbukaMenanggapi pertanyaaan dari salah seorang undangan yang hadir terkait Perppu Ormas yang dinilai represif, Presiden Jokowi menegaskan bahwa penetapan Perppu Ormas bersifat demokratis dan terbuka. “Pembuatannya demokratis. Kan ada DPR. Setuju atau tidak setuju kan bisa saja di tolak. Kan bisa juga diajukan ke MK. Represif itu kalau saya mau ini kamu harus ini, kan tidak seperti itu. Mekanisme hukum itu bisa dibatalkan oleh MK itu kan bisa kalau tidak sesuai dengan UUD,” ungkapnya.Presiden mengatakan, penyusunan Perppu Ormas sudah melewati berbagai macam kajian yang berkesimpulan perlunya sebuah aturan untuk menangani hal-hal yang berkaitan dengan eksistensi negara.“Kajian sudah lama, ada kajian di Menkopolhukam. Ada pengumpulan data-data. Semuanya baik data berupa video, buku-buku, tertulis. Dari sana dilihat semuanya dari semua sudut keamanan, kebangsaan, ketatanegaraan, kesimpulan yang ada saat itu memang dibutuhkan sebuah perppu,” kata Presiden.Dana Desa Gerakkan Perekonomian DesaDalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa pemerintah tetap berupaya untuk memberdayakan ekonomi kemasyarakatan melalui berbagai program yang sudah berjalan.“Oleh sebab itu kenapa kita beri KIS (Kartu Indonesia Sehat) kepada keluarga tidak mampu agar ke rumah sakit tidak bayar. 92 juta sudh kita berikan. 19 juta anak-anak kita dari keluarga nggak mampu diberikan KIP (Kartu Indonesia Pintar),” ucapnya.Pemerintah juga memiliki program dana desa untuk meningkatkan perputaran uang di desa sehingga berkontribusi dalam perekonomian desa.“2017 ini Rp60 Triliun. Sudah Rp127 Triliun. Itu angka besar yang diberikan kepada desa. Tujuannya perputaran uang di desa lebih banyak. Karena tahun ini akan dapat Rp800 juta per desa. Kalau bisa tepat sasaran itu mengangkat sekali. Rp127 Triliun itu bukan uang sedikit, uang gede banget,” ujar Presiden.Pada kesempatan itu, Presiden juga mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh keluarga besar Persis atas kunjungannya kali ini yang merupakan kunjungan balasan Ketua Persis yang berkunjung ke Istana beberapa waktu lalu. Tampak hadir mendampingi Presiden, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubenur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Ketua Umum PP Persis Aceng Zakaria.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Romantisnya Foto Prewedding Kahiyang Ayu dan Bobby di Yogyakarta

Putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, akan segera melangsungkan pernikahannya bulan depan. Kahiyang mengunggah foto pre-wedding terbaru dengan calon suaminya, Bobby Nasution.Foto tersebut tampak terlihat di akun Instagram @ayanggkahiyang yang diposting pada Selasa (17/10/2017) malam. Foto berlatar pemandangan pegunungan tersebut menampilkan Kahiyang yang tampak cantik mengenakan gaun merah jambu bergandengan dengan Bobby yang mengenakan setelan jas lengkap.Belum diketahui secara pasti lokasi foto prewedding itu dilakukan. Kahiyang hanya memberi petunjuk bahwa foto diambil di Yogyakarta. Kahiyang turut menuliskan tanggal pertama mereka memulai hubungan. Ia mulai berpacaran dengan Bobby sejak Desember 2015."Dimulai pada Desember 2015," tulis Kahiyang dalam caption fotonya.Kahiyang diketahui telah beberapa kali mengunggah foto prewedding. Sebelumnya, dia juga mengunggah foto di Candi Prambanan dengan gaun merah.Kahiyang dengan Bobby akan menikah pada 8 November 2017 di Graha Saba Buana, Solo. Mereka juga akan menggelar resepsi di Medan yang lokasinya berdekatan dengan kediaman Bobby. [detik.com]

Read More »

