Home / admin (page 78)

admin

Jusuf Kalla: Ini Persiapan untuk Melawan Pak Jokowi

Wakil Presiden Jusuf Kalla menjajal venue cabang olahraga panahan di Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (3/10/2017).Tidak hanya meninjau secara langsung terkait progres pembangunan venue panahan, Kalla juga sempat mencoba olahraga yang digemari Presiden Joko Widodo itu.Kalla didampingi oleh seorang atlet. Sang atlet memandu Wapres Kalla soal bagaimana cara memegang busur panah yang tepat. Ini termasuk soal bagaimana cara memasang anak panah dan melepaskannya agar tepat sasaran.Di tengah penjelasan sang atlet, Kalla sempat berkelakar."Ini persiapan untuk melawan Pak Jokowi," ujar Kalla, seraya terkekeh.Mendengar pernyataan Kalla, sejumlah pejabat yang hadir tertawa.Setelah siap, Kalla pun melepaskan anak panah ke target yang berjarak sekitar 10 meter. Namun, dari dua kali anak panah yang dilepaskan, tidak satu pun yang mengenai bagian tengah.AdvertismentAnak panah pertama mengenai target bagian merah. Anak panah kedua mengenai target bagian hitam.Hasil yang diraih Kalla tersebut sempat menjadi bahan candaan oleh Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir."Itu simbol. Merah dan hitam akan gabung," ujar Erick seraya tertawa.Sejak Selasa pagi, Kalla memang mengunjungi sejumlah pelatnas dan venue cabang olahraga sebagai persiapan Asian Games 2018. Selain ke Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kalla sebelumnya sempat meninjau pelatnas bulu tangkis dan venue pencak silat di Cipayung.Di SUGBK sendiri, selain meninjau venue panahan, Kalla juga meninjau venue cabang olahraga sepak bola, akuatik, baseball, bulu tangkis dan voli. [kompas.com]

Read More »

Banyak Korban Jatuh, Presiden Jokowi Minta Pengawasan Peredaran Obat Dijalankan Dengan Tegas

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, jatuhnya korban terutama di kalangan anak-anak muda karena mengkonsumsi tablet PCC di Kendari, Sulawesi Tenggara, beberapa waktu lalu, mengkonsumsi Pil Jin, harusnya membuka mata kita semuanya bahwa masalah penyalahgunaan obat, masalah obat ilegal, masalah obat terlarang, tidak bisa dianggap enteng, tidak bisa dianggap angin lalu.“Ini mungkin seperti fenomena gunung es. Kasus PCC dan Pil Jin, mungkin adalah puncak gunung es yang hanya nampak di permukaan, tapi di bawahnya tersimpan potensi masalah penyalahgunaan obat terlarang yang besar yang perlu mendapatkan perhatian kita semuanya,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, di Bumi Perkemahan Wisata Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (3/10) pagi.Dengan adanya kejadian-kejadian tersebut, Presiden melihat semakin pentingnya peranan Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) untuk melindungi warga kita, melindungi masyarakat, melindungi generasi muda dari penyalahgunaan obat terlarang.Presiden mengingatkan, bahwa fungsi pengawasan ini bukan sekadar masalah administrasi, bukan masalah semata-mata prosedur teknis, apalagi urusan bisnis. Tidak. “Tapi ini adalah urusan kehadiran negara, urusan kehadiran pemerintah dalam melindungi rakyatnya, urusan menyelamatkan generasi muda yang akan menjadi penerus masa depan bangsa kita, Indonesia,” ujarnya.Kepala Ngara menekankan bahwa tugas untuk melindungi rakyat dari penyalahgunaan obat tidak bisa hanya dibebankan semuanya pada Badan POM. Untuk itu, Kepala Negara meminta semua Kementerian. semua Lembaga non Kementerian, dan Pemerintah Daerah, untuk saling bekerja sama, dan bersinergi, sehingga pemberantasan penyalahgunaan obat ini betul-betul bisa berjalan efektif.“Sekat-sekat birokrasi harus dihilangkan, harus diruntuhkan. Jangan sampai urusan perlindungan nyawa anak, nyawa generasi muda Indonesia dikalahkan hanya untuk urusan-urusan birokrasi dan prosedur, dikalahkan urusan surat-menyurat, urusan kertas, urusan pengelolaan pos anggaran. Jangan kita berkutat pada hal-hal seperti itu. Negara harus hadir dalam perlindungan pada segenap bangsa dan seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden Jokowi.Presiden meminta masalah pengawasan peredaran obat ini betul-betul dijalankan dengan tegas, prosesnya juga harus cepat. “Pangkas aturan-aturan yang membuat lambat, yang berbelit-belit. Kita harus menghadapi ini dengan kecepatan,” pintanya.Presiden juga mengingatkan, jangan pernah ada yang mencoba-coba mencemari proses pengawasan obat, pengawasan makanan, dengan praktek-praktek suap, sehingga semuanya jadi diam.“Praktek-praktek seperti ini juga harus diakhiri, agar korban-korban karena obat ilegal ini betul-betul bisa kita hindarkan. Sekarang saatnya kita semuanya bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan, keselamatan seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden Jokowi.Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Menteri Kesahatan Nila F. Moeloek, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito. [setkab.go.id]

