Home / admin (page 78)

admin

Para Pengusaha Berebut Swafoto dengan Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo menjadi sasaran swafoto para pengusaha saat menghadiri peresmian Penutupan Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tahun 2017.Acara berlangsung di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (3/10/2017) sore.Begitu tiba di lokasi acara pukul 16.30 WIB, Jokowi tidak langsung menuju kursi yang telah disediakan.Dia terlebih dahulu menyusuri kursi para anggota Kadin.Para pengusaha yang semula duduk tertib langsung heboh saat dihampiri Jokowi. Mereka langsung berdiri untuk bersalaman dan berfoto bersama mantan gubernur DKI Jakarta itu.Sementara para anggota Kadin lainnya yang bangkunya tidak dihampiri langsung berupaya mendekat dan memangil Jokowi.Bahkan, ada anggota Kadin yang ditegur Paspampres karena terlalu berusaha mendekat ke arah Jokowi.Setelah lima menit meladeni pengusaha untuk bersalaman dan berfoto bersama, Jokowi langsung menuju ke kursinya dan acara pun dimulai.Ketua Panitia Rakornas Maruarar Sirait mengatakan, para anggota Kadin sangat gembira dengan kehadiran Jokowi. Khususnya Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani."Pak Rosan sudah tiga hari tak bisa tidur. Sangat gembira bapak berkenan hadir. Tadi Rosan sembayang terus, tangannya dingin. Begitu Bapak datang baru tangannya hangat," kata dia.Turut hadir dalam acara ini Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala BKPM Tomas Lembongdan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. [kompas.com]

Read More »

Isu Pembelian 5 Ribu Senjata, Panglima TNI: Jangan Ada Kegaduhan!

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan dirinya telah memberikan penjelasan soal polemik pengadaan senjata kepada presiden. Presiden meminta jangan sampai ada kegaduhan."Presiden tidak menyatakan itu, sebagai panglima tertinggi di AD, AU,dan AL, sebagai kepala pemerintahan, menyampaikan jangan ada kegaduhan," kata Gatot di Cilegon, Banten, Selasa (3/10/2017).Gatot menambahkan isu senjata jangan sampai menimbulkan kegaduhan. Daripada gaduh soal senjata, Gatot mengatakan, lebih baik bekerja."Emang jangan ada gaduh, tetapi bekerja, bekerja, dan bekerja," tegas Gatot.Sebagaimana diketahui, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Menko Polhukam Wiranto memperlihatkan kekompakannya. Ketiganya sempat melakukan 'salam komando' setelah membahas polemik pengadaan senjata."Satu hal bahwa tidak ada satu hal yang menyebabkan gangguan keamanan nasional, itu dulu saya jamin, peristiwa ini, jadi yang saya jamin adalah bahwa masalah internal ini kita selesaikan dan tidak mengganggu keamanan nasional," kata Wiranto di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Minggu (1/10/2017). [detik.com]

Read More »