Saat Presiden Jokowi Menikmati Sate Kambing dan Musik Jalanan di Bandung

Bandung jadi kota terakhir yang dikunjungi Presiden Joko Widodo hari ini. Di sela kegiatannya di Bandung, Jokowi mengisi perut dengan menyantap sate kambing dan bersenda gurau dengan musisi jalanan.Hal itu terjadi saat Jokowi makan malam di Rumah Makan Sate dan Gule Kambing HM Harris di Jl Asia Afrika, Bandung, Selasa (17/10/2017)."Sekitar pukul 19.45 WIB, Presiden masuk ke rumah makan ditemani oleh Kepala Staf Presiden Teten Masduki dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/10/2017) malam.Jokowi, yang mengenakan setelan jas warna biru, menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk menyantap sajian di rumah makan tersebut. Setelah itu, dia beranjak keluar dari rumah makan.Bey mengatakan, di luar rumah makan itu warga sudah banyak yang menunggu untuk menyapa, bersalaman, dan berfoto bersama. Beberapa diladeni oleh Jokowi.Di depan rumah makan itu juga ada sekelompok musisi jalanan yang menghibur pengunjung. Jokowi lantas menghampiri mereka.Para musisi tersebut senang dihampiri Jokowi. Ada beberapa pemain gitar dan biola yang kemudian memainkan musik country.Jokowi, yang duduk di bangku plastik, mengangguk-anggukkan kepala dan bertepuk tangan. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono memainkan gitar salah seorang musisi.Jokowi menikmatinya. "Keren," kata Jokowi dalam video yang disampaikan oleh Tim Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden.Di hadapan Jokowi dan para musisi itu tergeletak sebuah kotak biola yang terbuka, yang di dalamnya terdapat uang receh. Tak lupa rombongan Jokowi memasukkan uang ke kotak tersebut. Sebelum meninggalkan lokasi, Jokowi sempat bersalaman dengan para musisi jalanan tersebut. [detik.com]

Read More »

Kontroversi Pidato Pribumi, Presiden Jokowi: Tanya Pak Anies

Foto : Biro Pers SetpresPidato perdana Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta menyinggung soal pribumi. Pidato yang disampaikan di hadapan warga setelah Anies dilantik itu menjadi kontroversi.Presiden Jokowi Widodo, yang berkunjung ke Bandung, sempat disinggung oleh awak media terkait pidato eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut. Namun Presiden tidak mau berkomentar dan memilih pergi sambil tersenyum."Iya, tanyakan ke Pak Anies," ujar Jokowi di masjid PP Pesis, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Selasa (17/10/2017) malam.Sebelumnya, hal yang menjadi heboh di media sosial adalah bagian pernyataan Anies yang berbunyi "Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai Jakarta ini seperti yang dituliskan pepatah Madura. Itik telor, ayam singerimi. Itik yang bertelur, ayam yang mengerami".Anies menyebut apa yang disampaikan dalam pidatonya itu merupakan konteks pada era penjajahan. Pasalnya, menurut dia, Jakarta menjadi daerah yang paling merasakan keberadaan penjajahan atau kolonialisme."Itu pada konteks pada era penjajahan. Karena saya menulisnya juga pada zaman penjajahan dulu karena Jakarta itu kota yang paling merasakan," kata Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/10).Wapres Jusuf Kalla juga telah mengomentari soal pidato Anies ini. JK menilai pidato Anies dalam konteks sejarah kolonialisme dan bukan terkait rasisme."Kita lihat konteksnya. Pidatonya bicara tentang kolonial, dalam zaman kolonial. Begini, konteksnya kan sejarah, dia menceritakan. Jadi jangan hanya cut satu kata, dalam konteks apa dia bicara," kata JK, Selasa (17/10)."Jadi dia bicara konteks sejarah, tidak bicara konteks diskriminatif. Dulu diskriminatif, sekarang jangan. Kalau kita mau balik, dia punya perkataan, kan," imbuhnya. [detik.com]

Read More »

