Lewat Tulisan, Presiden Jokowi Ungkap Alasan Blusukan ke Seluruh Pelosok Negeri

Tepat pada hari ini, Jumat (20/10/2017), Presiden Joko Widodo (secara resmi telah memimpin Indonesia selama tiga tahun.Selama itu pula, pria yang akrab disapa Jokowi itu blusukan untuk melihat secara langsung kondisi di daerah, mulai dari Aceh hingga Papua serta dari Nusa Tenggara Timur sampai Pulau Miangas.Lewat tulisan resmi di akun Facebooknya, Jokowi mengungkapkan alasannya blusukan ke seluruh wilayah Tanah Air.Sembilan hari setelah dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2014, Jokowi menyambangi Kabupaten Karo di Sumatera Selatan. Sampai saat ini sudah 520 acara yang disambanginya selama 1.095 hari menjadi Presiden."Apa yang saya inginkan dari blusukan ke seluruh pelosok negeri?," tulis Presiden dalam akun Facebooknya.Jokowi mengungkapkan, alasannya rajin blusukan yaitu ingin memastikan sekaligus mengontrol jalannya proyek-proyek strategis nasional yang dijalankan di daerah, sekaligus mencari solusi bila terjadi hambatan.Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyatakan, pemerintah gencar membangun infrastruktur guna mengejar ketertinggalan pembangunan dan meningkatkan daya saing dari negara lain."Anggaran untuk infrastruktur ini telah ditingkatkan pemerintah dari Rp 177 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 401 triliun pada tahun 2017," tulis Jokowi.Setidaknya, tujuh pos lintas batas negara (PLBN) yang layak telah dirampungkan pembangunannya. Ketujuh PLBN itu berada di sepanjang perbatasan negara tetangga, seperti Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste.Selain itu, dalam tiga tahun terakhir, pemerintah juga terus menggenjot pekerjaan jalan tol. Kini, jalan tol Indonesia telah bertambah panjangya yaitu 300 kilometer dari semulai 780 kilometer menjadi 1.080 kilometer.Keberadaan jalan tol dinilai sangat penting, guna mempermudah konektivitas antardaerah dan juga memperlancar arus barang dan logistik."Saya menargetkan, jalan tol di Indonesia bertambah 1.800 kilometer dalam periode 2015-2019. Saat itu, Sumatera dan Jawa serta sebagian Kalimantan telah terhubungkan jalan bebas hambatan dari ujung ke ujung," tegas Jokowi.Di samping tol, pembangunan jalan nasional di berbagai lokasi juga menjadi perhatian Jokowi. Hingga kini, sudah 2.623 kilometer, termasuk jalan-jalan di perbatasan, Trans Papua, Kalimantan dan NTT yang dibangun.Adapun, untuk jembatan yang dibangun hingga Oktober 2017 telah mencapai 25.149 meter."Kita juga membangun pelabuhan, mulai dari Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Kuala Tanjung di Sumatra Utara, dan Makassar New Port di Sulawesi Selatan, serta pelabuhan-pelabuhan kecil di berbagai pulau. Tahun depan akan dimulai pembangunan pelabuhan di Sorong, Papua," kata dia.Sebagai negara kepulauan, Jokowi menambahkan, tidak semua pulau di Indonesia dapat terjangkau dengan kapal. Oleh karena itu, di pulau-pulau kecil yang ada penduduknya seperti Natuna dan Miangas, dibangun bandara. Setidaknya, ada tujuh bandara baru yang dibangun dan 439 bandara lama yang telah dibenahi."Tahun 2017 ini, pemerintah juga menyelesaikan pembangunan 33 waduk dari 49 yang direncanakan," sebutnya.Dalam tulisannya, Jokowi juga menyinggung soal bantuan sosial yang diberikan pemerintah selama ini. Tak kurang dari 1.286.395 lembar Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang telah dibagikan secara langsung. Namun dari sisi jumlah, sampai Oktober 2017 sudah 182 juta penduduk Indonesia yang menerima KIS.Selain itu, Jokowi mengaku, juga telah membagikan 46.336 lembar Kartu Indonesia Pintar (KIP) secara langsung. Namun dari akumulasi, lebih dari 8 juta KIP yang telah dibagikan kepada siswa-siswa sekolah."Mengapa bantuan sosial nontunai ini begitu penting? Karena ini investasi sumber daya manusia, bagian dari persiapan kita menghadapi bonus demografi di tahun 2025-2030. Pada periode itu diperkirakan penduduk usia produktif Indonesia paling besar," kata dia.Sementara itu, untuk mengejar target sertifikasi lahan di seluruh Indonesia, tak kurang dari 137.035 lembar sertifikat hak milik tanah dibagikan langsung dalam dua tahun program ini.Setidaknya dari 126 juta bidang tanah, baru 46 juta bidang diantaranya yang bersertifikat. Jokowi menyatakan, pembagian sertifikat tanah merupakan hal yang sangat penting.Pasalnya, sering kali masyarakat kalah saat terjadi sengketa tanah, baik itu antara orang dengan orang, orang dengan perusahaan, maupun orang dengan pemerintah."Begitulah. Tiga tahun sebagai Presiden Republik Indonesia, tiga tahun pula saya blusukan ke seluruh Indonesia," kata mantan Wali Kota Solo itu."Tak semua pembangunan itu dapat saya sampaikan satu per satu. Perjalanan kita tentu masih jauh mengingat negara ini sungguh besar dalam arti sebenar-benarnya," lanjut Jokowi.Di akhir tulisannya, Jokowi mengajak agar masyarakat dapat saling menghargai keberagaman. Sebagai negara yang dihuni 255 juta penduduk, Indonesia terdiri atas 714 suku bangsa yang berbicara dalam lebih 1.100 bahasa.Keberagaman tersebut dipersatukan dalam Pancasila, sebagaimana semboyan yang terdapat di bawah Burung Garuda, Bineka Tunggal Ika.Jokowi pun mengajak agar masyarakat turut membantu pemerintah dalam mencapai target pembangunan serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Ia berharap, agar Indonesia kelak dapat bersaing, serta berdiri sama tegak dan sejajar dengan negara lain yang lebih maju."Terima kasih, semoga Allah SWT meridhai segenap kerja kita bersama," tutup Jokowi. [kompas.com]

