Presiden Jokowi Kunjungan Kenegaraan ke Brunei Darussalam Hadiri Perayaan 50 Tahun Sultan Hassanal Bolkiah Bertahta

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo akan menghadiri Perayaan 50 Tahun Sultan Hassanal Bolkiah Bertahta atau Golden Jubilee Celebration of His Majesty's Accession to The Throne yang dilaksanakan di Istana Nurul Iman, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Jumat malam 6 Oktober 2017.Keberangkatan Presiden dan Ibu Iriana ke Brunei Darussalam dilakukan setelah melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Utara.Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden dan Ibu Iriana lepas landas dari Bandara Internasional Juwata, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara pada Jumat 6 Oktober 2017 pukul 16.15 WITA.Tiba di Bandara Antarbangsa Brunei Darussalam pukul 16.45 Waktu Setempat (WS), Presiden dan Ibu Iriana disambut oleh Kepala Protokol Negara Brunei Darussalam Dato’ Mohd Nor dan Duta Besar Indonesia untuk Brunei Darussalam Nurul Qomar.Usai menghadiri perayaan tersebut, Presiden dan Ibu Iriana akan langsung kembali ke tanah air dan diperkirakan tiba tengah malam nanti di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Brunei Darussalam, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono dan Staf Khusus Presiden Johan Budi.Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah lebih dahulu berada di Bandar Seri Begawan untuk menyiapkan kedatangan Presiden.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Fadli Zon Bandingkan Elektabilitas Presiden Jokowi dengan Putin dan Duterte

Elektabilitas Presiden Jokowi tercatat sebesar 38% di survei yang digelar SMRC. Menurut Waketum Gerindra Fadli Zon, elektabilitas Jokowi rendah."Menurut pendapat pribadi saya itu rendah ya. Kalau kita lihat negara-negara lain itu tinggi. Putin itu bisa di atas 30 persen elektabilitasnya ya, 60 persen, 70 persen. Duterte 80 persen," kata Fadli kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (6/10/2017). Fadli tak menyebut sumber data elektabilitas Putin dan Duterte yang disebutnya.Menurut Fadli, sebagai incumbent, seharusnya elektabilitas Jokowi bisa lebih tinggi. Menurutnya, rakyat menginginkan pemimpin baru."Jadi kalau sekarang di sini 38 persen itu kecil sekali. Untuk seorang incumbent biasanya di atas 50 persen elektabilitasnya. Artinya masyarakat menginginkan pemimpin baru," ulas Fadli.Meski saat ini elektabilitas Prabowo masih tertinggal jauh dari Jokowi di survei, dia yakin pada saatnya Ketum Gerindra itu akan mengalahkan incumbent. Pada saatnya Prabowo akan melakukan gebrakan."Oh kita yakin menang, sangat yakin," ujarnya.Berikut hasil survei Median dan SMRC soal elektabilitas tokoh yang digadang-gadang jadi capres 2019:Hasil elektabilitas capres versi survei Median:1. Jokowi 36,2%2. Prabowo 23,2%3. SBY 8,4%4. Anies Baswedan 4,4%5. Gatot Nurmantyo 2,8%6. JK 2,6%7. Hary Tanoesoedibjo 1,5%8. Aburizal Bakrie (Ical) 1,3%9. Ridwan Kamil 1,2%10. Tri Rismaharini 1,0%11. Tokoh lainnya 4,1%12. Tidak tahu/tidak jawab 13,3%Hasil elektabilitas capres versi survei SMRC:1. Jokowi 38,9%2. Prabowo 12,0%3. Susilo Bambang Yudhoyono 1,6%4. Anies Baswedan 0,9%5. Basuki Tjahaja Purnama 0,8%6. Jusuf Kalla 0,8%7. Hary Tanoe 0,6%8. Surya Paloh 0,3%9. Agus Yudhoyono 0,3%10. Ridwan Kamil 0,3%11. Gatot Nurmantyo 0,3%12. Mahfud MD 0,3%13. Tuan Guru Bajang 0,2%14. Chairul Tanjung 0,2%15. Sri Mulyani 0,1%16. Patrialis Akbar 0,1%17. Megawati Soekarnoputri 0,1%18. Soekarno 0,1%19. Tommy Soeharto 0,1%20. Gus Dur 0,1%21. Wiranto 0,1%22. Risma 0,1%23. Tidak jawab/rahasia 41,9%[Sumber : detik.com]

Read More »

