Home / Uncategorized (page 5)

Uncategorized

Pemblokiran Situs Negatif Bukan Target Utama Menkominfo

Situs internet berkonten negatif semakin merebak seiring perkembangan teknologi. Meski demikian, pemblokiran situs-situs tersebut bukan merupakan target utama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).Menkominfo, Rudiantara, justru mengajak masyarakat yang berperan aktif memerangi konten negatif. Pemblokiran merupakan langkah terakhir yang dilakukan pemerintah."Jumlah situs yang diblokir bukan tujuan utama Kominfo, itu sebetulnya upaya yang terakhir. Yang utama kita lakukan adalah pendekatan ke hulu, bagaimana memberdayakan masyarakat agar mampu memilah dan memilih konten di dunia maya," kata Rudiantara di Solo, Kamis (23/11/2017).Menurutnya, upaya sterilisasi tidak akan menghentikan penyebaran konten negatif. Justru dengan edukasi, konten negatif menjadi tidak dibutuhkan masyarakat."Yang kita utamakan literasi-literasi. Jangan membuat masyarakat steril, tapi imun, artinya kebal. Karena konten negatif tidak bisa 100 persen dihilangkan, difilter bagaimanapun tidak bisa steril 100 persen," kata dia.Pemerintah pun memiliki program gerakan #SiBerkreasi sebagai wadah literasi masyarakat di dunia maya. Gerakan tersebut merupakan tempat bagi seluruh kalangan masyarakat berkreasi membuat konten-konten positif."Kami ada gerakan #Siberkreasi, siapa saja bisa masuk, dari pemerintah, LSM, perguruan tinggi, aktivis, artis, korporasi. Semua bersama-sama bergerak memerangi konten negatif," ungkapnya. [detik.com]

Read More »

Jurus Menhub Bereskan Masalah 1.000 Pilot Nganggur

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, telah mendapat informasi 1.000 pilot pemula masih menganggur. Budi Karya pun sudah punya jurus untuk mengatasi masalah ini, apa jurusnya?"Jadi saya memang berusaha mengatur ini. Jadi nanti dari 1.000 pilot akan dites 200-300. Saya didik kembali baru ditawarkan pada airline," ujar Budi di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (23/11/2017).Menurut Budi, masalah pilot pemula nganggur juga tak terlepas dari kualitas sekolah penerbangan."Problemnnya gini, sekolah-sekolah terlalu banyak mengeluarkan, dan kualifikasi sekolah tidak maksimal sehingga secara kualitas tidak maksimal. Jadi penerbangna mau memilih juga jarus berpikir, karena itu kita tidak salahkan semua pihak, kita pilih 200-300 terbaik dari 1.000," terang Budi."Setelah itu, kita tes ke penerbangan, kalau bagus bisa jalan," lanjut mantan Dirut PT Angkasa Pura II.Selain itu, jumlah sekolah penerbangan yang ada juga akan dikurangi hingga separuhnya, sehingga nanti tersisa yang benar-benar berkualitas."Ke depan saya lagi mengkonsolidasikan sekolah tersebut, kita minta jumlah sekolah bekrurang jadi separuh bisa berbagai cara, sehinngga jumlah pengeluaran bisa diatur," tutup Budi. [detik.com]

Read More »

17 Juta WNI Belum Punya KTP Elektronik

Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri mencatat ada 17 juta warga negara Indonesia yang belum mempunyai KTP-el.Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh mengakui hal tersebut. Menurutnya ada tiga bagian dari 17 juta itu yang harus ditelaah lebih lanjut."Iya (17 juta), itu yang 6 juta tinggal cetak, 4 jutaan sudah masuk proses penunggalan dan sudah masuk dalam sistem. Yang perlu upaya itu 7 juta penduduk yang belum rekam," kata Zudan di kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis 23 November 2017.Zudan menjelaskan, ada beberapa langkah yang ditempuh supaya 7 juta perekam ini mau mendapat haknya. Pertama yakni membangun ekosistem pemanfaatan data tunggal di KTP-el.Mulai dari operator telekomunikasi hingga sistem perbankan telah bekerjasama dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri.Hingga kini ada 602 Kementerian atau lembaga yang telah bekerjasama. Bahkan hingga klaim asuransi juga telah memanfaatkan data tunggal kartu penduduk. Kini, Dukcapil tengah mendorong pihak-pihak yang telah bekerjasama menggunakan card reader."SIM menggunakan data KTP-el, asuransi klaim juga pakai KTP-El dan berbagai lembaga juga diminta pakai card reader," ungkap Zudan.Pendekatan kedua selain membangun ekosistem adalah mekanisme jemput bola, seperti beberapa waktu lalu di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), masyarakat terdekat bisa mendatangi both Dukcapil untuk mengurus KTP-el. Ke depan Zudan mengatakan pihaknya akan menggelar kegiatan serupa.Tidak hanya itu, Zudan juga menawarkan instansi untuk bekerjasama dengan Dukcapil dalam melakukan pengurusan KTP-el karyawannya masing-masing."Rekan-rekan enggak usah khawatir, kantor-kantor yang pegawainya belum rekam segera undang dinas dukcapil daerah. Metro kapan, katanya mau undang kita rekam di kantor," pungkas Zudan. [metrotvnews.com]