Read More »

Jokowi Hadiri 520 Acara dalam 1.095 Hari sebagai Presiden

Foto : Biro Pers SetpresTiga tahun menjadi Presiden, Joko Widodo telah mendatangi 33 provinsi di luar ibukota Jakarta, dari Aceh di ujung barat sampai Papua di ujung timur.Dari Nusa Tenggara di pinggir selatan sampai ke Pulau Miangas yang terluar di utara.Hal ini diungkapkan Jokowi dalam akun Facebook resminya, Jumat (20/10/2017), bertepatan dengan tiga tahun setelah ia dilantik pada 20 Oktober 2014 lalu."Sejak kunjungan pertama ke Kabupaten Karo di Sumatera Utara pada 29 Oktober 2014, sembilan hari setelah dilantik, sampai hari ini, saya tetap blusukan," tulis Jokowi.Jokowi mengaku, sedikitnya menghadiri 520 acara dalam 1.095 hari sebagai Presiden.Dengan blusukan ke berbagai tempat, Jokowi ingin memastikan semua program pemerintah yang sudah direncanakan telah dilaksanakan dengan benar.Jokowi bisa mengontrol jalannya proyek-proyek strategis nasional, mengecek hambatan-hambatan dan mencarikan jalan keluarnya.Salah satu yang dipantau Jokowi adalah pembangunan infrastruktur yang memang terus digenjot.Anggaran untuk infrastruktur ini telah ditingkatkan pemerintah dari Rp 177 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 401 triliun pada tahun 2017.Dana itu digunakan untuk membangun pos lintas batas negara, jalan tol, pelabuhan hingga waduk.Di antara berbagai kunjungan itu, Jokowi juga tak pernah melewatkan bertemu masyarakat dan anak-anak sekolah, untuk membagikan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan serta sertifikat hak milik atas tanah."Begitulah. Tiga tahun sebagai Presiden Republik Indonesia, tiga tahun pula saya blusukan ke seluruh Indonesia," ucap Jokowi. [kompas.com]

