Paspampres Tangkap Pria Bugil Hendak Menyusup Istana Merdeka

Seorang pria diamankan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Dia berupaya menyusup ke Istana Merdeka tanpa sehelai pakaian.Kapolsek Gambir AKBP Ida Ketut membenarkan laporan tersebut. Menurutnya pria tersebut kini masih diperiksa di Polsek Metro Gambir."Sedang diperiksa anggota," kata Ida saat dihubungi Liputan6.com, Senin (28/8/2017).Ida belum merinci identitas pria tersebut. Informasi sementara yang didapatnya, pria tersebut berupaya menyusup ke dalam Istana Merdeka tanpa mengenakan pakaian.Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada pukul 07.30 WIB."Identitas dan kronologi lengkap menyusul," kata Ida. [liputan6.com]

Read More »

Ditutup 31 Agustus 2017, Kementerian Desa dan PDTT Buka Lowongan 13.053 Tenaga Pendamping Desa

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mulai 26 hingga 31 Desember 2017 membuka pendaftaran untuk penerimaan 13.053 Tenaga Pendamping Profesional (TPP) atau Tenaga Pendamping Desa Tahun Anggaran 2017.Pendaftaran calon kuota TPP dilaksanakan secara online melalui website resmi htpp://pendamping2017.kemendes.go.id pada 26 Agustus hingga 31 Agustus mendatang. Ketentuan dan persyaratan pendaftaran juga dapat dilihat pada pengumuman rekrutmen tenaga pendamping profesional http://pendamping2017.kemendes.go.id/home.php.Dikutip dari laman http://pendamping2017.kemendesa.go.id/quota.php , jumlah kuota yang dibutuhkan secara nasional tercatat sebanyak 13.053 orang.Lebih lanjut, dalam laman tersebut disampaikan bahwa Kemendesa PDTT membutuhkan Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP), Pendamping Desa Teknik Infrastruktur, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA-PMD), Tenaga Ahli Infrastruktur Desa (TA-ID), Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif (TA-PP), Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa (TA-PED), Tenaga Ahli Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TA-TTG) dan Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA-PSD).Berikut rincian kuota yang dibutuhkan setiap provinsi dikutip dari laman http://pendamping2017.kemendesa.go.id/quota.php : 1. Aceh: 328 Kuota; 2. Bali: 104 Kuota; 3. Banten: 138 Kuota; 4. Bengkulu: 182 Kuota; 5. DI Yogyakarta: 193 Kuota; 6. Gorontalo: 120 Kuota; 7. Jambi: 228 Kuota; 8. Jawa Barat: 1.185 Kuota; 9. Jawa Tengah : 2.423 Kuota; 10. Jawa Timur: 1.163 Kuota; 11. Kalimantan Barat: 366 Kuota; 12. Kalimantan Selatan: 496 Kuota; 13. Kalimantan Tengah: 411 Kuota.Selain itu: 14.Kalimantan Timur: 337 Kuota; 15. Kalimantan Utara: 131 Kuota; 16. Kepulauan Bangka Belitung: 78 Kuota; 17. Kepulauan Riau: 109 Kuota; 18. Lampung: 373 Kuota; 19 . Maluku: 177 Kuota; 20. Maluku Utara: 141 Kuota; 21. Nusa Tenggara Barat: 130 Kuota; 23. Nusa Tenggara Timur: 287 Kuota; 24. Papua: 634 Kuota; 25. Papua Barat: 486 Kuota; 26. Riau: 246 Kuota.Selanjutnya 27. Sulawesi Barat: 90 Kuota; 28. Sulawesi Selatan: 514 Kuota; 29. Sulawesi Tengah: 315 Kuota; 30. Sulawesi Tenggara: 263 Kuota; 31. Sulawesi Utara: 185 Kuota; 32. Sumatra Barat : 196 Kuota; 33. Sumatra Selatan: 336 Kuota; dan 34. Sumatra Utara: 688 KuotaPengaduan resmi terkait permasalahan rekrutmen ini, dapat disampaikan melalui pendamping2017@kemendesa.go.id. [setkab.go.id]

Read More »