Saat Santri di Garut Tagih Sepeda ke Presiden Jokowi

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Jokowi kerap membagi-bagikan sepeda saat berinteraksi dengan warga. Saat berkunjung ke Garut, Jawa Barat, Jokowi ditagih hadiah sepeda oleh santri.Presiden Jokowi berkunjung ke Pesantren Darul Arqam di Kecamatan Cilawu, Garut, Jabar, Selasa (17/10) sore. Jokowi awalnya memberi sambutan di hadapan ribuan santri dan ulama yang hadir.Jokowi mengingatkan masyarakat agar tidak lupa akan kekayaan yang dimiliki Indonesia. Indonesia memiliki 17 ribu pulau dan 714 suku."Ini kewajiban kita semua untuk mengingatkan bahwa negara kita adalah negara besar, termasuk muslim terbanyak di dunia, sehingga kita harus memahami itu. Sekarang ini banyak yang lupa," katanya.Foto : Biro Pers SetpresSelepas memberikan sambutan, Jokowi tak lupa mengadakan kuis untuk warga. Ia pun memanggil sejumlah santri yang ingin menjawab pertanyaan yang ia ajukan.Tak lama berselang, seorang santri laki-laki berjalan maju menghampiri Jokowi. Santri yang diketahui bernama Rama Teguh tersebut kemudian naik ke atas panggung."Sebutkan suku yang ada di Indonesia, apa saja?" tanya Jokowi.Rama pun menyebutkan sejumlah nama suku di Indonesia, seperti Jawa, Sunda, dan Batak.Selepas tanya-jawab tersebut, Jokowi mempersilakan Rama turun dari panggung. Namun, baru berjalan beberapa langkah, Rama berhenti berjalan dan menoleh ke arah Jokowi sambil tersenyum.Melihat aksi tersebut, Jokowi pun tak tinggal diam. "Ngapain tengok-tengok. Bilang saja minta sepeda," kata Jokowi.Namun, alih-alih mendapat sepeda, Rama harus gigit jari karena sepeda yang ia inginkan tidak ada di lokasi acara. "Nanti sepedanya diantarkan, ya," ujar Jokowi.Seluruh hadirin yang berada di lokasi sontak tertawa. Sambil tertawa, teman-teman Rama menyorakinya karena belum mendapatkan sepeda yang ia inginkan.Selepas acara, Rama mengaku senang mendapatkan sepeda dari Jokowi meski sepeda itu belum diserahkan. "Nanti katanya malam (sepedanya) diserahkan ke sini," kata remaja kelas III di MA Darul Arqam itu. [detik.com]

Read More »

