Presiden Jokowi Kunjungan Kerja ke Medan

Foto : Biro Pers SetpresUsai menghadiri acara Sarasehan Nasional DPD RI, Presiden Joko Widodo langsung bertolak menuju Provinsi Sumatera Utara guna melakukan kegiatan kunjungan kerja.Melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Kepala Negara beserta rombongan lepas landas dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekira pukul 10.35 WIB.Di Medan, Presiden akan menghadiri acara Peresmian Pembukaan Musyawarah Nasional ke-10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).Sebelumnya, perwakilan KAHMI telah mengundang Presiden secara langsung saat melakukan pertemuan di Istana Merdeka pada tanggal 3 November 2017 yang lalu."Kami sangat berharap untuk dapat dikunjungi oleh seorang Kepala Negara. Tadi Bapak Presiden menyatakan insyaallah Presiden Republik Indonesia akan hadir membuka munas KAHMI tanggal 17 sore di Medan, Sumatera Utara, yang akan dihadiri sekira 1.400 utusan dari seluruh Indonesia," ujar Mahfud MD selaku Koordinator Presidium KAHMI.Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Sumatera Utara adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono dan Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Di Hadapan Presiden Jokowi, OSO Minta Dukungan Bangun Gedung Baru DPD

Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) menyinggung rencana pembangunan gedung baru DPD di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi). OSO menyebut, DPD belum memiliki gedung sendiri hingga saat ini."Bapak Presiden dan hadirin yang kami muliakan, dalam rangka mendukung pelaksanaan kewajiban konstitusional DPD RI tersebut, sudah seharusnya DPD RI memiliki gedung sendiri sesuai amanat UU MD3. Namun, DPD RI merupakan satu-satunya lembaga negara yang lahir pasca-reformasi yang belum memiliki gedung sendiri di ibu kota negara," ujar OSO dalam sarasehan nasional di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/11/2017).OSO lantas membandingkan soal gedung-gedung baru yang dibangun di beberapa provinsi. Oleh sebab itu, OSO meminta dukungan soal rencana pembangunan gedung baru DPD."Sekali lagi, kami tegaskan bahwa untuk mewujudkan kewajiban konstitusional DPD RI, dukungan Bapak Presiden, dukungan DPR RI, dan dukungan semua pihak, adalah mutlak diperlukan. Untuk itulah mengapa kita hadir, dan berkumpul pada Sarasehan Nasional hari ini," kata Ketum Hanura ini.OSO juga menyinggung rencana revisi UU Nomor 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3). Menurutnya, UU MD3 butuh direvisi."Perlu dilakukan perubahan sejumlah Undang-Undang untuk mengembalikan kewajiban konstitusional itu, yaitu Undang-Undang MD3, Undang-Undang P3, dan undang-undang lain, termasuk UU 17/2003 tentang Keuangan Negara," ujarnya."Dengan penyempurnaan berbagai UU tersebut, kewenangan legislasi DPD RI dapat dinormalkan kembali sesuai perintah UUD NRI 1945" ucap OSO. [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi: Saya Minta Setya Novanto Ikuti Proses Hukum

KPK terus memproses kasus tersangka korupsi e-KTP Setya Novanto. Presiden Joko Widodo minta Novanto patuh terhadap hukum."Saya minta, saya minta Pak Setya Novanto mengikuti proses hukum yang ada," kata Jokowi usai menghadiri sarasehan di DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (17/11/2017).Setya Novanto masuk rumah sakit usai peristiwa kecelakaan di Jakarta Barat. Kini Ketua DPR itu dirawat di mana Rumah Medika Permata Hijau.Jokowi optimistis mekanisme hukum di Indonesia bisa berlaku sebagaimana seharusnya."Saya yakin proses hukum di negara kita ini berjalan dengan baik," kata Jokowi.KPK telah mengirimkan surat ke Polri dan interpol agar Novanto ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi akan Sambangi Gedung DPD dan Bertolak ke Medan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini akan menemui para anggota DPD RI di Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta. Selepas itu, Jokowi akan bertolak ke Medan, Sumatera Utara.Informasi yang disampaikan Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Jumat (17/11/2017), Jokowi akan menyambangi Gedung Nusantara IV MPR/DPR/DPD RI di kawasan Senayan, Jakarta sekira pukul 08.30 WIB. Jokowi hendak menghadiri kegiatan Sarasehan Nasional DPD RI dengan tema "Mewujudkan Kewajiban Konstitusional DPD RI Tahun 2017".Selepas acara tersebut, Jokowi akan menuju Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Jokowi hendak bertolak ke Kabupaten Deli Serdang, dan dilanjutkan ke Kota Medan, Sumatera Utara untuk melakukan kunjungan kerja.Di Medan, Presiden Jokowi akan membuka Musyawarah Nasional (Munas) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam ( KAHMI) ke-10. [detik.com]