Read More »

Prabowo Tenggelam, Fadli Zon: Bangkit pada Waktunya

Elektabilitas Ketum Gerindra Prabowo Subianto semakin tergerus menuju Pilpres 2019. Namun Gerindra masih menyimpan keyakinan Prabowo akan kembali bangkit menjelang pilpres."Elektabilitas Pak Prabowo akan naik kencang pada waktunya. Sekarang saja belum apa-apa masih tinggi. Pak Prabowo sampai sekarang belum bergerak, belum keliling, belum kampanye, itu saja masih tinggi," kata Waketum Gerindra Fadli Zon kepada wartawan, Selasa (3/10/2017).Dari survei yang dirilis Media Survei Nasional (Median), elektabilitas Prabowo saat ini hanya 23,2%. Posisinya jauh di bawah Joko Widodo, yang saat ini berada di posisi 36,2%. Bagi Gerindra, posisi Jokowi justru belum aman sebagai petahana."Justru incumbent Pak Jokowi relatif rendah," kata Fadli Zon.Bermodal kepercayaan itu, Gerindra yakin Prabowo masih kuat maju dalam Pilpres 2019. "Insyaallah pada waktunya akan semakin besar dukungan masyarakat. Akan maju capres Pak Prabowo," pungkasnya.Survei Median menunjukkan elektabilitas dua capres yang berlaga di Pilpres 2014 itu dalam posisi turun. Median menyimpulkan bisa jadi lahir tokoh alternatif dalam Pilpres 2019, dengan memanfaatkan rendahnya elektabilitas keduanya.Berikut ini hasil elektabilitas capres versi survei Median:1. Jokowi 36,2%2. Prabowo 23,2%3. SBY 8,4%4. Anies Baswedan 4,4%5. Gatot Nurmantyo 2,8%6. JK 2,6%7. Hary Tanoesoedibjo 1,5%8. Aburizal Bakrie (Ical) 1,3%9. Ridwan Kamil 1,2%10. Tri Rismaharini 1,0%Tokoh lainnya 4,1%Tidak tahu/tidak jawab 13,3%Survei ini digelar pada 14-22 September 2017 dengan sampel 1.000 responden di seluruh provinsi di Indonesia. Metode survei menggunakan multistage random sampling dengan margin of error +/- 3,1% dan tingkat kepercayaan 95%. Quality control dilakukan terhadap 20% sampel yang ada. [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi Tanya Kabareskrim, “Gimana Kalau Bandar Narkoba Kita Gebuki?”

