Gaya Ibu Iriana Jokowi Belanja, Tak Dikawal dan Ngaku Ibu Rumah Tangga

Iriana Jokowi membeli dompet dan memesan tas di sebuah galeri kerajinan kulit ikan pari di Boyolali. Iriana datang tanpa pengawal dan tampil sederhana, sampai-sampai pemilik galeri meragukan tamunya adalah Ibu Negara. Model tas jinjing yang dipilih Ibu Iriana Dari foto yang ditunjukkan pemilik galeri tersebut, Wawan Purnomo, Iriana tampak mengenakan jilbab abu-abu tanpa make up tebal. Wawan berccerita, Iriana yang datang pada Jumat (15/9) sekitar pukul 10.00 WIB datang hanya bersama sopirnya.Meski dalam hati Wawan merasa yang datang tersebut adalah Iriana, tapi dia sempat ragu untuk memastikannya.Model dompet yang dibeli Ibu Iriana Hanya saja, hal itu tak berani dia ungkapkan langsung kepada Iriana. Selain itu dia juga tidak mengira sama sekali Iriana akan datang langsung ke rumahnya untuk membeli tas hasil kerajinannya.Di awal-awal kedatangan Iriana, Wawan sempat menanyakan tentang pekerjaan kepada tamunya tersebut. Namun dijawab Iriana Jokowi, kalau dirinya hanya merupakan ibu rumah tangga."Saat itu Ibu Iriana hanya mengaku kalau dari Solo, ibu rumah tangga," terang pemilik Zalfa Leather ini, Senin (18/9/2017). Sekitar satu jam di tempat tersebut, di sela-sela Iriana memilih tas dan dompet akhirnya Wawan memberanikan diri untuk memastikan bahwa yang datang tersebut benar Iriana Jokowi.Tas pesanan Ibu Iriana Jokowi sedang dikerjakan oleh pengrajin Boyolali"Baru di akhir-akhir baru saya tanya. 'Maaf Ibu mirip ibu Iriana'. Terus dijawab, 'Iya pak saya ibu Iriana'. Setelah itu saya mau tanya-tanya lebih jauh malah takut. Seperti nggak percaya kerawuhan (kedatangan) ibu Presiden. Yang bikin ragu itu karena tidak ada pengawalan," kata Wawan.Iriana saat itu langsung membeli 4 dompet kulit ikan pari. Harganya per buah dibanderol Rp 350 ribu.Selain itu, Iriana juga memesan sebuah tas jinjing kulit ikan pari berwarna hitam. Saat ini para pengrajin sedang mengerjakan tas kulit ikan pari pesanan Iriana Jokowi. Wawan meminta waktu satu pekan untuk menyelesaikan tas seharga Rp 1 jutaan ini. [detik.com]

Read More »