Read More »

Presiden Jokowi Minta Ulama NU Beri Rekomendasi Penanganan Ormas Intoleran

Foto : Biro Pers SetpresPara ulama menggelar Musyawarah Nasional (munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap para ulama NU tersebut bisa menghasilkan kesepakatan yang bisa direkomendasikan ke pemerintah."Saya mohon, di munas ini agar pembahasannya disampaikan ke kami rekomendasi-rekomendasi terutama yang berhubungan dengan pemerintah," kata Jokowi di lokasi Munas Ulama Alim Ulama Konbes NU di Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (23/11/2017).Jokowi meminta agar di munas alim ulama tersebut juga membahas soal gerakan radikalisasi dan intoleran. "Yang berkaitan dengan gerakan radikalisme dan intoleran, apa yang harus dilakukan pemerintah. Karena pegangan kita sekarang sudah kuat ada undang-undangnya," kata Jokowi.Jokowi juga mengatakan, dirinya telah meminta jajaran menteri Kabinet Kerja untuk menindak tegas terhadap aliran radikal dan intoleran yang ada di Indonesia. "Saya sudah minta kepada seluruh jajaran pemerintahan agar tegas dan tidak memberikan toleransi terhadap aliran aliran radikal, aliran-aliran yang intoleran yang ada di negara kita apapun organisasinya," tegas Jokowi.Selain itu, Jokowi juga mengatakan pemerintah menunggu rekomendasi mengenai ekonomi umat. Terlebih saat ini pemerintah tengah menggalakkan program redistribusi aset kepada umat."Kami tunggu bagaimana implementasi di lapangan, bagaimana bank umum syariah nanti bisa membackup, atau bank konvensional bisa membackup agar lahan-lahan yang sudah terdistribusi itu betul-betul bisa produktif dan bermanfaat bagi umat. Sesuatu yang tidak mudah, gampang direncanakan, gampang diputuskan," jelas Jokowi.

Read More »