Presiden Joko Widodo memanggil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Ari Dono, ke atas panggung, saat menghadiri Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (3/9/2017).Jokowi lantas meminta Ari untuk menjelaskan upaya apa yang sudah dilakukan Polri dalam melakukan perang terhadap narkoba."Apa sih, Pak Kabareskrim, yang sudah dilakukan bekerja sama dengan BPOM? Kejamnya kayak apa sih Kabareskrim ngurusin ini?" kata Jokowi."Kegiatan kerja sama kami mulai dari kegiatan preventif seperti penyuluhan ke sekolah-sekolah," ucap Ari Dono, menjawab pertanyaan Jokowi.Jokowi mengatakan, kegiatan penyuluhan ke sekolah penting dilakukan. Namun, menurut dia, itu merupakan hal biasa yang sudah dilakukan sejak dulu."Yang sekarang, yang mau kita kejami apanya?" kata dia.Ari Dono pun menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan razia di berbagai tempat. Terkait obat ilegal, juga dilakukan razia di apotek hingga toko obat."Kami proses tegakkan, yang bersalah, tercukupi unsur pidana, kami penjarakan," kata Ari.Jokowi lantas bertanya lagi mengenai penindakan terbesar yang pernah dilakukan Polri. Ari Dono menjelaskan, salah satu penggerebekan terbesar dilakukan kepada pabrik di Tangerang yang memproduksi Zenith. Obat tersebut sempat beredar di Kalimantan Selatan.Lalu, yang terbaru, kata Ari Dono, adalah terkait peredaran PCC di Kendari. Polisi juga sudah menggerebek pabrik yang memproduksi PCC di Purwokerto."Nah itu pedagangnya diapain? Pemiliknya diapain?" tanya Jokowi."Semua dipenjara. Untuk yang punya pabrik dipenjara," kata Ari."Cukup hanya dipenjara saja? Enggak perlu tuh digebukin ramai-ramai?" kata Jokowi."Kadang-kadang jengkel saya dengan yang begini-begini. Entah narkoba, entah obat ilegal, karena apa? anak-anak kita yang terkena. Masa depan kita yang terancam. Gimana pak? Gimana kita gebukin ramai-ramai, gimana?" tanya Jokowi lagi.(Baca juga: Amnesty Duga Ada Korelasi Pernyataan Jokowi dengan Naiknya Kasus Tembak Mati Pengedar Narkoba)Para hadirin tertawa mendengar pertanyaan Jokowi itu. Ari Dono pun hanya menjawab singkat. Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak diperbolehkan."Enggak boleh," kata Ari."Oh enggak boleh? Ya terus gimana?" kata Jokowi lagi.Ari Dono kemudian kembali menjelaskan terkait peran sekolah yang sangat penting dalam mencegah anak-anak menggunakan narkoba. Jokowi akhirnya mempersilakan Ari untuk kembali ke tempat duduknya."Saya tadi sebenarnya nunggu Pak Kabareskrim. 'Saya injeknya, Pak.' Begitu loh yang saya tunggu. Besok saya injek semua yang berkaitan dengan obat ilegal, yang berkaitan dengan narkoba. Pak Kabareskrim memang orangnya tenang. Tapi seram juga. Hati-hati," ucap Jokowi. [kompas.com]

Read More »

Presiden Jokowi: Urusan Narkoba dan Penyalahgunaan Obat Harus Kejam!

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan semua pihak harus serius dalam menyikapi masalah penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan. Kasus PCC dan tramadol yang belakangan mengemuka karena memakan korban adalah bukti bahwa masalah ini harus ditangani dengan maksimal."Urusan narkoba, urusan penyalahgunaan obat ini kita harus kejam," kata Jokowi dalam acara Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, di Bumi Perkemahan Wisata Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (3/10/2017).Ini adalah acara Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM), hadir Ketua BPOM Penny Kusumastuti Lukito, Kepala Badan Reserse Kriminal Irjen Ari Dono Sukmanto, hingga Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.Jokowi menyatakan modus penyebaran obat-obatan seperti PCC dan tramadol itu sudah seperti narkoba. Mula-mula anak-anak muda dikasih gratis, kemudian disuruh bayar bila anak-anak itu mulai merasakan ketergantungan obat. Kebiasaan aneh-aneh juga dilakukan orang-orang yang kena ketergantungan obat. "Ada kebiasaan berbahaya, meminum tramadol dicampur kopi, dan masih banyak banyak lainnya," kata Jokowi.Di Kendari Sulawesi Tenggara, PCC memakan korban. Menurut Jokowi, ini adalah fenomena gunung es, nampak kecil di permukaan namun menyembunyikan sesuatu yang lebih besar di dalamnya. "Tidak bisa kita anggap enteng, tidak bisa kita anggap angin lalu," kata Jokowi.Maka penanganan masalah ini tak bisa terhalang oleh proses aparat yang berbelit-belit. Aparat juga harus gesit menindak orang-orang yang terlibat dalam peredaran obat-obata terlarang atau pelaku penyebaran penyalahgunaan obat."Jangan sampai urusan nyawa anak-anak dikalahkan birokrasi, dikalahkan prosedur, urusan kertas. Jangan sampai seperti itu," kata Jokowi.Dalam acara ini hadir pula kelompok musik Slank. Jokowi ditemani Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga meninjau persiapan pemusnakan obat-obatan ilegal senilai. Rp 61,55 miliar. [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi Akan Undang Kelompok Bertikai Afganistan ke Indonesia