Wiranto: Penyelesaian Masalah Senjata Ada di Saya

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto memastikan pihaknya akan segera menyelesaikan masalah impor senjata milik Polri jenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 mm yang masih tertahan di Bandara Soekarno Hatta."Saya akan selesaikan semuanya. Penyelesaian masalah ini ada di saya, bukan di masyarakat, di saya sebagai Menteri Koordinator," kata Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (3/10/2017).Wiranto memanggil Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian hari ini untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hanya saja, Jenderal Gatot berhalangan hadir karena tengah mempersiapkan peringatan HUT TNI."Saya akan panggil yang berkaitan dengan itu, mungkin sekarang belum bisa. Karena masih gladi bersih untuk HUT TNI," ucap Wiranto.Wiranto meminta agar tidak lagi membicarakan masalah senjata. Yang pasti, kata dia, masalah tersebut segera diselesaikan."Jadi enggak digaduhkan lagi. Itu yang saya katakan tidak usah kita gaduhkan lagi. Ada Undang-undangnya, ada barangnya, ada pelakunya, ada caranya prosesur sudah dilaksanaakan. Tinggal lihat prosedur mana yang belum cocok. Kita ubah nanti," terang Wiranto. Tak BerkoordinasiWiranto mengakui kementerian dan lembaga tidak berkoordinasi soal pengadaan 5.000 pucuk senjata tersebut, sehingga isunya menjadi polemik di masyarakat."Bukan masalah sebenarnya, hanya perlu kita koordinasikan dengan lebih teliti, lebih jelas, dan kita putuskan dalam suatu keputusan yang tidak melanggar UU," kata Wiranto.Mantan Ketua Umum Partai Hanura itu meminta agar publik tidak lagi memperdebatkan polemik soal pengadaan 5.000 senjata tersebut."Kita berusaha menepis, menghindari isu-isu yang enggak perlu, yang menghabiskan energi kita. Isu-isu yang hanya membuat satu sama lain berselisih, kita hindari dari bidang politik, hukum dan keamanan selalu akan kita jelas dengan gamblang ke masyarakat," pungkas Wiranto.Presiden Jokowi memimpin Sidang Kabinet Paripurna. Ia mengingatkan para menteri dan pemimpin lembaga negara untuk tidak sembarang membuat pernyataan.Terlebih bila pernyataan tersebut dapat membuat kegaduhan di masyarakat."Politik harus kondusif, jangan bertindak dan bertutur kata yang membuat masyarakat bingung dan khawatir," ujar Jokowi di Kompeks Istana Negara Jakarta Pusat, Senin 2 Oktober 2017.Dia meminta agar masalah antara kementerian dan lembaga segera diselesaikan di tingkat menteri koordinator. Apabila tidak selesai di tingkat menteri koordinator, maka perlu diselesaikan di tataran wakil presiden."Semua permasalahan antarlembaga dan kementerian, selesaikan secara kondusif. Bahas di tingkat menko, belum selesai juga di tingkat wapres. Belum selesai, bisa ke saya," jelas Jokowi. [liputan6.com]

Read More »

Wapres JK: Menteri Ikut Pilkada Mesti Keluar Kabinet

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, menteri yang maju dalam kontestasi Pilkada 2018, pasti akan mengikuti kampanye. Karena hal itulah, menteri tersebut harus keluar dari kabinet."Ya mesti kampanye kan. Kalau kampanye, ya keluar dari kabinet," ucap Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (3/10/2017).Pria yang kerap disapa JK ini menuturkan, menteri yang maju di pilkada nanti akan dicari penggantinya."Ya otomatis kalau kampanye kan tidak boleh," kata dia didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimulyono dalam meninjau venue persiapan ASEAN Games 2018."Kalau Pak Basuki (Menteri PUPR) mau jadi Gubernur di Jawa Tengah, Kulonprogo, Bupati kan. Ya mesti keluar (dari kabinet)," JK mencontohkan.Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa resmi mendaftar Pilkada Jawa Timur 2018 melalui Partai Demokrat. Khofifah mendaftar pada 30 September 2017."Ini tidak tiba-tiba, teman-teman kan sudah saya sampaikan bahwa saya sudah pernah silaturahim dengan para pimpinan partai. Silaturahim saya dengan ketua partai, termasuk di dalamnya Pak SBY, Pak Sekjen bulan Agustus lalu," kata Khofifah di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin 2 Oktober 2017.Khofifah Belum Lapor JokowiKhofifah mengatakan, belum izin kepada Presiden Joko Widodo terkait keputusannya mengikuti kontestasi Pilkada Jatim 2018."Belum. Tapi kalau sudah clear semua saya akan lapor Presiden. Jangan sedikit-sedikit lapor, saya rasa Presiden tugasnya menumpuk," ujar Khofifah.Khofifah berencana akan melapor atau meminta izin mundur sebagai menteri setelah surat keputusan (SK) dari partai pengusung selesai semua."Jadi setelah semua ini, SK semua selesai baru laporan," pungkas Khofifah. [liputan6.com]