Presiden Jokowi akan Disambut sebagai Raja di Pesta Adat Pernikahan Putrinya

Presiden Joko Widodo akan mengikuti rangkaian pesta adat Mandailing di pernikahan putrinya, Kahiyang Ayu, dengan suaminya Bobby Nasution. Namun Jokowi tak datang sebagai mertua, melainkan sebagai raja."Pak Jokowi datang bukan sebagai orang, tetapi sebagai raja," kata Pemangku Adat Tapanuli Selatan, Pandapotan Nasution, dalam jumpa pers di media center, Bukit Hijau Regency Taman Setia Budi (BHR Tasbi), Medan, Kamis (23/11/2017).Jokowi datang pada Mata Ni Horja alias Puncak Acara, pada Sabtu (25/11) lusa, pukul 09.00 WIB. "Dia disambut dengan upacara kebesaran," kata Pandapotan.Musik Gordang Sambilan akan bertalu-talu menyambut kedatangan Raja Jokowi. Pria asal Surakarta, Jawa Tengah, itu kemudian disuguhi sirih tanda selamat datang.Ada Tortor mundur yang mengantar Jokowi sampai ke gelanggang acara di dalam tenda besar. "Setelah sampai ke gelanggang, kemudian diulosi oleh raja-raja adat," kata Pandapotan.Bukan hanya Jokowi, tapi Iriana Jokowi juga akan diberi kain khas Batak itu. Jokowi dan Iriana akan ikut manortor alias menari Tortor mengenakan ulos itu.Acara bakal terus berlanjut dengan prosesi marpangir alias mandi secara adat untuk Bobby dan Kahiyang. Ini adalah proses yang menandai hanyutnya masa remaja Bobby dan Kahiyang. Mereka akan dianggap sebagai orang tua seusai prosesi ini."Saat berangkat marpangir, Kahiyang di depan, dipayungi, di belakangnya ada Bobby Afif. Setelah marpangir, susunannya adalah Bobby di depan (Kahiyang di belakang)," kata dia.Mereka berjalan kembali ke gelanggang prosesi adat di dalam tenda. Di situlah akan diberikan gelar adat kepada Bobby dan Kahiyang. Disusul kemudian, ada upacara mangupa alias doa restu, disampaikan dengan sastra Mandailing.Ada pula ajar poda alias nasihat kepada mempelai. Tortor Somba, mayonda gondang, dan pekik horas tiga kali bakal menutup rangkaian acara adat ini.Jokowi, dalam rangkaian adat ini, dianggap sebagai raja, bukan sekadar mertua. Soalnya, mertua dalam konsep adat ini adalah pihak keluarga ibu Bobby yang bermarga Siregar. Kahiyang pun sudah diberi boru Siregar.Selain Jokowi, ada raja-raja dari seluruh komponen etnis Batak Mandailing dan non-Mandailing. Raja-raja Angkola, Sipirok, dan Mandailing bakal hadir. [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi Apresiasi Peran NU bawa Semangat Persatuan Bangsa

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo mengapresiasi peran Nahdlatul 'Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang berhasil membawa semangat persatuan dalam kehidupan masyarakat di Tanah Air.Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang digelar pada Kamis, 23 November 2017 di Masjid Raya Hubbul Wathan, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). "Kita ini dilihat oleh negara lain sebagai negara yang tidak punya kepentingan, netral, dingin, dan sejuk disebabkan karena organisasi terbesar di Indonesia adalah Nahdatul Ulama," ujar Presiden.Lebih lanjut Presiden menyebutkan bahwa salah satu negara yang menyampaikan kekagumannya terhadap Indonesia adalah Afghanistan, yang saat ini sedang mengalami pertikaian dan perang sejak tahun 1973 hingga sekarang.“Presiden Afghanistan menyampaikan kepada saya agar Indonesia mau berperan dalam perdamaian dan rekonsiliasi di Afghanistan," tutur Presiden.Keinginan Presiden Afghanistan tersebut disambut baik oleh Presiden Jokowi. Pemerintah Indonesia siap membantu perdamaian dan rekonsilasi di Afghanistan.Indonesia juga akan berbagi pengalaman di bidang perdamaian dan rekonsiliasi. Bahkan kerja sama antar ulama dari kedua negara akan ditingkatkan guna menyebarkan Islam yang Rahmatan Lil 'Alamin.Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi berharap Munas NU kali ini akan menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk pemerintah dalam menindaklanjuti gerakan radikalisme dan intoleran agar tidak berkembang di Indonesia."Saya juga sudah minta kepada jajaran agar tegas pada aliran radikal dan intoleran apapun organisasinya karena kita dilihat diluar sangat baik," ungkapnya.Selain itu, Presiden juga berharap Munas NU kali ini menghasilkan rekomendasi untuk pemerintah terkait persoalan ekonomi umat dan redistribusi aset. Hal ini dikarenakan pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah benar-benar bermanfaat untuk masyarakat.Mulai dari pembagian sertifikat hak atas tanah kepada sejumlah koperasi pesantren hingga membuka sejumlah bank wakaf mikro untuk mendorong pengusaha kecil serta meningkatkan perekonomian umat."Usaha-usaha ini perlu juga masukan dan pemikiran dari Munas serta Konbes sehingga apa yang kita lakukan betul bisa mendampingi umat, memberikan dorongan kepada umat, dan untuk menyejahterakan umat," ucap Presiden.Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala BIN Budi Gunawan, Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Muhammad Zainal Majdi, Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin dan Ketua Umum PB NU KH Said Aqil Siradj.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Selain Anies-Sandi, Reuni Akbar Alumni 212 Juga Undang Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo diundang untuk menghadiri Reuni Akbar Alumni 212 yang akan diselenggarakan di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017) besok. Kegiatan itu dilakukan untuk memperingati satu tahunnya aksi 212."Presiden (Jokowi) kita undang, Kapolri kita undang, Panglima TNI kita undang," ujar Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif, saat dihubungi, Kamis (23/11/2017).Slamet mengatakan, undangan untuk Jokowi belum diserahkan. Sebab, undangan untuk VIP baru selesai pagi ini."Insya Allah proses pengiriman mulai nanti sore atau besok pagi. Kalau sudah diterima kita konfirmasi," ucap dia.Selain Jokowi, Kapolri dan Panglima TNI, alumni 212 juga mengundang Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Menurut Slamet, undangan keduanya telah dikirimkan.Slamet mengklaim acara ini akan dihadiri jutaan orang. Mereka datang dari Jakarta maupun dari luar daerah.Kegiatan tersebut akan dimulai dengan shalat Subuh berjamaah dan diakhiri dengan shalat Zuhur berjamaah. Selain acara keagamaan, dalam acara itu juga akan diselenggarakan bakti sosial.Alumni 212 berencana menggelar kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Reuni Akbar Alumni 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat pada Sabtu (2/12/2017). Kegiatan itu dilakukan untuk memperingati satu tahunnya aksi 212.Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis meminta aksi tersebut sebaiknya digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat."Kalau bisa, (kami) mengajak rekan-rekan ini sudah lakukan saja di dalam Istiqlal supaya aman terkendali. Teman-teman Polri, TNI juga siap mengamankan dengan baik," ujar Idham di Mapolda Metro Jaya, Selasa (21/11/2017).Kendati begitu, jika massa tetap bersikeras melangsungkan kegiatan itu di dalam Monas, kata Idham, Polri dan TNI siap mengamankan aksi itu. Dia mengaku telah menyiapkan rencana pengamanannya. [kompas.com]