Read More »

Presiden Jokowi Bagikan 5.750 Sertifikat Tanah di NTB

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo menyerahkan 5.750 sertifikat kepada warga di Lapangan Masjid Nurul Bilad, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (20/10/2017). Kegiatan tersebut mengawali kunjungan kerja Presiden di Nusa Tenggara Barat.Para penerima sertifikat merupakan masyarakat yang berasal dari sejumlah daerah di NTB, yaitu Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Utara.Menurut laporan Kepala Badan Pertahanan Nasional, Sofyan Djalil, saat ini di NTB terdapat sekitar 1,66 juta bidang tanah. Namun, baru sebagian yang terdaftar sah secara hukum.“Yang sudah terdaftar baru 862.443 bidang tanah atau 52 persen,” ujar Sofyan.Untuk itu, pemerintah menargetkan seluruh bidang tanah di Kota Mataram akan bersertifikat pada 2018. Kemudian pada 2025 mendatang, seluruh bidang tanah di NTB ditargetkan telah bersertifikat.Presiden mengatakan, pemerintah saat ini memang sedang berupaya mempercepat penerbitan sertifikat untuk masyarakat di Indonesia. Sebab, dia kerapkali mendapat keluhan mengenai sengketa tanah hampir di setiap kunjungan kerjanya."Sekarang kalau sudah pegang, ada yang mengaku-ngaku, bisa tunjukkan buktinya. Ada bukti hak hukum atas tanah,” ujar Presiden dalam sambutannya.Dia juga menyampaikan, sebelumnya, pemerintah hanya membagikan sebanyak 400 ribu sertifikat selama setahun. Oleh karena keluhan-keluhan tersebut, tahun ini, pemerintah menargetkan sebanyak lima juta sertifikat sudah harus diterbitkan untuk seluruh Indonesia.“Tahun depan tujuh juta sertifikat, tahun depannya lagi (2019) sembilan juta sertifikat. Ini adalah hak bukti hukum atas tanah,” tegas Presiden.Dalam kunjungan kerjanya itu, usai penyerahan sertifikat, Presiden juga akan meresmikan pengoperasian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.Dari Lombok Menuju CirebonSebelum mengakhiri kunjungan kerjanya di Lombok, Presiden dijadwalkan akan melaksanakan ibadah shalat Jumat di Masjid Nurul Bilad, KEK Mandalika. Setelah itu, barulah dia menuju Bandara Internasional Lombok untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Cirebon, Jawa Barat.Perjalanan akan ditempuh dengan menggunakan pesawat Boeing 737-400 TNI AU. Rombongan akan transit terlebih dahulu di Bandara Internasional Ahmad Yani, Kota Semarang, untuk berganti pesawat CN-295 TNI AU.Di Cirebon, Presiden akan menghadiri acara Haul dan Khotmil Quran Pondok Pesantren Khas Kempek. Malam harinya, Presiden beserta rombongan akan kembali Jakarta. [setneg.go.id]

Read More »

Menko Luhut Bingung Orang Ribut Soal Utang Pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku bingung dengan masyarakat yang mempersoalkan jumlah utang pemerintah yang mencapai ribuan triliun.Menurut Luhut, utang pemerintah Indonesia masih dalam tahap normal lantaran masih 27% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Berdasarkan UU, batas raio utang pemerintah dianggap tidak sehat bila mencapai 60% terhadap PDB."Kita bicara utang, utang itu dua, pertama kita masih 27% dibandingkan PDB, itu kita bisa sampai 60%. Jadi saya bingung kenapa orang ribut utang," kata Luhut di Auditorium PTIK, Jakarta, Jumat (20/10/2017).Menurut Luhut, tingginya utang pemerintah di masa pemerintahan kabinet kerja tidak perlu dipersoalkan lantaran pemanfaatannya untuk hal-hal yang produktif seperti bangun infrastruktur, mulai jalan, listrik, air, hingga jembatan."Utangnya Jepang paling tinggi, Amerika dan lain-lain. Pajak penerimaan kita masih bagus. Jadi kalau orang bilang merah, merah dari mana. Saya bicara data. Saya tanya orang pinter di Amerika yang independen, Indonesia tumbuh stay very good. Dan ibu Ani (Sri Mulyani) sangat hati-hati untuk mengelola ini," jelas dia.Diketahui, per September 2017 total jumlah utang pemerintah mencapai Rp 3.866,45 triliun, jika dihitung sejak 2014 yang sebesar Rp 2.604,93 triliun maka utang telah bertambah Rp 1.261,52 triliun. [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi Resmikan KEK Mandalika, Ada Sirkuit Internasional