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo atau Jokowi akan mengundang perwakilan 40 kelompok di Afghanistan yang bertikai ke Indonesia. Mereka akan membahas upaya perdamaian dan persatuan."Awalnya ada tujuh suku di Afganistan, karena pertikaian sekarang berkembang menjadi 40 kelompok yang sulit sekali didamaikan, nanti bulan Desember kita akan mengundang beliau-beliau 40 kelompok yang bertikai untuk bicara soal itu," kata Jokowi ketika menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-45 dan Jambore Nasional Kader PKK 2017, di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Senin malam.Menurut Jokowi, Indonesia akan menunjukkan bahwa keberagaman bisa hidup bersama berdampingan. "Sebanyak 714 suku dengan keragaman bahasa dan budaya bersatu dalam bingkai NKRI," kata Jokowi seperti dikutip dari Antara, Selasa (3/10/2017).Pada awal sambutannya, Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar. Bukan karena memiliki banyak sumber daya alam, dan ada 17.000 pulau, tetapi juga kemajemukan atau keragamaan suku, budaya, dan bahasa."Tidak ada negara lain semajemuk Indonesia, kita merupakan negara besar juga karena jumlah penduduk mencapai 258 juta jiwa. Tidak gampang mengelola 258 juta jiwa," ujar Jokowi.Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, kita sering tidak sadar bahwa negara Indonesia sangat besar dengan bahasa lokal yang mencapai 1.100 lebih.Jokowi menyebutkan saat bertemu, dia menyampaikan keberagaman Indonesia kepada Presiden Afghanistan Ashraf Ghani."Ia kemudian mengingatkan, Presiden Jokowi hati-hati dengan keberagaman itu," katanya pula.Di Afghanistan semula hanya ada tujuh suku, karena dua suku bertikai, satu bawa kawan dari luar dan satunya juga demikian maka perang selama lebih dari 25 tahun pun tak kunjung selesai."Presiden yang sekarang, 23 tahun hidup di pengasingan, di luar negeri," kata Jokowi lagi.Kedepankan ToleransiDi hadapan sekitar 1.600 kader PKK, Presiden Jokowi mengingatkan kader PKK juga berperan menyadarkan masyarakat bahwa Indonesia merupakan negara besar."Jangan sampai sama tetangga yang beda agama saling menjelekkan. Jangan sampai, apalagi kita sering ada kontestasi politik," katanya pula.Jokowi mengingatkan kader pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK) memiliki peran besar menyadarkan masyarakat bahwa Indonesia negara besar."Yang ahli mendinginkan suasana ya ibu-ibu, jangan bapaknya sudah manas-manasin, ibu-ibu ikut ngompori. Kader PKK berperan karena tiap hari berhubungan dengan masyarakat," tandas Jokowi. [liputan6.com]

Read More »

Presiden Jokowi Ajak Kader PKK Turut Membentuk SDM Indonesia yang Unggul

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo mengajak masyarakat di seluruh Tanah Air untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan guna membangun keluarga yang sehat dan sejahtera. Sebab, Presiden meyakini jika peran keluarga sangatlah penting dan menentukan kualitas sebuah bangsa.Ajakan tersebut disampaikan Kepala Negara saat memberikan sambutan dalam acara Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-45 dan Jambore Nasional Kader PKK Tahun 2017, yang dilaksanakan pada Senin, 2 Oktober 2017, di Hotel Mercure, Jakarta."Saya mengajak seluruh keluarga di pelosok Tanah Air, baik yang ada di desa-desa, kawasan perkotaan, terpencil, untuk terus membangun keluarga kita," ujar Presiden.Guna mewujudkannya, Presiden berharap kader-kader PKK selaku mitra pemerintah dalam membina dan memberdayakan masyarakat ikut berperan aktif dan mendukung upaya tersebut."Kader-kader PKK harus bisa menjadi pemandu jalan, mengajak, merangkul, serta mengajak ibu-ibu untuk mengambil bagian dalam upaya pembentukan manusia Indonesia yang unggul, SDM-SDM yang unggul," ungkapnya.Salah satunya adalah dengan menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat di keluarga masing-masing. Mulai dari menjaga keseimbangan gizi pada ibu hamil, bayi, dan balita agar mereka tumbuh memiliki kualitas yang unggul."Saya harap para kader PKK juga ikut mengajak ibu-ibu menjaga kesehatan, melakukan deteksi dini pada kanker serviks. Ini penting sekali," tutur Presiden.Apalagi menjelang bonus demografi yang akan diterima Indonesia pada tahun 2020 hingga 2030 mendatang. Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia harus fokus bersama-sama mempersiapkan diri guna menghadapi dan memanfaatkan fenomena tersebut dengan sebaik mungkin."Sehingga sumber daya manusia yang ada pada waktu itu menjadi kekuatan besar bangsa ini. Karena di era persaingan, kompetisi yang sengit seperti ini, SDM, sumber daya manusia menjadi kunci," ujar Presiden.Di awal sambutannya, Presiden sempat berpesan untuk selalu menjunjung tinggi keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Jangan sampai perbedaan yang ada menimbulkan perpecahan yang dapat merusak persatuan dan kesatuan Indonesia.Bersama pemerintah, PKK diharapkan dapat memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan anugerah dari Tuhan yang harus selalu dijaga. "Nah ini bagian yang pintar mendinginkan suasana ya ibu-ibu. Bapak-bapaknya _panas-panasin_, ibu-ibunya _ngademin_. Jangan bapak-bapaknya _manas-manasin_, ibu-ibunya ikut _ngomporin_. Wah jadi. Ini tugas kita bersama," ucap Presiden.Tampak hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, serta sejumlah istri anggota Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK).Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Menurut Mendagri, Isu PKI Selalu Dimunculkan Jelang Pemilu

Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo mengaku kecewa dengan kembali munculnya isu-isu soal komunis dan Partai Komunis Indonesia ( PKI).Menurut dia, isu ini dimunculkan oleh pihak yang menggunakan cara-cara tidak sehat dalam berpolitik. "Kami kecewa sebagai anak bangsa, urusan politik merebut kekuasaan tiap Pilpres, kenapa justru isu-isu dan fitnah ini (PKI) dikembangkan," kata Tjahjo, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Senin (2/10/2017).Ia menegaskan, pemerintah menolak komunisme sebagaimana Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) yang masih berlaku hingga saat ini."Sudah jelas sikap Presiden, sikap seluruh bangsa, para ulama atau tokoh masyarakat PKI itu terlarang di Indonesia," kata dia."Ini upaya-upaya politik yang harusnya sebagai anak bangsa, sebagai negarawan, tokoh nasional atau siapapun harusnya sudah menyingkirkan masalah-masalah yang sudah menjadi putusan politik bangsa ini," papar Tjahjo.Oleh karena itu, politisi PDI Perjuangan ini mengajak semua pihak tak lagi memunculkan isu kebangkitan komunisme di Tanah Air."Mari kita tutup, mari bersaing secara sehat kalau ingin jadi Presiden, gubernur, atau apa silakan adu konsep. Program secara komprehensif membangun bangsa ini, mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan," ujar dia."Janganlah membuat isu-isu fitnah yang enggak benar. Yang akan mengganggu persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa yang berbhinneka tunggal ika ini," kata Tjahjo. [kompas.com]

Read More »

