Presiden Jokowi Gencar Bangun Infrastruktur Dikritik, Ini Respons Menteri PUPR

Foto : Biro Pers SetpresSelama tiga tahun terakhir memimpin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membangun infrastruktur. Namun, baru-baru ini peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus mengkritik hal tersebut.Ia mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut tidak bisa berdampak langsung kepada masyarakat. Namun harus menunggu hingga pembangunan selesai."Infrastruktur yang dibangun ini kan membutuhkan timelack. Di mana kalau infrastruktur sedang dibangun ini enggak langsung berdampak positif pada masyarakat tapi tunggu dulu sampai jadi," kata Ahmad, Jumat (10/11/2017).Selain itu, kata Heri, bila pembangunan infrastruktur sudah selesai dikerjakan, masyarakat belum tentu bisa menerima hasilnya."Kalau infrastruktur kita kalau sudah dibangun, sudah jadi, apakah akan mengurangi biaya logistik? Apakah akan meningkatkan daya saing industri kita? Jawabannya belum tentu. Karena kita yang lagi banyak-banyaknya ini, ternyata negara lain juga senang. Mereka berpikir dengan baiknya infrastruktur ini, mereka bisa impor lebih lancar ke kita," kata Heri.Menanggapi kritikan itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pada dasarnya pembangunan infrastruktur memang berdampak pada jangka panjang."Iya memang nggak terasa sekarang manfaatnya. Teorinya memang begitu jadi baru bisa dirasakan 3-4 tahun kemudian," kata Basuki kepada detikFinance di Jakarta, Sabtu (11/11/2017).Namun, pembangunan infrastruktur ini juga memiliki manfaat dari segi ekonomi. Pasalnya dengan adanya pembangunan yang gencar artinya ada lapangan pekerjaan bagi masyarakat juga."Kalau pertumbuhan ekonomi dia terasa pada saat pembangunannya, yaitu dengan menyerap tenaga kerja," jelasnya.Basuki memberi contoh, saat resesi, Amerika membangun jalan sehingga bisa menyerap banyak tenaga kerja."Iya memang nggak terasa sekarang. Kayak resesi Amerika, dia bikin interstate ribuan kilometer untuk penyerapan tenaga kerja tapi dampaknya jiga sampai sekarang terasa kok," imbuhnya.Selain itu, ia mengatakan, pembangunan infrastruktur juga dibarengi dengan program pemerintah yang lain, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat."Bukan berarti kalau bikin infrastruktur aja, yang lain kan ada Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, Program Keluarga Harapan itu kan juga untuk kerakyatan bahkan nanti 2018 ada program padat karya. Itu untuk mengisi gap tadi," pungkasnya. [detik.com]

Read More »

Gemasnya Kaesang ke Felicia Saat Komplain soal Celana Jeans

Kaesang Pangarep pulang ke Indonesia bersama kekasihnya, Felicia. Di bandara, Kaesang sempat gemas mengomentari celana jeans yang dikenakan Felicia.Komentar itu diucapkan Kaesang dalam vlog yang diunggahnya ke YouTube, Sabtu (11/11/2017). Menurut Kaesang, celana jeans yang dikenakan Felicia terlihat aneh."Tadi waktu pertama kali ketemu Felicia (aku) komplain tentang celananya. Celananya tuh aneh banget, sumpah nggak bohong. Katanya boyfriend jeans. Tapi I don't know," kata Kaesang sambil tertawa.Kemudian Kaesang mengarahkan kameranya ke bagian celana yang dikenakan kekasihnya itu. Felicia terlihat mengenakan baju berwarna putih dengan jeans berwarna biru muda. Sementara bagian bawah celana digulung."Itu lho celananya kayak gitu. Itu kan aneh banget. Tadi lebih aneh lagi sekarang udah nggak," kata Kaesang sambil tertawa ke Felicia.Mendengar komentar Kaesang soal celananya yang aneh, Felicia tertawa dan mengelak. "Kalau orang keren pakai baju apapun tetap bagus," katanya.Selain soal celana, Kaesang juga mengomentari mainan yang dibawa Felicia di dalam tas. Menurut putra bungsu Presiden Joko Widodo itu, Felicia tidak perlu membawa mainan yang bentuknya menyerupai tikus."Coba nih lihat ini. Dia bawa mainan tikus-tikusan gitu di tas dia. Nggak tahu, nggak dibutuhin juga di Solo. Kamu tuh aneh-aneh aja," kata Kaesang ke sang pacar.Di dalam vlog, Kaesang dan Felicia tengah berangkat dari Bandara Changi, Singapura menuju Solo. Keduanya akan menghadiri pernikahan Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution. [detik.com]

