Dapat Kapal dari Menteri Susi, Pendapatan Nelayan Naik Hingga 50%

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pemberian kapal tangkap untuk nelayan tahun ini mencapai 782 unit. Hingga saat ini, realisasi penyerahan kapal mencapai 151 unit dan di bulan ini ditargetkan ada 373 kapal tambahan yang diberikan kepada nelayan, sedangkan sisanya dilakukan di Desember.Kepala Sub Direktorat Kapal Perikanan KKP, Saiful Umam mengungkapkan, manfaat diberikannya bantuan kapal sudah dirasakan nelayan. Jumlah tangkapan ikan bertambah begitu juga pendapatannya."Jadi mereka (koperasi nelayan) dengan kapal 3 gross tonnage (GT) dari Januari sampai saat ini menghasilkan pendapatan Rp 500 juta atau naiknya 50%," jelas Saiful di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Kamis (16/11/2017).Saiful menceritakan bagaimana nelayan mampu membawa pulang ikan tuna hingga empat kali lipat lebih banyak dibandingkan biasanya. Nelayan kini berhasil membawa pulang 4 ikan tuna dalam sekali melaut dibandingkan sebelumnya hanya satu ekor tuna."Jadi ada kenaikan 4 kali lipat. Apalagi, kalau nelayan bergabung dengan koperasi ada jaminan pembelian. Jadi tidak tergantung pada tengkulak," pungkas dia.Bantuan kapal perikanan ini bertujuan untuk membantu nelayan dalam meningkatkan pendapatan dan perekonomiannya. Bantuan ini diharapkan dapat dioptimalkan oleh nelayan untuk menangkap ikan yang semakin berlimpah. [detik.com]

Read More »

Deddy Corbuzier Bingung Lihat Kaesang Makan Nasi Bungkus

Foto : Biro Pers SetpresDeddy Corbuzier sempat bekerja sama dengan Kaesang Pangarep untuk pembuatan film animasi berjudul Knight Kris. Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) didapuk sebagai pengisi suara untuk salah satu karakter animasi.Selama kerja sama tersebut, Deddy Corbuzier mengaku sempat merasa canggung dan khawatir akan mengecewakan Kaesang Pangarep dalam hal pelayanan. Namun, Deddy Corbuzier malah menemukan hal sebaliknya dalam diri Kaesang."Yang saya salut adalah, dia (Kaesang) enggak pernah ngeluh capek atau apa pun. Padahal kita pusing, 'Wah ini ngajak anak presiden, (urusan) makannya gimana?' Ternyata dia dengan santainya, dengan sederhananya mau makan nasi bungkus meskipun banyak lalat," kata Deddy Corbuzier saat ditemui di Jakarta, Rabu (15/11/2017) malam.Deddy Corbuzier pun sempat mengutarakan kekhawatirannya tersebut langsung kepada Kaesang Pangarep. Lagi-lagi, Deddy Corbuzier kembali dibuat kebingungan dengan jawaban Kaesang Pangarep."Saya sempat enggak enak sama dia. Saya tanya, 'Enggak apa-apa ada lalat?' Dia jawab, 'Ya namanya di jalan ya pasti ada lalat, Mas'," Deddy Corbuzier mengungkapkan.Isi Suara dengan Logat Jawa MedokSoal Kaesang Pangarep yang mengisi suara di film tersebut, Deddy Corbuzier juga membeberkan bahwa ada sesuatu yang lucu saat proses rekaman sulih suara Kaesang Pangarep."Rencananya tiga jam (take suara), tapi luar biasa dia melakukan sampai 10 jam. Menarik sekali saya lihat bagaimana dia dubbing. Lucu dan agak lama. Karena dia (Kaesang) merasa suaranya medok, tapi dia tidak mau suaranya terdengar medok. Akhirnya berapa kali mengulang, tetapi ya sudah enggak apa-apa medok justru lebih khas," ujar Deddy Corbuzier.Film Knight Kris menceritakan tentang seorang anak kecil yang menjadi ksatria melawan sosok musuh berupa raksasa jahat. Dalam film ini, Deddy Corbuzier memasukkan unsur-unsur budaya Indonesia, seperti karakter pewayangan dan candi, dengan harapan mengenalkan anak-anak kepada budaya Indonesia.Deddy Corbuzier sendiri di film ini menjadi eksekutif produser, pengisi suara salah satu karakter, sekaligus sebagai pengisi soundtrack film tersebut. Knight Kris sendiri dijadwalkan akan mulai tayang 23 November 2017 serentak di bioskop-bioskop Tanah Air. [liputan6.com]

Read More »

Jusuf Kalla Bongkar Kelebihan Presiden Jokowi

Wakil Presiden Jusuf Kalla merupakan salah satu pejabat senior yang pernah mengabdi di empat pemerintahan berbeda. Kalla menilai, ada satu kelebihan yang membuat Presiden Joko Widodo berbeda dari presiden lainnya."Kalau ditanya apa hebatnya Pak Jokowi, salah satu yang membedakan adalah keberanian dan kekuatan beliau mengunjungi pelosok bangsa ini," kata Kalla saat memberi pengarahan dalam Rakernas Partai NasDem di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 16 November 2017.Presiden Joko Widodo bahkan kuat mengunjungi Papua setidaknya sekali dalam tiga bulan. Jokowi juga terbiasa berkunjung ke daerah terpencil untuk melihat langsung keadaan masyarakat.Kalla tak menemukan kelebihan Jokowi dari pimpinan lain. Kelebihan itu membuat Jokowi mengetahui keadaan di daerah terpencil sekali pun."Selain itu (beliau) juga hidup sederhana," jelas Kalla.Kalla pernah menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Pada era Presiden Megawati Sukarnoputri, Kalla dipercaya menjabat Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra). Kalla juga pernah menjabat Wakil Presiden mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004-2009. [metrotvnews.com]

Read More »

Perlu 58 Juta Tenaga Terampil, Presiden Jokowi Ingin Perguruan Tinggi Luar Negeri Bisa Buka di Indonesia

Seusai memimpin rapat terbatas tentang Pengembangan 10 Bali Baru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla langsung memimpin rapat terbatas mengenai Pendidikan Vokasi dan Implementasinya, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11) siang.Dalam awal pengantarnya Presiden Jokowi mengemukakan, perlunya ada saya perlu ada revisi Undang-Undang Pendidikan, agar universitas atau akademi, politeknik luar bisa mendirikan perguruan tinggi di Indonesia.Ia mengingatkan, pada tahun 2030 nanti diperlukan tambahan 58 juta tenaga terampil untuk menjadikan ekonomi kita bisa masuk pada peringkat tujuh dunia. Jika saat ini fokus pemerintah pada pembangunan infrastruktur, menurut Presiden, pada tahapan besar kedua, kita akan masuk kepada pembangunan sumber daya manusia.Terkait hal itu, Kepala Negara berharap pendidikan kita yang sudah lebih dari 30 tahun tidak ada perubahan-perubahan yang sangat mendasar. Ia menunjuk contoh, di universitas misalnya, lebih dari 30 tahun, Fakultas Ekonomi jurusannya itu-itu saja, yaitu akuntansi, ekonomi perusahaan, atau ekonomi pembangunan.“Sudah, enggak pernah berubah dari itu,” ujar Kepala Negara.Padahal, lanjut Presiden, dunia sudah berubah begitu sangat cepatnya. Ia mempertanyakan kenapa tidak ada yang berani mendirikan fakultas digital ekonomi, yang jurusannya toko online, misalnya. Demikian juga jurusan mengenai ritel manajemen, logistik manajemen.“Enggak ada saya lihat, 30 tahun kita seperti ini terus. Padahal dunia betul-betul sudah sangat berubah sekali. Inilah saya kira terobosan yang harus kita lakukan,” ucap Presiden Jokowi.Untuk itu, untuk kompetisi persaingan antar universitas, agar ada pembanding-pembanding yang baik, Presiden menginginkan agar ada universitas dari luar negeri yang bisa mendirikan entah politeknik, entah universitas di Indonesia.“Biar kita memiliki pembanding, baik dari sisi manajemen, dari sisi kurikulum, dan yang lain-lainnya. Tanpa itu kita enggak akan mempunyai pembanding yang baik. Apakah kita ini sudah benar atau belum benar,” terang Presiden.Dalam rapat terbatas ini, Presiden juga mengundang Nadiem Makarim, CEO dan pendiri Go Jek Indonesia, serta Adamas Belva Syah, CEO Ruangguru, untuk memberikan pandangan-pandangan apa yang diperlukan dalam menghadapi perubahan-perubahan yang sangat cepat ini.Tampak hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menristekdikti M. Nasir, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menhub Budi K. Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Kepala BKPM Thomas Lembong. [setkab.go.id]

Read More »

Setya Novanto ‘Menghilang’, Istana: Presiden Jokowi Tak Ikut Campur Kewenangan KPK

Ketua DPR Setya Novanto masih 'menghilang' setelah dicari tim KPK sejak tadi malam. Pihak Istana menegaskan apa yang dilakukan KPK tidak berdasarkan intervensi dari Presiden Joko Widodo."Apa yang dilakukan KPK sesuai dengan kewenangan KPK, ya silakan saja dijalankan KPK, Presiden (Jokowi) tidak ikut campur," kata jubir presiden Johan Budi di Istana Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11/2017).Sebelumnya pihak Novanto pernah menyatakan bahwa pemanggilan atas Ketua DPR harus seizin Presiden RI. Namun Jokowi kemudian meminta untuk melihat lagi undang-undang yang berlaku saat di Manado kemarin (15/11)."Dalam konteks ini seperti apa yang telah disampaikan presiden di Manado, bahwa KPK itu lembaga independen dan tidak bisa diintervensi dan tentu tidak mau diintervensi juga," ujar Johan.Johan yang juga mantan pimpinan dan jubir KPK ini menegaskan, saat ini kasus Novanto sudah masuk ranah hukum. Sehingga Presiden Jokowi tak akan mengintervensi."KPK kan independen, KPK yang melakukan pengusutan, tanya ke KPK apa yang dilakukan," ujar dia. [detik.com]

Read More »

Cerita Presiden Jokowi, Deg-degan Disopiri Putra Mahkota Uni Emirat Arab 200 Km Per Jam

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo bercerita tentang pengalamannya sewaktu berkunjung ke Uni Emirat Arab. Jokowi mengatakan mendapat sambutan istimewa.Bahkan, dia disopiri Putra Mahkota Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan menggunakan mobil mewah tanpa pengawalan.Cerita ini disampaikan Jokowi saat bersilaturahim dengan pengurus Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11/2017)."Saya waktu ke Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed menjemput saya di depan pintu pesawat, tetapi langsung dengan mobil beliau sendiri, disetiri beliau sendiri," kata Jokowi disambut tepuk tangan hadirin.Jokowi mengatakan, mulanya ada seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden yang hendak ikut naik mobil. Namun, Paspampres tersebut tak dibolehkan naik. Apalagi, tak ada juga yang mengawal Sheikh Mohammed."Jadi, saya hanya berdua dengan Sheikh Mohammed, orang paling kaya di dunia," ucap Jokowi.Sheikh Mohammed lalu membawa mobil tersebut ke sebuah restoran. Namun, Jokowi deg-degan karena Sheikh Mohammed mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi."Kecepatannya lebih dari 200 kilometer. Saya sudah, waduh, ini benar-benar ini, pinter nyetir atau enggak, saya enggak ngerti," kata Jokowi disambut tawa hadirin.Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga penasaran dengan merek mobil yang ia tumpangi bersama Sheikh Mohammed. Sebab, ia tak melihat merek apa pun yang terpampang di mobil tersebut."Saya cari-cari mereknya, biasanya ada, ini enggak ada. Enggak tahu pesannya di mana juga. Lihat-lihat dari brand-nya apa, saya mau tanya juga gengsi," kata Jokowi.Jokowi mengaku berdiskusi banyak hal dengan Sheikh Mohammed, terutama mengenai cara Uni Emirat Arab bisa menjadi negara yang maju.Sheikh Mohammed menjelaskan bahwa pada 1960-an, transportasi di negaranya dari Dubai ke Abu Dhabi masih menggunakan unta. Tahun 1970-an juga transportasinya masih menggunakan truk.Namun, menginjak tahun 1975 sampai 1980-an Uni Emirat Arab berkembang begitu cepat. Itu karena mereka menerapkan asas keterbukaan dan efisiensi."Beliau menarik begitu banyak ekspatriat dari luar. Agar apa, agar, 'Lihat, saya belajar dari mereka apa pun, mereka lebih berpengalaman. Tetapi, pada tahun-tahun ini, hampir 75 persen diambil alih orang-orang kita sendiri'," kata Jokowi menirukan penjelasan Sheikh Mohammed."Artinya apa? Pemikiran yang besar seperti itu juga memang harus kita miliki. Ada suatu saat kita belajar, ada suatu saat kita mengambil alih," ucap Jokowi. [kompas.com]

Read More »

Presiden Jokowi Minta Pembangunan ‘10 Bali Baru’ Cepat Dirampungkan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, adanya pergeseran orang untuk tidak belanja barang, tidak belanja merk, tetapi senang traveling, senang wisata, senang mencoba restoran baru, senang mencoba Kafe, seneng mencoba makanan-makanan yang khas.“Ini sebuah kesempatan yang harus kita manfaatkan,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) Mengenai Pengembangan 10 Bali Baru, yang digelar di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11) siang.Kepala Negara juga menunjuk terjadinya lonjakan turis Tiongkok, dimana sesuai data terakhir dalah sebesar kurang lebih 125 juta, yang akan berkembang dalam lima tahun ini kemungkinan menjadi 180 juta, dan itu akan naik terus.Itu, lanjut Presiden, hanya baru dari satu negara. Dri Tiongkok saja itu, menurut Presiden, hampir separuhnya masuk ke ASEAN. Separuh dari 125 juta, artinya 62 juta masuk ke ASEAN.Presiden Jokowi meyakini, dari angka itu, kalau kita memiliki destinasi 10 Bali baru yang digarap secara cepat, disiapkan secara baik, tentu saja dengan diferensiasi yang berbeda antara destinasi satu dengan destinasi yang lain, maka ini akan menjadi sesuatu yang menarik.“Sehingga orang datang ke Indonesia bisa datang karena ketertarikan keindahan pantainya, bisa juga karena keindahan budayanya misalnya Borobudur, bisa juga datang karena keindahan goanya, bisa datang karena keindahan geopark-nya, bisa datang karena keindahan danaunya yang sangat besar seperti Toba, bisa datang karena ingin diving dan surfing misalnya,” ujar Presiden.Menurut Presiden, kira kita harus memiliki pembeda-pembeda seperti itu, sehingga diharapkan dari 62 juta yang hanya dari satu negara itu, misalnya separuh saja atau sepertiganya saja datang ke kita, berarti sudah 20 juta.“Ini baru dari satu negara. Sehingga kalau target yang kita berikan kepada Menteri Pariwisata tahun 2019 itu angkanya adalah 20 juta, itu juga bukan sesuatu yang, menurut saya, bukan sesuatu yang amat sulit untuk kita capai,” tutur Presiden.Oleh sebab itu, Presiden Jokowi menekankan, agar 10 Bali Baru ini harus cepat dirampungkan. Ia meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Kementerian Lingkungan Hidup, Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif), dan Kementerian Koperasi dan UKM, semuanya harus siap terintegrasi dalam sebuah program pengembangan yang sudah diputuskan.Bangunan AdatKepala Negara memberikan contoh, misalnya kita ingin mengembangkan Mandalika atau Danau Toba, ya lingkungannya harus disiapkan. Ia menunjuk contoh misalnya Mandalika, bagaimana bukit-bukit yang ada di kanan kiri itu gundul semuanya segera ditanam. Kemudian bangunan-bangunan adat, jangan sampai di situ malah bangunan adatnya dihilangkan, diganti dengan arsitektur yang Spanyolan atau Mediterania, misalnya.“Bangunan adat ini harus betul-betul kita perhatikan,” tutur Kepala Negara.Sementara di Danau Toba misalnya, Presiden mempertanyakan, kenapa rumah-rumah yang sangat bagus, warna warni seperti itu tidak dipakai menjadi sebuah brand untuk Danau Toba. Ia menunjuk contoh restoran misalnya, menurut Presiden, Bekraf bisa mengintervensi, atau Kementerian Pariwisata bisa mengintervensi, sehingga seperti di Toba restorannya bisa diupgrade bersama-sama. Entah dari sisi desain, entah dari sisi fasad depan.Kemudian juga lingkungannya, Presiden mengaku sudah menyampaikan ke Menteri PUPR misalnya, untuk pasar cenderamata, bisa Menteri Perdagangan atau Menteri PU, kawasan parkir, kawasan dekat pantai. Sebab kalau tidak nantiakan kedahuluan oleh pedagang-pedagang kaki lima yang bertebaran dimana-mana.“Kita siapkan satu tempat untuk mereka, sudah berjualan di situ, pasar cenderamata,” tutur Kepala Negara.Untuk Mandalika. Presiden menyarankan uneuk minta saja 2 hektar atau 3 hektar untuk pasar cenderamata, yang bangun bisa Kementerian Perdagangan bisa Kementerian PUPR, dengan desain-desain arsitektur lokal yang baik.Kemudian tempat pemberhentian bus dan lain-lain atau restoran-restoran kecil milik masyarakat, Presiden menyarankan untuk disiapkan. Jangan sampai dibiarkan masyarakat secara sendiri-sendiri membikin sehingga yang terjadi adalah PKL (pedagang kaki lima) yang bertebaran dimana-mana.“Penghijauan, saya harapkan, misalnya di Toba, di Mandalika, betul-betul digarap secara baik sehingga benar-benar lingkungan yang ada itu sebuah lingkungan yang baik, tidak gundul,” kata Presiden.Inilah, tutur Kepala Negara, yang menarik untuk segera dikerjakan. Kepala Negara mengingatkan, ini memerlukan kecepatan dalam merespon perkembangan pariwisata global yang begitu sangat cepatnya.Ratas tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menlu Retno Marsudi, Mendikbu Muhadjir Effendy, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menhub Budi K. Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menkominfo Rudiantara, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan. [setkab.go.id]

Read More »

Sayembara Rp10 Juta Bagi yang Tahu Keberadaan Setya Novanto

Lolosnya Setya novanto dari penahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu malam, 15 November 2017, mendorong banyak pihak bersuara. Salah satunya dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI).MAKI mengadakan sayembara bagi siapa pun yang mengetahui keberadaan valid Ketua DPR RI itu. Uang Rp10 juta disediakan bagi mereka yang beruntung."Saya Boyamin Bin Saiman selaku koordinator MAKI membuat sayembara. Barang siapa dapat memberikan informasi valid keberadaan Setya Novanto kepada KPK atau Kepolisian atau aparat penegak hukum lainnya sehingga KPK dapat melakukan penangkapan atas Setya Novanto maka Saya akan memberikan hadiah kepadanya uang sejumlah Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah)," ujar Boyamin, dalam keterangan tertulisnya.Boyamin menyebut uang itu sudah disiapkan di dalam rekening khusus dan sudah disiapkan surat kuasa bagi pihak yang berhak menerima hadiah. Ia juga mengungkapkan rekening tersebut nantinya akan dibuka bagi masyarakat umum yang ingin menambahkan jumlah uang imbalannya."Hadiah ini hanya berlaku bagi satu orang atau satu kelompok yang memang informasinya valid dan menjadikan KPK dapat menangkap Novanto," kata Boyamin.Sejak semalam hingga dini hari tadi sejumlah penyidik KPK mendatangi dan menggeledah kediaman Novanto. Mereka berencana menangkap Novanto karena telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi KTP-el. Namun, Novanto tak ada.Penyidik KPK lantas menyita sejumlah barang bukti. Ada sekitar tiga tas jinjing, satu koper, dan satu set alat elektronik dibawa dari kediaman Novanto. [metrotvnews.com]

Read More »

Presiden Jokowi: Bahaya Kalau Anak-Anak Tidak Diberikan Pendidikan Karakter

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka alasan mengapa dirinya menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Menurut Presiden, hal ini karena sekarang landscape interaksi sosial antar individu antar masyarakat itu sudah sangat terbuka sekali.“Kenapa pendidikan karakter kita nomor satukan, karena kita takut nilai-nilai agama nilai-nilai budaya yang ada di negara kita Indonesia ini, tergerus gara-gara anak didik kita yang sekarang ini, yang mendidik bukan hanya guru bukan hanya orang tua tetapi media sosial ikut mendidik mereka,” kata Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan jajaran pengurus Al Irsyad, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/11) pagi.Presiden menegaskan, berbahaya sekali kalau anak-anak tidak diberikan sebuah penguatan karakter.Karena itu ia mengingatkan, jangan hanya pandai matematika, jangan hanya pandai masalah teknologi, jangan hanya pandai masalah fisika dan biologi, tetapi mereka tidak memiliki karakter yang memiliki nilai-nilai agama dan budaya yang baik. “Tidak ada artinya,” ujarnya.Saat mengundang seluruh ormas-ormas Islam, Presiden mengemukakan, bahwa semuanya memberikan dukungan penuh pada Perpres tentang Penguatan Karakter yang dikeluarkan pemerintah.“Ini sebuah hal yang patut kita syukuri, bahwa semuanya memiliki kesadaran yang sama betapa pentingnya penguatan karakter bagi anak-anak kita,” ucap Presiden Jokowi.Perppu OrmasSebelumnya saat menyinggung kehadiran Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, Presiden Jokowi mengatakan, karena negara ini, para pendiri bangsa ini sudah sepakat bahwa negara ini adalah negara yang berideologi Pancasila.Dengan adanya Perppu Ormas yang kini sudah disetujui DPR-RI untuk dijadikan Undang-Undang, maka nanti kalau ada yang anti ideologi negara, dirinya akan bersikap tegas dengan segala resiko.“Kesepakatan itu sudah final, kalau ada yang masih anti Pancasila, yang masih tidak setuju dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia, ya maaf undang-undang kita jelas sekali menyebutkan itu,” tegas Presiden Jokowi.Silaturahmi dengan jajaran pengurus Al Irsyad dari seluruh Indonesia itu dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Ketua Al Irsyad Al Islamiyah Kyai Haji Abdullah Djaidi. [setkab.go.id]

Read More »

Hanya 5 Tahun Sekali, Presiden Jokowi: Jangan Sampai Perhelatan Politik Menjadikan Kita Tidak Rukun

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa keragaman suku, agama, adat istiadat, budaya Indonesia merupakan kekayaan yang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, hal ini patut disyukuri, dan jangan karena, misalnya perhelatan politik, karena pilihan Bupati, pilihan Wali Kota, pilihan Gubernur, atau pilihan Presiden, menjadikan kita tidak rukun.“Sudahlah, kalau saya sampaikan ke siapapun, yang namanya pemilu, pilih pemimpin yang baik, coblos, sudah, setelah itu rukun kembali,” pinta Presiden Jokowi saat bertatap muka, bersilaturahim, dan berkenalan dengan para kepala suku/lembaga adat seluruh indonesia di Istana Bogor, Kamis (16/11) pagi.Presiden Jokowi yang saat itu mengenakan pakaian adat Betawi meminta, jangan sampai dibawa bertahun-tahun suasana Pemilu masih ada, kebencian diangkat-angkat terus. Lupa bahwa kita ini adalah saudara sebangsa dan setanah air.Ia mengingatkan, bahwa perhelatan politik hanya lima tahun sekali, entah pemilihan Gubernur, entah pemilihan Bupati, pemilihan Wali Kota, pemilihan Presiden. “Sudahlah, pilihlah pemimpin yang terbaik, setelah itu sudah, kita rukun kembali,” ucap Presiden seraya mengemukakan, kita kadang-kadang terbawa oleh perasaan-perasaan.“Sudahlah. Terus kita jaga kerukunan persaudaraan yang ada,” tutur Presiden Jokowi.Siap FasilitasiDalam awal pidatonya, Presiden Jokowi mengaku sangat senang sekali bisa bertatap muka, bersilaturahim, dan berkenalan dengan para kepala suku/lembaga adat seluruh indonesia.Kepala Negara juga mengaku sangat menghargai sekali apa yang sudah dilakukan, diupayakan, oleh para kepala suku/lem baga ada, dalam merawat, dalam menjaga, dalam memelihara adat istiadat, budaya yang ada di daerah masing-masing.Pemerintah, lanjut Presiden, siap memfasilitasi setiap hal-hal yang berkaitan dengan adat istiadat, budaya, dengan renovasi-renovasi rumah-rumah adat.“Jangan sampai kita kehilangan akar budaya kita, karena kekayaan itulah nanti yang akan bisa mensejahterakan negara dan bangsa Indonesia,” tutur Presiden Jokowi.Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. [setkab.go.id]

Read More »