Fahri Hamzah Minta Presiden Jokowi Terima Kunjungan Pansus Angket KPK

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta Presiden Joko Widodo menerima Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ingin konsultasi dengan Presiden.Fahri mengatakan, tanggung jawab tertinggi pemberantasan korupsi di Indonesia ada pada pundak Presiden. Oleh karena itu, kata dia, Presiden seharusnya menerima keinginan Pansus untuk bertemu dan berkonsultasi."Kalau Presiden menganggap pemberantasan korupsi bukan urusan dia, ya ngapain jadi Presiden? Terus pemberantasan korupsi urusan siapa dong? Urusan Johan Budi? Febri Diansyah? Enak aja. Ini korupsi masalah besar," ujar Fahri, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/9/2017).Fahri mengatakan, konsultasi Pansus dengan Presiden merupakan bagian dari upaya membentuk tata kelola penegakan hukum yang baik, khususnya dalam pemberantasan korupsi.Pansus telah menyusun temuan selama rapat dengar pendapat dengan berbagai narasumber. Ia menilai, temuan tersebut akan sangat signifikan dalam membangun tata kelola pemberantasan korupsi yang baru.Fahri menganggap, dengan semakin gencarnya penangkapan yang dilakukan justru memperlihatkan kegagalan pemberantasan korupsi oleh KPK."Kan bagian dari temuan itu akan berefek pada penataan kelembagaan. Presiden itu pemilik hak politik regulasi, hukum. Kalau Presiden mengatakan ini saya tutup, saya buka, instrumennya ada di dia semua," kata Fahri."Kalau dia bilang satu lembaga dibuat secara undang-undang, dia mau tutup dia buat Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang). Perppu dia teken sendiri kok," lanjut politisi yang dipecat PKS itu.Sebelumnya, Fahri membenarkan adanya surat dari Panitia Khusus Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan diteruskan kepada Presiden Jokowi.Ia mengatakan, surat tersebut akan dibahas dalam Rapat Pimpinan (Rapim), Selasa (19/9/2017)."Mudah-mudahan kalau besok dalam Rapim oke, lalu kami menyiapkan secara administrasi untuk mengirim surat dan menyampaikan ke Presiden," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/9/2017).Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK, Taufiqulhadi mengatakan, surat telah dikirimkan kepada Pimpinan DPR untuk diteruskan kepada Presiden.Pansus berharap rapat konsultasi dapat dilakukan sebelum masa akhir kerja Pansus Angket, yakni 28 September 2017."Kami telah mengirimkan surat kepada pimpinan DPR, meminta agar mengirim surat kepada Presiden segera untuk mengagendakan rapat konsultasi antara Presiden dan pansus," kata Taufiqulhadi dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/9/2017). [kompas.com]

Read More »

Saracen Dikendalikan Parpol

Perlahan tapi pasti tabir aktor di balik Saracen mulai tersingkap. Kasubdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar mengaku menemukan titik terang orang atau pengendali utama kelompok yang memproduksi ujaran kebencian itu. "Saracen hanya satu dari sekian kelompok yang dikelola dan didanai kelompok besar. Pengendali kelompok besar itu seorang politikus yang berasal dari sebuah partai politik. Dari analisis dan hasil pemeriksaan yang kami lakukan, nanti ketahuan," kata Irwan dikutip dari Media Indonesia, Selasa 19 September 2017. Irwan melanjutkan, kelompok-kelompok yang bermunculan sejak lima tahun lalu itu terhubung satu sama lain."Semuanya berpusat ke satu kelompok di atasnya dan ada ruang-ruang yang menghubungkan antarmereka," tambah dia. Sebelumnya, polisi menangkap Jasriadi, Muhamad Faizal Tanong, dan Sri Rahayu Ningsih pada rentang 21 Juli-7 Agustus 2017 serta Asma Dewi di 8 September 2017.Asma Dewi, ternyata terhubung dengan Saracen, terutama dengan Jasriadi. Hal tersebut diketahui dari bukti transaksi senilai Rp75 juta untuk menggunakan jasa Saracen.Mengenai tersangka Jasriadi, lanjut Irwan, penyidik telah membuktikan yang bersangkutan memiliki relasi luas dengan politikus dan media massa. Hubungan itulah yang membuat Jasriadi memiliki keterampilan menulis dan melek politik."Dia belajar autodidak. Jasriadi bahkan membuat pelatihan khusus cara-cara menulis ujaran kebencian di Hambalang. Dia sempat hendak menjadi pemateri sebuah pelatihan, tetapi keburu kami tangkap. Kami fokus pada tindak pidana yang dilakukannya," ujar Irwan.Irwan menambahkan, Saracen kerap mengubah nama dalam kegiatannya menyebarkan ujaran kebencian. Beberapa nama mereka antara lain Keranda Ahok Jokowi, Pendukung Anies-Sandi, Saracen, dan NKRI Harga Mati."Kami telusuri semua itu. Sekarang kan dampaknya," imbuh dia. Berkas lengkapKabag Penum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul menambahkan, berkas perkara atas nama Muhammad Faizal Tanong telah lengkap dan segera masuk ke tahap penuntutan."Jumat (15/9) kejaksaan memberi tahu berkas tersangka sudah lengkap atau P-21. Berkas Jasriadi masih harus dilengkapi. Kejaksaan telah menerima berkas tersangka Sri Rahayu Ningsih dengan dugaan penghina Presiden melalui Facebook. Adapun penyerahan tersangka dan barang bukti dilaksanakan Selasa (26/9)," ungkap Martinus.Jaksa Agung M Prasetyo mengakui pihaknya sudah meminta fatwa dari Mahkamah Agung untuk menggelar persidangan Sri Rahayu Ningsih di PN Jakarta Selatan kendati peristiwanya (locus delicti) berlangsung di Cianjur, Jawa Barat.Sri Rahayu Ningsih menjadi tersangka dalam dua kasus, yaitu penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo di jejaring sosial Facebook dan keterlibatannya sebagai pengelola Grup Saracen.Grup Saracen diketahui membuat sejumlah akun Facebook, di antaranya Saracen News, Saracen Cyber Team, dan Saracennewscom. Kelompok Saracen diduga menawarkan jasa penyebaran ujaran kebencian bernuansa SARA di media sosial. [metrotvnews.com]

