Hore! Kabupaten di Papua Ini Nikmati Harga BBM Seperti di Jawa

Masyarakat di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat merasa senang bisa menikmati harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sama dengan di Jawa. Ini karena PT Pertamina (Persero) membuka SPBU Kompak yang melayani program BBM Satu Harga, di kecamatan Suasapor, Tambrauw yang Jumat, (24/11/2017).Peresmian SPBU Kompak oleh Kepala BPH Migas M.Fanshurullah Asa, Direktur Pengawasan Hilir Migas, Harya Adityawarman, Wakil Bupati Tambrauw Mesak Matusalak Yekwam dan General Manager Marketing Operation Region VIII Maluku Papua Made Adi Putra.Made menjelaskan, SPBU Kompak ini merupakan bagian dari Program BBM Satu Harga untuk seluruh Indonesia."Saat ini secara nasional Pertamina sudah merealisasikan 29 titik lembaga penyalur BBM di wilayah 3T (terdepan, terjauh dan terluar) di seluruh Indonesia," ujar Made Adi.Khusus untuk wilayah di Papua dan Papua Barat sudah tersedia tiga belas titik lembaga penyalur BBM satu harga."Sampai Akhir November 2017, untuk wilayah Papua & Papua Barat, Pertamina sudah merealisasikan 13 dari target 16 lokasi BBM 1 harga sampai tahun 2017 sebagaimana ditugaskan pemerintah dalam lampiran Permen ESDM No 36 tahun 2016," terang Made.SPBU Kompak di Tambrauw yang baru saja diresmikan akan menjual produk Solar dengan harga Rp 5.150/liter, dan Premium Rp. 6.450/liter. Sama seperti titik lembaga penyalur lainnya dalam Program BBM satu harga ini, SPBU Kompak terletak di daerah yang sulit diakses.Untuk menyuplai SPBU tersebut, Pertamina mengirim BBM dari Terminal BBM Sorong dengan menempuh medan perjalanan yang sebagian masih berupa tanah. Kondisi ini membuat pengiriman BBM menggunakan truk kapasitas kecil 2,5 KL dan dibutuhkan beberapa kali ritase."Untuk mendistribusikan BBM ke Tambrauw, distribusi dari TBBM Sorong tantangan operasional belum bisa menggunakan mobil tangki berukuran besar sehingga untuk memenuhi kebutuhan alokasi di SPBU tersebut dilakukan pengiriman melalui truk kecil dengan beberapa kali ritase," jelas Made.BBM satu harga dicanangkan Pemerintah untuk mengupayakan pemerataan biaya di seluruh Indonesia dan sebagai salah satu implementasi Instruksi Presiden serta merealisasikan Peraturan Menteri ESDM No.36 Tahun 2016, perihal percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu (JBT) & Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) secara nasional sejak 1 Januari 2017.Wakil Bupati Tambrauw Mesak Matusalak Yekwam mengapresiasi Pertamina yang telah mewujudkan program BBM 1 Harga di Kecamatan Sausapor Kabupaten Tambrauw itu."Mewakili masyarakat Tambrauw saya mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang telah mewujudkan keadilan di bidang energi bagi masyarakat setempat. Sebelumnya harga bbm di Tambrauw mencapai Rp 20.000 per liter, kini masyarakat dapat menikmati BBM premium dengan harga Rp6.450/liter dan solar seharga Rp5.150/liter. Tentunya hal ini akan meringankan beban masyarakat", kata Mesak di Tambrauw , Papua Barat.Pada kesempatan itu Kepala BPH Migas M.Fanshurullah Asa menegaskan bahwa pembangunan SPBU di wilayah 3T ini bukan merupakan hal yang mudah mengingat geografis dan ongkos angkut yang tinggi sehingga perlu diperhatikan tepar sasaran. Sebagaimana harapan Presiden Joko Widodo, harus ada rasa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia."Jadi harga BBM seperti di Hawa harus bisa dirasakan diseluruh wilatah Papua. Untuk itu perlu ada pengawasan dari Pemerintah Daerah dan Aparat agar penyaluran BBM Satu Harga ini tepat sasaran," pungkas Fanshurullah. [detik.com]

Read More »