3 Tahun Kabinet Kerja, Kemenhub Konsisten Bangun Indonesia Sentris

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) konsisten membangun sesuai kebijakan Pemerintahan Jokowi – JK yaitu Indonesia Sentris yang mengutamakan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia dengan tidak memusatkan pembangunan di salah satu wilayah. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta (17/10).Menhub menyebut sedikitnya terdapat empat poin yang menjadi fokus pembangunan Kemenhub diantaranya pembangunan wilayah perbatasan, penyelenggaraan angkutan barang di laut (tol laut), penyelenggaraan jembatan udara, dan penyelenggaraan subsidi dan Public Service Obligation / PSO.“Indonesia sentris kita lakukan secara konsisten dan itu sudah dijalankan dengan proyek-proyek yang memberikan hasil yang baik,” kata Menhub Budi.Dijelaskan Menhub untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kemenhub secara intensif bangun banyak bandara.“Di wilayah NTT yang merupakan pulau-pulau, secara intensif Kemenhub membangun banyak bandara hampir di tiap pulau ada bandara bahkan di Pulau Flores itu ada 3-4 bandara,” katanya.Menhub berharap dengan pembangunan bandara-bandara di wilayah NTT maka aksesibilitas masyarakat di wilayah NTT berjalan baik.Selain wilayah NTT ditambahkan Menhub, Kemenhub juga membangun infrastruktur transportasi di perbatasan Papua seperti Bandara Koroway Batu, Bandara Tanah Merah, Bandara Oksibil, Bandara Towe Hitam, dan pengembangan Pelabuhan Depapre.Lebih lanjut diungkapkan Menhub, di wilayah Sulawesi Utara dan Sumatera bagian timur secara khusus Kemenhub juga membangun dan mengembangkan infrastruktur transportasi.“Di Anambas kita bangun 4 pelabuhan, di kepulauan Utara Sulawesi juga kita kembangkan beberapa pelabuhan, dan khusus di timur Sumatera kita mengembangkan dermaga agar konektivitas yang di Pantai Timur Sumatera berjalan dengan baik diantaranya Dermaga Penyeberangan Lukit Sagu-Sagu, Dermaga Penyeberangan Sedanau, dan Dermaga Penyeberangan Pecah Buyung,” ujarnya.Terkait progres tol laut, Menhub menyampaikan saat ini sudah terdapat 13 rute tol laut yang dilayani oleh kapal milik BUMN maupun swasta. Adapun dengan adanya tol laut ini Menhub memastikan telah berhasil mengurangi disparitas harga antara Indonesia Barat dengan Indonesia Timur hingga mencapai 20-40 %.Data Kementerian Perdagangan mencatat terjadi penurunan harga sejumlah bahan kebutuhan seperti beras, gula pasir, minyak goreng kemasan, tepung terigu, hingga triplek.Lain halnya dengan program jembatan udara, untuk program jembatan udara Menhub mengatakan terdapat 3 titik bandara yang akan menjadi hub jembatan udara yaitu Timika, Wamena, dan Dekai. Terkait hal ini Menhub menegaskan program jembatan udara akan dimulai tahun ini.“Kita gunakan Timika, Wamena, san Dekai sebagai hub untuk menuju ke 12 kampung-kampung di pegunungan, dan kita mulai kerjakan tahun ini,” tegasnya.Terakhir, selain membangun infrastruktur seperti bandara, Kemenhub juga memberikan public service obligation dan subsidi perintis.“Mengenai PSO kita berikan kepada beberapa khususnya ke angkutan kereta api dan kapal,” pungkasnya. [dephub.go.id]

Read More »

Dibangun Sejak 2015, RI Punya 9 Bendungan Baru Akhir Tahun Ini

Foto : Agus SupartoPemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan 65 bendungan hingga 2019 mendatang. Dari 65 bendungan yang direncanakan dikerjakan, pada saat ini terdiri 49 baru dan 16 lanjutan, lokasinya di seluruh wilayah Indonesia, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTT, NTB, dan JawaHingga 2017, terbangun sebanyak 39 bendungan, dengan rincian, 30 bendungan lanjutan, 9 baru dan 2 telah selesai. Sedangkan di akhir 2019 akan ada 29 bendungan yang selesai dengan tujuan untuk menjaga ketersediaan bahan baku air."Sampai 2017 itu akan ada 39 bendungan dikerjakan dengan akhir 2017 ini 9 selesai. Pada akhir 2019 ada 29 bendungan selesai dan akan ada 36 yang dikerjakan, fungsinya adalah konservasi air, air baku dan ada potensi energi," ujar Kepala Balitbang PUPR, Danis H. Sumalidaga, di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (17/10/2017).Di 2016, terbangun sebanyak 32 bendungan dengan rincian, 24 bendungan lanjutan, 8 baru dan 2 telah selesai. Di 2015, terbangun sebanyak 29 bendungan dengan rincian, 16 bendungan lanjutan dan 13 baru dan 5 telah selesai.Berikut daftar bendungan yang ditarget rampung hingga 2017:2015Rajui di Aceh, Rp 110,65 miliarJatigede di Jawa Barat, Rp 6,5 triliunBajulmati di Jawa Timur, Rp 422 miliarNipah di Jawa Timur, Rp 108 miliarTitab di Bali, Rp 486 miliar2016Paya Seunara di Aceh Rp 94,89 miliareritip di Kalimantan Timur, Rp 270 miliar2017Raknamo di NTT, Rp 782 miliarTanju di NTB, Rp 404 miliarMarangkayu di Kaltim, Rp 271 miliarIrigasiDalam rangka ketahanan pangan, di seluruh Indonesia dibuat irigasi baru 1 juta hektar hingga 2019, air baku dan pengendali daya rusak lainnya di seluruh Indonesia. Sepanjang 2015-2017, telah terbangun 529.335 hektar irigasi baru dan sisanya dilanjutkan hingga 2019.Terkait dengan bidang jalan dan jembatan, ada capaian 2.623 km jalan. Ini kebanyakan jalan perbatasan di Kalimantan, di Papua, jalan perbatasan itu kurang lebih 2.000 km, dan juga di perbatasan NTT di Pulau Timor. Kemudian juga jembatan yang akan dibangun 30.000 meter. [detik.com]

