Home / admin (page 2)

admin

KTP Elektronik Lambat Dicetak, Ini Penjelasan Dirjen Kependudukan

Dalam konferensi pers yang digelar Jumat, 24 November 2017, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil banyak menjelaskan kendala dalam pelayanan data kependudukan. Terutama masalah pencetakan KTP el yang banyak diberitakan lambat. Menurut Zudan, peran dinas kependudukan di daerah, menjadi salah satu kunci dari percepatan layanan data kependudukan. Karena itu ia minta, dinas kependudukan di daerah pro aktif. Misalnya terkait dengan ketersediaan blanko. Sebelum blanko habis, dinas kependudukan harusnya cepat melapor ke Jakarta. Namun kata dia, acapkali terjadi perbedaan persepsi. Ia contohkan, daerah kerapkali meminta jumlah blanko banyak, tapi tak didukung dengan peralatan pendukung yang memadai. Peralatan pendukung yang dimaksud adalah printer untuk mencetak. Acapkali, blanko numpuk, karena printer yang tersedia terbatas. "Contoh, Kota Tarakan ingin dan minta 100 ribu blanko. Saya tanya kebutuhanmu berapa yang bisa dipenuhi dalam 1 bulan. Printernya hanya ada dua. Kalau printernya hanya ada dua. Maksimal mencetak sehari hanya 300 keping. Maka kalau saya beri 10 ribu maka akan habis dalam waktu 3 bulan," kata Zudan. Persoalan inilah kata dia, yang membuat masyarakat kemudian mempersepsikan layanan KTP el lambat. Karena itu, pihaknya tidak akan memberi blanko berdasarkan keinginan daerah. Tapi, akan dilihat juga kemampuan mencetaknya. Karena kalau blanko diberikan banyak, namun printer yang ada jumlahnya minim, tentu ini memperlambat pencetakan. Tapi, ada juga daerah yang meminta blanko banyak, didukung pula oleh kecepatan pencetakannya. Ini karena perangkat pencetakannya, dalam hal ini printer disediakan dengan jumlah memadai. Artinya, antara keinginan dan kemampuan saling mendukung. "Contoh yang kami beri besar-besaran itu Kota Bogor minta 60 ribu, perjanjian dua minggu selesai. Kota Jambi minta 40 ribu, 2 hari selesai. Kota Bekasi minta 122 ribu kita beri 110 ribu dalam waktu satu bulan selesai," ujar Zudan. Daerah lain yang juga cepat adalah Kabupaten Bandung. Kabupaten tersebut minta blanko cukup banyak. Dan pihaknya langsung memenuhi itu dalam waktu singkat. "Tiap dua minggu kita monitoring, selesai. Terakhir kami beri banyak ini Kota Makasar minta 76 ribu kita beri 60 ribu dengan catatan harus habis dalam waktu 20 hari. Nah kami akan memberi banyak sesuai kemampuan daerah untuk menghabiskan blanko itu dengan mencetak yang diutamakan yang pemilik KTP baru, yang 17 tahun," tutur Zudan. Tapi kata Zudan, tidak menutup kemungkinan juga bagi KTP yang hilang, rusak atau bagi warga pindah dan datang. Ini pun akan dicetakkan. "Nah ini temen-temen kondisi mengapa banyak muncul di media, daerah menyebutkan kami kurang blanko. Kalau kurang, kami akan penuhi yang penting segera dicetak jangan distop, jangan disimpan di daerah," ujarnya. [kemendagri.go.id]

Read More »

Dukung Percepatan LRT Jobodebek, Menhub : PT.KAI Tetap Sebagai Investor LRT Jabodebek

