Berkomitmen Perkokoh NKRI, Presiden Jokowi Senantiasa Menunggu Nasihat Para Veteran

Foto : SetkabPresiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, perjuangan para veteran, pejuang bangsa, sungguh menjadi sumber semangat kerja keras semuanya dalam memajukan bangsa dan negara Indonesia.Karena itu, atas nama pribadi dan bangsa Indonesia, Presiden Jokowi menyampaikan terima kasih atas jasa besar para veteran, para pejuang kemerdekaan, para pembela kemerdekaan, dan penjaga kemerdekaan republik ini dalam membangun fondasi kokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam mempertahankan dan memperkuat ideologi bangsa, Pancasila.“Sebagai generasi penerus, saya bersama seluruh bangsa Indonesia berkomitmen dan bekerja keras untuk terus mempertahankan, memperkokoh NKRI yang kita cintai bersama,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri Penutupan Kongres XI Legiun Veteran Republik Indonesia Tahun 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (19/10) siang.Kepala Negara menegaskan, bahwa bangsa Indonesia terus bekerja keras untuk mengamalkan Pancasila sebagai ideologi negara. Dan terus akan melanjutkan perjuangan para veteran untuk menjadikan Indonesia negara yang besar, negara yang kuat, negara yang disegani oleh negara-negara lain.“Perjuangan yang menjadi tanggung jawab kami saat ini memang sangat berat. Kompetisi antar negara semakin sengit. Oleh karena itu, daya saing negara kita juga harus kuat,” ujar Kepala Negara.Tidak ada kata lain, tegas Presiden, semua harus bersatu padu, menjaga persatuan, menjaga stabilitas politik, menjaga stabilitas ekonomi. Ia juga menambahkan bahwa Bangsa Indonesia juga harus mengembangkan sumber daya manusia (SDM), profesionalisme, mengawal generasi penerus, mengisi dengan nilai-nilai kejuangan, nilai-nilai perjuangan bagi kemajuan bangsa ini.Presiden memahami bahwa menjaga kesatuan, menjaga persatuan wilayah yang terdiri dari 17 ribu pulau, 714 suku bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun Presiden menegaskan, bahwa kita telah teruji oleh sejarah, telah terbukti bahwa NKRI itu sakti, Pancasila itu sakti.“Saya yakin kita mampu memperkukuh Pancasila kita,” tegas Presiden Jokowi seraya menambahkan, kuncinya adalah meningkatkan semangat kebangsaan, jiwa patriotik, semangat bela negara, dan semangat pejuang, yang telah diwariskan para pejuang, para veteran.Oleh karena itu, Kepala Negara mengaku senantiasa mengharapkan dan menunggu nasihat, saran-saran, bimbungan, masukan dari para veteran.Presiden berharap Legiun Veteran Republik Indonesia untuk terus bersama pemerintah, memperkuat karakter bangsa, memperkuat karakter mental bangsa, membangun jiwa patriotik, meningkatkan bela negara dan semangat juang.“Sekali lagi, kehadiran veteran sangat diperlukan untuk memberikan dorongan moral bagi generasi penerus, mewariskan nilai-nilai kejuangan, semangat juang dalam upaya internalisasi jiwa semangat nilai juang 45, menumbuhkan semangat juang, jiwa patriotik, berbakti kepada rakyat, dan nusa dan bangsa, serta memberikan masukan yang sebanyak-banyaknya kepada pemerintah,” kata Presiden Jokowi.Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menko Polhukam, Wiranto, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. [setkab.go.id]

Read More »