Read More »

Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK bidang Perekonomian: Pondasi Ekonomi Bagus Jadi Modal Dasar

Foto : Biro Pers SetpresMenko Darmin Nasution menegaskan, ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan yang menggembirakan. Hal itu ditunjukkan dari berbagai indikator ekonomi, antara lain: kemiskinan yang menurun, per tumbuh ekonomi yang stabil, inflasi terkendali, ketimpangan pendapatan menurun dan pengangguran yang juga menurun.“Untuk inflasi, tiga tahun terakhir selalu di bawah persen,” kata Darmin Nasution dalam paparan tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo- Wakil Presiden Jusuf Kalla di Bina Graha, Selasa, 17 Oktober 2017.Dalam konferensi pers yang diinisiasi Kantor Staf Kepresidenan bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Menko Darmin didampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Kepala Bekraf Triawan Munaf. Acara dipandu Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi.Menurut Darmin, pertumbuhan ekonomi yang tadinya melambat, kini berbalik lebih cepat lagi. "Kita beharap bergerak ke 5,2 persen. Syukur-syukur lebih sedikit,” katanya.Pondasi ekonomi kita, lanjut Darmin, sangat bagus. Ini jadi modal dasar bagi perekonomian kedepan. Terlebih dari sisi infrakstruktur, kini sudah merata di seluruh Indonesia.Dari sisi inflasi, kata Darmin, pemerintah berhasil mengelola dengan baik. “Sejarah ekonomi Indonesia, sebelum krisis 1998, inflasi kita selalu double digit. Setelah krisis eknomi, inflasi pelan-pelan menurun. Tiga tahun terakhir selalu di bawah 4 persen,” jelasnya.Darmin optimistis, inflasi akan terus menurun hingga 3,5 persen plus minus 1. “Di pemerintah mendatang, bila terus terjaga bisa jadi 3 persen, lalu 2 persen plus minus 1. Saat itu, kita bisa sejajar dengan negara maju yang lain,” tegas Darmin.Sektor Pariwisata jadi PrimadonaPada ssi yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan bahwa sektor pariwisata nasional kini menjadi primadona baru bagi pembangunan nasional. Sumbangan devisa maupun penyerapan tenaga kerja dalam sektor ini amat signifikan bagi devisa negara. Bahkan, diperkirakan pada tahun 2019 sudah mengalahkan pemasukan devisa dari industri kelapa sawit (CPO).“Presiden Jokowi sudah menyadari dan meminta agar pariwisata menjadi sektor unggulan terbesar nasional,” jelas Menpar Arief.Arief menjelaskan dari hasil riset World Bank 2016, sektor pariwisata adalah penyumbang yang paling mudah untuk devisa dan pendapatan domestik bruton (PDB) suatu negara. Pasalnya, dampak turunan dari investasi di sektor pariwisata terhadap PDB memang amat besar.“Untuk Indonesia, pariwisata sebagai penyumbang PDB, devisa dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah.” kata Arief.World Bank mencatat hanya dengan investasi di industri pariwisata sebesar US$1 juta mampu menyumbang 170% dari PDB. Ini merupakan dampak ikutan tertinggi suatu industri kepada negaranya. Sebab, industri pariwisata mampu menggerakkan usaha kecil menengah seperti kuliner, cinderamata, transportasi dan lainnya.“Perolehan devisa negara dari sektor sektor pariwisata sejak tahun 2016 sudah mengalahkan pemasukan dari migas dan di bawah pemasukan dari CPO. Diperkirakan pada tahun 2019, sektor pariwisata menjadi penhyumbang utama devisa utama Indonesia sebesar US$24 miliar,” tukasnya.Satu hal, Indonesia dinilai oleh media top Inggris, The Telegraph sebagai salah satu dari 20 negara dengan pertumbuhan paling cepat di sektor pariwisata. Dikatakan, pertumbuhan pariwisata Indonesia dalam kurun waktu Januari-Agustus 2017 mencapai 25,68%. Sedangkan industri pelesiran di kawasan ASEAN hanya tumbuh 7% dan semantara dunia hanya berkembang 6%.Selain itu, dibandingkan dengan negara jiran seperti Malaysia, Singapura dan Thailand, Indonesia juga lebih unggul dalam hal Tourism Branding ‘Wonderful Indonesia’ dan Paket Destinasi dengan berbagai penghargaan internasional yang diraih Indonesia.Indeks Daya Saing Pariwisata Indonesia menurut World Economy Forum (WEF) menunjukkan perkembangan menggembirakan. Peringkat Indonesia naik 10 poin dari 50 pada tahun 2015 menjadi 42 pada tahun ini.Satu hal dari peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang meningkat selama tiga tahun terakhir dari 10 juta orang pada tahun 2015 menjadi 