Read More »

Presiden Jokowi Kutuk Penembakan di Las Vegas

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengutuk keras penembakan yang terjadi di Las Vegas, Amerika Serikat. Ia juga mengungkapkan rasa belangsungkawa atas tragedi yang menewaskan 59 orang tersebut."Kita mengutuk aksi terorisme seperti itu, aksi penembakan seperti yang terjadi di Las Vegas, dengan korban yang begitu banyak. Dan kita juga menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya," ujar Jokowi di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (3/10/2017).Jokowi juga memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dari aksi tersebut. Dia yakin pemerintah Amerika Serikat dapat tegar dalam meghadapi cobaan ini."Saya sudah mendapatkan laporan bahwa tidak ada WNI yang jadi korban. Saya yakin pemerintah Amerika tetap tegar dan kuat dalam menghadapi ancaman-ancaman terorisme seperti itu," pungkas dia.Sebelumnya, Festival musik country di Las Vegas berubah menjadi peristiwa mengerikan saat Stephen Paddock, pria berusia 64 tahun asal Nevada, mulai menembaki peluru dari lantai 32.Berdasarkan keterangan polisi, Paddock telah memesan kamar Mandalay Bay Hotels pada 28 September, empat hari sebelum ia melancarkan aksinya. Menurut laporan, ia memesan kamar itu dengan menggunakan dokumen identitas Danley.Lombardo mengatakan, terdapat 10 koper di ruangan yang dipesan Paddock. Dalam ruangan itu terdapat dua kamar.Korban Ratusan OrangRibuan pengunjung festival sedang menikmati penampilan penyanyi Jason Aldean saat sejumlah tembakan terdengar dan mengenai ratusan orang. Kala itu, jam menunjukkan pukul 22.08 waktu setempat.Para pengunjung pun bergegas mencari perlindungan, tiarap, bergegas keluar, atau membantu orang lain untuk melarikan diri. Diperkirakan, Paddock bergerak di antara dua jendela kamarnya saat melakukan serangan tersebut."Seorang pria berlumuran darah di sekujur tubuhnya dan saat itulah aku tahu sesuatu telah terjadi," ujar seorang pengunjung, Mike Thompson."Orang-orang berlarian dan terjadi kekacauan," imbuh dia.Banyak hotel di Las Vegas yang dekat dengan tempat kejadian ditutup pihak kepolisian dan sebagian Las Vegas Boulevard pun turut ditutup. [liputan6.com]

Read More »

Jusuf Kalla: Ini Persiapan untuk Melawan Pak Jokowi

Wakil Presiden Jusuf Kalla menjajal venue cabang olahraga panahan di Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (3/10/2017).Tidak hanya meninjau secara langsung terkait progres pembangunan venue panahan, Kalla juga sempat mencoba olahraga yang digemari Presiden Joko Widodo itu.Kalla didampingi oleh seorang atlet. Sang atlet memandu Wapres Kalla soal bagaimana cara memegang busur panah yang tepat. Ini termasuk soal bagaimana cara memasang anak panah dan melepaskannya agar tepat sasaran.Di tengah penjelasan sang atlet, Kalla sempat berkelakar."Ini persiapan untuk melawan Pak Jokowi," ujar Kalla, seraya terkekeh.Mendengar pernyataan Kalla, sejumlah pejabat yang hadir tertawa.Setelah siap, Kalla pun melepaskan anak panah ke target yang berjarak sekitar 10 meter. Namun, dari dua kali anak panah yang dilepaskan, tidak satu pun yang mengenai bagian tengah.AdvertismentAnak panah pertama mengenai target bagian merah. Anak panah kedua mengenai target bagian hitam.Hasil yang diraih Kalla tersebut sempat menjadi bahan candaan oleh Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir."Itu simbol. Merah dan hitam akan gabung," ujar Erick seraya tertawa.Sejak Selasa pagi, Kalla memang mengunjungi sejumlah pelatnas dan venue cabang olahraga sebagai persiapan Asian Games 2018. Selain ke Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kalla sebelumnya sempat meninjau pelatnas bulu tangkis dan venue pencak silat di Cipayung.Di SUGBK sendiri, selain meninjau venue panahan, Kalla juga meninjau venue cabang olahraga sepak bola, akuatik, baseball, bulu tangkis dan voli. [kompas.com]