Menhub Targetkan Pelabuhan Kuala Tanjung Beroperasi Maret 2018

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan Pelabuhan Kuala Tanjung, Selat Malaka, Medan akan beroperasi pada Maret 2018. Kuala Tanjung akan disejajarkan dengan Singapura dan Malaysia.Hal ini disampaikan Budi Karya saat meninjau proyek Pelabuhan Kuala Tanjung. Dirut Pelindo I, Bambang Eka Cahyana, turut mendampingi Budi Karya."Soft launching Maret 2018," ujar Budi usai meninjau Pelabuhan Kuala Tanjung, Selat Malaka, Medan, Jumat (24/11/2017).Menurut Budi, selama ini banyak barang-barang yang ada di seluruh Indonesia tidak terkoordinasi dengan baik. Akhirnya negara-negara tetangga yang menjadi hub.Budi menginginkan Kuala Tanjung memiliki dua fungsi. Pertama transhipment port. Kedua port untuk KEK (Kawasan Ekonomi Khusus)"Kalau ini terjadi ada suatu kebangkitan. Hub sistem yang kita lakukan lokasinya ideal yakni di ujung Selat Malaka dan sejajar dengan Singapura," ujar Budi."Anda bayangkan Priok yang besar cuma 7 juta teus, Singapura mendekati 30 ribu, Kelang juga 10-12 ribu. Nah kalau kita ambil saja di sini 7 udah sama kayak Priok," ucap dia.Budi berharap, barang yang dari Indonesia seperti Dumai, Jambi, Palembang dari Kuala Tanjung. Karena menjadi transhipment, port KEK seperti snowball effecy, industri saling kait terkait."Kita akan bikin regulasi agar bisa kirim dari sini," kata Budi. [detik.com]

Read More »

Disentil Wapres JK, Khofifah: 3 Tahun, Sabtu-Minggu Saya Kerja

Khofifah Indar Parawansa 'disentil' Wakil Presiden Jusuf Kalla karena berpolitik pada hari kerja. Membela diri, selama 3 tahun menjadi Menteri Sosial, dia mengatakan selalu bekerja meski hari libur."Saya menghormati yang disampaikan Pak Wapres itu betul, tapi bolehkah saya menyampaikan kepada teman-teman, hampir 99 persen saya tidak punya waktu Sabtu-Minggu untuk keluarga," kata Khofifah di kantor Kementerian Sosial RI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (24/11/2017)."Sabtu-Minggu, 99 persen saya gunakan untuk melayani tugas-tugas sebagai Menteri Sosial," lanjutnya.Khofifah juga menjelaskan soal kedatangannya menerima surat rekomendasi dukungan di Pilgub Jawa Timur 2018 dari Partai Demokrat dan Golkar beberapa waktu lalu saat hari kerja. Menurutnya, kedatangannya pada hari Selasa (21/11) dan Rabu (22/11) itu karena sudah dijadwalkan oleh kedua partai tersebut."Saya kemarin menerima surat rekomendasi itu karena jadwal dari Pak Ketua Umum Demokrat Pak SBY dan Golkar juga itu dijadwal jam segitu," ujar Khofifah.Sebelum ke rumah SBY di Cikeas dan kantor DPP Golkar di Slipi, Khofifah mengaku menyempatkan diri menyelesaikan tugas sebagai menteri di kantornya. "Itu saya lakukan dengan sukacita," tambah dia.Sementara itu, terkait surat pengunduran diri sebagai Mensos karena hendak maju di Pilgub Jatim, Khofifah menegaskan akan segera menyampaikan. Presiden Joko Widodo sempat menyatakan belum menerima surat pengunduran diri dari Khofifah setelah Ketua PP Muslimat NU itu mendapat dukungan resmi dari dua partai."Insyaallah segera menyampaikan surat pemberitahuan rencana saya untuk maju Pilgub Jatim," ucap Khofifah.Sebelumnya diberitakan, Wapres JK menyoroti kegiatan Khofifah yang dalam waktu dua hari berturut-turut melakukan kegiatan politik di hari kerja. JK juga meminta Khofifah segera melapor kepada Presiden Jokowi setelah urusan persiapan Pilgub Jatim selesai.Khofifah bersama pasangannya di Pilgub Jatim, Emil Dardak, mendatangi rumah Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, pada Selasa (21/11) untuk menerima surat rekomendasi dukungan. Keesokan harinya, Rabu (22/11), Khofifah ke DPP Golkar di Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, untuk menerima dukungan resmi dari Golkar."Ya, kalau sangat sibuk urusan itu, tentu mengurangi waktunya untuk kegiatan-kegiatan formal," kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (23/11/2017)."Terkecuali kalau dia urus itu hanya Sabtu-Minggu, seperti biasalah, bisa," imbuh JK memberi saran. [detik.com]