Read More »

Prabowo: Jadi Kuli Saja Indonesia Kalah Saing

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengungkapkan kondisi sebagian besar masyarakat Indonesia yang dalam keadaan sulit. Mereka banyak yang tidak mendapatkan hak-hak hidupnya."Di Jakarta saja banyak yang tidak punya air minum. Sepertiga anak di Jakarta kurang gizi, dua pertiga anak NTT juga. Sel otak mereka tidak berkembang, diperkirakan sulit lulus SD, fisik kurang kuat, otot dan tulang tidak sempurna. Menjadi kuli saja tidak bisa, kalah sama Vietnam, Thailand," sesal Prabowo kala berbicara di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia, Depok, Senin 18 September 2017.Prabowo bercerita satu waktu rekan pengusaha asal Thailand ingin menjalin kerja sama bidang perikanan dengan Indonesia. Namun ia meminta awak kapal harus didominasi kuli Indonesia. Mendengar hal itu, pengusaha itu menolak dan menyebut kuli Indonesia lemah ketimbang negara ASEAN lainnya."Excellency, I'm sorry. We tried but the Indonesia crew is weak," kaget Prabowo.Prabowo melanjutkan, kalau ada 30 awak kapal dengan 20 orangnya berasal dari Indonesia, pengusaha tersebut mengklaim produktivitas tangkapan ikannya menurun, ketimbang mempekerjakan awak kapal dari Myanmar atau Vietnam."Saya tersentak, thats all they said," tutup Prabowo.Pentingkan RakyatPrabowo berharap, ke depan sikap Indonesia bisa lebih mementingkan rakyatnya terlebih dulu dan jangan takut dibilang tidak peduli dengan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di dunia."Jadi, mau bantu Rohingya mbok bantu rakyat Indonesia dulu. Bukan kita tidak dianggap solider, kita solider, mengutuk ya mengutuk tapi juga kita koreksi diri kita," jelas dia.Prabowo bersama tokoh nasional lain seperti Ketua Dewan Penasihat Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Presiden PKS Sohibul Iman, dan Wakil Sekjen PKS Mardani Ali Sera menggalang solidaritas guna mengentaskan kejahatan kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar. [liputan6.com]

Read More »