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Nilai investasi yang bakal masuk mencapai Rp 13 triliun.Jokowi meresmikan dengan cara memukul lesung dan menandatangani prasasti di tepi Pantai Kuta kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (20/10/2017).Hadir di acara ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Gubernur NTB Muhammad Zainuk Majdi. Di seluruh Indonesia, ada 12 proyek KEK, terdiri dari 8 KEK industri manufaktur dan 4 KEK kepariwisataan, salah satunya KEK Mandalika ini. Total investasi untuk semua KEK adalah Rp 221 triliun. Diharapkan pada 2030, KEK bisa menarik investasi Rp 726 juta.Darmin menjelaskan, KEK dan kawasan strategis pariwisata nasional Mandalika ini difokuskan untuk kegiatan pariwisata. Pembangunan dan pengelolaannya dilakukan oleh PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).Rencananya, kawasan wisata Mandalika ini akan memiliki 10 ribu kamar hotel, targetnya 2.000 kamar dahulu untuk 2019. Akan ada arena balap taraf dunia juga."Sirkuit balap kelas dunia, convention center, dan tujuh hotel yang diharapkan terealisir tahun 2019," kata Darmin.KEK Mandalika Lombok telah menarik investasi belasan triliun rupiah. Sudah ada investasi di lima hotel bintang lima dan sea water reverse osmosis."PT ITDC telah mencatat aliran investasi Rp 13 triliun. Nilai investasi Rp 4,1 triliun yang sedang berjalan," kata Darmin.Proyek pembangunan KEK sudah dimulai sejak 2015. Kini KEK Mandalika sedang mencari tambahan dana sebesar Rp 3 triliun untuk membantu menyelesaikan seluruh pembangunan infrastruktur. [detik.com]

Read More »

Kapolda Metro Imbau Massa Tertib Saat Demo 3 Tahun Jokowi-JK

Massa gabungan dari elemen buruh dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Istana Negara dan Patung Kuda. Polisi mengimbau peserta untuk menjaga ketertiban selama aksi."Saya imbau kepada teman-teman yang berunjuk rasa, ayo sama-sama menjaga ketertiban dan keamanan Kota Jakarta ini. Siapa lagi yang akan menjaga Jakarta kalau bukan warga Jakarta sendiri," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis kepada detikcom, Jumat (20/10/2017).Idham menyampaikan, unjuk rasa dilindungi oleh Undang-Undang. Oleh karena itu, massa diimbau untuk melakukan unjuk rasa sesuai ketentuan yang berlaku dalam perundang-undangan tersebut."Unjuk rasa adalah hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapatnya di muka umum, akan tetapi ada batasannya, sampai jam berapa berunjuk rasa," tutur Idham.Mantan Kadensus 88 Polri ini juga mengimbau massa untuk tidak melakukan tindakan anarkis selama aksi berlangsung. Keamanan Jakarta merupakan tolok ukur keamanan di daerah lain."Saya berharap tidak ada tindakan anarkis, karena nanti dunia akan melihat Jakarta sebagai kota yang tidak aman, yang tentunya akan mempengaruhi kondisi perekonomian, tidak ada yang mau berinvestasi nanti," paparnya.Polda Metro Jaya mengerahkan 11 ribu personel gabungan TNI-Polri. Personel disebar di titik aksi hingga di titik potensi kerawanan.Jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai 3.000 orang gabungan dari elemen buruh dan mahasiswa. Para peserta aksi membawa agenda tuntutan masing-masing dalam tema aksi mengkritisi 3 tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. [detik.com]