Serda Bella, Kowad Cantik Pengemudi Jip Presiden Jokowi pada HUT TNI

Foto : Tribunnews.comSosok Sersan Dua Kowad Bella Paramitha mencuri perhatian dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 TNI yang digelar di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017).Tak pernah tebersit dalam benaknya duduk di belakang kemudi kendaraan yang akan digunakan untuk inspeksi pasukan pada upacara sebesar HUT TNI.Karena selama ini tugas seperti itu diemban oleh prajurit TNI pria yang terpilih dan sudah memiliki jam terbang mengemudikan kendaraan untuk inspeksi pasukan. Apalagi dengan Inspektur Upacara Presiden Republik Indonesia.Serda Kowad Bella dipilih berdasarkan perintah langsung dari Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kepada Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) tempatnya bertugas untuk menunjuk prajurit wanita sebagai pengemudi kendaraan untuk pemeriksaan pasukan.Foto : Biro Pers SetpresIni adalah kali pertama seorang prajurit wanita ditunjuk untuk mengemudikan kendaraan inspeksi pasukan pada peringatan HUT TNI.Dengan percaya diri dan melalui serangkaian latihan dan gladi resik, tugas tersebut sukses dilaksanakan oleh dara kelahiran 19 Desember 1992 yang memulai karir militer nya melalui bintara Kowad tahun 2013."Awalnya saya masih ragu karena baru pertama kali mengemudikan kendaraan untuk pemeriksaan pasukan, apalagi saya dari wanita TNI dan yang terlebih lagi bahwa ini adalah upacara terbesar TNI," kata Bella.Foto : Tribunnews.comSelain ada keraguan dalam dirinya, Serda Kowad Bella Paramitha merasa bahwa tugas ini merupakan suatu tantangan sekaligus kebanggan yang harus dilaksanakan sebagai prajurit."Di sisi lain saya juga merasa bangga bahwa baru kali inilah seorang prajurit TNI wanita mendapat tugas seperti ini. Saya sangat bersyukur dapat melaksanakan tugas ini dengan baik, apalagi Inspektur Upacara pada HUT ke-72 TNI ini Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo," katanya.Selain Serda Kowad Bella Paramitha yang ditunjuk sebagai pengemudi kendaraan pemeriksaan pasukan, Serda Kowad Dilla yang juga bertugas di Paspampres ditunjuk sebagai cadangan pengemudi. [kompas.com]

Read More »

Presiden Jokowi Minta Tambak Milik Rakyat Turut Diberi Sertifikat

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo memberikan perhatian penuh terhadap persoalan ketimpangan penguasaan tanah dan akses terhadap tanah yang dimiliki masyarakat. Mulai dari tanah yang digunakan untuk tempat tinggal, tempat ibadah, lahan pertanian, hingga pertambakan.Oleh karena itu, dalam kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Utara, Presiden Joko Widodo kembali membagikan 1.422 sertifikat tanah untuk rakyat di halaman Kantor Bupati Bulungan, Kabupaten Bulungan pada Jumat, 6 Oktober 2017."Agar tambak-tambak rakyat yang ada di Kalimantan Utara itu segera disertifikatkan. Tambak-tambak milik rakyat ini yang harus segera disertifikatkan," ujar Presiden kepada masyarakat yang hadir.Tak hanya itu, Presiden juga berharap dengan diterbitkannya sertifikat tersebut, maka sengketa tanah yang sering terjadi di masyarakat dapat diselesaikan dengan baik."Setiap saya pergi ke provinsi manapun keluhannya adalah masalah sengketa lahan, sengketa tanah. Karena apa? Rakyat tidak pegang yang namanya sertifikat. Ini (sertifikat) adalah tanda bukti hak hukum atas tanah," ungkapnya.Kepala Negara pun memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk memanfaatkan sertifikat sebagai penambah modal usaha maupun hal-hal produktif lainnya."Mau ‘disekolahkan’, saya tahu, tidak apa-apa silakan. Tapi dihitung, dikalkukasi bisa menyicil setiap bulan atau tidak. Kalau tidak bisa, jangan. Hati hati kalau mau pinjam ke bank," ucap Presiden.Mengingat pentingnya fungsi dan manfaat sertifikat tersebut, tak lupa Presiden berpesan kepada masyarakat untuk menjaga dan menyimpan sertifikat yang dimiliki di tempat yang aman."Saya titip, ini (sertifikat) disimpan baik-baik, ditaruh di plastik biar kalau rumahnya bocor tidak kehujanan sertifikatnya. Dan difotokopi (sertifikatnya) agar kalau hilang masih punya fotokopinya untuk diurus lagi ke BPN biar cepat," ucap Presiden.Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara tersebut adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Rapat dengan Kapolri-Panglima, Wiranto: Stop Pecah Belah Soliditas