Read More »

Saat Santri Kembar Membaca Pancasila di Depan Presiden Jokowi

Foto : Biro Pers SetpresAda yang berbeda saat Presiden Joko Widodo mengadakan kuis berhadiah sepeda di Pondok Pesantren Darunahdlatain Nahdlatul Wathan di Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 23 November 2017. Biasanya, setiap pertanyaan yang diajukan hanya dijawab oleh satu orang, namun di pondok pesantren tersebut pertanyaan dijawab oleh dua orang santri kembar. “Nama saya Muhammad Nafil Rasyadi, ada di sana kembaran saya,” kata Nafil memperkenalkan diri kepada Presiden.Presiden Jokowi pun sudah menyangka karena ada kemiripan di wajah mereka.“Tadi saya lihat memang dari jauh kok mirip-mirip, bener ternyata kembar. Sudah siapa tadi panggilannya?” tanya Presiden.“Nafil, nih Pak, Nafil,” ucap Nafil sambil menunjukkan nama di seragam pesantren yang ia pakai.Tak lupa Presiden pun menanyakan nama saudara kembarnya.“Nabil,” ujar Nabil.Saat Presiden bertanya daerah asal dari Nafil, saudara kembarnya pun tak mau kalah ingin ditanya oleh Presiden.“Wong tidak ditanya kok minta ditanya. Ya Pancasila ayo!.” Ujar Presiden disambut tawa hadirin.Saat membaca Pancasila, Nafil dan Nabil pun membaca secara bergantian dan kompak.“Pancasila,” ucap Nafil memulai.“Satu,” ujar Nabil melengkapi.“Ketuhanan Yang Maha Esa,” ucap Nafil.Begitu seterusnya sampai sila kelima mereka baca secara lugas dan lantang secara bergantian.“Nafil dan Nabil ini lucu betul, lucu betul. Ini duetnya bagus sekali. Sudah, _makasih, makasih, makasih_ sudah,” ujar Presiden sambil mempersilakan untuk mengambil sepeda.Belum puas dengan sepeda, Nabil pun kemudian meminta foto bersama dengan Presiden Jokowi.“Sudah, sudah dapet sepeda masih minta foto,” canda Presiden.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Presiden Jokowi Ziarah Ke Makam Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo melakukan ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Maulana Syaikh Tuan Guru Kiai Haji (TGKH) Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yng berlokasi di Pondok Pesantren Darunahdlatain Nahdlatul Wathan yang berada di Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 23 November 2017.Tiba di lokasi, Presiden disambut Pimpinan Pondok Pesantren yakni Hajjah Sitti Rauhun dan langsung menuju makam tokoh yang merintis organisasi massa terbesar di Pulau Lombok NTB Nahdlatul Wathan (NW) itu.Setibanya di makam, Presiden Jokowi dan rombongan terbatas berdoa di samping makam Maulana Syaikh yang baru saja dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 9 November 2017 yang lalu.Usai berdoa, Presiden Jokowi kemudian menaburkan bunga ke makam dan dilanjutkan dengan bertemu dan berdialog dengan para santri yang telah menantinya di masjid di dekat kompleks Makam.Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyampaikan rasa bahagianya dapat berkunjung ke pondok pesantren tersebut dan kunjungannya ini merupakan kunjungan balasan terhadap Pimpinan Pondok Pesantren Hj. Sitti Rauhun yang telah beberapa kali hadir ke Istana Kepresidenan Jakarta.“Kehadiran beliau pada saat pemberian gelar pahlawan nasional Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Abdul Majid pada 9 November lalu beliau hadir sendiri, ibu Umi Hajah Siti untuk menerima gelar pahlawan dari Ayahanda. Alhamdulillah tadi saya juga sudah ziarah ke makam beliau. Ini merupakan kebahagiaan bagi saya,” ucapnya.Dalam kesempatan tersebut, Presiden kembali mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar yang memiliki 17.000 pulau, 714 suku, 516 kabupaten/kota dan lebih dari 1100 bahasa daerah.“Kita harus bersyukur karena diberikan persaudaraan yang kuat, persatuan yang kuat, ukhuwah islamiyah kita yang kuat, ukhuwah wathoniyah kita yang kuat. Negara kesatuan sekarang inshaallah sampai akhir zaman,” kata Presiden.Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Muhammad Zainal Majdi.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Menjaga Persatuan Bangsa