Read More »

Survei Media: Nilai Rapor Kinerja Tahun Ketiga Pemerintahan Presiden Jokowi 7,7

Foto : Biro Pers SetpresRiset Indonesia Indicator (I2) menyimpulkan, nilai rapor kinerja Presiden Joko Widodo pada tahun ketiga masa pemerintahannya di mata media massa lokal dan nasional selama Oktober2016-Oktober 2017 mencapai 7,7 dari penilaian 0-10.“Angka tersebut didasarkan atas framing sentimen judul pemberitaan media. Angka 7,7 berasal dari penjumlahan sentimen netral dan positif, dikurangi sentimen negatif dari seluruh judul pemberitaan Jokowi,” ujar Direktur Komunikasi I2, Rustika Herlambang dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (20/10/2017). Menurut Rustika, sebuah judul mencerminkan sebuah angle berita. Sementara angle berita adalah sudut pandang media terhadap sebuah peristiwa tertentu.Riset ini untuk melihat bagaimana media memberikan angle terhadap segala hal mengenai aktivitas, kebijakan, langkah yang dilakukan, hingga pembicaraan figur lain terhadap Jokowi."Secara keseluruhan, judul pemberitaan media menunjukkan sentimen positif netral sebesar 77 persen, dan negatif sebesar 23 persen, dari angka 1-100, atau 7,7 dalam skala 1-10,” ungkap Rustika.Secara umum, dalam satu tahun terakhir ini Jokowi memperoleh penilaian yang cukup positif dari media. Hal itu, terlihat dari sentimen media yang lebih banyak menampilkan apresiasi sebesar 36 persen kepada Presiden dibanding yang menilai sebaliknya 23 persen."Dengan demikian, terdapat positive centiment gap di media sebesar 13 persen. Sementara itu, sentimen pemberitaan media yang tergolong netral mencapai 41 persen. Sentimen semacam ini sesungguhnya menggambarkan bahwa suara publik yang diwakili media masih menaruh harapan pada presiden," kata Rustika.Positive centiment gap ini juga meningkat dari minus 5 di tahun 2015, 10 di tahun 2016, dan 15 di tahun 2017 hingga Oktober ini.Polkam mendominasiSepanjang tahun ketiga, pemberitaan mengenai Jokowi pada 1.420 media daring nasional mencapai 409.887 berita. Rata-rata pemberitaan mengenai Jokowi, sebanyak 34.158 berita per bulan.Dibanding tahun-tahun sebelumnya, pemberitaan terbilang relatif stabil dalam setahun terakhir.Menurut Rustika, kestabilan ini juga menunjukkan bahwa dari sisi pemberitaan, Jokowi dianggap mampu untuk menjaga situasi negara dengan baik, meskipun terjadi banyak peristiwa politik, khususnya, yang terjadi di sepanjang tahun ketiga.Dari seluruh pemberitaan mengenai Jokowi dalam satu tahun terakhir, isu polkam mengambil porsi yang lebih besar yakni mencapai 39 persen, dibanding isu ekonomi 31 persen, hukum 17 persen, dan sosial budaya 13 persen.Dominasi pemberitaan ini, tutur Rustika, bergeser dari 2015 yang pada awalnya lebih banyak diisi oleh berbagai isu di bidang ekonomi.Seperti terlihat melalui 10 isu terbesar yang muncul setahun terakhir adalah aksi demonstrasi, safari politik, pemberantasan korupsi, infrastruktur, pilkada, investasi, pariwisata, pendidikan, serta penegakan HAM.Kuatnya isu politik dan keamanan ini juga ditunjukkan melalui 10 nama terbesar yang paling banyak dikaitkan dengan Jokowi, 9 di antaranya berurusan dengan wilayah politik keamanan.Mereka adalah Basuki Tjahaja Purnama, Jusuf Kalla, Tito Karnavian, Gatot Nurmantyo, Susilo Bambang Yudhoyono, Pramono Anung, Wiranto, Pratikno, dan Megawati Soekarnoputri. Satu nama lainnya adalah Iriana Joko Widodo.Sementara itu, pengembangan infrastruktur, investasi, dan pariwisata merupakan isu-isu bidang ekonomi yang masuk dalam 10 isu terbesar mengenai Jokowi.Berbeda dengan isu di Polkam, bidang ekonomi mengambarkan penilaian yang cenderung positif dari media."Ada semacam harapan yang muncul di media bahwa Jokowi dapat menata ekonomi Indonesia sekalipun problematika yang terbentang tergolong tidak ringan," ujar Rustika.Hal yang menarik adalah masuknya nama Arief Yahya sebagai satu-satunya dari 10 influencers terbesar Jokowi yang berasal dari bidang politik keamanan, berada di posisi 5.Ia bersanding dengan influencers (figur yang paling sering dikutip dalam pemberitaan Jokowi) lain dengan urutan sebagai berikut: Gatot Nurmantyo, Wiranto, Tito Karnavian, Tjahjo Kumolo, Pramono Anung, Fahri Hamzah, Susilo Bambang Yudhoyono, Retno Marsudi, dan Fadli Zon.Di sisi hukum, pemberantasan korupsi dan penegakan HAM merupakan salah satu isu yang terus dikawal keberadaannya. Termasuk di antaranya kasus Munir, yang hampir selalu hadir di setiap tahun.Sementara itu dalam bidang sosial, Jokowi mendapat porsi terbesar terkait dengan pendidikan dan layanan kesehatan. [kompas.com]