Presiden Jokowi Bangun 4 Bendungan Rp 4,95 Triliun, Ini Manfaatnya

Pemerintah segera membuka tender pembangunan empat bendungan baru yang merupakan bagian dari proyek 65 bendungan hingga 2019 mendatang. Keempat bendungan tersebut adalah Bendungan Pamukkulu di Sulawesi Selatan, Sidan di Bali, Margatiga di Lampung dan Bener di Jawa Tengah.Berdasarkan data Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, yang diterima detikFinance, Senin (28/8/2017), keempat bendungan tersebut memiliki nilai kontrak mencapai Rp 4,95 triliun. Rinciannya, Bendungan Pamukkulu Rp 1,6 triliun, Bendungan Sidan Rp 420 miliar, Bendungan Margatiga Rp 870 miliar dan Bendungan Bener Rp 2,06 triliun.Bendungan Sidan di Bali, direncanakan memiliki kapasitas sebesar 3,13 juta m3. Diharapkan dapat mengairi lahan seluas 4.595 Ha, menyediakan pasokan air baku sebesar 2,14 m3/detik, dan menghasilkan listrik sebesar 20 MW.Kemudian Bendungan Margatiga, memiliki kapasitas 60 juta m3. Manfaatnya untuk irigasi 23.000 ha. Dan terakhir Bendungan Bener, berkapasitas 100,94 jt m3. Manfaatnya untuk irigasi 15.069 ha, air baku 1,60 m3/detik, dan menghasilkan listrik 6 MW.Bendungan Pamukkulu di Sulawesi Selatan memiliki kapasitas 81,3 juta m3. Manfaatnya untuk irigasi 6.400 ha, air baku 0,20 m3/detik, dan menghasilkan listrik sebesar 2,5 MW.Dan terakhir, bendungan Bener di Jawa Tengah, direncanakan akan memiliki kapasitas sebesar 100,94 juta m3, diharapkan dapat mengairi lahan seluas 15.069 ha, mengurangi debit banjir sebesar 210 m3/detik, dan menyediakan pasokan air baku sebesar 1,60 M³/detik. Bendungan ini juga bakal menghasilkan listrik sebesar 6 MW.Jika tender keempat bendungan ini telah dibuka, diharapkan, dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan, kontrak pembangunan bendungan bakal ditandatangani sehingga bisa segera dilakukan konstruksi. [detik.com]

Read More »

Jusuf Kalla Sindir Kebijakan BLBI hingga Subsidi BBM di Masa Lalu

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Indonesia memiliki dua kesalahan pokok dalam mengambil kebijakan ekonomi selama 20 tahun terakhir.Hal ini disampaikan Kalla saat memberikan kuliah umum kepada Peserta Program Pendidikan Reguler (PPRA) ke-56 dan Program Pendidikan Singkat (PPSA) ke-21 Lemhanas Tahun 2017, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (28/8/2017).Kesalahan pertama, kata Kalla, adalah saat Indonesia memutuskan untuk mengucurkan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Kebijakan ini terjadi di era Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri."Kita berikan BLBI yang berlebihan sehingga negara berutang, mengeluarkan dana hampir lebih dari Rp 600 triliun hanya dalam waktu dua tahun," ujar Kalla."Rp 600 triliun waktu itu apabila dihitung sekarang segala macam bunganya bisa kira-kira Rp 3.000 triliun," kata dia. Lalu kesalahan kedua adalah kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini dilakukan selama dua periode pemerintahan presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Di periode pertamanya, SBY berpasangan dengan Kalla."Kita menyubsidi BBM kita begitu besar dalam waktu sepuluh tahun. Yang menikmati orang punya mobil seperti kita semua di sini," ucap Kalla."Apabila digabung semua itu mungkin kira-kira Rp 6.000 triliun yang kita telah buang untuk menyelesaikan masalah-masalah," tuturnya.Menurut Kalla, dua kesalahan inilah yang menyebabkan kemajuan ekonomi Indonesia tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.Kalla berandai-andai, misalkan dana tersebut setengahnya saja dipakai untuk membangun infrastruktur, seperti yang digenjot di era pemerintahannya bersama Presiden Joko Widodo saat ini."Sekiranya setengah saja kita pakai untuk infrastruktur, infrastruktur kita tidak akan kalah dari negara tetangga. Tidak akan kalah," ucap Kalla. [kompas.com]

Read More »

Mengintip Bisnis Dua Putra Presiden Jokowi, dari Katering Hingga Kaos

Buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Peribahasa ini cocok disematkan ke Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.Gibran dan Kaesang mengikuti jejak ayahnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), menjadi pengusaha. Sebelum terjun ke dunia politik dan birokrat, Jokowi adalah pengusaha mebel sukses di Solo dan produknya sudah beredar hingga mancanegara.Kini, giliran Gibran dan Kaesang yang menggeluti dunia bisnis. Gibran mengawali bisnis dengan mendirikan katering Chilli Pari di akhir 2010Mengutip dari situs chilliparicatering.com, Gibran memutuskan terjun ke dunia bisnis setelah lulus dari Management Development Institute of Singapore 2007. Namun, ia tak ingin membebani orang tuanya yang saat itu masih membiayai kedua adiknya kuliah.Ia mencoba mengajukan kredit ke bank. Singkat cerita, pinjaman cair dan Gibran mulai merintis bisnis katering.Bisnis katering Gibran awalnya tidak berjalan mulus. Penolakan datang dari konsumen lantaran belum percaya dengan kemampuan putra sulung Jokowi itu.Seiring berjalannya waktu dan inovasi, katering Chilli Pari akhirnya dikenal dan kini menjadi one stop weddingn solution di Kota Solo. Setelah sukses di katering, Gibran merambah bisnis martabak. Di 2014 ia bekerja sama dengan Arif Setyobudi membesarkan Markobar, singkatan dari Martabak Kota Barat, yang sudah berdiri sejak 1996."Di 2014 mas Gibran masuk, Markobar mulai berinovasi produk dan bisa berkembang ke kota-kota lain di Indonesia," ujar Marketing Director Markobar, Kobar Nendrodewo kepada detikFinance, Senin (28/8/2017).Saat ini Markobar sudah memiliki 29 cabang di 16 kota. Di antaranya Solo, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Bandung. Kemudian, Surabaya, Malang, Palembang, Medan, Banjarmasin, Balikpapan, serta Manado, Makassar dan Bali.Bahkan, Markobar akan buka cabang di Filipina."Tinggal buka 1 atau 2 bulan lagi. Kenapa pilih Filipina? Di ASEAN ini punya habit makan manis adalah Filipina," terang Kobar.Kesuksesan Gibran sempat menyita perhatian Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Panjaitan. Ia bertemu Gibran saat buka puasa bersama dengan Presiden Jokowi.Menurut Luhut, dalam acara itu dia sempat menawari Gibran memasok katering untuk proyek-proyek di sektor pertambangan dan pengolahan minyak lepas pantai. Namun, Gibran menolak tawaran tersebut.Sang JavasSelain Gibran, Kaesang Pangarep, juga terjun ke dunia bisnis. Putra kedua Jokowi ini bisnis clothing line bernama Sang Javas. Sang Javas diambil dari bahasa Sansekerta. Sang, kata yang dipakai di depan nama atau julukan, sedangkan Javas berarti cekatan atau cepat.Produk Sang Javas berupa baju kaos yang bergambar kecebong dan dibanderol Rp 150.000 per potong. Kecebong di sini sebagai simbol metamorfosa, dari kecebong, menjadi berudu berkaki, kemudian menjadi katak, sebelum akhirnya menjadi katak dewasa."Untuk season pertama satu desain. Satu season ada 4 episode, nanti ada satu gambar yang menyatu. Desain pertama menceritakan aktivitas orang-orang di sosial media. Kita ceritakan pola berkomunikasi orang-orang di sosial media dalam kaos dengan karakter kecebong," terang Sehat Tri Handoyo, dari bagian distribusi dan penjualan Sang Javas.Sehat menjelaskan, produksi pertama sang Javas mencapai 1.000 potong, dan penjualan sudah dimulai sejak 13 Agustus, dan sempat hadir dalam Car Free Day di Kota Solo, Minggu (27/8/2017). Untuk urusan penjualan, Sang Javas menganldakan media sosial, mulai dari instagaram Sang Javas, instagaram milik Kaesang, Fanpage di Facebook, twitter, hingga whatsapp."Untuk pemesanan bisa lewat nomor whatsapp yang tertera di instagram Sang Javas," tutur Sehat.Yang jelas, produk kaos besutan Kaesang laris manis. Pesanan pun mengalir dari Jakarta, Bogor, NTT, Lampung, Palembang, Medan. Bahkan, WNI yang bekerja di Hong Kong juga memesan."Total kaos yang sudah keluar (terjual) lebih dari 400 potong. Omzet sejak penjualan dari 13 Agustus mencapai Rp 40.000.000 sampai Rp 50.000," tutur Sehat. [detik.com]

Read More »