Presiden Jokowi ke Ibu PKK: Kalau Bapaknya Panas, Didinginkan

Presiden Joko Widodo menemui ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Ada beberapa pesan khusus yang diberikan Jokowi ke para ibu PKK tersebut.Jokowi mengingatkan masyarakat agar selalu menjunjung tinggi keberagaman yang dimiliki Indonesia. Jangan sampai perbedaan yang ada menimbulkan perpecahan yang dapat merusak persatuan dan kesatuan Indonesia."Bersama pemerintah, PKK diharapkan dapat memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan anugerah dari Tuhan yang harus selalu dijaga," kata Jokowi.Hal tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri acara Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-45 dan Jambore Nasional Kader PKK Tahun 2017 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Senin (2/10/2017).Jokowi juga mengatakan, kaum ibu diharapkan bisa selalu mendinginkan suasana bila terjadi hal yang 'memanas' di tengah masyarakat."Nah, ini bagian yang pintar mendinginkan suasana ya ibu-ibu. Bapak-bapaknya panas-panasin, ibu-ibunya ngademin. Jangan bapak-bapaknya manas-manasin, ibu-ibunya ikut ngomporin. Wah, jadi. Ini tugas kita bersama," katanya.Selain itu, Jokowi mengajak masyarakat Indonesia menanamkan nilai-nilai kehidupan guna membangun keluarga yang sehat dan sejahtera. Jokowi meyakini peran keluarga sangat penting dan menentukan kualitas bangsa."Saya mengajak seluruh keluarga di pelosok Tanah Air, baik yang ada di desa-desa, kawasan perkotaan, terpencil, untuk terus membangun keluarga kita," ujar Jokowi.Jokowi berharap kader PKK selaku mitra pemerintah dalam membina dan memberdayakan masyarakat ikut berperan aktif dan mendukung upaya tersebut."Kader-kader PKK harus bisa menjadi pemandu jalan, mengajak, merangkul, serta mengajak ibu-ibu untuk mengambil bagian dalam upaya pembentukan manusia Indonesia yang unggul, SDM-SDM yang unggul," katanya.Jokowi juga mengingatkan agar masyarakat menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat di keluarga masing-masing. Mulai dari menjaga keseimbangan gizi pada ibu hamil, bayi, dan balita agar mereka tumbuh memiliki kualitas yang unggul."Saya harap para kader PKK juga ikut mengajak ibu-ibu menjaga kesehatan, melakukan deteksi dini pada kanker serviks. Ini penting sekali," katanya.Apalagi, lanjut Jokowi, menjelang bonus demografi yang akan diterima Indonesia pada tahun 2020 hingga 2030 mendatang. Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia harus fokus bersama-sama mempersiapkan diri guna menghadapi dan memanfaatkan fenomena tersebut dengan sebaik mungkin."Sehingga sumber daya manusia yang ada pada waktu itu menjadi kekuatan besar bangsa ini. Karena di era persaingan, kompetisi yang sengit seperti ini, SDM, sumber daya manusia menjadi kunci," ujar Presiden.Hadir dalam acara ini Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, serta sejumlah istri anggota Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK). [detik.com]

Read More »

Saat Presiden Jokowi Jadi Rebutan Foto Ibu-ibu PKK

Presiden Joko Widodo menghadiri kegiatan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kehadiran Jokowi jadi rebutan para ibu PKK. Acara Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-45 dan Jambore Nasional Kader PKK 2017 tersebut digelar di Ballroom Mercure Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Senin (2/10/207). Kegiatan ini mengangkat tema "Budaya Hidup Sehat dengan Kesadaran Deteksi Dini Kanker pada Perempuan untuk Mewujudkan Keluarga Indonesia Sejahtera".Jokowi datang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang tampak mengenakan kebaya warna merah berselempang kain batik. Begitu tiba di lobby hotel, Jokowi langsung disambut meriah para anggota PKK yang tidak bisa masuk ke dalam.Begitu masuk ke dalam ruangan, Jokowi disambut meriah oleh para ibu PKK yang memenuhi ruangan. Jokowi kemudian menyambangi barisan bangku yang ditempati ibu-ibu tersebut. Banyak ibu PKK yang memanggil nama Jokowi agar mendekat dan bersalaman. Begitu Jokowi mendekat, ibu-ibu PKK tersebut 'mengerubungi' Jokowi mengajak bersalaman dan berfoto. Banyak juga yang berhasil foto bersama, bahkan ada yang selfie.Di sisi seberang, sekumpulan ibu-ibu PKK memanggil Jokowi agar mendekat. Jokowi pun menghampiri.Ada sekitar 5 menit Jokowi menghampiri kelompok ibu-ibu PKK tersebut. Kemudian Jokowi dan Iriana duduk di bangku yang disediakan. Acara kemudian dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKK. [detik.com]

Read More »