Home / admin (page 2)

admin

Keluarga Besar Presiden Jokowi Bersiap Hadiri Resepsi Kahiyang-Bobby di Medan

Resepsi pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution di Medan digelar hari ini. Pihak keluarga besar Jokowi berangkat lebih dulu ke lokasi acara, tanpa mengikuti kirab budaya.Pantauan detikcom, Minggu (26/11/2017) sejak pukul 07.30 WIB, pihak keluarga juga staf Istana Kepresidenan dan Paspampres sudah mulai turun ke lobby hotel untuk sarapan. Sekitar pukul 08.30 WIB, mereka mulai meninggalkan hotel.Pihak keluarga yang perempuan tampak mengenakan kebaya. Sementara yang laki-laki mengenakan jas dengan selempang kain ulos.Informasi yang dihimpun, sebagian dari mereka ada yang langsung ke lokasi resepsi, sementara ada yang ke lokasi Medan International Convention Center (MICC), titik awal pawai kirab kereta kencana menuju lokasi resepsi.Sementara itu, rencananya Jokowi dan Iriana akan mengenakan kereta kencana dari MICC ke lokasi resepsi. Ada tujuh kereta kencana yang akan ikut dalam kirab tersebut.Tujuh kereta itu diisi oleh kedua mempelai Muhammad Bobby Afif Nasution dan Kahiyang Ayu (kereta pertama), Jokowi, Iriana, dan Kaesang (kereta kedua), Ade Hanifah Siregar dan Doli S Siregar (kereta ketiga), Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda serta Jan Ethes Srinarendra (kereta keempat).Kemudian orangtua Pak Jokowi, Eyang Noto serta Bapak dan Ibu Miryono (kereta kelima), Bapak dan Ibu Setiawan dan Bapak serta Ibu Widodo Prasetyo (kereta keenam), terakhir Bapak dan Ibu Didit dan Bapak dan Ibu Dendy (kereta ketujuh). [detik.com]

Read More »

Mampir ke Mal dan Makan Durian Cara Presiden Bermalam Minggu Bersama Keluarga di Medan

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo pada Sabtu (25/11) malam, kembali mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Kota Medan. Kali ini, Plaza Medan Fair yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, menjadi tujuan Kepala Negara beserta rombongan.Presiden datang bersama kedua putranya Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, menantunya Selvi Ananda, serta cucunya Jan Ethes Srinarendra. Kedatangan Presiden beserta keluarga disambut antusias oleh para masyarakat dan pengunjung mal.Tampak pula sejumlah jajaran Menteri Kabinet Kerja yang turut menyertai Presiden, di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.Bahkan, Presiden sempat bermain lempar bola basket bersama kedua menterinya, yakni Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Setelah beberapa saat, Presiden kembali berkeliling mal sambil menyapa dan menerima ajakan berswafoto masyarakat.Tak hanya sampai disitu, Presiden beserta rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju kedai Ucok Durian yang berada di Jalan Wahid Hasyim, Kota Medan.Di sana, telah hadir sejumlah keluarga dan kerabat Presiden, termasuk ibundanya Sujiatmi Notomihardjo, untuk menyantap durian bersama. Kebersamaan tersebut langsung diabadikan oleh Presiden ke dalam sebuah video blog (vlog) pribadinya.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Gaya Santai Gibran, Selvi dan Kaesang Malam Mingguan Bareng Jan Ethes

Presiden Jokowi mengajak keluarganya jalan-jalan ke Plaza Medan Fair, Sabtu malam (25/11/2017). Dilansir dari detik.com, Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka bersama istrinya, Selvi Ananda, dan anaknya, Jan Ethes memisahkan diri untuk mendahului ke arena permainan. Adik Gibran, Kaesang Pangarep juga ikut.Cucu Presiden Jokowi, Jan Ethes Srinarendra tampak senang naik mobil-mobilan sambil menunggu Presiden Jokowi. Dia ditemani ayah dan ibunya yang tampil santai.Presiden Jokowi perlu waktu lebih dari 20 menit untuk menuju arena permainan karena harus melayani ajakan pengunjung mal untuk berfoto dan bersalaman. Kaesang pun tampang menelepon seseorang.Penampilan mereka terlihat santai di malam mingguan. Mereka hanya mengenakan kaos dan tampak biasa saja. Saat Presiden Jokowi datang, Jan Ethes pun diajak main lempar bola basket 'melawan' 2 menteri.

Read More »

Saat Presiden Jokowi Ajak Ibunya dan Jan Ethes Menyantap Durian Ucok

Usai berkunjung ke mal Plaza Medan Fair, Presiden Joko Widodo langsung bertolak ke kedai Ucok Durian. Dia mengajak keluarga dan beberapa menteri santap durian di kedai tersebut.Jokowi tiba di Kedai Ucok Durian, Jl Wahid Hasyim, Kota Medan, Sumatera Utara, sekitar pukul 22.05 WIB, Sabtu (25/11/2017). Jokowi langsung disambut pemilik kedai Zainal Abidin alias Ucok.Jokowi mengajak keluarga besarnya dari Solo, termasuk ibunda Jokowi, Sujiatmi Notomihardjo. Putra Jokowi, Gibran Rakabuming dan istrinya Selvi Ananda dan anaknya Jan Ethes juga ikut menyantap durian.Jan Ethes terlihat lahap memakan durian. Bahkan Jokowi ikut menyuapi Jan Ethes makan durian. Tak hanya itu, Jokowi juga membuat video blog (vlog) tentang cucunya yang lahap memakan durian. Jokowi juga mengajak ibundanya dalam vlog tersebut.Di sela itu, Ucok si pemilik kedai tampak sibuk menyajikan durian terbaiknya untuk keluarga Presiden Jokowi. Ada sekitar 250 durian yang dia siapkan."Ayo, ayo, makan, makan," kata Jokowi mengajak makan durian bersama.Tak hanya keluarga, beberapa menteri juga ikut menyantap durian, yakni Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.Meski demikian, Jokowi tak lama di kedai itu. Dia hanya sekitar 15 menit dan langsung bertolak kembali ke hotel. [detik.com]

Read More »

Lincahnya Jan Ethes Bantu Presiden Jokowi Main Basket Lawan 2 Menteri

Presiden Jokowi menunjungi Mall Plaza Medan Fair sekitar pukul 20.41 WIB, Sabtu (25/11/2017). Putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming dan istrinya, Selvi Ananda, dan anaknya Jan Ethes serta putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep mendahului ke lantai teratas. Dilansir dari detik.com, begitu sampai di lantai paling atas, Presiden Jokowi langsung unjuk kebolehan melempar bola basket di arena permainan. Seskab Pramono Anung dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pun ikut. Jokowi, Pramono, dan Basuki tampak bertanding. Jan Ethes yang digendong ayahnya, rupanya tak sekadar jadi penonton. Dia membantu Jokowi mengambil bola yang sudah dilempar, kemudian diberikan lagi ke kakeknya itu. Meski bola basket itu tampak lebih besar dari badannya, Jan Ethes tampak lincah memberikan bola demi bola ke Jokowi. Sambil melihat arah lemparan Jokowi, Jan Ethes memegang erat bola lainnya sebelum diserahkan ke kakeknya.

Read More »

KTP Elektronik Lambat Dicetak, Ini Penjelasan Dirjen Kependudukan

Dalam konferensi pers yang digelar Jumat, 24 November 2017, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil banyak menjelaskan kendala dalam pelayanan data kependudukan. Terutama masalah pencetakan KTP el yang banyak diberitakan lambat. Menurut Zudan, peran dinas kependudukan di daerah, menjadi salah satu kunci dari percepatan layanan data kependudukan. Karena itu ia minta, dinas kependudukan di daerah pro aktif. Misalnya terkait dengan ketersediaan blanko. Sebelum blanko habis, dinas kependudukan harusnya cepat melapor ke Jakarta. Namun kata dia, acapkali terjadi perbedaan persepsi. Ia contohkan, daerah kerapkali meminta jumlah blanko banyak, tapi tak didukung dengan peralatan pendukung yang memadai. Peralatan pendukung yang dimaksud adalah printer untuk mencetak. Acapkali, blanko numpuk, karena printer yang tersedia terbatas. "Contoh, Kota Tarakan ingin dan minta 100 ribu blanko. Saya tanya kebutuhanmu berapa yang bisa dipenuhi dalam 1 bulan. Printernya hanya ada dua. Kalau printernya hanya ada dua. Maksimal mencetak sehari hanya 300 keping. Maka kalau saya beri 10 ribu maka akan habis dalam waktu 3 bulan," kata Zudan. Persoalan inilah kata dia, yang membuat masyarakat kemudian mempersepsikan layanan KTP el lambat. Karena itu, pihaknya tidak akan memberi blanko berdasarkan keinginan daerah. Tapi, akan dilihat juga kemampuan mencetaknya. Karena kalau blanko diberikan banyak, namun printer yang ada jumlahnya minim, tentu ini memperlambat pencetakan. Tapi, ada juga daerah yang meminta blanko banyak, didukung pula oleh kecepatan pencetakannya. Ini karena perangkat pencetakannya, dalam hal ini printer disediakan dengan jumlah memadai. Artinya, antara keinginan dan kemampuan saling mendukung. "Contoh yang kami beri besar-besaran itu Kota Bogor minta 60 ribu, perjanjian dua minggu selesai. Kota Jambi minta 40 ribu, 2 hari selesai. Kota Bekasi minta 122 ribu kita beri 110 ribu dalam waktu satu bulan selesai," ujar Zudan. Daerah lain yang juga cepat adalah Kabupaten Bandung. Kabupaten tersebut minta blanko cukup banyak. Dan pihaknya langsung memenuhi itu dalam waktu singkat. "Tiap dua minggu kita monitoring, selesai. Terakhir kami beri banyak ini Kota Makasar minta 76 ribu kita beri 60 ribu dengan catatan harus habis dalam waktu 20 hari. Nah kami akan memberi banyak sesuai kemampuan daerah untuk menghabiskan blanko itu dengan mencetak yang diutamakan yang pemilik KTP baru, yang 17 tahun," tutur Zudan. Tapi kata Zudan, tidak menutup kemungkinan juga bagi KTP yang hilang, rusak atau bagi warga pindah dan datang. Ini pun akan dicetakkan. "Nah ini temen-temen kondisi mengapa banyak muncul di media, daerah menyebutkan kami kurang blanko. Kalau kurang, kami akan penuhi yang penting segera dicetak jangan distop, jangan disimpan di daerah," ujarnya. [kemendagri.go.id]

Read More »

Dukung Percepatan LRT Jobodebek, Menhub : PT.KAI Tetap Sebagai Investor LRT Jabodebek

Dalam upaya percepatan pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi atau Jabodebek, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan PT Kereta Api Indonesia Persero tetap adalah sebagai investor pembangunan proyek ini.“Seuai Perpres Nomor: 49 tahun 2017, PT KAI tetap adalah sebagai investor maupun nantinya sebagai penyelenggara pengoperasian, perawatan, dan pengusahaan prasarana termasuk pendanaan pembangunan LRT Jabodebek. Ini sudah dikoordinasikan dengan Menko Kemaritiman, Menteri Keuangan, dan Meneg BUMN. Minggu depan akan ada finalisasi dikoordinir oleh Menko Kemaritiman. Untuk ini kami siap mendukung,” kata Menhub Budi di sela-sela kunjungan kerjanya di Sumatera Utara, Jumat (24/11).Dalam hal penugasan penyelenggaraan sarana LRT Jabodebek dikatakan Menhub PT KAI dapat join bersama PT Adhi Karya dengan membentuk anak perusahaan atau perusahaan patungan. Terkait hal ini Menhub menyebut ini juga diatur dalam Perpres Nomor: 49 Tahun 2017.“Dengan nantinya PT KAI dan PT Adhi Karya join tentunya akan lebih ringan, hal-hal lain misal terkait pendanaan tentunya ini dapat dibicarakan lebih lanjut oleh kedua perusahaan. Saya yakin nantinya akan lebih optimal,” ujar Menhub.Lanjutnya, dukungan Kementerian Perhubungan pada pembangunan proyek LRT Jabodebek akan terus dilakukan agar proyek ini dapat berjalan sesuai rencana.“Dukungan pemerintah agar proyek ini dapat selesai tepat waktu dan ini sangat dibutuhkan masyarakat. LRT jabodebek adalah bagian sistem transportasi massal di wilayah Jabodebek,” lanjut Menhub.Selain siap mendukung percepatan pembangunan LRT Jabodebek nantinya pemerintah juga akan mendukung dalam hal pemberian subsidi/bantuan dalam rangka penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik/Public Services Obligation sesuai ketentuan yang berlaku. [dephub.go.id]

Read More »

Dulu Lahan ini Sumber Asap, di era Presiden Jokowi Kini jadi Sumber Asap Dapur Warga

TIm Pusat Perhutanan Sosial dan Agroforestri Universitas Lambung Mangkurat bersama warga desa Tebing Siring yang menggarap lahan hutan negara melalui program perhutanan sosial.Lima enam tahun silam, kawasan seluas ratusan hektar di Desa Tebing Siring, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, ini, adalah sumber asap yang disebabkan oleh kebakaran lahan. Ilalang-ilalang yang kering meranggas, sangat mudah menjadi lidah api sekalipun tanpa pemicu atau intervensi manusia. Dalam setahun, kebakaran bisa terjadi dua hingga tiga kali. Kala itu, warga tak peduli jika terjadi kebakaran lahan. Mereka tak punya kepentingan untuk memadamkan api, karena kebakaran tersebut tidak terjadi di lahan yang mereka miliki.Berkat program perhutanan sosial yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi, kawasan itu kini praktis nihil kebakaran. Sudah sejak tiga tahun terakhir ini, tidak pernah terjadi kebakaran di area tersebut. Kawasan tanah negara yang tadinya tidur dan dibiarkan menganggur, melalui program perhutanan sosial kini terkelola dengan baik. Warga sekitar hutan pun memperoleh tambahan penghasilan untuk hidup sehari-hari, serta memiliki harapan dan “tabungan masa depan” berupa tanaman karet yang mereka tanam.Lahan Tebing Siring sebelum diolah oleh warga sekitar adalah ilalang kering yang mudah terbakar.Gajali Rachman, warga Desa Tebing Siring, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, bersama dengan warga lain sekeliling hutan, kala itu mengolah sebagian kecil lahan itu secara sembunyi-sembunyi alias ilegal. “Tanpa kepastian waktu itu. IUP (Izin Usaha Pengelolaan) dari Dinas Kehutanan pun kami belum punya. Dulu rintangannya banyak sekali, termasuk klaim-klaim atas tanah-tanah tersebut. Sekarang setelah ada program perhutanan sosial ini, kami bisa bekerja lebih tenang. Kami diberi izin mengelola bukan memiliki sampai dengan 35 tahun, dan bisa diperpanjang,” ujarnya kepada serombongan wartawan yang mendatangi lokasi tersebut, 22 November 2017.Lahan di lokasi/titik yang sama setelah dikelola oleh warga dan mendapatkan pendampingan dari Universitas Lambung Mangkurat.Menurut Gajali, kepastian dan ketenangan dalam mengelola membuat warga merasa punya harapan. “Dulu memang kami juga tidak dikejar-kejar oleh polisi hutan. Tapi kami bekerja dengan rasa takut. Dengan legalitas dari Dinas ini, kami bisa membuat rencana lebih baik. Setelah ada izin kelola yang kami pegang, kami jadi lebih tenang dalam bekerja. Apalagi ada bimbingan dari Pak Mahrus,” imbuh Gajali yang juga Ketua Kelompok Tani “Ingin Maju” di desa tersebut sejak kelompok tani berbasis Hutan Kemasyarakatan itu terbentuk.Mahrus yang dimaksud Gajali adalah Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc, pengajar dari Fakultas Kehutanan Univesitas Lambung Mangkurat (ULM). Doktor di bidang ekonomi pembangunan tersebut sangat intens dalam melakukan pendampingan, mulai dari mencarikan mitra kerja sama, membantu warga untuk mendapatkan izin legal dalam pengelolaan hutan ini, sampai dengan mendidik mereka untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari lahan yang mereka kelola.“Kami memberikan pelatihan kepada para petani tentang penanaman pohon karet yang benar. Termasuk membantu mereka mencarikan mitra untuk memberikan bibit pohon karet kualitas unggul, terbaik, sehingga memberikan tingkat kepastian hidup yang lebih tinggi dan hasil produksi yang optimal. Selain itu, kami juga memberikan pelatihan untuk membudidayakan madu dengan menanam pohon kaliandra dan kapuk sehingga mengundang lebah untuk datang,” ujar Mahrus.Mahrus juga bercerita bagaimana ia dan timnya dari Pusat Perhutanan Sosial dan Agroforestri (Puspersaf) ULM berusaha meyakinkan kepada para petani untuk bersusah-susah di awal, termasuk saat memulai mengolah lahan ini. “Mereka tidak diberi upah. Hanya mendapat uang makan. Kami berikan penjelasan kepada mereka, bahwa ini investasi para petani untuk kehidupan mereka yang lebih baik,” ujar pria asli Banjar ini. Dari sana pula ia meyakinkan kepada para pihak untuk membantu para petani, karena mereka sudah memiliki legalitas dalam pengelolaan hutan, sehingga kerja sama dengan pihak lain juga lebih mudah. “Jika tidak legal, tidak ada orang atau lembaga manapun yang mau membantu,” imbuh Mahrus.Sekarang, dari sekitar 400 hektar lahan yang siap untuk menjadi lahan perhutanan sosial, kurang lebih sekitar 180 hektar sudah tertanami pohon dan diolah masyarakat.Program pengelolan ini sendiri dilakukan secara bertahap. Mula-mula setiap warga mendapatkan 0,5 hektar untuk dikelola. Jika warga mengolah tanah yang dipercayakan kepada mereka, maka pada tahun berikutnya mereka akan mendapatkan hak pengelolaan tambahan. “Prinsipnya, perhutanan sosial ini memberikan hak pengelolaan. Jika mereka tidak mau mengelola dengan baik, dalam tahap selanjutnya mereka tidak akan mendapatkan tambahan lahan yang dapat dikelola,” kata Mahrus.Setelah program ini berjalan dan legalitas sudah rampung, para petani juga diajari untuk mengembangkan usaha produktif lainnya untuk meningkatkan pendapatan. Gajali bercerita bahwa lahan tersebut juga bagus untuk ditanami jengkol. “Satu pohon jengkol itu ketika panen bisa mendapatkan kira-kira 15 bakul jengkol yang sudah terkelupas. Masing-masing bakul dihargai 100 ribu, sehingga untuk satu pohon, warga bisa mendapatkan sekitar Rp.1,5 juta,” kata Gajali. Sekarang ini, masing-masing warga yang sudah mengelola lahan sudah menanam kurang lebih sekitar 100 pohon, sehingga dalam beberapa tahun ke depan mereka bisa berharap mendapatkan tambahan penghasilan sekitar Rp150 juta, hanya dari buah jengkol.Mahrus bersama timnya juga mengusahakan bibit-bibit tanaman lain untuk dikelola petani, seperti pohon durian, cempedak, rambutan, kemiri, dan sebagainya. Tak cuma itu. Para petani kini juga sudah dapat menikmati produksi lebah madu berkat adanya tanaman kaliandra di kawasan hutan. “Memang madu ini tantangannya tidak mudah. Musuh terbesarnya adalah beruang madu. Binatang ini sering datang merusak rumah madu yang kami usahakan. Mereka banyak berkeliaran di seputar hutan,” kata Gajali.Selain itu, sekarang ini para warga juga diajari untuk mengelola peternakan sapi. “Kami mulai dengan menanam pakannya terlebih dahulu. Setelah tanaman rumput gajah tumbuh, lalu mereka mendapatkan bantuan bibit sapi,” terang Mahrus. Ia menambahkan, saat ini para petani sedang diajari untuk membuat produksi pupuk dari kotoran sapi tersebut.Setelah sapi, pengembangan usaha yang dibuat di kawasan tersebut adalah kolam ikan. “Kendalanya masih banyak, karena kami belum dapat memproduksi pakan ikan sendiri yang berbiaya murah dan bahan-bahannya menggunakan sumber-sumber pakan setempat. Kalau mengandalkan pakan ikan pabrikan, harganya mahal,” kata Mahrus. Namun ia yakin, dengan pelatihan yang tepat para petani akan mampu memproduksi pakan ternak yang murah sehingga hasil budidaya perikanannya dapat menambah penghasilan warga.Dengan pendampingan dan pengarahan yang tepat, kini warga Desa Tebing Siring, berhasil mengubah lahan sumber asap menjadi sumber “asap dapur”. Apalagi, mulai tahun depan, mereka sudah dapat berharap memanen getah karet yang mereka tanam. [presidenri.go.id]

Read More »

Saat Presiden Jokowi Cium Tangan Ibunda di Pesta Adat Kahiyang Ayu

Foto : Agus SupartoPresiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana menghadiri puncak prosesi adat pernikahan Bobby Nasution-Kahiyang Ayu, Sabtu 24 November 2017. Foto : Agus Suparto Ibunda Presiden Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo juga ikut hadir di puncak pesta adat Kahiyang-Bobby di Medan, Sabtu 24 November 2017.Foto : Agus SupartoDilansir dari detik.com, Presiden Jokowi sempat mecium tangan ibunya, Sujiatmi Notomiharjo usai rangkaian acara foto bersama dalam acara tersebut.Foto : Agus Suparto

Read More »

Presiden Jokowi: Indonesia Mengutuk Aksi Teror di Masjid Mesir

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo mengutuk teror bom di masjid Sinai Utara, Mesir, yang menewaskan 235 orang. Jokowi juga ikut berduka untuk korban teror keji tersebut."Saya sampaikan duka yang mendalam terhadap korban teror di Mesir. Indonesia mengutuk keras segala bentuk aksi teror," cuit Jokowi di akun Twitter-nya @jokowi, Sabtu (25/11/2017).Insiden ini terjadi di Masjid Al-Rawdah di Bir al-Abed, yang berada di Kota El-Arish, kota terbesar di Provinsi Sinai Utara. Puluhan pelaku meledakkan bom dan melepaskan tembakan ke arah jemaah yang baru saja menunaikan ibadah salat Jumat pada 24 November kemarin. Bahkan pelaku juga menembaki ambulans yang berada di lokasi.Saksi mata lainnya yang bernama Mohamed menuturkan kepada Reuters bahwa pelaku berjumlah 40 orang, yang membentuk formasi di luar masjid dengan menumpangi sejumlah mobil jip dan melepas tembakan segala arah.Beberapa saat seusai serangan itu, sejumlah jet tempur milik Angkatan Udara Mesir menyerbu dan menghancurkan kendaraan yang digunakan para pelaku. Jet tempur Mesir itu menyerang sejumlah lokasi 'teroris' yang menjadi tempat penyimpanan senjata dan amunisi. [detik.com]

Read More »