Read More »

Bagikan KIP di Langkat, Presiden Jokowi Pesan Ini kepada Anak Indonesia

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada masyarakat di Kabupateng Langkat, sekaligus berpesan agar anak-anak menggunakan kedua kartu hanya untuk pendidikannya."Anak-anakku, saya titip, anggaran yang ada di kartu ini agar digunakan untuk keperluan yang berkaitan dengan pendidikan dan sekolah misalnya, untuk beli buku, untuk beli tas sekolah, boleh?" kata Presiden Joko Widodo di Gedung Serba Guna Manunggal Langkat Berseri, Kabupaten Langkat, Jumat.Presiden membagikan 1.268 KIP yang terdiri atas 450 untuk siswa SD, 450 siswa SMP, 212 untuk SMA, 56 untuk SMK dan 100 program kesetaraan."Coba anak-anak yang sudah pegang kartu KIP diangkat yang tinggi, sudah pegang semuanya ya? Silakan turunkan, jadi di kartu ini semuanya sudah tahu untuk yang SD diberikan Rp450 ribu, sudah tahu? Yang SMP mendapatkan Rp750 ribu, yang SMA/SMK mendapatkan Rp1 juta, cukup enggak Rp1 juta?" tanya Presiden."Untuk beli sepatu boleh? Untuk beli pulsa boleh? Tidak boleh. Uang yang ada di sini untuk beli pulsa, kalau ketahuan kartunya dicabut, janjian ya? Saya titip anak-anak ini digunakan betul-betul untuk menunjang pendidikan anak-anakku semuanya, belajar yang baik, karena tugas anak-anak adalah belajar," kata Presiden.Menyangkut Program Keluarga Harapan, Presiden berpesan kepada para ibu pemegang PKH."Ibu-ibu sudah pegang semua kartu dan tabungan, sudah diambil berapa? Habis? coba, jadi setiap tahun dianggarkan di dalam tabungan dan kartu ini dianggarkan sebesar Rp1,89 juta cukup tidak?" tanya Presiden.Presiden mengaku setelah melihat catatan pengeluaran para penerima PKH, para ibu baru sedikit mengambil rekening yang ada di dalamnya."Saya buka-buka ternyata baru diambil Rp390 ribu benar? Bagaimana? Memang belum diambil? Terus mau diambil kapan? Ditabung? Saya titip kalau memang tidak perlu betul ya sudah ditabung, kan tidak hilang," ungkap Presiden.Presiden mengaku bahwa bila memungkinkan anggaran PK akan ditambah tahun depan."Tahun depan Insya Allah akan masuk lagi ke rekening ibu dan semuanya Rp1,89 juta, kalau ada anggaran APBN berlebih bisa saja angka itu tapi sementara saya sampaikan Rp1,89 juta, cukup tidak?" kata Presiden.PKH itu diharapkan dapat membantu para ibu untuk memenuhi gizi anak dengan membelikan telur, maupun makanan lainnya. Tapi bila ketahuan dibelikan rokok, Presiden mengancam akan mencabut PKH."PKH adalah untuk menyiapkan anak-anak kita biar sehat, pintar dan pantai agar bangsa kita indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain, kalau anak-anak kita pintar berani bersaing dengan negara lain, indonesia jadi negara maju, negara sejahtera, karena itu harus disiapkan," tegas Presiden. [antaranews.com]

Read More »

Presiden Jokowi: “Saya Sudah Jadi Keluarga Besar Sumut”