Read More »

Banyak Korban Jatuh, Presiden Jokowi Minta Pengawasan Peredaran Obat Dijalankan Dengan Tegas

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, jatuhnya korban terutama di kalangan anak-anak muda karena mengkonsumsi tablet PCC di Kendari, Sulawesi Tenggara, beberapa waktu lalu, mengkonsumsi Pil Jin, harusnya membuka mata kita semuanya bahwa masalah penyalahgunaan obat, masalah obat ilegal, masalah obat terlarang, tidak bisa dianggap enteng, tidak bisa dianggap angin lalu.“Ini mungkin seperti fenomena gunung es. Kasus PCC dan Pil Jin, mungkin adalah puncak gunung es yang hanya nampak di permukaan, tapi di bawahnya tersimpan potensi masalah penyalahgunaan obat terlarang yang besar yang perlu mendapatkan perhatian kita semuanya,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, di Bumi Perkemahan Wisata Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (3/10) pagi.Dengan adanya kejadian-kejadian tersebut, Presiden melihat semakin pentingnya peranan Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) untuk melindungi warga kita, melindungi masyarakat, melindungi generasi muda dari penyalahgunaan obat terlarang.Presiden mengingatkan, bahwa fungsi pengawasan ini bukan sekadar masalah administrasi, bukan masalah semata-mata prosedur teknis, apalagi urusan bisnis. Tidak. “Tapi ini adalah urusan kehadiran negara, urusan kehadiran pemerintah dalam melindungi rakyatnya, urusan menyelamatkan generasi muda yang akan menjadi penerus masa depan bangsa kita, Indonesia,” ujarnya.Kepala Ngara menekankan bahwa tugas untuk melindungi rakyat dari penyalahgunaan obat tidak bisa hanya dibebankan semuanya pada Badan POM. Untuk itu, Kepala Negara meminta semua Kementerian. semua Lembaga non Kementerian, dan Pemerintah Daerah, untuk saling bekerja sama, dan bersinergi, sehingga pemberantasan penyalahgunaan obat ini betul-betul bisa berjalan efektif.“Sekat-sekat birokrasi harus dihilangkan, harus diruntuhkan. Jangan sampai urusan perlindungan nyawa anak, nyawa generasi muda Indonesia dikalahkan hanya untuk urusan-urusan birokrasi dan prosedur, dikalahkan urusan surat-menyurat, urusan kertas, urusan pengelolaan pos anggaran. Jangan kita berkutat pada hal-hal seperti itu. Negara harus hadir dalam perlindungan pada segenap bangsa dan seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden Jokowi.Presiden meminta masalah pengawasan peredaran obat ini betul-betul dijalankan dengan tegas, prosesnya juga harus cepat. “Pangkas aturan-aturan yang membuat lambat, yang berbelit-belit. Kita harus menghadapi ini dengan kecepatan,” pintanya.Presiden juga mengingatkan, jangan pernah ada yang mencoba-coba mencemari proses pengawasan obat, pengawasan makanan, dengan praktek-praktek suap, sehingga semuanya jadi diam.“Praktek-praktek seperti ini juga harus diakhiri, agar korban-korban karena obat ilegal ini betul-betul bisa kita hindarkan. Sekarang saatnya kita semuanya bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan, keselamatan seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden Jokowi.Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Menteri Kesahatan Nila F. Moeloek, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito. [setkab.go.id]

Read More »