Akan Dibahas di Ratas, Presiden Jokowi Sebut Pembentukan Densus Tipikor Masih Usulan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa rencana pembentukan Detasemen Khusus (Densus) Tindak Pidana Korupsi (Tipikir) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) masih dalam batas rencana atau usulan. Pemerintah baru akan membahasnya pada Rapat Terbatas (Ratas) kabinet minggu depan.“Itu kan rencana, itu masih usulan, nanti minggu depan akan kita bahas dalam Rapat Terbatas,” kata Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri Penutupan Kongres XI Legiun Veteran Republik Indonesia Tahun 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (19/10) siang.Untuk lebih detailnya, Presiden meminta wartawan menanyakan masalah tersebut kepada Menko Polhukam. “Nanti setelah Rapat Terbatas baru bisa saya sampaikan,” ujar Presiden Jokowi.Ambil Bagian Berantas KorupsiSementara itu Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengatakan, bahwa pembentukan Densus Tipikor yang sekarang sedang digodok oleh Polri merupakan suatu bagian dari semangat untuk mengambil bagian dari penanggungan dan pemberantasan korupsi di Indonesia.Ia menjelaskan, semua elemen bangsa sekarang prihatin betul bahwa korupsi itu enggak habis-habis, selalu ada bahkan sudah merambah ke beberapa institusi yang tadinya tidak ada. Oleh karena itu, lanjut Menko Polhukam, semangat itu ada. Termasuk kepolisian punya semangat. Sehingga mempunyai usulan, untuk membentuk Densus Tipikor.Karena baru pemikiran, baru usulan, Menko Polhukam Wiranto menjelaskan, tentu melalui proses yang panjang. Nanti akan ada Rapat Koordinasi di Menko Polhukam, karena sebelum Ratas Kabinet yang dipimpin Presiden, sudah ada intruksi agar disaring dulu di Menteri Koordinator.“Jadi nanti disaring dulu di Menteri Koordinator, akan dirapatkan, akan dibincangkan manfaat dan mudaratnya, lalu setelah itu baru nanti masuk ke Rapat Terbatas Kabinet langsung dipimpin Presiden dan Wakil Presiden. Di sana nanti akan diputuskan,” terang Wiranto.Sekarang ini, Menko Polhukam menilai, bahwa rencana pembentukan Densus Tipikir masih prematur. “Enggak usah kita ributkan, enggak perlu diperdebatkan, nanti akan dibahas secara saksama. Tapi yang pasti bahwa nanti akan mengarah pada kebaikan, manfaat, asas manfaat,” pungkas Wiranto. [setkab.go.id]

Read More »

Aksi Ignasius Jonan Meliuk-liuk Pakai Motor Listrik Buatan Mahasiswa ITS

Pandangan semua pasang mata tertuju pada pria berhelm hitam yang meliuk-liuk lincah dengan motornya di pelataran Gedung Heritage, Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Begitu tancap gas, tangan kanan dengan cekatan menaik-turunkan transmisi untuk mengatur kecepatan.Sang pengendara, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, menahan kecepatan motornya rata-rata 10 km/jam, dengan sesekali menarik gas hingga untuk menambah kecepatan begitu selesai memutari tikungan. Matanya sesekali menengok ke sebuah smartphone yang terpasang di kemudi yang juga berfungsi sebagai speedometer.Awak media yang membawa kamera pun kewalahan lantaran harus berlari-lari mengikuti kemana Jonan akan berbelok. Hampir tak ada suara mesin yang terdengar dari motor bermerk Gesits tersebut.Usai memutari 3 putaran mengelilingi halaman depan, Jonan berhenti tepat di lobi Gedung Heritage. Itulah aksi yang dilakukan mantan Dirut PT KAI ini saat menjajal prototype motor bertenaga listrik Gesits besutan Garansindo dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)."Enak sekali ini akselerasinya, mulus. Kalau motor bahan bakar kan pakai RON, akselerasi makan waktu, karena ada konversi energi. Kalau ini enggak, dari listrik langsung ke motor penggerak," ucap Jonan yang masih berada di atas tungganganya, Kamis (19/10/2017).Seperti diketahui, Gesits sendiri merupakan kependekan dari Garansindo Electric Scooter ITS. Sepeda motor Iistrik pertama buatan nasional ini sepenuhnya dibangun dan dikembangkan oleh kelompok mahasiswa ITS yang dipimpin oleh Nur Yuniarto, dengan dukungan dari Garansindo dan Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan. Gesits diciptakan sebagai kendaraan roda dua berpenggerak listrik yang ramah lingkungan dan hemat energi. Berbentuk skuter, Gesits mengaplikasi motor elektrik berdaya 5 kW dengan torsi mencapai 15Nm pada 3000 rpm.Untuk menggerakkan motor elektriknya Gesits dibekali baterai lithium-ion dengan sistem manajemen baterai yang seluruhnya merupakan produk dalam negeri.Hanya dibutuhkan waktu maksimal 3 jam untuk mengisi ulang energi pada baterai Gesits. Dalam kondisi baterai terisi daya penuh, motor ini mampu menempuh jarak 80-100 km dengan kecepatan maksimum mencapai 100 km/jam. [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi Naikkan Tunjangan Veteran 25 Persen Mulai Januari 2018

Presiden Jokowi menilai jasa para veteran sangat tinggi untuk merebut hingga mempertahankan kemerdekaan. Sebagai ucapan terima kasih, pemerintah akan menaikkan tunjangan untuk para veteran."Atas nama pemerintah, rakyat, saya sampaikan terima kasih dan bentuk penghargaan pemerintah sangat kecil. Dan pada tahun 2014 lalu tunjangan veteran telah dinaikkan 16 persen, mulai Januari 2018 tunjangan veteran kami dinaikkan 25 persen," kata Jokowi saat menutup Kongres XI Legiun Veteran Republik Indonesia di Hotel Borobudur, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (19/10/2017).Selain itu, pemerintah juga akan merenovasi rumah-rumah veteran. Sejauh ini sudah ada 765 rumah veteran yang direnovasi."Yang masih proses ada 585," sebut Jokowi.Pengerjaan renovasi ini disanggupi oleh Kementerian PUPR dan Kementerian BUMN. Sementara rencana menaikkan tunjangan juga telah dibicarakan dengan Menkeu Sri Mulyani."Ini memang saya kira sudah saatnya tunjangan LVRI dinaikkan dan ini kita rapatkan beberapa hari ini dan tadi pagi diputuskan para veteran diberikan tunjangan 25 persen," kata Jokowi usai acara. [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi: Jangan Bermimpi Bisa Bersaing dengan Negara Lain jika Infrastruktur Kita Tertinggal

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo pada Kamis (19/10) pagi, membuka program Percepatan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi yang dilakukan secara serempak di seluruh wilayah Indonesia. Pembukaan acara tersebut digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.Sebagaimana kita ketahui bahwa pembangunan infrastruktur merupakan salah satu program andalan pemerintah dalam mengejar ketertinggalan dengan negara lainnya. Pembangunan infrastruktur inilah yang diyakini Presiden dapat menjadi kunci dalam menenangkan persaingan global."Jangan bermimpi kita bisa bersaing dengan negara-negara lain dan memenangkannya kalau infrastruktur kita tertinggal," tegas Presiden Jokowi dilansir dari siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.Hal ini ditambah dengan kenyataan bahwa biaya transportasi di Indonesia masih lebih mahal setidaknya dua kali lipat dari negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia."Sedang kita bangun misalnya di Kalimantan ada 24 proyek, di Sulawesi 27 proyek, di Maluku dan Papua 13 proyek, di Sumatra 61 proyek, dan di tempat-tempat lainnya. Kita harus kerja keras, kita harus kejar pembangunan ini," kata Presiden Jokowi.Namun, ada hal yang perlu diingat, infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh rakyat tersebut tidak terbangun dengan sendirinya. Di balik proses pembangunan tersebut, terdapat kontribusi besar dari sumber daya manusia yang bekerja seolah tak kenal lelah.Pembangunan di seluruh penjuru Indonesia tak hanya butuh tenaga konstruksi dalam jumlah yang besar, tapi juga butuh tenaga yang terampil dan terlatih. Inilah alasan yang mendasari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama dengan Kementerian Tenaga Kerja untuk mengadakan percepatan uji kompetensi sertifikasi tenaga kerja terampil, khususnya pekerja di bidang konstruksi."Tadi saya tanya ke Pak Menteri PU (Pekerjaan Umum), berapa tenaga kerja konstruksi yang ada di seluruh Indonesia baik yang bekerja di pemerintah, BUMN, dan swasta? Kira-kira ada 7 juta. Dari 7 juta yang ada, yang bersertifikat baru 9 persen, kira-kira 600 ribu. Artinya masih sedikit sekali yang pegang sertifikat," ucap Presiden.Presiden menaruh harapan dengan adanya percepatan sertifikasi ini, kualitas sumber daya manusia Indonesia akan semakin meningkat. Untuk bersaing dengan negara-negara lain pun Indonesia juga diharapkan tak lagi merasa tertinggal."Kalau orang Jepang dan Jerman bisa membangun dengan kualitas yang baik, kenapa Indonesia tidak bisa? Kita harus yakin kalau kita bisa mengerjakan apa yang mereka kerjakan. Jangan merasa inferior," tuturnya.Adapun kepada para pekerja konstruksi yang nantinya akan mendapatkan sertifikat keahlian, Presiden mengingatkan agar jangan hanya puas bila sudah mendapatkan sertifikat. Sebaliknya, para pekerja tersebut memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk senantiasa menjaga kualitas dan standar pembangunan yang dikerjakannya."Saya juga mengingatkan agar jangan sampai program percepatan ini menjadi ajang untuk jual beli transaksi lembar sertifikasi sehingga tujuan utama bagi peningkatan kualitas tenaga konstruksi tidak tercapai," ia menambahkan.Turut mendampingi Presiden, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Read More »

Presiden Jokowi: Jangan Minder Negara Lain Lebih Baik, Kita Bisa!

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tenaga kerja konstruksi di Indonesia tidak kalah dengan negara-negara maju lain.Hal ini disampaikan Jokowi saat sertifikasi tenaga kerja konstruksi serentak di Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (19/10/2017).Total, ada 9700 tenaga kerja konstruksi di tanah air yang disertifikasi serentak, mulai dari tukang, mandor, drafter, surveyor, operator, pelaksana hingga pengawas."Kalau orang Jepang bisa membangun dengan kualitas yang baik, orang Jerman bisa membangun dengan kualitas yang baik, kenapa kita di indonesia enggak bisa? Bisa kita!" kata Jokowi disambut tepuk tangan ribuan pekerja konstruksi yang hadir."Kita harus merasa yakin bahwa kita juga bisa melakukan seperti yang mereka kerjakan. Jangan merasa inferior, jangan merasa minder bahwa mereka lebih baik. Tidak!" tambah Jokowi.Tetapi, Jokowi mengakui kualitas dan keterampilan pekerja konstruksi harus terus ditingkatkan.Jokowi mengatakan, saat ini ada 7 juta pekerja konstruksi baik di kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Usaha Milik Negara, maupun dari pihak swasta.Namun, yang bersertifikat baru 9 persen atau sekitar 600.000 pekerja. Oleh karena itu, pemerintah terus mengebut program sertifikasi untuk pekerja konstruksi ini."Dengan tenaga kerja konstruksi yang terlatih dan bersertifikat, saya yakin kita bisa mengejar ketertinggalan infrastruktur, terutama kita ingin meningkatkan kualitas," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.Namun, Jokowi juga mengingatkan bahwa sertifikasi yang dilakukan oleh pemerintah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya.Jangan sampai pekerja konstruksi menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan selembar sertifikat."Jangan sampai program percepatan ini jadi ajang untuk jual beli transaksi selembar sertifikasi," kata dia. [kompas.com]

Read More »

Registrasi Kartu SIM Seluler Tidak Perlu Nama Ibu Kandung

Menunjuk Peraturan Menkominfo No 21 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menkominfo No. 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, bersama ini disampaikan bahwa dengan mempertimbangkan perlindungan terhadap informasi yang bersifat pribadi dan dalam rangka memberikan rasa keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat maka :1. Registrasi pelanggan jasa telekomunikasi tidak memerlukan data nama ibu kandung2. Didalam proses registrasi, pelanggan dan/atau calon pelanggan Prabayar hanya perlu mengirimkan SMS ke 4444 dengan format tertentu yang berisi data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga yang sah3. Agar masyarakat melakukan registrasi sendiri atau melalui gerai resmi operator4. Dengan registrasi ini akan meningkatkan perlindungan data pribadi, sebagaimana telah diatur dalam peraturan terkait5. Pelanggan jasa telekomunikasi dapat menghubungi call center masing-masing operator apabila dibutuhkan keterangan. [kominfo.go.id]

Read More »

Presiden Jokowi Membuka Percepatan Sertifikasi Tenaga Konstruksi

Presiden Joko Widodo membuka acara percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi serentak di seluruh Indonesia. Acara berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis 19 Oktober 2017.Jokowi tiba di GBK sekitar pukul 08.47 WIB lengkap mengenakan kemeja putih dilapisi rompi konstruksi berwarna oranye dan helm konstruksi. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung mendampingi Jokowi.Ratusan tenaga kerja konstruksi yang hadir sejak pagi antusias mengikuti acara. Mereka teratur duduk di kursi yang berada di gate 7 Stadion Utama Gelora Bung Karno.Program sertifikasi juga telah dilakukan pemerintah tahun lalu. Ada 1.989 peserta yakni, 1.737 peserta Sertifikasi Tenaga Kerja Terampil serta 252 peserta Bimbingan Teknis Tenaga Ahli.Sertifikasi bertujuan meningkatkan kapasitas pekerja dan menjalankan amanat Undang-undang. [metrotvnews.com]

Read More »

Ditegur Presiden Jokowi, Wali Kota Medan Desak Anak Buah Perbaiki Jalan Rusak dalam Seminggu

Setelah ditegur Presiden RI Joko Widodo karena banyak jalan rusak di Kota Medan yang tak kunjung diperbaiki, Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin segera memerintahkan jajarannya untuk melakukan perbaikan.Eldin mendesak Kepala Dinas Pekerjaan Umum Khairul Syahnan dan para pemborong untuk segera menyelesaikan perbaikan jalan-jalan yang berlubang dan rusak hanya dalam waktu sepekan."Saya sudah berikan ultimatum kepada seluruh pemborong, dalam sepekan, jalan rusak harus tuntas," ujarnya di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (16/10/2017).Meski waktunya mendesak, Eldin mengatakan, semua pemborong infrastruktur jalan yang terlibat harus mengerjakannya secara profesional, cepat dan tepat meskipun hujan deras kerap mengguyur Kota Medan.Edin juga mengatakan, Pemerintah Kota Medan akan memberikan sanksi tegas kepada pemborong yang tidak mampu menyelesaikan perbaikan jalan berlubang dalam sepekan. Sanksinya, tidak boleh lagi ikut tender."Saya berikan tempo satu pekan supaya jalan rusak diperbaiki. Bila membangkang, saya blacklist dan enggak boleh lagi ikut tender. Dalam sepekan ini semua harus bekerja, dan pembetonan memang sedang berjalan namun harus cepat," katanya.Menurut Eldin, selama ini kerja pemborong yang memperbaiki jalan rusak kerap lambat dan tidak sesuai target. Cuaca di Medan yang kerap diguyur hujan pada malam hari saat setiap pengerjaan rampung kerap jadi alasan.Dia juga mengeluhkan kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum yang dianggap tidak tegas dan malah ikut irama kerja pemborong."Kepala Dinas PU itu telinganya bengkak. Setiap jalan saya cek dan sesekali kepergok wartawan. Kami tetap jalan melakukan pengecekan jalan dan selama ini Kadis PU mengikuti irama pemborong. Memang wajar, namun sekarang, enggak bisa lagi ikut irama pemborong," katanya.Menurut Eldin, saat melakukan sidak di Jalan Krakatau Medan, Senin (16/10/2017) pukul 06.00 WIB, dia sempat mengamuk karena pemborong tidak melakukan penimbunan. Mereka beralasan tanah basah karena ada genangan air. Eldin lalu meminta penimbulanan jalan dilakukan sesegera mungkin.Dia pun mengaku mendapatkan hikmah dari inpeksi mendadak yang dilakukan Presiden Jokowi menelusuri ruas jalan-ruas jalan rusak di Kota Medan."Saya dapat hikmah juga dari kedatangan Pak Jokowi. Kita ambil hikmah, memang harus begitu seorang Presiden cepat datang meninjau. Intinya, dia tunjukkan sama saya, ini daerahmu sudah aku lihat. Jadi kami kerjakan dan harus kerjakan perbaikan jalan," tuturnya.Dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Utara, pekan lalu, Jokowi menyempatkan diri melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah jalan rusak di Kota Medan. Hal ini dilakukannya setelah menerima informasi dari warga Medan yang mengeluhkan banyaknya jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah kota setempat.Saat melakukan pengecekan, Jokowi dan rombongan berkeliling mulai dari Jalan Diponegoro, kemudian ke Jalan S Parman, Jalan Glugur-Gatot Subroto-Nibung Raya, Sabtu sekitar pukul 07.55 WIB.Kemudian rombongan melewati depan Pasar Petisah, lokasi yang rusak parah jalannya lalu lanjut ke Jalan Nibung Utama-Rasak Baru-kembali ke Gatot Subroto -Maulana Lubis -Imam Bonjol.Rombongan presiden juga melintas depan kantor DPRD-Letjen Soeprapto-Brigjen Katamso-Jalan Mesjid Raya-Jalan Mahkamah dan sejumlah jalan yang kondisinya rusak parah.Setelah berkeliling, Jokowi menuju Jalan Letjen Soeprapto-Jalan Imam Bonjol lalu ke Pangkalan TNI AU Soewondo untuk bertolak ke Siosar, lokasi penampungan pengungsi warga yang terkena dampak letusan Gunung Sinabung, Kabupaten Karo.Sebelumnya, sebuah video netizen yang mengabadikan banyaknya jalanan rusak di Medan ramai diperbincangkan. Warga sudah sering mengadu ke pemerintah setempat, namun jalanan yang rusak tak kunjung diperbaiki. [kompas.com]