Read More »

Ibu Negara Iriana Kunjungi Kota Tua Hoi An Bersama Istri Pemimpin APEC

Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Iriana Jokowi) turut mendampingi Presiden Jokowi selama kunjungan kerja ke Da Nang, Vietnam, 10-12 November 2017, dalam rangka menghadiri rangkaian KTT APEC Vietnam 2017.Selama para pemimpin APEC melakukan serangkaian retreat di Intercontinental Peninsula Resort, Sabtu (11/11), Ibu Negara Iriana Jokowi bersama istri (spouse) para pemimpin APEC lainnya mengikuti spouse program dengan mengunjungi Kota Tua Hoi An yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.Ibu Iriana tiba di kota yang terletak di Provinsi Quang Nam, berjarak sejauh 40 km dari tempat pertemuan para pemimpin APEC ini, sekitar pukul 09.40 Waktu Setempat (WS) atau pukul 09.40 WIB dan langsung disambut oleh Ibu Nguyen Thi Hien, istri Presiden Vietnam Tran Dai Quang. Ibu Iriana yang mengenakan kebaya berwarna merah itu kemudian mendapat kalungan khăn lau atau syal sutra berwarna biru.Setelah itu Ibu Negara dan peserta spouse program lainnya berjalan kaki menyusuri Kota Hoi An yang dipenuhi bangunan rumah, restoran, toko cinderamata, toko pakaian, dan bangunan lainnya yang berarsitektur kuno, perpaduan antara gaya Vietnam, Jepang, dan Tiongkok. Para spouse tampak menyapa dengan hangat para penduduk yang ada di kota Hoi An.Sepanjang perjalanan Ibu Iriana juga nampak berbincang hangat dengan para spouse lainnya. Saat melewati Temple Bridge Ibu Iriana berinisiatif untuk mengajak para spouse berfoto bersama.Selanjutnya, Ibu Iriana beserta para spouse mengunjungi Hoi An Silk Village. Di sana mereka berbincang hangat sambil menikmati minuman dan santapan ringan.Melanjutkan rangkaian spouse program, para istri pemimpin negara APEC bertolak ke Naman Resort. Di sana Ibu Iriana dan para spouse diperkenalkan berbagai kerajian tangan masyarakat Vietnam. Mereka juga disuguhi sajian pertunjukan seni tari tradional oleh anak-anak yang mengenakan Ao Dai (pakaian tradisional perempuan Vietnam). Mengakhiri kegiatan, para spouse dijamu santap siang oleh Ibu Nguyen Thi Hien.Selain Ibu Iriana Jokowi, spouse program diikuti antara lain Ibu Lynda May Babao dari Papua Nugini, Ibu Naraporn Cha-o-cha dari Thailand, Ibu Nancy Lange de Kuczynski dari Peru, dan Ibu Kim Jung-Sook dari Korea Selatan. [setkab.go.id]

Read More »