Read More »

Presiden Jokowi Ajak Pimpinan Pondok Pesantren Terus Bangun Persatuan dan Persaudaraan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa betapa Indonesia adalah negara besar. Negara yang memiliki 17.000 pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote.Ada 516 kabupaten/kota, 34 provinsi, dan yang lebih membuat orang lain kagum kita memiliki 714 suku dengan bahasa daerah yang berbeda beda, ada 1.100 lebih bahasa daerah.“Inilah anugerah yang diberikan oleh Allah kepada kita bangsa indonesia. Betapa kita ini majemuk, bermacam macam, beraneka ragam. Berbeda agama, suku, bahasa daerah. Tapi sering kita lupa,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada silaturahim dengan pimpinan Pondok Pesantren se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), di Ponpes Qamarul Huda Bagu, Kec. Pringgarata, Kab. Lombok Tengah NTB, Kamis (19/10) malam.Oleh sebab itu, Presiden mengajak kepada para pimpinan Pondok Pesantren untuk terus membnagun persatuan, terus membangun persaudaraan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah bashariyah.Presiden mengaku dalam konferensi internasional, summit, atau pertemuan pertemuan bilateral dengan negara manapun, dirinya sering menyampaikan betapa Indonesia ini sebagai negara Islam terbesar di dunia.“Biar pada ngerti, karena sebelumnya banyak yang tidak tahu. Yang terakhir saya sampaikan kepada Emir Qatar, Syeikh Tamim, bahwa Indonesia memiliki 17.000 pulau, beliau terkaget kaget,” ungkap Presiden Jokowi.Untuk itu, Kepala Negara kembali mengajak para pimpinan Pondok Pesantren se-NTB untuk bersama-sama menjaga kerukunan, menjaga persaudaran, dan terus melahirkan manusia manusia Indonesia yang unggul, pandai, dan berakhlak mulia.Menurut Kepala Negara, dirinya ingin terus bersilaturahim dengan para pimpinan dan santri di pondok pesantren di NTB untuk bisa terus mendapatkan masukan-masukan demi terwujudnya kedaulatan, kemandirian, kemakmuran, kesejahteraan, bangsa dan negara Indonesia.Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi. [setkab.go.id]

Read More »

Para Menteri Ini Ingin Ajak Presiden Jokowi “Ngeband”