Dalam upaya percepatan pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi atau Jabodebek, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan PT Kereta Api Indonesia Persero tetap adalah sebagai investor pembangunan proyek ini.“Seuai Perpres Nomor: 49 tahun 2017, PT KAI tetap adalah sebagai investor maupun nantinya sebagai penyelenggara pengoperasian, perawatan, dan pengusahaan prasarana termasuk pendanaan pembangunan LRT Jabodebek. Ini sudah dikoordinasikan dengan Menko Kemaritiman, Menteri Keuangan, dan Meneg BUMN. Minggu depan akan ada finalisasi dikoordinir oleh Menko Kemaritiman. Untuk ini kami siap mendukung,” kata Menhub Budi di sela-sela kunjungan kerjanya di Sumatera Utara, Jumat (24/11).Dalam hal penugasan penyelenggaraan sarana LRT Jabodebek dikatakan Menhub PT KAI dapat join bersama PT Adhi Karya dengan membentuk anak perusahaan atau perusahaan patungan. Terkait hal ini Menhub menyebut ini juga diatur dalam Perpres Nomor: 49 Tahun 2017.“Dengan nantinya PT KAI dan PT Adhi Karya join tentunya akan lebih ringan, hal-hal lain misal terkait pendanaan tentunya ini dapat dibicarakan lebih lanjut oleh kedua perusahaan. Saya yakin nantinya akan lebih optimal,” ujar Menhub.Lanjutnya, dukungan Kementerian Perhubungan pada pembangunan proyek LRT Jabodebek akan terus dilakukan agar proyek ini dapat berjalan sesuai rencana.“Dukungan pemerintah agar proyek ini dapat selesai tepat waktu dan ini sangat dibutuhkan masyarakat. LRT jabodebek adalah bagian sistem transportasi massal di wilayah Jabodebek,” lanjut Menhub.Selain siap mendukung percepatan pembangunan LRT Jabodebek nantinya pemerintah juga akan mendukung dalam hal pemberian subsidi/bantuan dalam rangka penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik/Public Services Obligation sesuai ketentuan yang berlaku. [dephub.go.id]

Read More »

Dulu Lahan ini Sumber Asap, di era Presiden Jokowi Kini jadi Sumber Asap Dapur Warga

TIm Pusat Perhutanan Sosial dan Agroforestri Universitas Lambung Mangkurat bersama warga desa Tebing Siring yang menggarap lahan hutan negara melalui program perhutanan sosial.Lima enam tahun silam, kawasan seluas ratusan hektar di Desa Tebing Siring, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, ini, adalah sumber asap yang disebabkan oleh kebakaran lahan. Ilalang-ilalang yang kering meranggas, sangat mudah menjadi lidah api sekalipun tanpa pemicu atau intervensi manusia. Dalam setahun, kebakaran bisa terjadi dua hingga tiga kali. Kala itu, warga tak peduli jika terjadi kebakaran lahan. Mereka tak punya kepentingan untuk memadamkan api, karena kebakaran tersebut tidak terjadi di lahan yang mereka miliki.Berkat program perhutanan sosial yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi, kawasan itu kini praktis nihil kebakaran. Sudah sejak tiga tahun terakhir ini, tidak pernah terjadi kebakaran di area tersebut. Kawasan tanah negara yang tadinya tidur dan dibiarkan menganggur, melalui program perhutanan sosial kini terkelola dengan baik. Warga sekitar hutan pun memperoleh tambahan penghasilan untuk hidup sehari-hari, serta memiliki harapan dan “tabungan masa depan” berupa tanaman karet yang mereka tanam.Lahan Tebing Siring sebelum diolah oleh warga sekitar adalah ilalang kering yang mudah terbakar.Gajali Rachman, warga Desa Tebing Siring, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, bersama dengan warga lain sekeliling hutan, kala itu mengolah sebagian kecil lahan itu secara sembunyi-sembunyi alias ilegal. “Tanpa kepastian waktu itu. IUP (Izin Usaha Pengelolaan) dari Dinas Kehutanan pun kami belum punya. Dulu rintangannya banyak sekali, termasuk klaim-klaim atas tanah-tanah tersebut. Sekarang setelah ada program perhutanan sosial ini, kami bisa bekerja lebih tenang. Kami diberi izin mengelola bukan memiliki sampai dengan 35 tahun, dan bisa diperpanjang,” ujarnya kepada serombongan wartawan yang mendatangi lokasi tersebut, 22 November 2017.Lahan di lokasi/titik yang sama setelah dikelola oleh warga dan mendapatkan pendampingan dari Universitas Lambung Mangkurat.Menurut Gajali, kepastian dan ketenangan dalam mengelola membuat warga merasa punya harapan. “Dulu memang kami juga tidak dikejar-kejar oleh polisi hutan. Tapi kami bekerja dengan rasa takut. Dengan legalitas dari Dinas ini, kami bisa membuat rencana lebih baik. Setelah ada izin kelola yang kami pegang, kami jadi lebih tenang dalam bekerja. Apalagi ada bimbingan dari Pak Mahrus,” imbuh Gajali yang juga Ketua Kelompok Tani “Ingin Maju” di desa tersebut sejak kelompok tani berbasis Hutan Kemasyarakatan itu terbentuk.Mahrus yang dimaksud Gajali adalah Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc, pengajar dari Fakultas Kehutanan Univesitas Lambung Mangkurat (ULM). Doktor di bidang ekonomi pembangunan tersebut sangat intens dalam melakukan pendampingan, mulai dari mencarikan mitra kerja sama, membantu warga untuk mendapatkan izin legal dalam pengelolaan hutan ini, sampai dengan mendidik mereka untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari lahan yang mereka kelola.“Kami memberikan pelatihan kepada para petani tentang penanaman pohon karet yang benar. Termasuk membantu mereka mencarikan mitra untuk memberikan bibit pohon karet kualitas unggul, terbaik, sehingga memberikan tingkat kepastian hidup yang lebih tinggi dan hasil produksi yang optimal. Selain itu, kami juga memberikan pelatihan untuk membudidayakan madu dengan menanam pohon kaliandra dan kapuk sehingga mengundang lebah untuk datang,” ujar Mahrus.Mahrus juga bercerita bagaimana ia dan timnya dari Pusat Perhutanan Sosial dan Agroforestri (Puspersaf) ULM berusaha meyakinkan kepada para petani untuk bersusah-susah di awal, termasuk saat memulai mengolah lahan ini. “Mereka tidak diberi upah. Hanya mendapat uang makan. Kami berikan penjelasan kepada mereka, bahwa ini investasi para petani untuk kehidupan mereka yang lebih baik,” ujar pria asli Banjar ini. Dari sana pula ia meyakinkan kepada para pihak untuk membantu para petani, karena mereka sudah memiliki legalitas dalam pengelolaan hutan, sehingga kerja sama dengan pihak lain juga lebih mudah. “Jika tidak legal, tidak ada orang atau lembaga manapun yang mau membantu,” imbuh Mahrus.Sekarang, dari sekitar 400 hektar lahan yang siap untuk menjadi lahan perhutanan sosial, kurang lebih sekitar 180 hektar sudah tertanami pohon dan diolah masyarakat.Program pengelolan ini sendiri dilakukan secara bertahap. Mula-mula setiap warga mendapatkan 0,5 hektar untuk dikelola. Jika warga mengolah tanah yang dipercayakan kepada mereka, maka pada tahun berikutnya mereka akan mendapatkan hak pengelolaan tambahan. “Prinsipnya, perhutanan sosial ini memberikan hak pengelolaan. Jika mereka tidak mau mengelola dengan baik, dalam tahap selanjutnya mereka tidak akan mendapatkan tambahan lahan yang dapat dikelola,” kata Mahrus.Setelah program ini berjalan dan legalitas sudah rampung, para petani juga diajari untuk mengembangkan usaha produktif lainnya untuk meningkatkan pendapatan. Gajali bercerita bahwa lahan tersebut juga bagus untuk ditanami jengkol. “Satu pohon jengkol itu ketika panen bisa mendapatkan kira-kira 15 bakul jengkol yang sudah terkelupas. Masing-masing bakul dihargai 100 ribu, sehingga untuk satu pohon, warga bisa mendapatkan sekitar Rp.1,5 juta,” kata Gajali. Sekarang ini, masing-masing warga yang sudah mengelola lahan sudah menanam kurang lebih sekitar 100 pohon, sehingga dalam beberapa tahun ke depan mereka bisa berharap mendapatkan tambahan penghasilan sekitar Rp150 juta, hanya dari buah jengkol.Mahrus bersama timnya juga mengusahakan bibit-bibit tanaman lain untuk dikelola petani, seperti pohon durian, cempedak, rambutan, kemiri, dan sebagainya. Tak cuma itu. Para petani kini juga sudah dapat menikmati produksi lebah madu berkat adanya tanaman kaliandra di kawasan hutan. “Memang madu ini tantangannya tidak mudah. Musuh terbesarnya adalah beruang madu. Binatang ini sering datang merusak rumah madu yang kami usahakan. Mereka banyak berkeliaran di seputar hutan,” kata Gajali.Selain itu, sekarang ini para warga juga diajari untuk mengelola peternakan sapi. “Kami mulai dengan menanam pakannya terlebih dahulu. Setelah tanaman rumput gajah tumbuh, lalu mereka mendapatkan bantuan bibit sapi,” terang Mahrus. Ia menambahkan, saat ini para petani sedang diajari untuk membuat produksi pupuk dari kotoran sapi tersebut.Setelah sapi, pengembangan usaha yang dibuat di kawasan tersebut adalah kolam ikan. “Kendalanya masih banyak, karena kami belum dapat memproduksi pakan ikan sendiri yang berbiaya murah dan bahan-bahannya menggunakan sumber-sumber pakan setempat. Kalau mengandalkan pakan ikan pabrikan, harganya mahal,” kata Mahrus. Namun ia yakin, dengan pelatihan yang tepat para petani akan mampu memproduksi pakan ternak yang murah sehingga hasil budidaya perikanannya dapat menambah penghasilan warga.Dengan pendampingan dan pengarahan yang tepat, kini warga Desa Tebing Siring, berhasil mengubah lahan sumber asap menjadi sumber “asap dapur”. Apalagi, mulai tahun depan, mereka sudah dapat berharap memanen getah karet yang mereka tanam. [presidenri.go.id]

Read More »

Saat Presiden Jokowi Cium Tangan Ibunda di Pesta Adat Kahiyang Ayu

Foto : Agus SupartoPresiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana menghadiri puncak prosesi adat pernikahan Bobby Nasution-Kahiyang Ayu, Sabtu 24 November 2017. Foto : Agus Suparto Ibunda Presiden Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo juga ikut hadir di puncak pesta adat Kahiyang-Bobby di Medan, Sabtu 24 November 2017.Foto : Agus SupartoDilansir dari detik.com, Presiden Jokowi sempat mecium tangan ibunya, Sujiatmi Notomiharjo usai rangkaian acara foto bersama dalam acara tersebut.Foto : Agus Suparto

Read More »

Presiden Jokowi: Indonesia Mengutuk Aksi Teror di Masjid Mesir

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo mengutuk teror bom di masjid Sinai Utara, Mesir, yang menewaskan 235 orang. Jokowi juga ikut berduka untuk korban teror keji tersebut."Saya sampaikan duka yang mendalam terhadap korban teror di Mesir. Indonesia mengutuk keras segala bentuk aksi teror," cuit Jokowi di akun Twitter-nya @jokowi, Sabtu (25/11/2017).Insiden ini terjadi di Masjid Al-Rawdah di Bir al-Abed, yang berada di Kota El-Arish, kota terbesar di Provinsi Sinai Utara. Puluhan pelaku meledakkan bom dan melepaskan tembakan ke arah jemaah yang baru saja menunaikan ibadah salat Jumat pada 24 November kemarin. Bahkan pelaku juga menembaki ambulans yang berada di lokasi.Saksi mata lainnya yang bernama Mohamed menuturkan kepada Reuters bahwa pelaku berjumlah 40 orang, yang membentuk formasi di luar masjid dengan menumpangi sejumlah mobil jip dan melepas tembakan segala arah.Beberapa saat seusai serangan itu, sejumlah jet tempur milik Angkatan Udara Mesir menyerbu dan menghancurkan kendaraan yang digunakan para pelaku. Jet tempur Mesir itu menyerang sejumlah lokasi 'teroris' yang menjadi tempat penyimpanan senjata dan amunisi. [detik.com]

Read More »

Berperibahasa Mandailing, Ini 4 Nasihat Presiden Jokowi untuk Kahiyang-Bobby

Presiden Jokowi memberi ajar poda atau kata nasihat kepada Kahiyang Ayu Siregar dan Bobby Nasution dalam puncak pesta adat. Dia memberi sejumlah peribahasa dalam bahasa Batak Mandailing.Prosesi ajar poda ini digelar di gelanggang acara di Bukit Hijau Regency Taman Setiabudi (BHR-Tasbi), Medan, Sumatera Utara, Sabtu (25/11/2017)."Ananda berdua telah selesai di-upa dan diberi gelar adat, yang di dalamnya juga berisi nasihat dan doa kepada Ananda berdua. Namun, sebagai orang tua, saya juga akan memberikan ajar poda sebagai bekal bagi Ananda berdua dalam menjalani kehidupan ke depan," kata Jokowi.Jokowi mengatakan Kahiyang dan Bobby sebagai suami-istri wajib saling menyayangi, mencintai, menghormati, dan saling menjaga tanggung jawab masing-masing. Tanggung jawab itu mencakup tanggung jawab sosial kepada keluarga, masyarakat, agama, serta bangsa dan negara."Kita diajarkan holong do maroban domu, domu maroban parsaulian. Kasih sayang membawa persatuan, persatuan membawa kebaikan bersama," ujar Jokowi mengutip peribahasa dalam bahasa Batak Mandailing.Lalu, lanjut Jokowi, dirinya meminta Kahiyang dan Bobby mengamalkan sejumlah hal. Dia mengutipnya dari peribahasa Batak Mandailing."Pantun hangoluan, teas hamatean. Untuk hidup bahagia harus menjaga sopan santun. Jika tidak menjaga sopan santun, malapetaka akan datang," kata Jokowi."Yang kedua, suan tobu di bibir, dohot di ate-ate. Manis bukan hanya di mulut, tetapi juga di hati. Kebaikan yang dikatakan juga kebaikan yang dilakukan dengan sepenuh hati," sambungnya.Selanjutnya, Jokowi mengataka, tangi di siluluton, inte di siriaon. Artinya, jika ada kemalangan, walaupun tidak diundang, wajib berupaya untuk datang dan menolong. "Namun, jika ada kegembiraan, kita hanya wajib datang kalau diundang," ujarnya."Yang keempat, bahat disabur sabi, anso adong salongon. Kalau kita banyak menanam, kita akan banyak memetik hasilnya. Artinya, banyak-banyaklah berbuat kebaikan, agar Ananda memetik kebahagiaan," ujar Jokowi lagi.Jokowi lalu menutup nasihatnya dengan mengucapkan horas sebanyak tiga kali yang disambut para tamu undangan. [detik.com]

Read More »

Gaya Lucu Jan Ethes Cucu Presiden Jokowi Saksikan Tari Tortor di Medan

Pesta adat pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution digelar di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (25/11/2017). Jokowi dan Ibu Negara Iriana sempat menari tortor di awal pembukaan pesta adat ini.Tak ketinggalan, putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka bersama istrinya Selvi Ananda dan putranya Jan Ethes Sri Narendra hadir di tengah-tengah pesta.Seperti biasanya, Jan Ethes mencuri perhatian. Gayanya yang lucu membuat cucu pertama Jokowi ini jadi sorotan.Dalam pesta adat ini, Jan Ethes tampil dengan setelan jas abu-abu. Ia terlihat antusias menyaksikan tarian tortor. [liputan6.com]

Read More »

Kahiyang Ayu Resmi Bergelar Adat Namora Pinayongan Kasayangan

Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution selesai menjalani prosesi marpangir atau meninggalkan masa lajang. Selanjutnya, gelar adat untuk mereka berdua ditabalkan.Prosesi penabalan gelar adat ini dilaksanakan di gelanggang adat di Bukit Hijau Regency Taman Setiabudi (BHR-Tasbi), Medan, Sumatera Utara, Sabtu (25/11/2017)."Kemarin dalam suatu kerapatan adat Ananda berdua telah diberi gelar adat. Ananada Bobby telah diberi gelar adat Sutan Porang Gunung Barining Naposo dan Ananda Kahiyang Ayu boru Siregar Namora Pinayongan Kasayangan," kata tetua adat.Tetua adat kemudian melemparkan beras kuning ke kepala Kahiyang dan Bobby sambil mengucapkan horas sebanyak tiga kali. Itu adalah tanda gelar adat mereka telah sah diterima. Mereka juga dipakaikan ulos. Gong dibunyikan sembilan kali diikuti pemukulan gordang sambilan."Saya harap Ananda berdua menjaga nama baik ini. Nama ini adalah nama orang yang bermartabat," ujar tetua adat. Kahiyang dan Bobby tampak tersenyum menerima gelar adat itu.Paman Bobby, Erwan Nasution, selaku suhut sebelumnya bicara soal makna gelar untuk Kahiyang dan Bobby itu."Untuk Bobby artinya panglima muda, ini kan gelar dari atas turun ke bawah. Untuk Kahiyang, artinya dia dipayungi," jelas Erwan. [detik.com]

Read More »

Disaksikan Presiden Jokowi, Kahiyang-Bobby Jalani Prosesi Mangupa

Rangkaian prosesi di puncak pesta adat (mata ni horja) Kahiyang Ayu Siregar dan Bobby Nasution berlanjut. Kali ini berlangsung prosesi mangupa.Prosesi berlangsung di Bukit Hijau Regency (BHR), Medan, Sabtu (25/11/2017). Kahiyang dan Bobby duduk di panggung adat galanggang atau lokasi acara.Jokowi dan Iriana duduk di sebelah kirinya. Begitu pula dengan ibunda Bobby,Ade Hanifah Siregar.Seperti dijelaskan oleh Pandapotan Nasution dalam buku penjelasan acara, mangupa adalah salah satu upacara adat yang berwujud doa, pesan-pesan dan petunjuk kepada kedua pengantin. Pesan ini disampaikan dalam bahasa adat yang berwujud sastra Mandailing dan dibawakan oleh seseorang yang disebut datu pangupa.Makanan kemudian disediakan di depan Kahiyang dan Bobby. Keduanya cuci tangan dan makan dengan tangan. Bobby memberi minum kepada Kahiyang dan Kahiyang juga memberi minum ke Bobby.Pembawa acara menjelaskan bahwa mangupa adalah prosesi memberi makan kepada mempelai. Makanan yang diberikan juga memiliki makna tersendiri.Sebelumnya, Kahiyang dan Bobby telah resmi diberi gelar. Kahiyang bergelar Namora Pinayongan Kasayangan sementara Bobby bergelar Sutan Porang Gunung Barining Naposo. [detik.com]

Read More »

Kahiyang-Bobby Diperciki Air Saat Marpangir, Ini Maknanya

Kahiyang Ayu Siregar dan Bobby Nasution menjalani tradisi marpangir di puncak pesta adat (mata ni horja) pernikahan mereka. Mereka diperciki air sebagai simbol meninggalkan masa lajang.Kahiyang dan Bobby terlihat muncul di lokasi acara di Perumahan Bukit Hijau Regency, Taman Setia Budi (BHR Tasbi), Medan, Sumatera Utara, Kamis (23/11/2017) pukul 10.15 WIB. Mereka lalu dibawa ke tapian raya na martua, atau replika sungai yang telah disiapkan di lokasi.Kahiyang dan Bobby berjalan berbaris menuju lokasi didampingi pihak keluarga Nasution. Mereka mengenakan baju adat Mandailing dengan hiasan kepala atau bulang. Saat berjalan, pengantin baru ini dipayungi payung warna kuning.Kahiyang dan Bobby berjalan pelan menuju lokasi marpangir. Mereka terus melempar senyum ke para tamu undangan yang memenuhi sisi-sisi jalan. Kahiyang tampak membawa dedaunan di genggamannya.Tiba di lokasi marpangir, Kahiyang dan Bobby langsung duduk di kursi yang disediakan. Mereka lalu diberikan petuah oleh tetua adat.Setelah memberi nasihat, tetua adat kemudian memercikkan air dengan dedaunan ke atas kepala Kahiyang dan Bobby sambil mengucapkan horas. Prosesi marpangir itu kemudian selesai.Prosesi marpangir ini sangat bermakna bagi Kahiyang dan Bobby. Dahulu kala, tradisi marpangir ini dilaksanakan masyarakat Mandailing di tepian sungai. Maknanya adalah menghanyutkan masa lajang. Mereka akan dianggap sebagai orang tua setelah menjalani prosesi ini.Kahiyang dan Bobby kemudian berjalan kembali. Mereka kini diarak menuju gelanggang. Di lokasi sudah ada seluruh keluarga besar Nasution dan Siregar termasuk Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana. [detik.com]

Read More »