Read More »

Menteri Pertahanan: KRI Bima Suci Harus Mampu Jaga Kedaulatan dan Keamanan NKRI

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyambut baik kedatangan kapal layar latih tiang tinggi KRI Bima Suci di Pelabuhan Tanjung Priok Kamis (16/11). Dia menyebut kehadiran KRI Bima Suci harus mampu menjaga kedaulatan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Kapal layar latih tiang tinggi KRI Bima Suci itu tiba di Jakarta, Kamis (16/11) pagi. Kapal sepanjang 111,20 meter itu dikomandani Letkol Laut (P) Widiyatmoko Baruno Aji.Kedatangan kapal layar latih tiang tinggi KRI Bima Suci itu disambut pendahulunya KRI Dewa Ruci di tenggara Pulau Damar, Kepulauan Seribu, Jakarta. Kedua kapal layar latih tiang tinggi pun saling memberikan penghormatan parade lambung.Menhan Ryamidard Ryacudu saat pidato penyambutan kapal tersebut mengatakan, pembangunan kapal layar latih ini memang direncanakan untuk meneruskan tradisi keperkasaan, ketangguhan, dan kejayaan KRI Dewa Ruci yang saat ini telah genap berusia 64 tahun.Dia mengatakan, KRI Dewa Ruci telah mengukir prestasi, di antaranya pelayaran muhibah keliling dunia pada tahun 1964 dan tahun 2012, serta berbagai prestasi lainnya pada festival kapal layar latih internasional, di benua Asia, Australia, Amerika, dan Eropa."Diharapkan KRI Bima Suci yang baru ini dapat beroperasi dalam kurun waktu yang lebih lama dari KRI Dewa Ruci mengingat KRI Bima Suci ini dibangun pada era yang lebih modern dengan teknologi terkini. Walaupun tidak mengurangi sifat alamiah dari sebuah kapal layar latih tradisional," kata Ryamizard dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/11/2017)."Mulai saat ini KRI Bima Suci akan memulai untuk mengukir sejarah dengan melahirkan perwira-perwira TNI AL terbaik bangsa sebagai kader-kader pemimpin TNI di masa depan," imbuhnya.Ryamizard meyakini, KRI Bima Suci dapat berkontribusi secara optimal mengimplementasikan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melahirkan generasi muda yang cinta tanah air dan berkarakter kuat serta tangguh."Di mana Presiden menyampaikan bahwa Kita harus mendidik anak-anak kita, pemuda Indonesia, menjadi generasi pelanjut sejarah yang cinta tanah airnya, memiliki etika, budi pekerti, dan sopan santun, mempunyai karakter yang kuat dan tangguh," katanya.Ryamizard menitipkan pesan kepada komandan dan seluruh prajurit yang menjadi awak agar menjaga dan merawat KRI Bima Suci dengan sebaik-baiknya. Sebab hal itu sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada rakyat.Dia juga berpesan agar para awak bisa memahami pengoperasian kapal secara tepat dan benar. Dia berharap kehadiran KRI Bima Suci ini bisa menjamin rasa aman dan nyaman bagi seluruh kapal yang berlayar di perairan Indonesia."Laksanakan tugas kalian di laut dengan sebaik-baiknya agar kehadiran kalian di laut mampu menjaga kedaulatan dan keamanan bangsa, serta menjamin rasa aman dan nyaman bagi seluruh kapal yang berlayar di perairan Indonesia, baik kapal berbendera Indonesia maupun berbendera negara lain," katanya. [detik.com]

Read More »