Presiden Jokowi Minta Keraton Terlibat Dalam Pembangunan Karakter Bangsa

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo berharap keraton-keraton se-nusantara terlibat dalam pembangunan karakter bangsa. “Sehingga kita memiliki manusia-manusia yang berbudi luhur, dan tangguh serta inovatif dan kreatif,” ucap Presiden ketika memberikan sambutan pada Penutupan Festival Keraton Nusantara ke-11 yang diselenggarakan di Taman Gua Sunyaragi, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Senin malam, 18 September 2017. Selain itu, Presiden mengharapkan agar aset-aset budaya keraton mulai dari naskah-naskah kuno, benda-benda pusaka, karya-karya arsitektur sampai karya-karya seni dijaga dan dirawat dengan baik. “Jangan sampai kita justru datang ke luar negeri untuk mengapresiasi karya-karya adiluhung tersebut. Ini aset budaya yang harus kita lindungi, jaga, rawat, dan kita kembangkan lagi,” katanya. Lebih lanjut, Presiden mengingatkan bahwa banyak negara yang sektor pariwisatanya berkembang pesat hanya dengan mengangkat kekayaan tradisinya, narasi atau cerita yang menarik tentang daerah itu. “Peninggalan kita jauh lebih bagus tapi kita kurang merawatnya, mengemasnya, antara keraton dan pemerintah sehingga aset-aset keraton nusantara bisa memberikan kesejahteraan bukan hanya bagi para sultan tetapi juga bagi masyarakat di sekitar keraton dari Sabang sampai Merauke,” ujar Presiden.Di awal sambutannya, Presiden mengatakan bahwa Indonesia adalah negara dengan jejak sejarah peradaban yang besar dan gemilang. “Dulu, kapal-kapal pinisi kita, pelaut-pelaut kita mengarungi laut. Menjelajahi samudera dan bahkan sampai Benua Australia, sampai Benua Afrika,” ucap Kepala Negara. Sejarah mencatat, kebesaran Kerajaan Sriwijaya yang berhasil membangun kekuasaan dan kekuatan maritimnya, sehingga sangat disegani pada saat itu. Sejarah juga mencatat kebesaran dari Kerajaan Majapahit yang mempersatukan Nusantara. Kebesaran Samudera Pasai, kebesaran Demak, Mataram, kebesaran Maluku, Gerahada dan banyak lagi yang lain. “Semuanya mewariskan kepada kita bukan hanya nilai adiluhung, tetapi juga mewariskan cipta dan karya seni budaya. Naskah-naskah kuno, benda-benda pusaka, dan juga aset-aset budaya lainnya yang tidak ternilai harganya,” kata Presiden. Selain itu, keraton dijadikan sebagai pusat pelestarian budaya. Oleh sebab itu seluruh keluarga besar dan kerabat keraton, berperan penting dalam menjaga tradisi, menjaga nilai-nilai luhur sejarah dan nilai-nilai yang ada di dalam keraton. “Peran historis ini masih harus kita jaga bersama-sama. Dan untuk memainkan peran tersebut, keraton bersama pemerintah harus bersama-sama menata diri. Menyesuaikan dengan perkembangan zaman, tetapi tetap memegang nilai-nilai tradisi dan budaya,” ucapnya. Lebih jauh Presiden mengatakan bahwa para sultan, raja, pangeran, permaisuri, warisan peradaban Nusantara bisa menjadi modal budaya untuk menghadapi tantangan bangsa ini, baik saat ini maupun di masa mendatang. “Kekayaan budaya keraton Nusantara harus kita lihat untuk meraih kemajuan sebagai bekal kita untuk melangkah maju. Sebagai modal penyemangat persaingan global yang semakin sengit,” tuturnya. Untuk itu Presiden berharap Festival Keraton Nusantara ini bukan semata-mata dimaksudkan sebagai ajang pariwisata daerah atau mengapresiasi kekayaan keraton se-Nusantara. “Tetapi juga digunakan untuk mengukuhkan kontribusi keraton-keraton Nusantara bagi kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya. Kepala Negara juga menitipkan pesan kepada pada para sultan, raja, pangeran, permaisuri, serta pemangku adat keraton untuk menggalang persatuan, menjaga kerukunan, menjadi perekat kebhinnekaan serta memperkokoh NKRI.Tampak hadir mendampingi Presiden, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief NatadiningratFestival Keraton Nusantara digelar di Kota Cirebon mulai 15 – 19 September 2017 dan diikuti oleh sultan dan raja se-Nusantara.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Di Depan Raja se-Nusantara, Presiden Jokowi Minta Persatuan Indonesia Dijaga