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo Kamis, (23/11) pagi, melakukan silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani yang berada di Kecamatan Suralaya, Kabupaten Lombok Timur, menjadi pondok pesantren pertama yang dikunjungi Kepala Negara.Kunjungan tersebut disebut Presiden Jokowi sebagai bentuk rasa hormat sekaligus kunjungan balasan atas kehadiran Hajjah Siti Raihanun yang sudah berkunjung beberapa kali ke Istana Kepresidenan Jakarta. "Beliau hadir terakhir pada 9 November lalu pada saat Almarhum Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Zainuddin Abdul Majid diberikan gelar pahlawan. Beliau hadir pada saat penerimaan anugerah itu," ujar Presiden.Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi menitipkan sejumlah pesan kepada masyarakat yang hadir, khususnya para santri pondok pesantren. Salah satu pesan yang dititipkan Presiden Jokowi adalah untuk menjaga dan mempererat tali persaudaraan antar masyarakat di Tanah Air."Inilah yang harus kita jaga, harus kita rawat persaudaraan kita, persatuan kita, ukhuwah wathaniyah kita harus kita rawat. Jangan sampai ada sesuatu hal kita jadi pecah," tutur Presiden.Lebih lanjut Presiden menyatakan bahwa persatuan penting dijaga sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah yang diberikan Allah kepada Indonesia. Mulai dari 700 suku, 1.100 bahasa daerah, hingga jumlah penduduk yang mencapai 258 juta jiwa. "Saya mengajak mari kita semua untuk terus menjaga karena 87 persen penduduk Indonesia adalah muslim dan Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia," ucap Presiden.Apalagi menjelang tahun politik di Tanah Air, Presiden mengingatkan agar masyarakat dapat menahan diri dan menghindari timbulnya perpecahan akibat perbedaan pilihan."Silakan kalau ada pilihan coblos yang paling baik, dipilih. Tapi setelah pilihan itu marilah kita kembali sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Mari kembali menjaga ukhuwah Islamiyah kita," ujar Presiden.Saat tiba di pondok pesantren, kehadiran Presiden Jokowi disambut oleh Ketua YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, Hj. Sitti Raihanun Zainuddin, Sekretaris YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, dan K.H. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani. Ratusan santri pondok pesantren juga tak luput menyambut Kepala Negara dengan antusias.Turut hadir mendampingi Presiden, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Muhammad Zainal Majdi.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »