Kemkominfo: 4,6 Juta Umkm Telah Go Online

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan 4,6 juta UMKM (Usaha Menengah Kecil Mikro) atau sekitar sembilan persen delapan juta total UKM telah masuk dalam perdagangan online."Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga 2019, namun sekarang baru 4,6 juta," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 15 November 2017.UMKM, menurut dia, pada akhirnya dapat memasarkan produknya lebih luas melalui platform online, sekaligus juga memberikan ruang bagi munculnya para pelaku-pelaku enterpreneur baru."Misalnya saat ini, dengan go jek, sudah bisa melalui dapur langsung dikirim ke pemesan, asal punya brand, tidak perlu lagi misalnya punya rumah makan, asal bisa pandai masak," katanya.Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenetrian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta mengatakan, pihaknya sejak lama telah mendorong UKM untuk terlibat dalam ekonomi digital.Kementerian Koperasi dan UKM terus melakukan pendampingan terhadap para UKM untuk dapat go online.Ia mengatakan, saat ini UMKM yang memiliki kapasitas yang memadai terus didorong Kementerian untuk online. Diantaranya dengan meningkatkan kemampuan dan kapasitas sehingga produk yang dijual memiliki standar kualitas yang tinggi."Seperti misalnya tentang hak cipta, jangan sampai kita sudah promosikan ternyata dimiliki orang lain," katanya.Ia mengatakan, UKM go online yang terdata Kementerian Koperasi dan UKM mencapai 3,79 juta. [metrotvnews.com]

Read More »

Menteri BUMN Bidik Peningkatan Produktivitas Tanaman Tebu

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menargetkan peningkatan produktivitas tanaman tebu dengan menanam tebu di lahan milik PTPN XII yang dikerja samakan dengan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, hari ini."Kami harapkan produktivitas tanaman tebu bisa mencapai 100 ton per hektare (ha) dengan rendemen sekitar 8 persen, sehingga dapat meningkatkan kapasitas pabrik gula dan mewujudkan swasembada gula," kata Rini di Kabupaten Jember dikutip dari Antara, Rabu, 15 November 2017.Menurutnya produktivitas tebu di 2017 masih rendah yakni kurang dari 100 ton per ha dan tingginya curah hujan menyebabkan rendemen tebu juga turun yakni sekitar 7,5 persen, sehingga diharapkan tahun depan bisa ditingkatkan."Kerja sama petani dengan BUMN baik itu perbankan maupun produsen pupuk melalui penandatanganan atau MoU tadi diharapkan semuanya bisa tepat waktu, tepat penananam, tepat pemupukan, sehingga dapat berdampak pada peningkatan produktivitas tebu," tuturnya.Pemerintah melalui Kementerian BUMN terus memberikan dukungan terhadap kontribusi sektor pertanian bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional, dan dukungan tersebut salah satunya dilakukan dengan mendorong kontribusi sub sektor perkebunan tebu melalui program-program yang ditujukan untuk mendorong peningkatan produktivitas tebu.Total luas tanam tebu di Indonesia saat ini mencapai 450 ribu hektare (ha) yang terdiri dari luas perkebunan rakyat sebesar 266 ribu ha, perkebunan negara 67 ribu ha dan perkebunan swasta sebesar 118 ribu ha dengan rata-rata produksi tebu rakyat secara nasional berada di bawah 80 ton per ha dengan tingkat rendemen dibawah 8 persen."Pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas tebu rakyat untuk mencapai swasembada gula nasional melalui peran dan kontribusi BUMN," katanya.Melalui strategi pengembangan tebu rakyat, BUMN berperan dalam memfasilitasi pendanaan bagi petani tebu, membantu pengadaan pupuk nonsubsidi untuk petani tebu rakyat, melakukan supervisi untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu, meningkatkan komunikasi dengan petani tebu rakyat, serta membuat kontrak giling sebagai jaminan pengelolaan tebu rakyat."Pemerintah terus mendorong agar sektor pertanian beserta subsektor di dalamnya dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi bangsa. Petani tebu adalah pelaku utama swasembada gula dan dalam rangka mendorong tercapainya swasembada gula, maka peningkatan kapasitas petani penting dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tebu dan rendemennya," ujarnya.Lahan perkebunan tebu di Jawa Timur saat ini tercatat seluas 203.566 ha yang terdiri dari perkebunan tebu rakyat 184.211 ha, perkebunan negara 18.950 ha dan perkebunan swasta 656 ha. Perkebunan tebu di Jawa Timur merupakan yang terluas di Indonesia atau tercatat sebesar 44 persen dari total perkebunan tebu nasional."Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Jatim khusus untuk mengikuti perkembangan tebu rakyat agar tetap tumbuh kembang demi mendukung swasembada gula nasional. Dengan penggunaan teknologi yang tepat guna dan mekanisasi untuk menyongsong tahun 2018, saya harapkan dapat membangkitkan semangat petani Jatim dengan peningkatan target produksi menjadi rata-rata diatas 100 ton/ha dan rendemen diatas 9 persen," katanya.Ketua Umum Dewan Pembina DPP Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) HM Arum Sabil mengatakan produksi gula nasional tahun ini diperkirakan turun dari 2,5 juta ton ke 2,3 juta ton karena ada sebagian tanaman tebu yang tidak dirawat dengan baik akibat kendala pembiayaan dan pupuk."Saat ini dicanangkan peningkatan produktivitas khusus petani yang memiliki luas lahan diatas 2 ha dengan mendapatkan kredit komersial tanpa jaminan dengan avalis pihak pabrik gula setempat, sehingga diharapkan dapat mewujudkan swasembada gula," tuturnya.Sedangkan untuk ketersediaan pupuk nonsubsidi kepada petani tebu akan disiapkan kios-kios resmi melalui distributor khusus yakni koperasi petani, badan usaha petani untuk menyalurkan pupuk nonsubsidi kepada petani tebu, sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman tebu petani"Kami juga berharap kepada pemerintah, agar dalam menghitung harga pokok produksi (HPP) tidak memasukkan komponen biaya subsidi, sehingga riil biaya produksi nonsubsidi baik kreditnya maupun pupuknya, sehingga petani punya gairah untuk bertani dan nilai ekonomi bertani," tambahnya. [metrotvnews.com]