Inilah Tiga Pesan Utama Presiden Jokowi di Forum APEC

Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga pesan utama saat menghadiri Pertemuan Ke-25 Pemimpin Ekonomi APEC di Da Nang, Viet Nam pada Sabtu, 11 November 2017.Dalam sesi Working Lunch yang mengusung tema "Fostering A Shared Future", Presiden Jokowi menekankan pentingnya pembangunan inklusif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum.Hal ini dikarenakan data menunjukkan terjadinya peningkatan kesejahteraan dan penurunan kemiskinan di APEC, namun kemajuan pembangunan masih belum merata. Selain itu, proses globalisasi yang saat ini terjadi juga menghasilkan ketimpangan pendapatan kronis akibat manfaat globalisasi yang tidak merata."Apabila tidak diperbaiki maka situasi tersebut akan menyebabkan suburnya pemikiran dan gerakan proteksionisme serta anti-globalisasi yang meluas," ujar Presiden Jokowi.Kedua, Presiden Jokowi juga mendorong APEC untuk segera menyelesaikan agenda Bogor Goals yang belum tuntas (unfinished business). Mengingat selama 23 tahun “Bogor Goals” telah menjadi kekuatan pendorong kerja sama APEC."Bogor Goals mencerminkan pentingnya perdagangan dan investasi bebas serta terbuka dan juga perwujudan pertumbuhan ekonomi serta kemakmuran rakyat," tutur Presiden.Terakhir, Presiden Jokowi mengajak seluruh anggota APEC untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan inovasi dalam visi pasca 2020. Sejumlah langkah antisipatif dan adaptif harus dilakukan APEC guna mengurangi jurang ketimpangan pembangunan."Mendorong integrasi ekonomi regional, melanjutkan reformasi struktural, menyelesaikan hambatan regulasi, menerapkan strategi pertumbuhan yang produktif, mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan merata, serta mengurangi kesenjangan ekonomi," ucap Presiden Jokowi.Presiden Jokowi pun berharap anggota APEC dapat bekerja sama mengupayakan agar visi APEC dapat membuahkan hasil nyata dan bermanfaat bagi rakyat seluruh dunia."Keseimbangan pilar liberalisasi dan fasilitasi perdagangan dan investasi serta kerja sama ekonomi dan teknik semakin menjadi kunci keberhasilan," kata Presiden Jokowi.Dalam sesi working lunch ini, para pemimpin APEC sependapat untuk memulai proses pasca 2020. Ditekankan pula bahwa APEC perlu terus memainkan peran sebagai model inkubator bagi integrasi regional.Para pemimpin APEC juga memiliki kesamaan pandangan bahwa fokus kerjasama APEC adalah rakyat dan kalangan bisnis. Pasca 2020 harus dibangun atas dasar Bogor Goals, dan dengan penambahan area kerjasama sebagai akibat terjadinya revolusi industri.Sebagai penutup, Presiden Viet Nam, Ketua APEC 2017, menegaskan bahwa APEC Pasca 2020 harus bersifat aspirasional, ambisius namun juga dapat direalisasikan.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Presiden Jokowi: Laut Harus Menjadi Pusat Pembangunan Ekonomi Bagi APEC

Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa laut harus menjadi pusat pembangunan ekonomi bagi anggota APEC karena letak geografisnya yang berada di Samudera Pasifik, samudera terluas di dunia.Hal tersebut ia sampaikan saat berbicara dalam retreat sesi II Pertemuan ke-25 Pemimpin Ekonomi APEC yang bertema ”New Drivers for Regional Trade, Investment, and Connectivity", di Intercontinental Peninsula Resort, Da Nang, Sabtu, 11 November 2017.“Laut kita harus menjadi pusat pembangunan ekonomi melalui investasi infrastruktur laut, kegiatan ekonomi berbasis kelautan, integrasi dan pengamanan jaringan transportasi laut, dan pemanfaatan sumber daya kelautan yang berkelanjutan,” kata Presiden Jokowi.Lebih lanjut, Presiden mengatakan Indonesia mendorong pengarusutamaan isu-isu kelautan di APEC, termasuk dalam memerangi IUU (Illegal, Unreported, and Unregulated) fishing, mengatasi sampah plastik di laut, dan membangun sektor kelautan dan perikanan.“Dalam tiga tahun terakhir, saya memberi perhatian khusus untuk percepat pembangunan infrastruktur laut guna menghubungkan kepulauan Indonesia termasuk 24 pelabuhan strategis,” ujar Presiden.Menurut Presiden Jokowi, konsep tol laut yang ada di Indonesia bertujuan untuk membentuk konektivitas pelabuhan besar dan kecil untuk mempersingkat waktu singgah dan pengiriman. “Juga akan meningkatkan kapasitas pelabuhan, menghubungkan daerah tertinggal terdepan dan terluar, serta menurunkan disparitas harga,” ungkap Presiden Jokowi.Untuk itu, Presiden Jokowi mendorong investasi APEC di bidang infrastruktur dan penguatan Sumber Daya Manusia untuk meningkatkan produktivitas ekonomi kelautan.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Di Forum APEC 2017, Presiden Jokowi Tekankan Konektivitas, Pemberdayaan Petani dan Nelayan serta UMKM