Kronologi Pria Bugil Terobos Pagar Istana Presiden

Seorang pria tak dikenal mencoba menerobos masuk pagar Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/8/2017), pukul 07.30 WIB. Saat berusaha masuk, pria tersebut tidak mengenakan pakaian sama sekali alias bugil.Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI (Mar) Suhartono menjelaskan kronologinya. Menurutnya, seorang pria bugil lari dari arah Monas kemudian menyeberang ke Istana Merdeka. Ia kemudian mendekat ke pagar Istana.Karena itu, Suhartono menyebutkan, pria bugil itu bukan penyusup seperti informasi yang beredar saat ini."Bukan menyusup mas, tapi ada orang lari telanjang dari arah Monas nyeberang ke arah Istana," kata Suhartono saat dikonfimasi melalui pesan singkat, Senin (28/8/2017).Melihat kejadian itu, anggota Paspampres yang berjaga di area depan Istana Merdeka langsung menangkap pria bugil itu.Guna mengetahui lebih lanjut motif pria itu menerobos masuk pagar Istana, Paspampres telah menyerahkannya ke Mapolsek Gambir."Untuk pendalaman lebih lanjut sudah diserahkan ke Polsek Gambir," pungkas Suhartono.Ngamuk Saat DiperiksaKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pria bugil tersebut mengaku warga Cengkareng."Dia mengakunya warga Cengkareng," ujar Argo saat dihubungi Liputan6.com, Senin (28/8/2017).Saat ini kepolisian masih memeriksa pria yang berinisial B tersebut."Kita akan panggil keluarganya," kata Argo.Sementara Kapolsek Gambir AKBP Ida Ketut mengungkapkan, pria bugil itu dalam kondisi tidak stabil. Dia juga ngamuk-ngamuk saat diperiksa."Saya mau ngomong kan kronologisnya belum lengkap, karena orangnya belum bisa diinterogasi. Masih di polsek masih ngamuk-ngamuk," pungkas Ida. [liputan6.com]

Read More »

Kumpulkan BI dan OJK, Presiden Jokowi Minta Suku Bunga Kredit Bank Turun

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar suku bunga kredit perbankan bisa turun lebih rendah di bawah 10%, guna mendorong perekonomian nasional.Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso usai bertemu Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/8/2017)."Arahan presiden yang jelas supaya suku bunga kredit bisa diturunkan kan, wong inflasinya sudah rendah, suku bunga BI 7 Day sudah 4,5%. Logikanya harus diturunkan yang diikuti oleh penurunan suku bunga deposito," kata Wimboh.Turut hadir dalam rapat tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.Dia mengungkapkan, penurunan bunga deposito bisa menjadi modal awal pemerintah mendorong kepada seluruh perbankan di Indonesia untuk menurunkan suku bunga kredit. Namun, hal tersebut dilakukan tanpa harus memberikan dampak negatif terhadap industri perbankan."Kalau suku bunga dana turun, berarti suku bunga kredit bisa turun, tinggal suku bunga dana bisa turun atau enggak," tambahnya.Akan tetapi, agar ini bisa berjalan mulus maka diperlukan instrumen khusus. Sehingga tidak ada peluang munculnya spekulasi."Jadi mendorong untuk investasi, arahkan ke sana, kalau suku bunga turunkan akan beralih ke investasi yang menghasilkan bunga, kalau merasa bunga deposito kurang menguntungkan beralih ke investasi, media investasinya kita ciptakan, perusahaan harus banyak yang IPO di pasar modal, perusahaan harus banyak keluarkan surat utang, sehingga nanti surat utang berupa bonds, sehingga orang bisa investasi, tapi jangan sampai menciptakan untuk spekulasi, nah kalau spekulasi ada mekanismenya, mengontrol," ungkap dia.Sempat disinggung soal kebijakan capping bunga deposito, namun Wimboh meyakini bahwa hal tersebut diperlukan ketika adanya anomali. Sementara dalam posisi sekarang, masih terbilang normal."Capping itu hanya dalam kondisi anomali, sekarang masih oke, suku bunga deposito sekarang masih average 6% masih ok, sehingga nanti ke depan kalau capping itu kan temporer, kalau suku bunga ekstrem baru main," ungkap dia. [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi Ingatkan BI dan OJK Soal Perang Bunga Deposito

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta untuk tidak ada lagi perang bunga deposito di perbankan dalam negeri. Ini terkait dengan upaya pemerintah mendorong penurunan suku bunga kredit.Hal tersebut disampaikan Jokowi kepada Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/8/2017).Perang bunga deposito menjadi persoalan serius yang diangkat pada tahun lalu. Dicurigai, hal tersebut yang membuat bunga deposito sulit diturunkan. Sehingga bunga kredit masih tetap tinggi."Kita upayakan juga supaya tidak ada deposan-deposan yang saling bersaing minta supaya bunganya tinggi tinggi tinggi dan biasanya itu yang membuat bunga kredit juga susah turun. Jadi arahan-arahan yang umum. Tetapi OJK akan menindaklanjuti," kata Agus.Terjadinya perang bunga deposito tak terlepas dari kondisi likuiditas perbankan yang sempat seret. Sehingga untuk menampung dana, perbankan memberikan penawaran bunga tinggi kepada para deposan.Setahun berjalan, seiring dengan penurunan suku bunga acuan, suku bunga kredit sudah alami penurunan. Akan tetapi penurunannya sangat pelan, belum sampai di bawah 10% sesuai keinginan Presiden Jokowi. Maka dari itu, BI, OJK dan beberapa menteri ekonomi dipanggil Jokowi.Kepada Jokowi, Agus juga melaporkan pertumbuhan kredit perbankan hingga Juli 2017, di mana secara tahun kalender hanya tumbuh 3,1%."Tetapi pertumbuhan kredit year to date itu mungkin cuma 3,1%. Jadi year to date itu kok pelan, gitu loh," tambah dia.Dia menyebutkan, penyaluran kredit yang pelan dikarenakan perbankan cenderung melihat dari risiko meningkatnya kredit macet (Non Performing Loan/NPL). Pada awal 2017, kata Agus, tingkat NPL terus bergerak dari 2,4% naik ke 2,9%."Tetapi itu tadi kita dapat dilaporkan bahwa itu semua di dalam range yang tidak mengkhawatirkan. Tetapi kita juga tau bahwa pertumbuhan kredit yang pelan ini mungkin karena banyak dunia usaha yang masih ingin melihat bagaimana perkembangan harga komoditas," tutup dia. []detik.com

Read More »

BI: Cadangan Devisa RI US$ 127 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Juli 2017 tercatat US$ 127,8 miliar. Ini merupakan cadangan devisa terbesar sepanjang sejarah Indonesia."Cadev kita di 2017 ini adalah yang tertingi selama sejarah ekonomi Indonesia mencapai US$ 127,8 miliar," kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, ditemui di Gedung DPR, Senin (28/8/2017).Posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2017 itu cukup untuk membiayai 9,0 bulan impor atau 8,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.Cadangan devisa yang terus bertambah itu juga sejalan dengan nilai tukar rupiah yang lebih stabil terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tahun ini."Ini yang kami sampaikan, perencanaan 2018 sudah kami suguhkan dalam dokumen, kita harapkan nanti kalau anggaran ini bisa dibahas, disetujui, akan membuat lembaga negara BI bekerja dengan baik untuk menjalankan fungsi, moneter, makro prudensial, dan peredaran rupiah," jelasnya. [detik.com]

Read More »

Menteri PPN: Masyarakat Indonesia Terlalu Bergantung pada Subsidi

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan kendala terbesar dalam mencapai target pembangunan terutama indeks pembangunan manusia.Bagi dirinya kendala terbesar datang dari kebiasaan masyarakat terhadap subsidi yang diberikan pemerintah. Menurut Bambang, kebiasaan tersebut membuat masyarakat terus menerus beergantung pada subsidi.Padahal, saat ini pemerintah tengah mengurangi subsidi yang dianggap tak tepat sasaran dan konsumtif untuk dialihkan pada kegiatan yang lebih produktif."Mungkin yang paling sulit adalah kita sudah terbiasa sangat lama dengan mengandalkan subsidi yang larinya hanya ke harga komoditas, apakah itu BBM atau pupuk," kata Bambang dalam wawancara khusus bersama Metrotvnews.com, di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat.Oleh karena itu, lanjut Bambang, pemerintah mencoba mmperbaiki kualitas pembangunan manusia dengan carabaru yakni bantuan tepat sasaran. Kendati demikian memang diakui dia, tantangannya yakni memastikan data yang kuat dan terus menerus diverifikasi."Pasti ada kesalahan sana sini yang harus terus diperbaiki,' tutur dia.Selain itu, Pemerintah juga melakukanya dengan memperbaiki mekanisme penyaluran dari dalam bentuk barang yang selama ini tak tepat sasaran menjadi bantuan nontunai. Namun tentu harus juga dipahami bahwa tidak semua masyarakat Indonesia siap dengan mekanisme seperti itu."Mekanisme model pembelian secara langsung masih terjadi, itu yang kadang-kadang enggak optimal," jelas dia. [metrotvnews.com]

Read More »