12 juta pada tahun lalu menambah tebal pemasukan devisa negara dari US$12,336 miliar menjadi US$12,441 miliar. Adapun dalam paruh pertama tahun 2017 ini tercatat jumlah pelancong asing sudah mencapai 7,8 juta orang.Demi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dengan targetnya 20 juta kunjungan pada 2019, Kementerian Pariwisata mempromosikan 10 destinasi wisata baru di Indonesia.Menpar menjelaskan bahwa destinasi pariwisata Indonesia yang gencar dipasarkan karena sudah berkembang, serta ada juga destinasi yang masih dikembangkan. Berbagai destinasi memang dikategorikan berdasarkan kesiapan amenitas (saranan dan prasarana), atraksi dan akses masing-masing, untuk menyambut wisatawan.Destinasi yang pengembangannya prioritas ada 10, meliputi: Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Mandalika, Morotai, Borobudur, Danau Toba, Kepulauan Seribu, Bromo Tengger Semeru, Wakatobi, dan Labuan Bajo. Sementara itu, 10 daerah yang sektor pariwisatanya sudah berkembang dan lebih siap menyambut banyak turis meliputi 3 destinasi diving: Wakatobi, Raja Ampat, Bunaken, serta 3 destinasi pemasaran utama: Bali, Jakarta, Kepri, serta Banyuwangi, Bandung, serta Joglosemar.Kekuatan baru itu bernama Ekonomi kreatifSektor ekonomia kreatif, terbukti bisa jadi sumber kekuatan ekonomi baru. Di tengah melambatnya harga komoditas dan bahan mentah secara global, sektor ekonomi kreatif, memberikan sumbangan yang positif bagi perekonomian Indonesia.“Di masa depan, ekonomi tidak semata-mata, bergantung pada sumber daya alam mentah,” tegas Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf dalam paparan 3 Tahun Jokowi-JK di Kantor Staf Presiden.Tugas ekonomi kreatif adalah memberikan nilai tambah. Sehingga dapat menghasilkan produk yang bernilai tinggi dan berkontribusi besar pada perekonomian.Berdasarkan data terakhir, dalam catatan Triawan Munaf, ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar 7,38 persen terhadap total perekonomian nasional dengan total PDB sekitar Rp. 852,24 Triliun.“Dari total kontribusi tersebut, sub-sektor kuliner, kriya dan fashion memberikan kontribusi terbesar pada ekonomi kreatif,” jelas Triawan.Tercatat sub-sektor Kuliner berkontribusi sebesar 41,69%, disusul sub-sektor Fashion sebesar 18,15% dan Kriya sebesar 15,70%. Kepala Bekref juga menambahkan bahwa terdapat sekitar empat sub-sektor yang juga sangat potensial menjadi kekuatan ekonomi baru yakni Film, Musik, Art dan Game (Animasi).Empat sub-sektor ini tercatat mengalami pertumbuhan paling pesat, yakni Film mencatatkan pertumbuhan sekitar 10,28%, Musik 7,26%, Art/Arsitektur 6,62% dan Game tumbuh sekitar 6,68%.Namun Triawan menyampaikan ada beberapa hambatan dan kendala dalam pengembangan ekonomi kreatif ini, terutama terkendala oleh ekosistem bisnis dan investasi.Menurutnya, ekosistem bisnis nasional belum mendukung dalam proses pengembangan ekonomi kreatif, terutama dalam hal infrastruktur untuk menunjang kegiatan kreatif para pelaku usaha ekonomi kreatif dan masyarakat.Kedua, menurutnya, banyak sektor ekonomi kreatif yang masih masuk dalam daftar negatif investasi, terutama untuk investasi asing. Padahal menurutnya adanya investasi masuk berperan penting untuk menunjang minimnya infrastuktur dan teknologi dalam negeri.“Kita bisa bekerja sama, menjalin co-production, dari sini kita bisa mengembangkan film nasional misalnya. Itu bisa membantu dan positif untuk perekonomian”, katanyaNamun Triawan mengaku Badan Ekonomi Kreatif masih terus melakukan upaya untuk mengembangkan sektor kreatif di Tanah Air. Terutama dalam hal ketersediaan data dan informasi statistik yang menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan serta keputusan, baik bagi pemerintah maupun pelaku ekonomi kreatifSementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito menjelaskan, pemerintah terus menggenjot revitalisasi pasar tradisional. “Kita mengusahakan bagaimana pedagang pasar tradisional bisa mendapatkan alternatif sumber pendapatan serta akses harus bisa mudah didapat. Setiap renovasi revitalisasi pasar omset pasti meningkat contoh Pasar Sindu, di Denpasar. Di sana bisa terlihat bagaimana mengelolanya dengan sangat baikm juga bersih, tidak bau. Bahkan, di koridornya pun orang bisa duduk di lantai,” kata Enggar. [ksp.go.id]