Read More »

Presiden Jokowi: Kita Harus Sadar Ditinggal Singapura, Malaysia, dan Vietnam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa Indonesia sudah tertinggal dari negara-negara tetangga. Kini negara ini harus cepat berubah."Kita memiliki potensi besar, tapi kita juga harus menyadari bahwa kita ini sudah ditinggalkan oleh tetangga-tetangga kita," kata Jokowi di panggung Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Partai NasDem, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2017).Jokowi berbicara dalam rangka pidato pembukaan Rakernas partai yang dipimpin Surya Paloh itu. Soal ketertinggalan Indonesia dari negara-negara tetangganya, Jokowi sering mendiskusikan masalah ini dengan Ketum NasDem Surya Paloh."Singapura, kita ditinggal. Malaysia, kita ditingal. Vietnam, kita juga sudah kalah," kata Jokowi.Yang menyebabkan Indonesia tercecer dari Singapura, Malaysia, dan Vietnam adalah faktor produktivitas, etos kerja, dan pola pikir. Maka perlu adanya perubahan yang cepat terhadap ketiga faktor itu.Jokowi menyatakan pemerintahannya telah mengusahakan pembangunan infrastruktur untuk mengejar ketertinggalan. Pembangunan infrastruktur sengaja tidak dipusatkan di Pulau Jawa, melainkan di pulau-pulau yang jauh dan belum terlalu tersentuh pembangunan."Karena untuk memenangkan kompetisi, bukan yang lain-lain," kata dia. [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi: Bekerja untuk Rakyat adalah Kampanye yang Baik

Presiden Joko Widodo mengatakan, bekerja untuk rakyat adalah kampanye yang efektif.Hal itu diungkapkan Jokowi dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-6 sekaligus pembukaan Rapat Kerja Nasional Partai Nasdem di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2017) malam.Awalnya, Presiden mengingatkan belasan ribu fungsionaris Nasdem se-Indonesia yang hadir pada acara itu, bahwa tahun 2018 dan 2019 merupakan tahun politik."Sebentar lagi akan ada Pilkada, tahun depannya lagi ada Pemilu, baik legislatif atau presiden. Kita ingin suasana bangsa ini harus tetap tenang," ujar Jokowi.Jokowi menegaskan, masyarakat Indonesia tidak boleh terganggu oleh proses demokrasi.Jika rakyat tenang dan senang, maka akan memberikan kontribusi positif bagi aspek stabilitas negara, baik keamanan atau ekonomi."Kalau rakyat senang dan tenang, kita semuanya juga bisa terus bekerja, memenuhi kebutuhannya rakyat. Karena bekerja untuk rakyat adalah kampanye yang baik," lanjut dia.Pernyataan Jokowi tersebut disambut tepuk tangan dan sorak-sorai peserta acara. [kompas.com]