Menko Polhukam Wiranto menegaskan pentingnya soliditas antara aparat keamanan negara. Kekompakan aparat diperlukan guna menghadapi ancaman resistensi keamanan."Memecah belah soliditas aparat keamanan negara adalah perbuatan sangat berbahaya, harus dihentikan dan kita netralisir untuk kepentingan bangsa dan negara," ujar Wiranto di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (6/10/2017).Pernyataan ini disampaikan Wiranto usai menggelar rapat bersama Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Dirjen Bea-Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi. Rapat membahas persoalan impor senjata yang belakangan ini menjadi sorotan.Wiranto mengingatkan Sapta Marga TNI keempat yakni prajurit TNI sebagai bhayangkari negara dan bangsa Indonesia. Diingatkan juga Tri Brata Polri ketiga yakni senantiasa melindungi dan mengayomi masyarakat dengan keikhlasan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban."(Dengan) menyadari menghadapi ancaman resistensi keamanan negara akan terus dihadapi sejalan perkembangan lingkungan strategis baik global maupun kondisi nasional membutuhkan soliditas aparat kemanan nasional," sambung Wiranto. [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi: Pembangunan Embung Rawasari Selesai 2018

Foto : Biro Pers SetpresKota Tarakan yang menjadi bagian dari Provinsi Kalimantan Utara memiliki luas sekitar 250 kilometer persegi. Namun, Kota Tarakan tidak memiliki sungai besar sehingga diperlukan banyak embung dan waduk untuk menampung air hujan sebagai sumber penyediaan air baku dan mengantisipasi kekeringan pada saat musim kemarau. Disamping itu, saat ini baru sekitar 50 persen dari 200 ribu jiwa penduduk Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, yang terpenuhi kebutuhan air bakunya.Oleh karenanya saat berkunjung ke Provinsi Kalimantan Utara, pada Jumat, 6 Oktober 2017, Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan Embung Rawasari yang ada di Kota Tarakan.“Embung besar untuk tampungan air bagi suplai air baku masyarakat Tarakan karena sangat kurang sekali. Kalau ini jadi, ini dimulai 2016 dan diharapkan 2018 selesai,” ucap Presiden. Sebagai gambaran, kebutuhan air baku di Kota Tarakan sekitar 900 liter/detik dan sejauh ini baru tercukupi sebanyak 400 liter/detik dari embung-embung yang sudah ada. Di pulau kecil seperti Tarakan kebutuhan airnya tidak bisa mengandalkan air tanah karena terpengaruh air laut sehingga menjadi payau.Dengan dibangunnya Embung Rawasari diharapkan suplai air baku bagi warga Kota Tarakan dapat meningkat.“Sehingga kecukupan air untuk masyarakat Tarakan benar tersuplai semuanya, enggak ada kekurangan. Karena di sini enggak ada sungai besar sehingga air-air dari sungai kecil harus kita tampung,” ujar Presiden.Anggaran yang dibutuhkan untuk membangun embung berkapasitas 100 liter/detik adalah Rp64 miliar dan dikerjakan selama tiga tahap sejak tahun 2016. Saat ini pembangunannya sudah masuk tahap kedua dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2018. Embung Rawasari yang berlokasi di Kelurahan Karang Harapan tersebut akan memiliki luas area genangan seluas 3,22 hektar dengan kapasitas tampung sebesar 112 ribu meter kubik.Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Tinjau Pembangunan Embung Rawasari, Presiden Jokowi: Ini untuk Masyarakat Tarakan

Embung Rawasari dibangun di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, untuk memenuhi kebutuhan air baku bagi warga. Presiden Jokowi meninjau pembangunan embung tersebut.Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie tiba di Embung Rawasari sekitar pukul 08.00 WITa, Jumat (7/10/2017). Jokowi didampingi Basuki dan Irianto kemudian menyusuri proyek pembangunan embung yang sebagian tanahnya masih landai dan becek."Embung besar untuk tampungan air bagi suplai air baku masyarakat Tarakan karena sangat kurang sekali di sini," kata Jokowi usai meninjau embung.Anggaran pembangunan embung adalah Rp 64 miliar dari APBN. Embung ini nantinya menampung air dari aliran sungai-sungai kecil di Tarakan."Ini dimulai 2016 dan diharapkan 2018 selesai sehingga kecukupan air utk masyarakat Tarakan benar tersuplai semuanya nggak ada kekurangan," kata Jokowi.Menurut data dari Kementerian PUPR, embung ini memiliki luas 3,22 hektare. Kapasitas air yang bisa ditampung adalah 112 ribu meter kubik. [detik.com]

Read More »