Read More »

Presiden Jokowi: Ada yang Tidak Suka Pemberantasan Korupsi

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo mengakui tidak semua pihak suka dengan pekerjaan pemberantasan korupsi yang dilakukan penegak hukum.Namun, dia kembali menegaskan bahwa pemerintahannya terus mendukung pemberantasan korupsi dan penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)."Yang namanya pemberantasan korupsi pasti ada rakyat semuanya senang, tapi kan ada juga yang tidak suka, dan itu merupakan pekerjaan kita bersama, tidak mungkin kita sendiri-sendiri bekerja menyelesaikan ini," kata Presiden dalam wawancara khusus dengan LKBN Antara menyambut tiga tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/10).Presiden mengatakan, untuk memberantas korupsi, mental antikorupsi harus dikenalkan sejak dini, kepada anak-anak."Kalau kita tidak memulainya dari anak-anak, generasi berikutnya ya tidak akan ada pembaruan apa-apa," kata Jokowi.Ia juga menegaskan pemerintah tetap mendukung penguatan KPK."Saya rasa tidak usah bolak-balik saya sampaikan bahwa kita mendukung penguatan KPK. Konkret sajalah, sebentar lagi saya akan keluarkan perpres (peraturan presiden) atau inpres (instruksi presiden) untuk sisi pencegahan yang saya kira penting sekali, yaitu agar semua kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah harus menyiapkan e-budgeting, e-planning dan e-procurement yang akan saya batasi waktunya dan semuanya harus punya ini," tegas Presiden.Aturan itu sejalan dengan rekomendasi KPK untuk melakukan perbaikan sistem pada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang mendapat "menu wajib" di tiga sektor.Sektor tersebut, yaitu pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), pengadaan barang dan jasa (PBJ) dan layanan publik yang diterapkan melalui e-planning dan e-budgeting atau e-government, pendirian Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang mandiri, serta pendirian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)."Itu untuk pencegahan, tapi mengenai penindakan hukum ya silakan mau OTT (Operasi Tangkap Tangan), ada KPK, Saber Pungli sudah kita bentuk," tambah Presiden.Ia mengakui korupsi masih menjadi pekerjaan rumah pemerintahan yang sudah hampir memasuki tahun keempat pada 20 Oktober 2017 ini."Bahwa korupsi ini masih menjadi musuh terbesar kita ya memang pekerjaan besar kita bersama untuk menyelesaikan. Saya kira penegakan hukum harus lebih dipertegas, Saber Pungli juga, hal kecil-kecil juga kita awasi," ungkap Presiden. [kompas.com]

Read More »

Presiden Jokowi: Kita Ini Bekerja, Kok Mengurusi Elektabilitas?

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku menggunakan hasil survei mengenai kinerjanya sebagai koreksi bagi pemerintah."Kalau ada survei, ya menjadi koreksi kita mana yang perlu kita benahi, mana yang perlu kita perbaiki, itu yang harus kita kerjakan," kata Presiden Jokowi dalam wawancara khusus dengan Antara menyambut tiga tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/10/2017)."Semuanya ada kekurangannya, misal di ekonomi kurang apa, misalnya di bidang hukum kurang apa, di bidang sosial budaya kurang apanya ya diperbaiki," tambah Jokowi.Presiden mengaku, belum memikirkan tingkat keterpilihan yang juga disuguhkan dalam hasil survei tersebut."Survei itu untuk koreksi untuk saya, jangan dilihat hanya elektabilitas saja. Kita ini bekerja, kok mengurusi elektabilitas?" tambah Presiden.Ia menekankan bahwa setiap hari fokusnya bekerja berkeliling kabupaten dan provinsi untuk memastikan program-program pemerintah benar-benar dijalankan."Wong pekerjaan kita setiap hari (bepergian) berganti kabupaten, berganti provinsi, pontang-panting masih mengurus untuk menyelesaikan hal yang memang harus kita selesaikan, harus kita kontrol, harus kita awasi, harus kita selesaikan," kata Jokowi.Dia juga mengaku tidak ingin memecah konsentrasi pekerjaan dengan upaya mencari dukungan untuk mengikuti pemilihan presiden selanjutnya."Kalau kita pecah konsentrasi kan juga tidak benar. Saya kira urusan survei itu urusan lembaga survei, urusan penilaian masyarakat terhadap apa yang sudah kita kerjakan, apakah dinilai tidak baik atau dinilai cukup baik atau dinilai baik ya dipersilakan. Tugas saya, saya kira masih banyak," kata Jokowi.Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) sebelumnya mengumumkan hasil survei selama 3-10 September 2017, mengenai kecenderungan dukungan politik selama tiga tahun pemerintahan Presiden Jokowi.Sebanyak 60,39 persen responden menyatakan cukup puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi-JK. Sementara 7,95 persen responden menyatakan sangat puas.Sementara, responden yang menyatakan kurang puas dengan kinerja Jokowi-JK sebesar 27,23 persen.Namun, Jokowi-JK masih mendapatkan rapor merah di sejumlah sektor ekonomi. Sebanyak 43 persen responden merasa semakin berat untuk memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari.Hanya 18 persen yang menyatakan pemenuhan kebutuhan pokok semakin ringan dibanding tahun lalu.Kemudian, sebanyak 50 persen responden menjawab bahwa pengangguran makin banyak. Hanya 20 persen yang menjawab makin berkurang.Sebanyak 54 responden juga merasa mencari pekerjaan makin sulit. Hanya 14 persen responden yang merasa mencari pekerjaan semakin mudah.Kemudian, sebanyak 42 persen responden juga menilai orang miskin di Indonesia semakin banyak. Hanya 24 persen yang menjawab makin berkurang.Adapun terkait elektabilitas, Jokowi masih teratas dibanding tokoh lain. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berada di bawahnya. [kompas.com]

Read More »