Prabowo Tenggelam, Fadli Zon: Bangkit pada Waktunya

Elektabilitas Ketum Gerindra Prabowo Subianto semakin tergerus menuju Pilpres 2019. Namun Gerindra masih menyimpan keyakinan Prabowo akan kembali bangkit menjelang pilpres."Elektabilitas Pak Prabowo akan naik kencang pada waktunya. Sekarang saja belum apa-apa masih tinggi. Pak Prabowo sampai sekarang belum bergerak, belum keliling, belum kampanye, itu saja masih tinggi," kata Waketum Gerindra Fadli Zon kepada wartawan, Selasa (3/10/2017).Dari survei yang dirilis Media Survei Nasional (Median), elektabilitas Prabowo saat ini hanya 23,2%. Posisinya jauh di bawah Joko Widodo, yang saat ini berada di posisi 36,2%. Bagi Gerindra, posisi Jokowi justru belum aman sebagai petahana."Justru incumbent Pak Jokowi relatif rendah," kata Fadli Zon.Bermodal kepercayaan itu, Gerindra yakin Prabowo masih kuat maju dalam Pilpres 2019. "Insyaallah pada waktunya akan semakin besar dukungan masyarakat. Akan maju capres Pak Prabowo," pungkasnya.Survei Median menunjukkan elektabilitas dua capres yang berlaga di Pilpres 2014 itu dalam posisi turun. Median menyimpulkan bisa jadi lahir tokoh alternatif dalam Pilpres 2019, dengan memanfaatkan rendahnya elektabilitas keduanya.Berikut ini hasil elektabilitas capres versi survei Median:1. Jokowi 36,2%2. Prabowo 23,2%3. SBY 8,4%4. Anies Baswedan 4,4%5. Gatot Nurmantyo 2,8%6. JK 2,6%7. Hary Tanoesoedibjo 1,5%8. Aburizal Bakrie (Ical) 1,3%9. Ridwan Kamil 1,2%10. Tri Rismaharini 1,0%Tokoh lainnya 4,1%Tidak tahu/tidak jawab 13,3%Survei ini digelar pada 14-22 September 2017 dengan sampel 1.000 responden di seluruh provinsi di Indonesia. Metode survei menggunakan multistage random sampling dengan margin of error +/- 3,1% dan tingkat kepercayaan 95%. Quality control dilakukan terhadap 20% sampel yang ada. [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi Tanya Kabareskrim, “Gimana Kalau Bandar Narkoba Kita Gebuki?”