Presiden Joko Widodo mengajak para raja, sultan, permaisuri, serta seluruh keluarga kerajaan se-Nusantara untuk menjaga persatuan. Hal ini disampaikan Jokowi saat menutup acara Festival Keraton Nusantara (FKN) ke-11 di Goa Sunyaragi, Kesambi, Cirebon, Jawa Barat, Senin (18/9/2017)."Saya titip krpada para sultan, raja, pangeran, permaisuri, serta pemangku adat keraton, bersama-sama yang lainnya untuk menggalang persatuan, menjaga kerukunan, menjadi berkat kebinnekaan serta memperkokoh NKRI yang kita cintai bersama-sama," kata Jokowi.Jokowi hadir dalam acara tersebut dengan mengenakan pakaian adat sunda, lengkap dengan tutup kepala, baju beskap, dan sarung kain batik. Jokowi didamping Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto."Saya juga berharap keraton-keraton Nusantara terlibat pembangunan karakter bangsa. Sehingga kita memiliki manusia-manusia yang berbudi luhur, dan tangguh serta inovatif dan kreatif," ucap Jokowi.Jokowi menegaskan bahwa Indonesia memiliki jejak peradaban kerajaan yang luar biasa. Misalnya saja, dahulu kapal-kapal Pinisi Nusantara sudah bisa menjelajah lautan dari samudera, bahkan benua."Bahkan sampai Benua Australia, sampai Benua Afrika," ucap Jokowi.Sejarah juga mencatat, kebesaran Kerajaan Sriwijaya yang berhasil membangun kekuasaan dan kekuatan maritimnya, sehingga sangat disegani pada saat itu."Sejarah juga mencatat kebesaran dari Kerajaan Majapahit yang mempersatukan Nusantara. Kebesaran Samudera Pasai, kebesaran Demak, Mataram, kebesaran Maluku, dan banyak lagi yang lain," ucap Jokowi. [kompas.com]

Read More »

74 Ton Bantuan dari Indonesia Tiba di Bangladesh

Bantuan kemanusiaan seberat 74 ton dari Indonesia untuk para pengungsi telah tiba di Bangladesh. Seluruh bantuan dibawa bertahap sebanyak delapan kali dengan pengiriman menggunakan pesawat C-130 milik TNI AU.Bantuan yang tiba hari ini akan dibawa ke gudang penyimpanan di Cox's Bazar, yang kemudian didistribusikan ke lokasi pengungsian. Untuk hari ini, bantuan beras telah didistribusikan ke sejumlah titik kamp pengungsi. Distribusi terutama dilakukan di kamp-kamp sementara Kutupalong 1 dan 2 dan Balukhali."Bantuan kemanusiaan sebesar 74 ton telah tiba di Bangladesh. Seluruh bantuan dibawa bertahap dalam delapan sortie pengiriman dengan pesawat C-130 milik TNI AU," ujar Dubes RI untuk Bangladesh Rina P Soemarno dalam siaran pers kepada detikcom, Senin (18/9/2017).Beras bantuan Indonesia yang diambil dari gudang di Cox's Bazar disalurkan kepada 120 ribu pengungsi dalam bentuk beras dan nasi yang sudah dimasak.Kondisi hujan deras di Cox's Bazar, khususnya di sekitar lokasi pengungsian, membuat proses distribusi sempat terhambat. Additional Deputy Commissioner of Cox's Bazar, Mahidur Rahman, mengatakan fokus penyaluran bantuan hari ini hanya berupa beras dan dipusatkan di Kamp Kutupalong. Bantuan kemanusiaan tersebut berupa beras (30 ton), selimut (14 ribu), sarung (17.400) makanan siap saji (2.490 paket), generator listrik (10 set), tenda besar (20 unit), tanki air fleksibel (10 unit), family kit (850 paket), pakaian (900 paket), gula pasir (1 ton), minyak goreng (325 boks), dan biskuit (2.000 boks).Bantuan Indonesia sebanyak 20 ton yang tiba dengan dua pesawat C-130 Hercules TNI AU hari ini akan disimpan terlebih dahulu di gudang Bandara Chittagong menunggu customs clearance, untuk kemudian dipindahkan ke gudang Pemerintah District Administration di Cox's Bazar. Pada hari ini pula, relawan Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar telah tiba di Dhaka untuk memulai memberikan dan menyalurkan bantuan kepada pengungsi etnis Rohingya dari Rakhine State yang sekarang mengungsi di Bangladesh. [detik.com]