Ini Kriteria Ideal Pendamping Jokowi pada Pilpres 2019

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting ( SMRC) Djayadi Hanan mengungkapkan kriteria mengenai sosok ideal untuk mendampingi Presiden Joko Widodo sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019.Lalu seperti apa sosok yang ideal menjadi pendamping Jokowi tersebut?"Yang ideal mungkin orang luar Jawa. Karena dia (Jokowi) kan orang Jawa. Misalnya dari kalangan yang di-respect (dihormati) dari kalangan Islam," kata Djayadi di kantornya, Kamis (5/10/2017).Lebih detail, Djayadi menyebut sosok tersebut idealnya masih mirip dengan pasangan Jokowi saat ini, yakni Jusuf Kalla. Bahkan, menurut dia, bisa juga dari kalangan militer."Mirip Pak JK dan mungkin dari kalangan militer bisa juga. Karena Jokowi dianggap tidak kuat di situ. Jadi bisa saja kalau menggandeng calon dari itu," kata dia.Djayadi menuturkan, persepsi publik masih menganggap bahwa sosok pemimpin yang kuat berasal dari kalangan militer. Sedangkan Jokowi bukan termasuk di dalamnya."Jokowi kan dianggap oleh banyak orang pemimpin yang tidak begitu kuat. Pemimpin yang kuat dan tegas biasanya dianggap berasal dari kalangan militer," ujar dia.Lalu bagaimana jika Jokowi dipasangkan dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo?Menurut Djayadi, hal tersebut bagus saja. Alasannya, duet Jokowi-Gatot akan bisa memecah suara Prabowo Subianto. Namun, itu pun jika Ketua Umum Partai Gerindra tersebut juga maju dalam Pilpres 2019 mendatang."Ada kemungkinan (Jokowi-Gatot) menggerus suara Prabowo. Meski kita belum tahu seberapa banyak atau paling tidak orang yang belum memilih bisa ditarik dengan Gatot kalau dia berpasangan dengan Jokowi," tutur dia. [kompas.com]

Read More »

Usai Kunjungan di Kaltara, Presiden Jokowi akan Bertolak ke Brunei Darussalam

Foto : Biro Pers SetpresMengawali kegiatan di Provinsi Kalimatan Utara (Kaltara), Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo akan meninjau Embung Rawasari yang berada di Kota Tarakan pada Jumat pagi, 6 Oktober 2017.Di sini Presiden akan meninjau embung yang dibangun pada tahun 2016 dan ditargetkan selesai pada 2018.Setelah meninjau embung tersebut, Presiden dan Ibu Iriana akan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Bulungan dengan menggunakan helikopter.Di Bulungan, Presiden akan menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat yang akan dihelat di halaman Kantor Bupati Bulungan.Setelah melaksanakan ibadah salat Jumat, Presiden akan menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Bulungan.Sore harinya, Presiden dan Ibu Iriana akan kembali ke Tarakan melalui Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan dengan menggunakan helikopter.Setibanya di Bandara Juwata, Kota Tarakan, Presiden dan Ibu Iriana melanjutkan perjalanan menuju Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, 560 Km Jalan Tol Beroperasi

Menteri BUMN, Rini Soemarno, menyebutkan dalam tiga tahun kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) jalan tol sepanjang 560 kilometer (km) beroperasi."Sebagai contoh simple saja dari 2004 sampai 2014 penambahan pembangunan jalan tol 390 kilometer kalau enggak salah. Selama 3 tahun dari awal 2015 sampai hari ini sudah terbangun selesai sudah dipakai 560 km, enggak sampai 3 tahun," kata Rini dalam bincang santai di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (5/10/2017).Selain itu, pencapaian tiga tahun kepemimpinan Jokowi-JK juga berhasil melakukan program BBM satu harga. Saat ini sudah ada 25 daerah dari target 54 yang harga BBM-nya sama dengan Jawa."Satu harga BBM di Papua, tadinya Papua harga BBM Rp 60.000-70.000 per liter, sekarang bisa menawarkan sama seperti Jakarta tanpa subsidi pemerintah. Kemampuan Pertamina sebagai perusahaan," kata Rini.Selain itu, harga semen di Kabupaten Jayawijaya, Papua juga berhasil ditekan hingga Rp 500.000 per sak dari sebelumnya Rp 2,5 juta. Langkah ini dilakukan agar masyarakat di Jayawijaya bisa mendapatkan haega semen yang lebih terjangkau."Sudah bisa melakukan penurunan semen di titik seperti puncak Jayawijaya 1 sak semen Rp 2,5 juta sekarang Rp 500.000," kata Rini. [detik.com]

Read More »