Kehadiran empat menteri menteri Kabinet Kerja menghadirkan suasana berbeda dalam acara “ROSI Spesial: Launching Rumah Pilkada"di Studio 1 KompasTV, Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (19/10/2017) malam.Tingkah serta celetukan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna laoly kerap mengundang gelak tawa para penonton.Susi sempat menyebut ketiga rekannya seperti pengamen karena karena terlalu sering bermain musik.Awalnya, Basuki, Budi Karya Sumadi, Yasonna laoly, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tampil membawakan lagu milik Iwan Fals berjudul "Bento" di awal acara.Seusai tampil, mereka berbincang bersama Pemimpin Redaksi Kompas TV, Rosiana Silalahi.Di sela perbincangan, Susi mengungkapkan bahwa ketiga rekannya itu jago bermain musik.Susi juga sempat menunjukkan video Basuki bermain gitar di belakang Presiden Joko Widodo yang sedang diwawancarai oleh wartawan di sebuah mal."Bapak Menteri yang ada di sini dan Bapak Gubernur Jateng, sebetulnya selain menteri dan gubernur hebat, mereka juga jago main musik. Kadang-kadang mainnya enggak tahu di mana. Kadang-kadang kesannya seperti pengamen, di mal, di mana gitu," kata Susi yang disambut dengan tawa para penonton."Kami natural aja. Kami kan sudah kerja keras," jawab Basuki, spontan."Makanya saya ingin wawancara supaya mereka (penonton) tahu, jangan sampai mereka pikir, Menteri Jokowi yang disuruh kerja kok malah ngeband," kata Susi.Ganjar ikut menimpali. "Bu Susi, lagu tadi kami sudah manggung empat kali," ujar Ganjar."Berarti malah ketahuan lagi, saya laporkan ke Bapak (Jokowi) lho," ujar Susi.Lantas, Susi bertanya apakah mereka pernah ditegur oleh Presiden Jokowi karena video mereka bermain musik viral di media sosial.Jawaban Basuki tidak kalah "ngeyel". Basuki mengatakan, ia berniat mengajak Presiden Jokowi bermain musik."Saya malah mau ajak Pak Presiden ngeband. Kita hidup kan harus balance. Kalau kerja-kerja terus, kita sebagai anak buah juga harus tahu kapan ngajak beliau rileks," kata Basuki."Tapi Beliau mau main kalau pertumbuhan ekonomi sudah di atas enam persen," ujar Basuki sambil tertawa. [kompas.com]

Read More »

Saat Presiden Jokowi Bertanya-tanya tentang Suku Mbojo

Presiden Joko Widodo menghadiri acara silaturahmi dengan pimpinan pondok pesantren di Nusa Tenggara Barat. Seperti biasa, ada kuis berhadiah sepeda yang diselenggarakan Jokowi.Acara silaturahmi pimpinan Pondok Pesantren se-NTB ini digelar di Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Lombok Tengah, NTB, Kamis (19/10/2017) malam.Di kuis sesi pertama hingga kedua, peserta bisa lancar menjawab. Sepeda dihadiahkan untuk dua anak setempat. Untuk peserta kuis yang ketiga, Jokowi mempersilakan seorang remaja untuk maju. Dia adalah pemuda Desa Bagu bernama Lalu Muhammad Fatih Basmallah. Jokowi memintanya menyebutkan tujuh suku dari 714 suku yang ada di Indonesia."Suku Sasak, suku Mbojo," kata Fatih.Jokowi sempat tak yakin dengan jawaban suku Mbojo itu. "Suku Mbojo?" tanya Jokowi."Di mana itu?" sambungnya.Kemudian orang-orang di sekitar, termasuk Fatih, menjelaskan bahwa suku Mbojo ada di Bima, Nusa Tenggara Barat. "Saya kan juga nggak hafal. Saking banyaknya gitu lo. Kalau saya nggak hafal, ya ngaku," tutur Jokowi.Selanjutnya, Fatih menyebut suku Dayak, Jawa, Betawi, Batak, dan Bugis. Akhirnya Fatih berhasil menyebutkan tujuh nama suku yang hidup di Indonesia. Dia bersalaman dengan Jokowi dan segera mendapatkan hadiah sepeda.Sekilas soal suku Mbojo. Benar, suku ini adalah penduduk Kabupaten Bima dan Kota Bima. Masyarakat Bima kebanyakan bertani. Konon, menurut legenda, suku Mbojo adalah keturunan Majapahit. [detik.com]

Read More »