Read More »

Bantah Pencitraan, Jusuf Kalla: Bantuan ke Rohingya Bentuk Tanggung Jawab

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyebut pengiriman bantuan ke Rohingya sebagai bentuk pencitraan. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut pengiriman bantuan itu sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah atas bantuan masyarakat."Pemerintah selalu berbuat dan selalu ingin buat tindakan itu yang baik juga diketahui rakyat, sebagai pertanggungjawaban," kata JK di sela-sela kunjungannya di New York, Amerika Serikat, Senin (18/9/2017)."Jadi antara pencitraan dan informasi beda sedikit. tapi tergantung niatnya. Kalau pemerintah niatnya bahwa yang pajaknya dibayarkan orang, apa yang disumbangkan itu terlaksana," sambungnya.JK secara tegas membantah tuduhan Prabowo itu. Jikapun disebut sebagai pencitraan, JK menyebut hal itu sebagai pencitraan yang positif."Ini serbasalah, diam-diam dikritik dan terbuka dikritik. Tidak apa-apalah. Indonesia juga penting kritikan seperti itu, supaya pemerintah lebih bekerja proporsional, jangan berlebihan," ucapnya.Tidak hanya itu, pengumuman bantuan ke Rohingnya juga berefek pada pengamanan dalam negeri. Hal ini untuk mencegah aksi-aksi berlebihan kepada Rohingya di dalam negeri."Kalau diam, tidak publikasi, bisa jadi rakyat sendiri bertindak. Bisa kepung Kedutaan Myanmar," sebut JK. [detik.com]

Read More »

Saat Presiden Jokowi Takut Lupa Bahasa Jawa

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo membagikan Sertifikat Hak Atas Tanah untuk warga Magelang, Jawa Tengah. Jokowi lebih banyak menggunakan bahasa Jawa saat berinteraksi dengan warga.Dalam sambutannya, Jokowi memulai sapaan menggunakan bahasa Jawa. "Sugeng injing?" kata Jokowi di Drh Supardi, Magelang, Jawa Tengah, Senin (18/9/2017).Jokowi mengkau sengaja berbahasa Jawa karena khawatir bisa lupa. Sebab, dirinya selalu berkunjung ke daerah-daerah seluruh Indonesia dan mempelajari bahasa di sana."Saya itu kalau nggak pakai-pakai bahasa Jawa bisa lupa saya, karena sering ke Papua beda, ke Aceh beda, ke Sumatera beda lagi, ke Sunda beda lagi, biar nggak lupa saya pakai ke ibu dan bapak," kata Jokowi.Jokowi mengatakan ada 4.212 sertifikat yang diserahkan ke warga Magelang. Dia meminta warga menunjukkan sertifikat yang telah diterima.Menurut Jokowi, persoalan sengketa lahan yang terjadi karena banyak masyarakat yang belum memiliki sertifikat tanah."Saya datang dari Sabang sampai Merauke keluhannya sengketa tanah. Saya perintahkan ke Pak Menteri BPN, percepat penyerahan sertifikat untuk rakyat," katanya.Jokowi menargetkan tahun ini pemerintah akan mengeluarkan 5 juta sertifikat tanah. "Tahun depan 7 juta, tahun depannya lagi 9 juta biar cepat," katanya.Jokowi meminta warga yang sudah mendapatkan sertifikatnya agar dijaga dengan baik. Sertifikat tersebut harus diberi plastik/laminating agar tak mudah basah dan rusak. Dia juga meminta agar sertifikat tersebut difoto copy."Kalau hilang, urus kantor BPN lebih cepat," katanya..Dia juga mengatakan, jika warga ingin menggadaikan sertifikat tersebut ke bank untuk meminjam uang, tidak apa. Asal ada hitungan yang jelas dan kesiapan untuk melunasi."Setuju mboten? Setuju ora?" kata Jokowi ke warga. Warga pun menjawab setuju. [detik.com]

Read More »

Politisi Gerindra Nilai Presiden Jokowi Harusnya Datang Langsung Bantu Rohingya

Foto : Biro Pers SetpresKetua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan, pernyataan Prabowo soal bantuan untuk pengungsi Rohingya bukan bermaksud menyerang Presiden Joko Widodo.Hal itu disampaikan Riza menanggapi pernyataan Prabowo dalam Aksi Bela Rohingya di Jakarta pada Sabtu (16/9/2017). Saat itu, Prabowo mengatakan bantuan pemerintah untuk Rohingya hanya pencitraan.Riza menyatakan, Prabowo bermaksud mengingatkan Presiden Jokowi untuk menunjukkan kebesaran Indonesia. Caranya, yakni memimpin langsung pengiriman bantuan ke sejumlah lokasi pengungsi Rohingya, salah satunya di Banglades."Jokowi datang ke Rohingya, jangan kirim Menlu (Menteri Luar Negeri Retno Marsudi). Lain. Jangan kirim Wapres ke OKI (Organisasi Konferensi Islam), beda. Harus Presiden," kata Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/9/2017).Ia lantas membandingkan Jokowi dengan Presiden kedua RI Suharto. Menurut Riza, Suharto lebih berani ketimbang Jokowi dalam menghadapi situas seperti ini.Riza mengatakan, saat terjadi pembantaian di Bosnia, Suharto datang langsung ke negara pecahan Yugoslavia itu. Sedangkan, Jokowi justru tidak datang ke Myanmar.Ia meyakini kebesaran Indonesia akan lebih terlihat jika Jokowi datang langsung."Pak Harto aja berani ke medan perang loh, kalau ke Myanmar tuh bukan medan perang itu, bukan pertempuran itu, itu pembasmian, datang. Itu yang dimaksud Prabowo," ucap Riza.Prabowo sebelumnya menganggap bantuan kemanusiaan yang diberikan Indonesia untuk pengungsi Rohingya di Rakhine State, Myanmar adalah bentuk pencitraan Presiden Joko Widodo."Kalaupun kita sekarang kirim bantuan, menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang. Jadi saudara-saudara di sini saya harus kasih tahu supaya tidak emosional," kata Prabowo di Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (16/9/2017).Padahal, menurut Prabowo, langkah yang bisa dilakukan Pemerintah Indonesia untuk membantu Rohingya adalah dengan menjadikan Indonesia sebagai negara yang disegani di dunia."Percaya sama saya, kalau kita kuat, kaum Rohingya kita bantu, kita beresin. Kita harus kuat untuk bantu orang lemah, tidak bisa lemah bantu lemah, miskin bantu miskin," ucap dia.Adapun, saat ini sebanyak 54 ton bantuan Indonesia untuk pengungsi Rohingya sudah tiba di Banglades dan dijadwalkan sudah didistribusi hari ini.Bantuan kemanusiaan itu terdiri dari makanan siap saji, paket sembako, family kit, tangki air, tenda untuk pengungsi, pakaian anak serta selimut.Bantuan itu diberangkatkan usai Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berkomunikasi dengan Pemerintah Banglades dan Pemerintah Myanmar mengenai bantuan yang paling dibutuhkan pengungsi.Bantuan ini bukanlah yang terakhir. Pemerintah terus menghimpun bantuan kemanusiaan untuk didistribusikan untuk ratusan ribu pengungsi Rohingya. [kompas.com]

Read More »