Presiden Joko Widodo memanggil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Ari Dono, ke atas panggung, saat menghadiri Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (3/9/2017).Jokowi lantas meminta Ari untuk menjelaskan upaya apa yang sudah dilakukan Polri dalam melakukan perang terhadap narkoba."Apa sih, Pak Kabareskrim, yang sudah dilakukan bekerja sama dengan BPOM? Kejamnya kayak apa sih Kabareskrim ngurusin ini?" kata Jokowi."Kegiatan kerja sama kami mulai dari kegiatan preventif seperti penyuluhan ke sekolah-sekolah," ucap Ari Dono, menjawab pertanyaan Jokowi.Jokowi mengatakan, kegiatan penyuluhan ke sekolah penting dilakukan. Namun, menurut dia, itu merupakan hal biasa yang sudah dilakukan sejak dulu."Yang sekarang, yang mau kita kejami apanya?" kata dia.Ari Dono pun menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan razia di berbagai tempat. Terkait obat ilegal, juga dilakukan razia di apotek hingga toko obat."Kami proses tegakkan, yang bersalah, tercukupi unsur pidana, kami penjarakan," kata Ari.Jokowi lantas bertanya lagi mengenai penindakan terbesar yang pernah dilakukan Polri. Ari Dono menjelaskan, salah satu penggerebekan terbesar dilakukan kepada pabrik di Tangerang yang memproduksi Zenith. Obat tersebut sempat beredar di Kalimantan Selatan.Lalu, yang terbaru, kata Ari Dono, adalah terkait peredaran PCC di Kendari. Polisi juga sudah menggerebek pabrik yang memproduksi PCC di Purwokerto."Nah itu pedagangnya diapain? Pemiliknya diapain?" tanya Jokowi."Semua dipenjara. Untuk yang punya pabrik dipenjara," kata Ari."Cukup hanya dipenjara saja? Enggak perlu tuh digebukin ramai-ramai?" kata Jokowi."Kadang-kadang jengkel saya dengan yang begini-begini. Entah narkoba, entah obat ilegal, karena apa? anak-anak kita yang terkena. Masa depan kita yang terancam. Gimana pak? Gimana kita gebukin ramai-ramai, gimana?" tanya Jokowi lagi.(Baca juga: Amnesty Duga Ada Korelasi Pernyataan Jokowi dengan Naiknya Kasus Tembak Mati Pengedar Narkoba)Para hadirin tertawa mendengar pertanyaan Jokowi itu. Ari Dono pun hanya menjawab singkat. Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak diperbolehkan."Enggak boleh," kata Ari."Oh enggak boleh? Ya terus gimana?" kata Jokowi lagi.Ari Dono kemudian kembali menjelaskan terkait peran sekolah yang sangat penting dalam mencegah anak-anak menggunakan narkoba. Jokowi akhirnya mempersilakan Ari untuk kembali ke tempat duduknya."Saya tadi sebenarnya nunggu Pak Kabareskrim. 'Saya injeknya, Pak.' Begitu loh yang saya tunggu. Besok saya injek semua yang berkaitan dengan obat ilegal, yang berkaitan dengan narkoba. Pak Kabareskrim memang orangnya tenang. Tapi seram juga. Hati-hati," ucap Jokowi. [kompas.com]

Read More »

Presiden Jokowi: Urusan Narkoba dan Penyalahgunaan Obat Harus Kejam!

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan semua pihak harus serius dalam menyikapi masalah penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan. Kasus PCC dan tramadol yang belakangan mengemuka karena memakan korban adalah bukti bahwa masalah ini harus ditangani dengan maksimal."Urusan narkoba, urusan penyalahgunaan obat ini kita harus kejam," kata Jokowi dalam acara Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, di Bumi Perkemahan Wisata Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (3/10/2017).Ini adalah acara Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM), hadir Ketua BPOM Penny Kusumastuti Lukito, Kepala Badan Reserse Kriminal Irjen Ari Dono Sukmanto, hingga Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.Jokowi menyatakan modus penyebaran obat-obatan seperti PCC dan tramadol itu sudah seperti narkoba. Mula-mula anak-anak muda dikasih gratis, kemudian disuruh bayar bila anak-anak itu mulai merasakan ketergantungan obat. Kebiasaan aneh-aneh juga dilakukan orang-orang yang kena ketergantungan obat. "Ada kebiasaan berbahaya, meminum tramadol dicampur kopi, dan masih banyak banyak lainnya," kata Jokowi.Di Kendari Sulawesi Tenggara, PCC memakan korban. Menurut Jokowi, ini adalah fenomena gunung es, nampak kecil di permukaan namun menyembunyikan sesuatu yang lebih besar di dalamnya. "Tidak bisa kita anggap enteng, tidak bisa kita anggap angin lalu," kata Jokowi.Maka penanganan masalah ini tak bisa terhalang oleh proses aparat yang berbelit-belit. Aparat juga harus gesit menindak orang-orang yang terlibat dalam peredaran obat-obata terlarang atau pelaku penyebaran penyalahgunaan obat."Jangan sampai urusan nyawa anak-anak dikalahkan birokrasi, dikalahkan prosedur, urusan kertas. Jangan sampai seperti itu," kata Jokowi.Dalam acara ini hadir pula kelompok musik Slank. Jokowi ditemani Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga meninjau persiapan pemusnakan obat-obatan ilegal senilai. Rp 61,55 miliar. [detik.com]

Read More »