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggarisbawahi beberapa hal prinsip-prinsip, yakni globalisasi itu harus inklusif dan perlu mengambil langkah-langkah agar masyarakat juga disiapkan untuk menghadapi era digital.Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri luar Negeri AM Fachir di Da Nang, Vietnam, Sabtu (11/11) usai mendampingi Presiden Jokowi dalam rangkaian kegiatan APEC. Terkait dengan agenda APEC, Wamenlu sampaikan seperti dimaklumi bahwa Indonesia sebagai ketua pada waktu di Bogor 1994 dan berhasil menginisiasi Bogor Goals 2020.“Dan karena itu menjadi komitmen kita juga agar yang belum selesai itu diselesaikan, antara lain mengenai kemudahan-kemudahan untuk perdagangan dan investasi,” lanjut Wamenlu.Secara khusus, lanjut Wamenlu, kemudian ada penekanan-penekanan untuk ke depan yang disampaikan oleh Presiden, antara lain adalah mengenai infrastruktur dan konektivitas maritim, kelautan, kemudian fasilitasi perluasan akses pasar buat produk-produk pembangunan yang tentu saja berkontribusi pada kesejahteraan rakyat serta deregulasi.“Terkait hasil-hasil KTT sendiri secara para leaders itu menyepakati sebuah dokumen yang disebut Deklarasi Da Nang dan seperti yang saya sebutkan tadi dokumen ini cukup solid mengapresiasi capaian-capaian APEC saat ini,” tambah AM Fachir.Pada saat yang sama juga, lanjut Fachir, forward looking sifatnya melihat ke depan dan antara lain adalah tetap memegang teguh prinsip yang disebut free and open regionalism.Ia juga menambahkan bahwa Presiden Jokowi mendorong tercapainya Bogor Goals 2020, tetap mendukung sepenuhnya sistem perdagangan multilateral berdasarkan aturan WTO dan tahun ini menampilkan topik inklusif.“Dan untuk ke depannya para pemimpin juga membentuk APEC Vision Group untuk membantu menyusun visi baru setelah 2020 atau pasca APEC pasca 2020. Nah ada beberapa yang secara khusus kita perjuangkan dan masuk di dalam dokumen ini antara lain adalah sebagai negara maritim tentu kita ingin agar dampak negatif dari IUU fishing itu ditangani dengan baik,” ujar Wamenlu.Lebih lanjut, Ia sampaikan bahwa informasi juga pembangunan konektivitas di daerah-daerah terpencil, terus pemberdayaan petani dan nelayan untuk ketahanan pangan dan tidak kalah pentingnya adalah internasionalisasi UMKM.“Artinya bagaimana UMKM dapat didukung, sehingga mempunyai kapasitas bisa juga mendapatkan katakanlah akses ke pasar internasional. Itu beberapa yang ingin saya sampaikan pada kesempatan ini dan tentu saja tadi sudah disampaikan ada pertemuan bilateral tadi pagi sudah ada dengan Australia,” tambah Fachir.Sebelumnya, menurut Wamenlu, sempat juga secara full aside Presiden Jokowi bertemu dengan Perdana Menteri PNG, sebagai ketua atau tuan rumah APEC tahun depan, dan secara gamblang menyampaikan dukungan Indonesia terhadap Keketuaan PNG pada APEC tahun depan.“Dukungan itu ditampilkan baik secara substansi maupun juga dukungan-dukungan yang sifatnya administratif, keprotokolan, pengamanan, dan lain sebagainya,” pungkas Wamenlu. [setkab.go.id]

Read More »

Menteri PUPR: Bangun Infrastruktur untuk Kejar Ketertinggalan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan dari 5 jenis infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintah, 3 infrastruktur menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR yakni pembangunan jalan dan jembatan, sumber daya air dan perumahan."Pembangunan infrastruktur menjadi program prioritas nasional Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) semata-mata untuk mengejar ketertinggalan dibandingkan dengan negara lain," ujar Basuki dalam Dialog Kebangsaan bertajuk Menggagas Pembangunan Nasional yang Berkelanjutan yang diselenggarakan Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) dan Ikatan Alumni Universitas Sebelas Maret (IKA-UNS) beberapa waktu lalu, dikutip dari keterangan tertulis Kementerian PUPR, Sabtu (11/11/2017).Dialog Kebangsaan Menggagas Pembangunan Nasional Yang Berkelanjutan merupakan salah satu rangkaian memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan. Mengangkat isu-isu pembangunan nasional dari perspektif pembangunan infrastruktur, perhubungan, keuangan dan perbankan, serta peran alumni perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan.Basuki melanjutkan, dalam kurun waktu tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, berbagai infrastruktur telah dibangun oleh Kementerian PUPR. Contohnya bendungan, irigasi, jalan dan jembatan, jalan tol, air bersih, sanitasi, perumahan,dan permukiman.Berbagai upaya membangun infrastruktur ini turut berkontribusi pada meningkatnya daya saing dan kemudahan melakukan bisnis di Indonesia (ease of doing business).Basuki menambahkan, kepadatan penduduk yang tinggi di kawasan perkotaan di Indonesia akibat arus urbanisasi yang deras membuat kehidupan di kota menjadi tidak nyaman. Kota-kota menghadapi tantangan seperti munculnya kawasan kumuh di kota besar, degradasi lingkungan, kesenjangan sosial hingga tingkat kriminalitas yang tinggi.Diperkirakan kini lebih dari 53 persen penduduk Indonesia memilih tinggal di kota."Urbanisasi merupakan keniscayaan, menuntut dukungan ketersediaan infrastruktur dan apabila tidak dikelola dengan baik, urbanisasi akan mendegradasi kualitas lingkungan. Kita perlu bersepakat bagaimana mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan antara lain pembangunan hunian vertikal di perkotaan yang lebih hemat lahan," tutur BasukiKetersediaan rumah yang terjangkau di perkotaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah semakin sulit. Keterbatasan lahan mengakibatkan harga lahan di perkotaan menjulang tinggi.Hunian vertikal menjadi pilihan bagi warga kota untuk tetap tinggal tidak jauh dari lokasinya beraktivitas sehari-hari. Pembangunan lebih banyak hunian vertikal juga akan menghemat penggunaan lahan di perkotaan yang terbatas. [detik.com]

Read More »

Menko PMK Buka Banyuwangi Ethno Carnival 2017

Menko PMK, Puan Maharani, pada Sabtu (11/11) siang membuka pesta budaya tahunan ‘Banyuwangi Ethno Carnival (BEC)’ di komplek Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur. Adapun thema Banyuwangi Ethno Carnival 2017 ini adalah “Majestic Ijen” yang akan mempertontonkan keagungan Gunung Ijen yang sangat dibanggakan Masyarakat Banyuwangi. Explorasi Gunung Ijen akan disuguhkan melalui peragaan kostum bertema penambang belerang, blue fire, dan kawah Ijen.Sebelum pembukaan, Menko PMK berkesempatan memberikan secara simbolis kepada lima yatim piatu anak penerima alat tulis dan uang saku; lima anak penerima manfaat program garda ampuh; dan lima lansia penerima rantang kasih. Kedua program terakhir merupakan program unggulan milik Pemkab Banyuwangi. Acara pembukaan BEC 2017 ini dihadiri oleh para Menteri Pariwisata, Arief Yahya; Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas; Wabup Banyuwangi; Anggota Komisi IV DPR RI; Perwakilan Badan Promosi Pariwisata dari Sulawesi dan NTT; plt. Deputi bidang Koordinasi Kemenko PMK, I Nyoman Shuida; Budayawan dan Tokoh Agama se-Kab Banyuwangi; Duta Anak Muda dari 21 negara sahabat; Korporasi, Masyarakat Banyuwangi, wisatawan, dan media nasional. Kegiatan gelar budaya ‘Banyuwangi Ethno Carnival (BEC)’ merupakan bagian dari upaya semua pihak untuk membangun kesadaran pentingnya kekuatan atas potensi yang dimiliki bangsa Indonesia yaitu Budaya. Produk Budaya itu juga diketahui sangat beragam, mulai dari kain, kuliner, kesenian, ukiran, kerajinan dan sebagainya. Sebagai ajang resmi tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2011, pesta budaya Banyuwangi Ethno Carnival ini diharapkan dapat memberikan dampak bagi perekonomian berbasis budaya masyarakat dan usaha kecil menengah di Kab Banyuwangi. Demikian apresiasi Menko PMK, Puan Maharani, yang disampaikannya dalam sambutan sekaligus secara resmi membuka BEC 2017 di Taman Blambangan, Kab Banyuwangi, Jawa Timur, sabtu siang.Menko PMK dalam kesempatan ini kembali mengingatkan dan mengajak bahwa Bangsa Indonesia untuk mensyukuri karunia dan rahmat dari Allah SWT, yang telah melimpahkan berbagai kekayaan sumber daya alam, budaya, keindahan alam dan panorama yang indah. “(Maka) Menjadi tugas kita bersama, untuk memanfaatkannya demi memperteguh jiwa Bhineka Tunggal Ika, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta membangun kepribadian bangsa yang berkebudayaan,” papar Menko PMK lagi.Menurutnya pula, penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival yang digelar untuk ke-7 kalinya ini merupakan wadah untuk menumbuhkan kreatifitas rakyat Banyuwangi sekaligus mengangkat potensi wisata Kabupaten Banyuwangi. “Dengan menghadirkan tema dari kultur budaya dan kearifan lokal yang berbeda-beda setiap tahun, membuktikan bahwa Banyuwangi Ethno Carnival merupakan salah satu bentuk “etalase” seni yang patut mendapat apresiasi.”Dengan jumlah wisatawan yang mencapai empat juta wisatawan dari target 2,5 juta pada akhir tahun 2016, telah membuktikan sekali lagi bahwa Kab Banyuwangi yang memiliki julukan sebagai The Sunrise of Java, merupakan salah satu destinasi pariwisata andalan Indonesia di masa yang akan datang. Menko PMK mengapresiasi pula berbagai upaya Pemkab Banyuwangi dan jajarannya, masyarakat serta seluruh pihak yang membawa nama Banyuwangi hingga semakin terkenal baik di dalam maupun luar negeri. [kemenkopmk.go.id]

Read More »