Read More »

Fahri Hamzah Minta APBN Tak Disahkan jika Presiden Jokowi Tolak Densus Tipikor

Wakil Ketua DPR Fahi Hamzah meminta Badan Anggaran (Banggar) tak mengesahkan APBN 2018 jika Presiden Joko Widodo tidak mendukung pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) Polri."Saya mau bicara juga sama Banggar ini. Kalau bisa kami enggak usah mengesahkan angggaran pemerintah deh tahun ini. Capek juga pemerintahnya enggak serius gitu lho," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/10/2017).Ia mengatakan, DPR melalui Komisi III bersama Polri serius dalam memikirkan tata kelola pemberantasan korupsi di Indonesia.Karena itu, ia meminta pemerintah menanggapinya secara serius.Fahri menambahkan, KPK tak bisa selamanya menjadi instrumen utama dalam memberantas korupsi.Pemerintah perlu mendukung pembentukan Densus Tipikor selaku lembaga penegak hukum inti.Ia mengusulkan nantinya KPK yang akan melakukan supervisi dan mengkoordinasikan penindakan pidana korupsi yang dilakukan oleh Densus Tipikor."Reorganisasi kelembagaan kepolisian untuk menerima amanah memberantas korupsi dari KPK penting karena KPK harusnya diberikan tugas lain khususnya untuk mengawasi IPK (Indeks Persepsi Korupsi) kita yang tak naik secara signifikan," lanjut Fahri.Hal itu disampaikan Fahri menyikapi pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut JK, Densus Tipikor tak perlu dibentuk.Menurut dia, saat ini cukup memaksimalkan kerja KPK, kepolisian dan kejaksaan dalam pemberantasan korupsi."Jadi cukup biar KPK dulu, toh sebenarnya polisi, kejaksaan juga masih bisa menjalankan tugas. Tidak berarti perlu ada tim baru untuk melakukan itu, tim yang ada sekarang juga bisa. Difokuskan dulu KPK dan KPK dibantu sambil bekerja secara baik," kata Wapres di kantornya di Jakarta, Selasa (17/10/2017), seperti dikutip Antara.Adapun Presiden Jokowi belum memutuskan soal wacana tersebut.Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo mengatakan, pembentukan Densus Tipikor ini akan dibahas dalam rapat kabinet yang dipimpin Presiden."Dalam rapat kabinet itu lah nanti diputuskan apakah disetujui atau tidak usulan Densus Antikorupsi itu," kata Johan.Polri tengah membentuk Densus Tipikor. Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, butuh anggaran sekitar Rp 2,6 triliun untuk membentuk Densus Tipikor.Tito merinci, anggaran tersebut termasuk untuk belanja pegawai 3.560 personel sekitar Rp 786 miliar, belanja barang sekitar Rp 359 miliar dan belanja modal Rp 1,55 triliun.Nantinya Densus Tipikor akan dipimpin seorang bintang dua dan akan dibentuk satgas tipikor kewilayahan.Satgas tipikor tersebut akan dibagi tiga tipe, yakni tipe A (enam satgas), tipe B (14 satgas) dan tipe C (13 satgas). [kompas.com]

Read More »