Jusuf Kalla: Kalau Hujan Macet, Belum Ada Gubernur yang Berhasil Bina Jakarta

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyinggung kemacetan Jakarta, terlebih jika turun hujan. JK menyebut belum ada satu gubernur pun yang berhasil menyelesaikan permasalahan Ibu Kota ini.Hal ini dikatakan JK dalam sambutannya pada Halaqah Nasional Ulama dan Cendekiawan di Hotel Millennium, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (16/11/2017). Saat menyampaikan pidatonya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin datang terlambat dan langsung disapa oleh JK."Eh, Pak Kiai, assalamualaikum. Minta maaf saya duluan (memberikan pidato), Pak Kiai," sapa JK.JK mengatakan paham dengan kondisi kemacetan di Jakarta. Terlebih jika turun hujan."Kita paham Jakarta ini kalau hujan pasti macet sedikit, artinya gubernur siapa pun belum berhasil membina Jakarta ini," katanya.JK pun 'menantang' Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menyelesaikan masalah klasik Jakarta tersebut."Kita perlu lihat Anies ini kesanggupannya bagaimana," ujarnya. [detik.com]

Read More »

Sekecil Apa pun, Anggaran Rakyat Jangan Diselewengkan

Usai menghadiri rapat koordinasi nasional para camat di Hotel Arya Duta, Pekanbaru, Riau, Kamis, Kamis, 16 November 2017, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, begitu keluar dari ruangan tempat acara rakor digelar, langsung dihadang puluhan wartawan. Pertanyaan pun banyak dilontarkan para kuli tinta pada orang nomor satu di Kementerian Dalam Negeri tersebut. "Terkait korupsi yang selalu bapak singgung?" tanya seorang wartawan, menanyakan tentang masalah korupsi yang dalam rakornas sempat disinggung Tjahjo dalam pidatonya. Mendengar pertanyaan itu Tjahjo langsung menjawab, kata dia, jangan pernah mentoleransi sekecil apapun penyelewengan anggaran. Berapa pun nilainya, jika itu salah, adalah tindak Korupsi. "Kalau korupsi juga sama. Sekecil apapun anggaran di kecamatan," kata Tjahjo.Karena itulah kata dia, ia tak pernah bosan mewanti-wanti, agar anggaran itu direncanakan dengan baik. Pahami area rawan korupsi. Mulai dari perencanaan sampai implementasinya. Jangan sampai ada penyelewengan sekecil apa pun itu. Dan, perencanaan serta penyerapan anggaran harus fokus. Tepat sasaran. Jangan modusnya asal anggaran habis. Tak ada dampak signifikan, kalau sekedar hanya habis. Alokasi dan penggunaan anggaran harus ada buktinya yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.Intinya, kata Tjahjo, jangan sampai anggaran rakyat diselewengkan. Karena itu harus hati-hati dalam mengelola dan menggunakan anggaran. Apalagi sekarang penegak hukum, mulai KPK, kepolisian dan kejaksaan, terus mencermati pengelolaan anggaran di daerah. Banyak penyelewengan yang kemudian terbongkar. Tjahjo minta itu jadi bahan pelajaran, agar dikemudian hari tak terulang lagi. " Perencanaan anggaraan jangan sampai diselewengkan. Dana hibah, dana bansos di tingkat provinsi, kota harus jangan itu-itu saja, harus benar-benar fokus. Yang ketiga, masih ada retribusi pajak, ini banyak yang ketangkep. Jual beli jabatan. Kemudian yang berkaitan dengan belanja barang dan jasa. Ini area rawan korupsi ini yang saya kira sangat menyedihkan," tuturnya.Tjahjo menegaskan, dari sistem sebenarnya sudah baik. Ada pengawasan. Bahkan, KPK pun sampai turun ke tingkat paling bawah. Begitu juga dengan kepolisian dan kejaksaan. Jadi harus hati-hati dalam merencanakan, mengelola dan menggunakan anggaran rakyat. "Sistemnya sudah baik, KPK sudah turun sampai ke tingkat paling bawah, kejaksaan juga gerak, kepolisian gerak, kok ya masih tinggi. Apa enggak lihat visi. Orang hampir tiap hari mengupas masalah-masalah korupsi. Orang enggak jera juga," katanya. Padahal, tiap hari di tayangkan di televisi, berita tentang korupsi. Harusnya itu membuat para kepala daerah, atau pemangku kebijakan berpikir seribu kali untuk melakukan penyelewengan. Kalau ia berpikir, pasti hati-hati dan memahami mana saja area rawan korupsi. "Minimal kayak saya tiap hari lihat TV, lihat koran, lhiat online kan hati-hati akhirnya. Temen-temen saya mengingatkan, Pak ini hati-hati Pak jangan mau dikasih ini, jangan mau ini. Orang boleh kalau memberikan makanan, ajak makan itu boleh. Memberikan barang itu yang enggak boleh. Ini ada aturan di UU, gratifikasi dan sebagainya. Contoh jam 4 sore setelah presiden selesai memberi pengarahan, masih ada. Meningkat loh OTT ini semakin tinggi. Padahal aturannya jelas, mereka tahu. Mereka juga lihat TV, baca koran, lihat berita maraknya kasus korupsi," tutur Tjahjo panjang lebar. [kemendagri.go.id]

Read More »

Presiden Jokowi Berkomitmen Jadikan Perekonomian Indonesia Peringkat 7 Dunia

Presiden Joko Widodo berkomitmen untuk menjadikan perekonomian Indonesia masuk ke dalam peringkat 7 besar dunia pada tahun 2030 mendatang. Oleh karena itu, segala kebutuhan mulai dipersiapkan pemerintah guna mewujudkan tekad tersebut.Tidak hanya pembangunan infrastruktur tetapi pemerintah juga mempersiapkan sumber daya manusia agar memenuhi target 58 juta tenaga terampil. Hal itu disampaikan Kepala Negara saat memimpin rapat terbatas dengan sejumlah Menteri Kabinet Kerja pada Kamis, 16 November 2017, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat."Kita sekarang memang fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi pada tahapan besar kedua kita akan masuk kepada pembangunan sumber daya manusia," ujar Presiden.Sejumlah upaya akan dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Salah satunya adalah dengan melakukan inovasi pada kurikulum dan sistem pendidikan di Tanah Air. Menurut Presiden, inovasi tersebut penting dilakukan mengingat perubahan-perubahan di dunia yang sangat cepat dan perlu diantisipasi."Saya berharap pendidikan kita yang sudah mungkin lebih dari 30 tahun tidak ada perubahan-perubahan yang sangat mendasar ini bisa kita ubah sehingga pembangunan sumber daya manusia itu betul-betul bisa mengikuti perubahan-perubahan yang ada di dunia," ungkapnya.Selain itu, Presiden juga berencana melakukan revisi pada kebijakan pemerintah yang terkait dengan pendidikan tinggi di Indonesia. Rencananya, pemerintah akan memberikan izin kepada perguruan tinggi dari luar negeri untuk mendirikan kampus di Indonesia."Saya juga ingin agar ada universitas dari luar negeri yang bisa mendirikan entah politeknik, entah universitas yang bisa mendirikan (kampus) di Indonesia. Supaya kita memiliki pembanding, baik dari sisi manajemen, kurikulum, dan lain-lain," ucap Presiden.Dalam rapat terbatas kali ini, Presiden tidak hanya didampingi jajaran Menteri Kabinet Kerja melainkan ada dua orang pemuda berbakat Indonesia yang turut hadir untuk menyumbangkan ide dan pemikirannya terkait pendidikan di Tanah Air."Pada sore hari ini kita juga mengundang Saudara Nadiem Makarim dan Adamas Belva Syah untuk juga nantinya memberikan pandangan-pandangan apa yang kita perlukan dalam menghadapi perubahan-perubahan yang sangat cepat ini," kata Presiden.Seperti diketahui, Nadiem Makarim merupakan CEO sekaligus salah satu pendiri penyedia layanan ojek online Go-Jek. Sedangkan Adamas Belva Syah merupakan founder ruangguru.com, yaitu sebuah perusahaan penyedia layanan dan konten pendidikan berbasis teknologi terkemuka di Indonesia.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Kahiyang-Bobby Akan Diarak 2.500 Relawan Jokowi Keliling Kota Medan

Sedikitnya 10.000 relawan Jokowi akan menghadiri pesta adat dan resepsi putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, dengan Muhammad Bobby Afif Nasution yang akan dimulai pada 19 sampai 26 November 2017.Hal ini terungkap dari rapat koordinasi yang dilakukan para perwakilan Relawan Jokowi se-Sumatera Utara di gedung pertemuan yang berada di Jalan Gagak Hitam, Medan."Kami rapat koordinasi untuk menghadiri undangan Bobby dan Kahiyang. Sedikitnya 10.000 relawan yang akan turun menghadiri pesta," kata Leodosmar Tanjung, Ketua Relawan Pusat Jokowi, Kamis (16/11/2017).Dosmar mengatakan, semua relawan Jokowi yang ada di Sumut berkumpul, yaitu Bara JP/Seknas dan Pospera. Mereka membahas mekanisme dan persiapan para relawan saat menghadiri pesta nanti. Semua relawan juga didata dan akan diberi tanda pengenal supaya bisa memasuki tenda relawan yang diberi nama Tenda Cinta Jokowi 2 yang sudah disediakan panitia."Selain itu, sekitar 2.500 relawan akan berpartisipasi dalam kegiatan kirab dan mengarak pengantin keliling Kota Medan," sambung Ketua Panitia Relawan Jokowi, Rudi Hartawan Tampubolon."Jadi, 10.000 relawan itu akan dibagi dua kelompok saat turun ke lokasi pesta. Kami menyiapkan penginapan khusus relawan di Asrama Haji Medan. Kami nanti masing-masing akan mengenakan baju adat," kata Rudi.Adapun Erwan Rozali Nasution, paman Bobby, sebelumnya mengatakan, relawan Jokowi, semua kepala daerah, gubernur, dan tokoh etnis se-Sumatera akan diundang. Dia memperkirakan jumlahnya antara 2.000 sampai 2.500 orang. Sementara rombongan Jokowi dan keluarga yang datang dari Solo diperkirakan berjumlah 100 orang. [kompas.com]

Read More »

Menteri Darmin Buka-bukaan Soal Hambatan Ekonomi Digital

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai sektor ekonomi digital di Indonesia masih memiliki halangan besar. Mulai dari sisi infrastruktur hingga kebiasaan pengguna di internet.Ditemui dalam acara Digital Economic Briefing 2017, Darmin mengatakan bahwa infrastruktur, regulasi, serta struktur industri menjadi penghalang utama bagi pertumbuhan ekonomi digital, terutama e-commerce."Untuk itu, pemerintah menyiapkan proyek Palapa Ring yang terdiri dari Paket Barat, Paket Tengah, dan Paket Timur yang meliputi 57 kabupaten/kota non-komersil," ujarnya.Dia menambahkan Paket Barat yang meliputi seluruh kawasan di Kepulauan Riau akan rampung pada awal 2018. Sedangkan Paket Tengah (Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara) serta Paket Timur (Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Papua Barat) akan selesai pada akhir 2018 dan 2019."Jika sudah selesai, nantinya fasilitas dan kecepatan internet di seluruh Indonesia akan sama rata. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat menggunakannya, terutama dalam dunia usaha sehingga dapat memajukan perekonomian digital," dia menuturkan.Konsumsi InternetSelain itu, Darmin juga mengatakan bahwa halangan juga ditimbulkan dari sektor sisi masyarakat itu sendiri, terutama dalam konsumsi internet."Demand dari masyarakat masih belum di sektor produktif. Kebanyakan masih di hal-hal yang sifatnya leisure. Kalo dari supply-nya, talentanya yang masih kurang, seperti untuk urusan coding dan programming," katanya.Namun, dia mengakui bahwa Indonesia mengalami situasi ekonomi digital secara natural, bukan karena paksaan maupun tekanan."Kita tidak berada di situasi yang tertekan untuk ekonomi digital, bahkan kita sangat adaptif. Hal tersebut terlihat dari jumlah smartphone sangat banyak, bahkan bisa lebih banyak dari jumlah penduduk itu sendiri," paparnya.Hal tersebut pun berdampak pada penjualan e-commerce yang naik sekitar 30 kali lipat dari Januari 2014 sampai dengan Juni 2017, berdasarkan data yang ia rangkum dari BCA Research Team.Efeknya, pertumbuhan industri ritel pun menurun menjadi 10,5% tahun ini. Padahal, dalam lima tahun terakhir, industri ini konsisten mencatat pertumbuhan pada kisaran 12,5%.Meskipun begitu, bukan berarti sektor e-commerce tidak memiliki halangan tersendiri. Baginya, pasar online ini butuh sebuah agregator yang dapat menghubungkan antara marketplace dengan penjual konvensional, terutama UMKM.Agregator sendiri memiliki kemampuan dalam memastikan kualitas serta meningkatkan kapabilitas yang memenuhi standar."Jadi e-commerce di Indonesia akan mengalami percepatan dalam usahanya untuk bersaing secara global," pungkasnya. [detik.com]

Read More »