Menhub: Korea Berminat Kerjasama Investasi Infrastruktur Transportasi

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut pemerintah Korea berminat berinvestasi khususnya di sejumlah proyek infrastruktur transportasi di Indonesia. Hal ini disampaikan Menhub Budi usai gelar pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea Mrs. Kim Hyun-mee, Jumat (10/11) di Jakarta.“Ini adalah pertanda positif Korea ke Indonesia tidak saja sebagai konsultan atau sebagai kontraktor tetapi sudah diindikasikan Korea berminat berinvestasi di Indonesia,” kata Menhub Budi.Menhub berharap dari pertemuan ini nantinya akan ada kesepakatan kerjasama antar kedua negara khususnya kerjasama terkait pembiayaan sejumlah proyek infrastruktur transportasi dengan skema Kemitraan Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Sehingga dengan begitu ke depan pembangunan proyek infrastruktur transportasi dapat melibatkan investor baik dalam maupun luar negeri dan tidak lagi selalu mengandalkan APBN.“Harapannya ini adalah PPP project KPBU, dimana antara Indonesia dan Korea mengerjakan secara bersama-sama jadi kita tidak menjual project tetapi kerjasama dalam pembiayaan pembangunan dan pengoperasian infrastruktur dalam jangka waktu tertentu. Dengan adanya ini maka yang semula kita hanya mengandalkan APBN maka investor dalam dan luar negeri bisa turut serta dalam membangun project-project ini,” jelasnya.Lebih lanjut diakui Menhub sejumlah project infrastruktur transportasi Indonesia coba ditawarkan kepada pemerintah Korea seperti pembangunan jalur kereta api Makassar – Pare-Pare, pengembangan Bandara Kualanamu dan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara.Ditambahkan Menhub pertemuan dengan Menteri Mrs. Kim Hyun-mee merupakan tindak lanjut pertemuan sebelumnya di Bali dan Singapura. Terkait hal tersebut Menhub menyebut tim teknis dari Korea telah meninjau langsung ke beberapa lokasi proyek infrastruktur transportasi.“Tim korea telah melakukan sejumlah kunjungan di beberapa tempat di Indonesia terutama di Makassar dan Kualanamu,” sebutnya.Pada kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal Kemenhub Sugihardjo menjelaskan saat ini banyak pihak yang berminat untuk berinvestasi pada proyek pembangunan jalur kereta api lintas Makassar – Pare-Pare .“Setelah ada Korea berminat (membangun kereta api Makassar – Pare-Pare) saya dengar ada BUMN lagi yang berminat bahkan ada swasta yang berminat, ya tidak apa-apa kita beauty contest mana yang memberikan pilihan terbaik buat negara,” ungkap Sugihardjo.Dikatakan Sugihardjo untuk membangun jalur kereta api Makassar – Pare-Pare hingga 100 kilometer, anggaran pemerintah baru bisa 5 triliun rupiah untuk itu sisanya sebesar 8 triliun rupiah akan dikerjasamakan dengan swasta. [dephub.go.id]

Read More »

Ibu Iriana Jokowi yang Kembali Nimbrung di Vlog Kaesang

Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep membuat vlog tentang kepulangannya ke Solo untuk menghadiri pernikahan kakaknya, Kahiyang Ayu. Nah, dalam vlog terbarunya ini, sosok Iriana Jokowi kembali nimbrung.Vlog itu direkam di salah satu ruangan di kediaman Kaesang di Solo, Jateng. Kaesang menceritakan, salah satu ruangan di rumahnya akan digunakan untuk pengajian jelang pernikahan Kahiyang."Aku sudah sampai rumah dan katanya ada pengajian di sana (sambil menunjuk salah satu sudut ruangan), tapi nggak tau," ujar Kaesang dalam vlog yang diunggah di akun YouTube pribadinya, Sabtu (11/11/2017).Tiba-tiba, Iriana muncul dan menghampiri Kaesang. Iriana mengenakan busana berwarna pink dan hijab berwarna putih. Lantas, Kaesang langsung bertanya perihal kemunculan Iriana."Ibu muncul, muncul lagi di vlog. Kenapa, Bu?" tanya Kaesang."Nggak apa-apa," jawab Iriana sembari tersenyum."Ha ha ha, ya udah," ujar Kaesang sambil memegang pundak Iriana.Iriana hanya muncul sekitar 7 detik dalam vlog yang diunggah Kaesang. Setelah itu, scene berganti dan Kaesang berada dalam kamarnya sekaligus mengakhiri vlog-nya."Karena nggak ada yang ngeladenin aku nge-vlog kali ini, jadi aku sudahin saja vlog hari ini. See you," tutupnya. [detik.com]

Read More »