"Saya sekaran sudah menjadi keluarga besar Sumatera Utara. Tahu kan? Tahu? Saya kira ada yang tidak tahu," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara pembagian 8.300 sertifikat tanah di Lapangan Sepak Bola Alun-alun T. Amir Hamzah Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Jumat.Presiden Jokowi mengemukakan hal itu terkait dengan status Kahiyang Ayu, putrinya bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, telah menikah dengan Bobby Afif Nasution dan resmi menyandang marga Siregar."Maka, tadi ada yang menyalami saya, Pak saya Siregar Pak. Di sana juga ada menyalami saya Pak, saya Nasution Pak. Saya ngerti, kita semua memang bersaudara," ujar Presiden Jokowi.Presiden pun mengaku sudah sering berkunjung ke Medan, tapi belum pernah mendatangi Langkat."Tadi disampaikan di Sumut ada 3,9 juta yang seharusnya menerima sertifikat, tapi baru 1,4 juta yang sudah terima, kurang lebih 30 persen yang telah menerima. Di Indonesia juga sama seharusnya 126 juta yang pegang sertifikat, tetapi baru 46 juta yang pegang," ungkap Presiden.Tahun lalu Presiden menyatakan telah memerintahkan kepada Menteri/Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) untuk segera menyelesaikan pembuatan sertifikat tanah."Tahun ini, yang biasanya dikeluarkan 400.000 sertifikat, saya perintahkan 5 juta sertifikat harus keluar. Tahun depan 7 juta sertifikat harus keluar, tahun depannya lagi 9 juta sertifikat harus keluar. Harus, saya hitung, saya kerja pasti. Saya hitung, tidak hanya perintah saja," tegas Presiden Jokowi.Hal itu, menurut Presiden, harus dilakukan karena kerap menerima keluhan sengketa lahan saat berkunjung ke berbagai daerah."Karena, setiap kali ke desa, ke daerah, selalu keluhannya sengketa lahan, sengketa tanah, masyarakat dan masyarakat, masyarakat dan perusahaan, masyarakat dengan pemerintah. Benar tidak? Kenapa seperti itu? Karena, tidak pegang ini," ungkap Presiden, sambil menunjukkan sertifikat tanah.Sertifikat tanah, ditegaskan Presiden adalah hak tanda hukum atas tanah."Kalau pegang ini enak, ada orang yang yang mengaku, ini tanah saya. Ini ada buktinya, tidak bisa apa-apa. Kalau sudah pegang ini sertifat, tanda bukti atas hak tanah kita sudah rampung. Tetapi, jika sudah pegang dokumen ini, ini hak hukum atas tanah kita," demikian Presiden Joko Widodo. [antaranews.com]

Read More »

Ada Trans Papua,Timika-Wamena Tak Perlu Lagi Pakai Pesawat

Pembangunan Jalan Trans Papua menjadi salah satu agenda pembangunan infrastruktur prioritas yang digenjot oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).Jalan Trans Papua dibangun untuk meningkatkan konektivitas di wilayah Timur Indonesia, dalam rangka melakukan pemerataan ekonomi hingga ke seluruh Indonesia termasuk di perbatasan.Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, jalan Trans Papua yang saat ini masih terus dibangun akan memberikan manfaat konektivitas yang nyata bagi warga Papua. Jika pembangunan dari Timika hingga Wamena sudah tersambung, masyarakat nantinya bisa menghemat ongkos transportasi lantaran tak lagi harus menggunakan pesawat."Papua termasuk tertinggal, termasuk Kalimantan, ini dikejar. Harapan kami, jalan yang kemarin dibangun dari Timika ke Wamena, kalau itu bisa diselesaikan, Insya Allah tahun depan, itu kita tidak usah pakai pesawat dari Timika ke Wamena. Insya Allah semua pakai truk. Nah, Insya Allah harga logistik akan lebih murah," katanya saat ditemui ketika berkunjung ke Wamena, Rabu (22/11/2017).Tersambungnya jalan Trans Papua dari Timika ke Wamena juga akan memberi manfaat pada distribusi barang-barang yang selama ini sulit jika harus dibawa menggunakan pesawat terbang."Kita bisa membawa LPG ke mana-mana. Saat ini beberapa titik di Wamena tidak bisa pakai LPG karena LPG tak bisa diangkat pakai pesawat," ujar Rini.Konetivitas itu akan mendorong masyarakat untuk lebih interaktif dan membuat berbagai macam kegiatan ekonomi terjadi. Di mana pun, kalau tadinya satu titik terpencil dan jauh dari mana-mana, itu perekonomian sangat lemah karena membawa barang ke sana dan dari sana susah, perputaran uang tidak terjadi."Kalau konektivitasnya ada, kami yakin potensi membawa barangnya lebih banyak untuk dijual ke daerah tersebut dan kami yakin bisa membawa barang lebih bayak seperti kopi, saya juga melihat di beberapa titik ini lahanya subur kita bisa menanam," ucapnya.Mantan Direktur Utama Astra ini sendiri berjanji akan mengunjungi Papua kembali jika jalan Trans Papua yang menghubungkan Timika dan Wamena sudah tersambung."Insya Allah kalau sudah jadi, saya bilang ke staf saya, yuk nanti kalau sudah jadi kita naik mobil dari Timika-Wamena-Puncak Jaya mulai kita naik mobil," tandasnya.Jalan Trans Papua sendiri telah membuka konektivitas di Papua dengan jalan trans Papua yang sudah tersambung antara Nduga-Wamena, Wamena-Puncak Jaya-Intan Jaya-Paniai yang diharapkan dapat tersambung hingga ke Papua Barat. Saat ini dalam pengerjaan mulai dari Wamena, Timika dan Merauke, yang diharapkan bisa tersambung pada 2018 mendatang. [detik.com]

Read More »

Resmikan Bandara Silangit, Jokowi: Inilah Gerbang Bagi Wisatawan Berkunjung

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo terus berupaya mewujudkan komitmen pemerintah untuk menciptakan babak baru dalam dunia pariwisata Tanah Air.Salah satunya dengan membangun dan memperbaiki sejumlah proyek infrastruktur untuk mendukung upaya pengembangan pariwisata di setiap daerah, khususnya Danau Toba dan sekitarnya, sebagai salah satu kawasan wisata yang dipersiapkan untuk menjadi destinasi bertaraf internasional.Komitmen tersebut diwujudkan pemerintah dengan diresmikannya pengoperasian Terminal Bandar Udara Internasional Silangit, pada Jumat, 24 November 2017."Sekarang kita sedang membuat ledakan baru di dunia pariwisata. Saat gerbang menuju keindahan Danau Toba yang menyimpan sejarah bumi dan kekayaan seni budaya suku-suku di Tano Batak terbuka lebar," ujar Presiden.Presiden pun yakin dengan adanya Bandar Udara Internasional Silangit ini, pengembangan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba tentunya akan semakin meningkat."Inilah gerbang bagi wisatawan berkunjung, gerbang kreativitas dalam pelestarian adat Batak, gerbang untuk Marsipature Hutanabe," ungkapnya.Oleh sebab itu, Presiden tak ingin berpuas diri. Ia langsung memerintahkan jajarannya untuk memperpanjang runway Bandar Udara Internasional Silangit dari 2.650 meter persegi menjadi 3.000 meter persegi.Hal ini penting dilakukan agar pesawat berbadan besar bisa masuk ke Silangit dan membawa jutaan wisawatan dari dalam maupun luar negeri."Paling lambat 2020, paling lambat berarti bisa maju 2018 atau 2019 dan terminalnya dari 3.000 meter persegi menjadi 10.000 meter persegi," ucap Presiden.Peninjauan TerminalTiba sekitar pukul 10.35 WIB, Presiden Joko Widodo disambut Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Sebelum masuk ke tempat acara, Presiden terlebih dahulu melihat panel proyek pengembangan Bandar Udara Internasional Silangit.Bahkan setelah acara, Presiden sempat mengunjungi salah satu kedai kopi yang ada di terminal dan ruang tunggu di mana terdapat sejumlah masyarakat yang akan melakukan perjalanan.Tentu saja kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh masyarakat untuk berjabat tangan dan berswafoto bersama Kepala Negara.Selain itu dalam peresmian kali ini, Presiden juga melakukannya dengan cara yang berbeda dari biasanya, yakni dengan memukul gondang. Dalam sambutannya, Presiden juga menyelipkan sejumlah bahasa daerah Toba.“Bukka ma pittu, bukka ma harbangan. Ai nunga rade labuan ni hopal habang internasional,” kata Presiden yang berarti siapkan diri untuk berubah karena sudah tersedia lapangan terbang internasional.Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Kereta Cepat Disebut ‘Proyek Kecebong’, Menteri Rini: Sekarang Lagi Bangun 5 Terowongan

Politikus Roy Suryo sempat menyindir proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan sebutan 'Kecebong' alias Kereta Cepat Bohongan. Hal tersebut lantaran proyek yang sudah hampir dua tahun groundbreaking itu belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.Menteri BUMN Rini Soemarno sendiri telah membantah proyek tersebut merupakan proyek bohongan. Dia menantang orang yang memberi sebutan itu untuk datang langsung ke lokasi melihat perkembangan yang ada.Rini mengakui perkembangan atau progres pembangunan mega proyek transportasi antar kota tersebut cukup lambat. Namun dia memastikan, progres di lapangan saat ini terus berjalan dan tengah dalam pembangunan sejumlah terowongan yang akan dilewati oleh kereta cepat ini nanti."Sebelumnya yang di daerah kita, lahan kita sendiri (PTPN) di Walini sudah dimulai untuk tunnel-nya, untuk terowongan karena kereta api cepat ini ada 17 terowongan. Tunnelnya ini memang pembangunannya memakan waktu paling lama, sehingga sekarang lagi dibangun terowongan-terowongan. Jadi sekarang sedang dibangun lima terowongan, kebanyakan di daerah Walini Purwakarta," katanya saat ditemui ketika berkunjung ke Wamena, Rabu (22/11/2017).Rini juga memastikan untuk urusan perizinan, pembangunan proyek bernilai US$ 5,9 miliar atau sekitar Rp 78,6 triliun ini sudah selesai semuanya. Saat ini pihaknya tengah menunggu proses pencairan dana pinjaman dari China bisa rampung pada awal Desember mendatang. Sebelumnya Rini menyebut terakhir kali pinjaman akan cair pada medio November ini."Kita harapkan permulaan Desember ini, karena memang kemarin menungu juga izin dari tanah mengenai lahan harus diselesaikan dengan baik, setelah dapat penetapan lokasi, ada lahan-lahan yang harus dibebaskan dari masyarakat. Nah, pembebasan ini masih proses jalurnya, ada sedikit," tukasnya. [detik.com]

Read More »

Usai Peresmian, Presiden Jokowi Langsung Minta Bandara Silangit Diperbesar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Terminal Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara. Saat peresmian itu, Jokowi langsung meminta agar bandara tersebut diperluas lagi.Saat ini, Bandara Internasional Silangit memiliki landas pacu (runway) sepanjang 2.650 meter dan terminal seluas 3.000 meter persegi. Jokowi pun meminta untuk diperpanjang lagi."Ini perintah saya ke Menteri Perhubungan diperpanjang runway dari 2.650 menjadi 3.000 meter agar pesawat wide body yang paling besar bisa masuk ke Silangit," kata Jokowi saat peresmian Terminal Bandara Internasional Silangit, Kecamatan Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (24/11/207).Bukan hanya runway, Jokowi juga meminta terminal bandara tersebut diperluas lagi. Saat ini terminal bandara itu seluas 3.000 meter persegi."Paling lambat 2020, paling lambat. Jadi bisa maju (penyelesaiannya, red), 2018, 2019. Dan terminalnya dari 3.000 meter persegi menjadi 10 ribu meter persegi," kata Jokowi.Sebelumnya, Jokowi menyebut peresmian bandara itu sebagai 'ledakan' dalam pariwisata dunia. Diharapkan kehadiran bandara ini bisa menjadi pintu masuk wisatawan ke kawasan Danau Toba, yang nanti juga berdampak bagi perekonomian rakyat."Sekarang kita sedang membuat ledakan baru di dunia pariwisata, saat gerbang menuju keindahan Danau Toba yang menyimpan sejarah bumi dan kekayaan budaya suku-suku di tano Batak terbuka lebar," kata Jokowi saat peresmian tersebut."Inilah gerbang bagi wisatawan berkunjung, gerbang kreativitas pelestarian adat Batak, gerbang untuk marsipature huta nabe, membangun kampung halaman dan terutama gerbang menuju peningkatan kemakmuran, kesejahteraan seluruh tano Batak," tambahnya. [detik.com]

Read More »

Kahiyang Ayu Pesta Adat, Selvi Ananda Cantik Menari Manortor

Dalam prosesi adat pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution, tampak pula istri Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda ikut . Pada acara ini terlihat Selvi menari adat manortor. Selvi cantik dalam balutan kebaya bernuansa abu-abu yang dipadukan dengan kain tenun berwarna abu-abu.Pada saat menari adat di acara Kahiyang Ayu ini Selvi diberikan selendang dari kain ulos. Selendang ini dilengkapi dengan aksen tali warna-warni yang disematkan pada jarinya.Tidak hanya itu, Selvi juga diberikan selendang tenun bernuansa hijau untuk menutupi rambutnya. Rambutnya ditata updo yang sederhana namun tetap elegan saat acara adat Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution.Makeup Selvi AnandaSementara untuk makeup Selvi Ananda terlihat menggunakan riasan yang natural dan flawless. Lipstik bernunasa nude diaplikasikan pada bibr tipisnya menyesuaikan busana yang digunakan.Dengan selendang dan kain ulos, Selvi terlihat menikmati menari manortor dengan ibu-ibu lainnya yang merupakan keluarga besar kedua pengantin Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. [liputan6.com]

Read More »