Read More »

Presiden Jokowi ke NasDem: Parpolnya Surya Paloh Jalannya Cepat Banget!

Presiden Jokowi memuji manuver yang dilakukan NasDem. Menurutnya, manuver NasDem begitu cepat."Partai pimpinan Pak Surya Paloh ini jalannya cepat banget, jalannya cepat sekali. begitu tiba-tiba sudah pilih calon gubernur. Yang lain belum, NasDem sudah punya pilihan," ujar Jokowi saat rakernas IV NasDem di JiExpo Kemayoran, Jakpus, Rabu (15/11/2017).Menurut Jokowi, saat ini memang diperlukan kecepatan. Alasannya, perubahan di dunia berjalan cepat."Yang sekarang ini kecepatan sangat diperlukan karena perubahan dunia berjalan begitu sangat cepatnya, coba kita lihat cepatnya perubahan ini," jelas Jokowi.Jokowi juga memuji keputusan cepat yang dibuat NasDem."Kecepatan bertindak dan di lapangannya juga cepat, cepat, cepat, cepat. Saya yang melihat dari jauh geleng-geleng begitu cepatnya NasDem membuat keputusan," tutup Jokowi. [detik.com]

Read More »

Sah! NasDem Kukuhkan Jokowi Jadi Capres 2019

NasDem resmi mengukuhkan Joko Widodo (Jokowi) jadi capres 2019. Deklarasi itu disampaikan saat Rakernas IV NasDem.Hal ini dideklarasikan oleh Ketum NasDem Surya Paloh. Jokowi dipersilakan maju untuk menerima piagam dukungan.Nantinya, Jokowi turut memberikan amanat dalam rakernas IV NasDem. Jokowi sekaligus meresmikan rakernas dengan memukul gong.Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat negara hingga elite parpol. Menko Polhukam Wiranto, Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Jaksa Agung M Prasetyo dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono serta Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo. Elite parpol yang hadir Ketum PPP Romahamurmuziy, Ketum PAN Zulkifli Hasan, hingga Sekjen Golkar Idrus Marham.Sebelumya, beberapa parpol sudah resmi mendeklarasikan Jokowi jadi capres 2019. Antara lain Golkar, PPP, dan Hanura. [detik.com]

Read More »

Surya Paloh: NasDem Punya Presiden Jokowi yang Diusung Totalitas!

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberi sambutan di Rakernas IV partainya. Surya Paloh menceritakan soal cita-cita partainya dan apa yang telah tercapai.Rakernas NasDem digelar di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/11/2017). Surya Paloh memberi sambutan di depan Presiden Joko Widodo."Apakah cita cita NasDem ini sudah tercapai? Kalau ada pertanyaan," kata Surya Paloh.Paloh mengatakan cita-cita NasDem sampai sejauh ini belum tercapai sepenuhnya. Namun, Paloh bangga atas beberapa capaian NasDem."Saya katakan sejara jujur sejujur-jujurnya, masih jauh soal ini, dari apa yang diinginkan, apalagi dari cita-cita proklamator ini," ungkap Paloh."Tapi perlu dicatat dengan jelas dan tegas, satu kemenangan kecil yang telah tercatat yang sudah ditancapkan. Ada kepercayaan suara rakyat 7 persen pemilu 2014 lalu. Kita sudah memiliki Presiden Jokowi. Presiden yang diusung secara totalitas oleh partai ini!" imbuh Paloh berapi-api.Para kader NasDem yang mendengar sambutan Paloh riuh bertepuk tangan. Paloh melanjutkan sambutannya."Memang partai ini seumur jagung tapi saya sampaikan juga kami memiliki mimpi besar," tegas Paloh, kembali diikuti tepuk tangan. [detik.com]

Read More »

Menteri Pertanian Kucurkan Bantuan Rp100 Miliar ke Petani Barito Utara

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, kucurkan bantuan 100 Milyar atau 50.000 hektar tanaman jagung serta 5 Traktor Roda 4 dan 4 alat panen jagung dan meminta Kabupaten Barito Utara, untuk fokus kembangkan tanaman jagung. Saya sudah lihat dari udara tadi dengan Gubernur, ketika mau kesini ujar Mentan sesaat landing dengan helikopter di Desa Batu Raya I, Kecamatan Gunung Timang, Barito Utara. Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran dan Anggota Komisi IV DPR RI, dapil Kalteng, Hamdani, disambut Bupati Kabupaten Barito Utara, Nadalsyah dan Masyarakat adat Barito dengan upacara "Potong Hompong" sebelum melakukan Panen Jagung. Mentan, saat berdialog dengan Petani Kabupaten Barito Utara, menanyakan berbagai bantuan pemerintah yang sudah diterima, apakah dapat membantu usaha petani, serempak di jawab sangat membantu, demikian juga harga jagung yang cukup baik ditingkat petani kabupaten Barito Utara, sekitar Rp. 3.000 hingga Rp. 3.200/kg. Menteri Pertanian, menyampaikan semua itu dilakukan karena kecintaan Presiden terhadap rakyat khususnya petani Indonesia, "Bapak Presiden" yang perintahkan semua ini untuk petani indonesia, "Jangan pernah sakiti petani", itu pesan bapak Presiden.Mengakhiri sambutan dan dialognya Mentan, meminta seluruh aparatur daerah melalui Forkopimda agar bersinergi mengawal, kegiatan yang difokuskan kepada petani dan masyarakat ekonomi lemah.Bupati Barito Utara Nadalsyah, dalam laporannya menyampaikan terima kasih atas nama seluruh masyarakat kabupaten Barito Utara yang berjumlah 152.000 jiwa, kami berterima kasih kepada Mentan, dengan Upsus Pajale, yang sangat menggairahkan petani Barito Utara, sejak beberapa waktu belakangan harga karet turun, petani berpindah pada tanaman jagung, dan semua merasa puas bahkan saat ini petani barito sudah bisa jalan-jalan dan berbelanja perhiasan ujar Nadalsyah.Kabupaten Barito Utara, memiliki lahan pertanian sekitar 47.000 hektar yang terdiri dari sawah irigasi, tadah hujan dan tegalan, sedang optimalisasi lahan ada sekitar 212.000 hektar, memang selama ini kebutuhan pangan terutama beras dipasok dari wilayah tetangga, provinsi Kalimantan Selatan.Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, dalam sambutannya, meminta semua aparatur pimpinan daerah, sungguh-sungguh bekerja sama untuk rakyat, tindak semua oknum yang merugikan rakyat, apa itu pupuk, gas atau apa saja tegasnya. Gubernur juga meminta agar alat mesin pertanian bantuan Kementan jangan sampai nganggur, harus segera di optimalkan di lahan petani, sementara itu Anggota Komisi IV DPR. RI, dapil Kalteng, Hamdani, menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat tani Indonesia, agar mendukung program pemerintah untuk mensejahterakan ekonomi petani. Saya dan seluruh teman anggota komisi IV DPR terus mendukung program Pajale. [pertanian.go.id]

Read More »

Data Ekonomi Indonesia di Kuartal III-2017 Bangkitkan Keyakinan

Data makroekonomi Indonesia pada kuartal III-2017 membangkitkan optimisme ekonomi nasional di mana potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia dapat menjadi energi bagi perekonomian nasional di masa sekarang dan masa mendatang. Kesemuanya itu diharapkan memberi dampak positif terhadap laju perekonomian Indonesia."Kita harus berbangga melihat peringkat Ease of Doing Business Indonesia mengalami perbaikan. Peringkatnya naik dari 91 menjadi 72. Ekonomi Indonesia harus terus ditingkatkan. Kita memiliki sumber daya yang harus terus dioptimalkan," kata Founder Warta Ekonomi Fadel Muhammad, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu 15 November 2017.Menurut Fadel, data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,06 persen pada triwulan III-2017 atau lebih baik dibandingkan dengan triwulan III-2016 (yoy). Ini menjadi kabar baik untuk Indonesia.Selain itu, indikator industri khususnya manufaktur, yang notabene bisa memberikan multiplier effect secara meluas, mengalami pertumbuhan yang bagus. Industri manufaktur besar dan sedang tumbuh 5,51 persen pada kuartal III-2017. Pertumbuhan tersebut adalah pertumbuhan tertinggi sejak 2015."Juga terlihat kerja pemerintah dalam melakukan pengendalian inflasi masih berjalan sesuai ekspektasi. Angka inflasi pada Oktober 2017 sebesar 0,01 persen dan sebesar 2,67 persen secara year to date. Harapannya sampai dengan tutup tahun inflasi masih terkendali sesuai dengan target yang telah ditetapkan," tukasnya.Berdasarkan data yang dirilis OJK, penyaluran kredit menunjukkan peningkatan dan rata-rata suku bunga kredit perbankan mengalami penurunan sampai dengan September 2017. Fadel melihat rata-rata suku bunga kredit yang turun menjadi 11,61 persen pada September 2017 akan memberikan dampak yang bagus kepada dunia usaha.Dampaknya penyerapan kredit juga akan meningkat dan menggerakkan dunia usaha. Sampai dengan September 2017, kata Fadel, kredit perbankan sudah mengalami pertumbuhan sebesar 7,86 persen (yoy). Perbankan telah menyalurkan kredit sebesar Rp4.543,6 triliun sampai dengan September 2017."Harapannya, dampak pertumbuhan tersebut tidak hanya pada dunia usaha saja, tapi daya beli masyarakat juga ikut terdorong," kata Fadel.Guna memberikan stimulus positif, di acara 'Bincang-Bincang Ekonomi Indonesia' yang akan digelar Jumat 17 November 2017, di Teater Salihara, Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) diagendakan akan menyampaikan pandangannya tentang ekonomi nasional beserta potensi dalam negeri.Selain Presiden Joko Widodo akan hadir pula sejumlah para pengambil kebijakan dan praktisi ekonomi dan bisnis yang akan membedah ekonomi serta bisnis terkini dan proyeksinya pada masa mendatang. Hal itu diharapkan bisa memberi stimulus yang baik terhadap perekonomian.Adapun pejabat yang akan datang adalah Menteri BUMN Rini Soemarno, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani dan Firmanzah selaku rektor Universitas Paramadina.Bincang-bincang ini mengambil tajuk 'Optimalisasi Potensi Dalam Negeri' dan menjadi langkah bersama memandang ekonomi Indonesia dalam bingkai optimistis. Ekonomi nasional saat ini yang terus bergulir menuju kadar kualitas yang semakin meningkat menjadi landasan positif melihat ekonomi nasional di masa depan. [metrotvnews.com]

Read More »

Saat Presiden Jokowi Bicara Soal Keberanian Ambil Keputusan

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo menekankan pentingnya keberanian dalam mengambil sebuah keputusan. Sebab, Presiden pun telah menerapkannya dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Mulai dari penetapan Hari Lahir Pancasila, Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, hingga negosiasi dengan PT Freeport Indonesia.Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri Pembukaan Kongres Trisakti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) XX, pada Rabu, 15 November 2017, di Graha Gubernuran, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.Saat memutuskan untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Presiden menyampaikan kepada menteri-menteri terkait untuk menyiapkan Perppu."Setiap memutuskan, saya yang bertanggungjawab. Ini adalah hak kewenangan yang diberikan kepada saya untuk membuat Perppu,” ucap Presiden. Presiden menyatakan jika Perppu tersebut tidak dikeluarkan maka anti Pancasila akan terus ada dan eksistensi bangsa Indonesia di masa mendatang akan dipertaruhkan.“Kalau kebenaran itu tidak kita lakukan, ya kita akan ragu-ragu terus. Kita ini takut terhadap apa enggak ngerti saya,” ujar Presiden. Hal lainnya yang diputuskan Presiden adalah 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila."Saat itu banyak yang ragu. Ini nanti jadi polemik, jadi ramai. Saya sampaikan, ini sejarah yang harus kita putuskan. Jangan ragu,” tutur Kepala Negara. Padahal dasar pemikiran Presiden menjadikan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila adalah karena Pancasila merupakan hal sangat mendasar bagi bangsa Indonesia."Pancasila sebagai ideologi negara. Jangan ragu. Tapi setelah diputuskan ya enggak ada apa-apa,” ucap Presiden.Keputusan lainnya yang diambil oleh Presiden Jokowi adalah terkait divestasi saham 51 persen pemerintah terhadap PT Freeport Indonesia.”Berapa puluh tahun kita hanya diberi sembilan persen, diam saja. Saya enggak tahu diamnya karena apa. Apakah takut? Apakah karena diberi sesuatu karena memang saya enggak ngerti?” ucap Presiden.Untuk itu, Presiden memberikan tugas kepada tiga jajarannya, yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri ESDM Ignasius Jonan, dan Menteri BUMN Rini Soemarno, untuk melakukan perundingan. Walaupun sudah berlangsung selama tiga tahun, negosiasi masih terus dipertahankan. “Nego terus minta 51 persen, jangan mundur,” ujar Presiden. Hal ini dikarenakan Presiden meyakini jika usaha keras pemerintah akan memberikan hasil yang terbaik."Tapi saya yakin kita dapat (51 persen). Kalau kita ragu-ragu terus ya dimainin terus,” ujarnya. Lebih lanjut, Presiden juga menyatakan pentingnya ketegasan dalam menjaga sumber daya alam laut Indonesia. Apalagi selama ini ribuan kapal negara asing banyak yang mengambil hasil laut Indonesia dengan bebas tanpa peringatan.“Kita diamkan saja. Ini kita ngerti, apa memang kita enggak ngerti, ngerti tapi diam, apa memang tidak ngerti. Tapi masa tujuh ribu kapal lalu lalang diam saja,” tutur Presiden. Akibatnya, sumber daya laut semakin berkurang dan nelayan pun kehilangan mata pencaharian. Namun, keberanian menindak kapal laut yang mengambil ikan di perairan Indonesia baru dilakukan saat posisi Menteri Kelautan dan Perikanan dijabat oleh Susi Pudjiastuti dengan mengeluarkan kebijakan menenggelamkan kapal-kapal tersebut."Dalam setiap dekade nelayan itu turun sampai separuh, dari 1,6 juta menjadi 800 ribu karena memang ikannya tidak ada jadi mereka (nelayan) pindah profesi. Hal-hal seperti ini yang tidak pernah kita perhatikan. Siapa yang harus melindung sumber daya alam laut kita? Ya harus kita sendiri, bukan minta-minta ke negara lain untuk melindungi sumber daya alam laut kita, tidak akan," ungkapnya.Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga berbicara mengenai masalah infrastruktur. Ia mengingatkan pentingnya pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintah bukan hanya untuk mengurangi ketimpangan di Tanah Air tetapi juga untuk berkompetisi dengan negara lain."Infrastruktur di seluruh Indonesia adalah mutlak diperlukan kalau kita ingin bersaing dengan negara-negara lain. Memang mungkin ada yang sakit, ada yang merasakan pahit, tapi lihatlah kalau barang-barang ini selesai, rampung, baik yang namanya pelabuhan, tol, airport, di kabupaten-kabupaten kecil, pembangkit listrik itu selesai ini sangat fundamental untuk sebuah pergerakan ekonomi, menguatkan, meneguhkan kita dalam bersaing di era persaingan ini," ucap Presiden.Terakhir yang tak kalah pentingnya adalah masalah pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Presiden telah menyatakan komitmennya untuk melakukan pembangunan sumber daya manusia secara besar-besaran melalui sejumlah inovasi di bidang pendidikan kejuruan."Kita ini sudah terlalu lama monoton, tidak merubah, tidak berubah, padahal dunia sudah berubah sangat cepat sekali. Kalau pembangunan sumber daya manusia ini tidak kita kerjakan, benar kita akan ditinggal. Kita akan kalah dengan negara-negara kecil di sekitar kita," tutur Presiden.Meski demikian, Presiden tetap yakin bahwa Indonesia akan bisa bersaing dengan negara lain dengan kekuatan persatuan dan potensi sumber daya yang dimiliki.Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, dan Ketua Presidium GMNI Chrisman Damanik. Juga tampak hadir Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Gubernur Jawa Timur Soekarwo.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »