Home / 2017 / November (page 7)

Monthly Archives: November 2017

Selain Anies-Sandi, Reuni Akbar Alumni 212 Juga Undang Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo diundang untuk menghadiri Reuni Akbar Alumni 212 yang akan diselenggarakan di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017) besok. Kegiatan itu dilakukan untuk memperingati satu tahunnya aksi 212."Presiden (Jokowi) kita undang, Kapolri kita undang, Panglima TNI kita undang," ujar Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif, saat dihubungi, Kamis (23/11/2017).Slamet mengatakan, undangan untuk Jokowi belum diserahkan. Sebab, undangan untuk VIP baru selesai pagi ini."Insya Allah proses pengiriman mulai nanti sore atau besok pagi. Kalau sudah diterima kita konfirmasi," ucap dia.Selain Jokowi, Kapolri dan Panglima TNI, alumni 212 juga mengundang Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Menurut Slamet, undangan keduanya telah dikirimkan.Slamet mengklaim acara ini akan dihadiri jutaan orang. Mereka datang dari Jakarta maupun dari luar daerah.Kegiatan tersebut akan dimulai dengan shalat Subuh berjamaah dan diakhiri dengan shalat Zuhur berjamaah. Selain acara keagamaan, dalam acara itu juga akan diselenggarakan bakti sosial.Alumni 212 berencana menggelar kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Reuni Akbar Alumni 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat pada Sabtu (2/12/2017). Kegiatan itu dilakukan untuk memperingati satu tahunnya aksi 212.Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis meminta aksi tersebut sebaiknya digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat."Kalau bisa, (kami) mengajak rekan-rekan ini sudah lakukan saja di dalam Istiqlal supaya aman terkendali. Teman-teman Polri, TNI juga siap mengamankan dengan baik," ujar Idham di Mapolda Metro Jaya, Selasa (21/11/2017).Kendati begitu, jika massa tetap bersikeras melangsungkan kegiatan itu di dalam Monas, kata Idham, Polri dan TNI siap mengamankan aksi itu. Dia mengaku telah menyiapkan rencana pengamanannya. [kompas.com]

Read More »

Saat Santri Kembar Membaca Pancasila di Depan Presiden Jokowi

Foto : Biro Pers SetpresAda yang berbeda saat Presiden Joko Widodo mengadakan kuis berhadiah sepeda di Pondok Pesantren Darunahdlatain Nahdlatul Wathan di Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 23 November 2017. Biasanya, setiap pertanyaan yang diajukan hanya dijawab oleh satu orang, namun di pondok pesantren tersebut pertanyaan dijawab oleh dua orang santri kembar. “Nama saya Muhammad Nafil Rasyadi, ada di sana kembaran saya,” kata Nafil memperkenalkan diri kepada Presiden.Presiden Jokowi pun sudah menyangka karena ada kemiripan di wajah mereka.“Tadi saya lihat memang dari jauh kok mirip-mirip, bener ternyata kembar. Sudah siapa tadi panggilannya?” tanya Presiden.“Nafil, nih Pak, Nafil,” ucap Nafil sambil menunjukkan nama di seragam pesantren yang ia pakai.Tak lupa Presiden pun menanyakan nama saudara kembarnya.“Nabil,” ujar Nabil.Saat Presiden bertanya daerah asal dari Nafil, saudara kembarnya pun tak mau kalah ingin ditanya oleh Presiden.“Wong tidak ditanya kok minta ditanya. Ya Pancasila ayo!.” Ujar Presiden disambut tawa hadirin.Saat membaca Pancasila, Nafil dan Nabil pun membaca secara bergantian dan kompak.“Pancasila,” ucap Nafil memulai.“Satu,” ujar Nabil melengkapi.“Ketuhanan Yang Maha Esa,” ucap Nafil.Begitu seterusnya sampai sila kelima mereka baca secara lugas dan lantang secara bergantian.“Nafil dan Nabil ini lucu betul, lucu betul. Ini duetnya bagus sekali. Sudah, _makasih, makasih, makasih_ sudah,” ujar Presiden sambil mempersilakan untuk mengambil sepeda.Belum puas dengan sepeda, Nabil pun kemudian meminta foto bersama dengan Presiden Jokowi.“Sudah, sudah dapet sepeda masih minta foto,” canda Presiden.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Presiden Jokowi Ziarah Ke Makam Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo melakukan ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Maulana Syaikh Tuan Guru Kiai Haji (TGKH) Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yng berlokasi di Pondok Pesantren Darunahdlatain Nahdlatul Wathan yang berada di Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 23 November 2017.Tiba di lokasi, Presiden disambut Pimpinan Pondok Pesantren yakni Hajjah Sitti Rauhun dan langsung menuju makam tokoh yang merintis organisasi massa terbesar di Pulau Lombok NTB Nahdlatul Wathan (NW) itu.Setibanya di makam, Presiden Jokowi dan rombongan terbatas berdoa di samping makam Maulana Syaikh yang baru saja dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 9 November 2017 yang lalu.Usai berdoa, Presiden Jokowi kemudian menaburkan bunga ke makam dan dilanjutkan dengan bertemu dan berdialog dengan para santri yang telah menantinya di masjid di dekat kompleks Makam.Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyampaikan rasa bahagianya dapat berkunjung ke pondok pesantren tersebut dan kunjungannya ini merupakan kunjungan balasan terhadap Pimpinan Pondok Pesantren Hj. Sitti Rauhun yang telah beberapa kali hadir ke Istana Kepresidenan Jakarta.“Kehadiran beliau pada saat pemberian gelar pahlawan nasional Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Abdul Majid pada 9 November lalu beliau hadir sendiri, ibu Umi Hajah Siti untuk menerima gelar pahlawan dari Ayahanda. Alhamdulillah tadi saya juga sudah ziarah ke makam beliau. Ini merupakan kebahagiaan bagi saya,” ucapnya.Dalam kesempatan tersebut, Presiden kembali mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar yang memiliki 17.000 pulau, 714 suku, 516 kabupaten/kota dan lebih dari 1100 bahasa daerah.“Kita harus bersyukur karena diberikan persaudaraan yang kuat, persatuan yang kuat, ukhuwah islamiyah kita yang kuat, ukhuwah wathoniyah kita yang kuat. Negara kesatuan sekarang inshaallah sampai akhir zaman,” kata Presiden.Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Muhammad Zainal Majdi.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Menjaga Persatuan Bangsa

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo Kamis, (23/11) pagi, melakukan silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani yang berada di Kecamatan Suralaya, Kabupaten Lombok Timur, menjadi pondok pesantren pertama yang dikunjungi Kepala Negara.Kunjungan tersebut disebut Presiden Jokowi sebagai bentuk rasa hormat sekaligus kunjungan balasan atas kehadiran Hajjah Siti Raihanun yang sudah berkunjung beberapa kali ke Istana Kepresidenan Jakarta. "Beliau hadir terakhir pada 9 November lalu pada saat Almarhum Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Zainuddin Abdul Majid diberikan gelar pahlawan. Beliau hadir pada saat penerimaan anugerah itu," ujar Presiden.Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi menitipkan sejumlah pesan kepada masyarakat yang hadir, khususnya para santri pondok pesantren. Salah satu pesan yang dititipkan Presiden Jokowi adalah untuk menjaga dan mempererat tali persaudaraan antar masyarakat di Tanah Air."Inilah yang harus kita jaga, harus kita rawat persaudaraan kita, persatuan kita, ukhuwah wathaniyah kita harus kita rawat. Jangan sampai ada sesuatu hal kita jadi pecah," tutur Presiden.Lebih lanjut Presiden menyatakan bahwa persatuan penting dijaga sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah yang diberikan Allah kepada Indonesia. Mulai dari 700 suku, 1.100 bahasa daerah, hingga jumlah penduduk yang mencapai 258 juta jiwa. "Saya mengajak mari kita semua untuk terus menjaga karena 87 persen penduduk Indonesia adalah muslim dan Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia," ucap Presiden.Apalagi menjelang tahun politik di Tanah Air, Presiden mengingatkan agar masyarakat dapat menahan diri dan menghindari timbulnya perpecahan akibat perbedaan pilihan."Silakan kalau ada pilihan coblos yang paling baik, dipilih. Tapi setelah pilihan itu marilah kita kembali sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Mari kembali menjaga ukhuwah Islamiyah kita," ujar Presiden.Saat tiba di pondok pesantren, kehadiran Presiden Jokowi disambut oleh Ketua YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, Hj. Sitti Raihanun Zainuddin, Sekretaris YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, dan K.H. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani. Ratusan santri pondok pesantren juga tak luput menyambut Kepala Negara dengan antusias.Turut hadir mendampingi Presiden, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Muhammad Zainal Majdi.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Pembangunan RS Indonesia di Rakhine Dinilai Jadi Awal Proses Rekonsiliasi

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menilai bahwa pembangunan rumah sakit Indonesia di Myaung Bwe, Negara Bagian Rakhine, Myanmar, merupakan salah satu upaya dalam menciptakan proses rekonsiliasi atas tragedi kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya.Menurut Retno, pembangunan RS Indonesia melibatkan para pekerja lokal dari berbagai latar belakang suku dan agama. Dengan begitu, akan terbangun rasa percaya antar kelompok masyarakat, sebagai proses awal rekonsiliasi."Dari tahap awalnya kami membangun, pekerjanya adalah orang-orang lokal dan kami juga merekrut tenaga kerja itu sengaja secara campur. Jadi ada pekerja yang beragam, Budha, Islam, sehingga proses trust building pada level komunal terbangun dan sendirinya bisa mencair," ujar Retno saat ditemui seusai rapat koordinasi tingkat menteri terkait isu kemanusiaan Rohingya di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017).Retno berpendapat, pembangunan rasa percaya antar kelompok masyarakat dapat diupayakan melalui kegiatan-kegiatan ekonomi.Pemerintah, lanjut Retno, berkomitmen untuk terus membantu penanganan isu kemanusiaan di Rohingya."Bisa kuat trust building-nya melalui kegiatan-kegiatan ekonomi seperti itu, jadi itu yang saya sampaikan kepada Pak Menko (Wiranto)," ucapnya. Proses pembangunan rumah sakit Indonesia di Myaung Bwe, Negara Bagian Rakhine, Myanmar, telah memasuki fase kedua yakni pembangunan kompleks untuk dokter dan perawat. Sementara fase pertama pembangunan sudah dilakukan pada 19 November 2017 lalu.Retno menuturkan, pembangunan rumah sakit tersebut merupakan langkah nyata Indonesia dalam membantu menyelesaikan isu kemanusiaan etnis Rohingya.Tak hanya pemerintah, kalangan masyarakat sipil dan LSM ikut berkontribusi dalam pembangunan rumah sakit yang ditargetkan selesai pertengahan tahun depan."Pembangunan rumah sakit itu kan kami lakukan bersama dengan masyarakat ya, jadi dengan LSM kita, dengan para donatur, kemudian kami wujudkan dalam pembangunan rumah sakit. Baru nanti fase ketiga adalah pembangunan gedung utama dari rumah sakit," ucap Retno.Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan pembangunan rumah sakit ini menghabiskan dana 1,8 juta dolar AS. Biaya itu disediakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dengan masyarakat Indonesia termasuk PMI, berbagai LSM dan sektor swasta.Pembangunan rumah sakit itu akan melibatkan tenaga kontraktor lokal dan bahan-bahan material yang diadakan dari daerah sekitar di Myanmar dengan tujuan membantu meningkatkan peluang ekonomi masyarakat lokal selain menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap rumah sakit ini."Setelah selesai dibangun, Rumah Sakit Indonesia tersebut akan secara inklusif, tak memandang latar belakang, suku maupun agama, bagi seluruh masyarakat setempat," kata Arrmanatha.Peletakan batu pertama ini menandakan dimulainya pembangunan tahap kedua pembangunan akomodasi staf medis dan tahap ketiga pembangunan gedung utama.Tahap pertama pembangunan untuk pemetaan dan konstruksi pagar sebelumnya telah selesai sejak September 2017.Berdasarkan siaran pers Kementerian Luar Negeri, peresmian rumah sakit itu dilakukan tanpa dihadiri Menteri Luar Negeri Retno Marsudi karena tak ada jaminan keamanan yang diberikan militer Myanmar.Alhasil, peresmian yang ditandai dengan peletakan batu pertama dilakukan oleh Duta Besar RI untuk Myanmar Ito Sumardi dan menteri urusan Rakhine, perwakilan kementerian kesehatan Myanmar, perwakilan MERC, tokoh masyarakat setempat dan masyarakat agama Budha dan Islam.Menteri Luar Negeri Retno Marsudi batal menghadiri acara ini karena imbauan dari pemerintah Myanmar yang menyebut lokasi pembangunan rumah sakit Indonesia berada di wilayah utara Rakhine yang dipandang rawan.Pemerintah Myanmar tidak bisa memberikan pengamanan optimal sesuai standar untuk tamu resmi pemerintah setingkat menteri mengingat pasukan keamanan Myanmar sedang difokuskan menjaga pertemuan tingkat menteri Asia-Eropa di Naypyidaw yang juga dihadiri Retno.Sebelum bantuan pendirian rumah sakit, Indonesia juga telah menyampaikan bantuan 1 juta dollar AS untuk pembangunan empat sekolah pada 2014, 10 kontainer bantuan kebutuhan dasar untuk warga Rohingya pada Desember 2016 dan pembangunan 2 sekolah di Sittwe yang telah diresmikan Retno Januari tahun ini. [kompas.com]

Read More »

Presiden Jokowi Kembali Ingatkan Jangan Sampai karena Pilpres Indonesia Pecah

Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan warga agar bersatu. Jangan sampai karena ada agenda politik, bangsa Indonesia terpecah belah.Jokowi mengatakan Indonesia dianugerahi Allah suku dan bahasa yang beragam. Untuk itu, anugerah tersebut harus terus dijaga dan dirawat."Oleh sebab itu, saya mengajak mari kita semua untuk terus menjaga karena 87 persen penduduk Indonesia adalah muslim dan Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Inilah yang harus kita jaga, harus kita rawat persaudaraan kita, persatuan kita, ukhuwah wathaniyah kita harus kita rawat," kata Jokowi.Hal tersebut disampaikan Jokowi saat mengunjungi Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani di Kecamatan Siralaya, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (23/11/2017). Dalam kunjungannya, Jokowi ditemani Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi.Jokowi mengingatkan jangan sampai karena agenda politik, seperti pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden, persaudaraan di Indonesia menjadi pecah."Jangan sampai ada sesuatu hal kita jadi pecah. Kita ingin seluruh warga negara Indonesia bersatu, sebagai saudara sebangsa setanah air. Oleh sebab itu, jangan sampai karena pilihan bupati, karena pilihan wali kota, atau karena pilihan gubernur, atau karena pilihan presiden, kita jadi pecah. Jangan jadi pecah," kata Jokowi.Jokowi pun mengatakan rakyat dipersilakan memilih pemimpin yang baik menurut pribadi masing-masing. Setelah pemilihan, bangsa harus bersatu kembali."Silakan kalau ada pilihan coblos yang paling baik, dipilih. Kalau ada pilihan yang paling baik, presiden, silakan dicoblos. Tetapi setelah pilihan itu, marilah kita kembali sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Mari kembali menjaga ukhuwah islamiyah kita. Itu titipan saya," tegas Jokowi.Terkait dengan kunjungannya ke Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani di Kecamatan Siralaya, Lombok, hal itu merupakan balasan atas kedatangan Ketua YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, Hj Sitti Raihanun Zainuddin, ke Istana pada 9 November 2017. Saat itu pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan kepada KH Zainuddin Abdul Madjid."Beliau ini, Hajah Sitti Raihanun, sudah tiga kali ke Istana. Saya hadir sebagai imbal balik dari kehadiran beliau. Beliau hadir terakhir pada 9 November lalu pada saat almarhum Maulana Syaikh Tuan Guru Kiai Haji Zainuddin Abdul Madjid diberikan gelar pahlawan. Beliau hadir pada saat penerimaan anugerah itu," kata Jokowi. [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Zainuddin Abdul Madjid

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Pondok Pesantren Darunahdlatin Nahdlatul Wathon, Lombok. Dalam kesempatan itu, Jokowi berziarah ke makam Pahlawan Nasional Maulana Syaikh Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.Kehadiran Jokowi di Pondok Pesantren Darunahdlatin Nahdlatul Wathon, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Lombok Timur, NTB, Kamis (23/11/2017), disambut lantunan selawat dari para santri.Jokowi, yang ditemani Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, berjalan dari kantor pondok pesantren menuju makam Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Setiba di makam, Jokowi dan yang lainnya berdoa di samping makam.Setelah berdoa, Jokowi menaburkan bunga ke makam. Dilanjutkan dengan bertemu dan berdialog dengan para santri.Jokowi mengaku senang bisa menyambangi pondok pesantren tersebut. Terlebih, pimpinan Ponpes Darunahdlatin Nahdlatul Wathon, Hj Sitti Raihun, yang juga ibunda Gubernur NTB Zainul Majdi, datang ke Istana Kepresidenan Jakarta pada saat penganugerahan gelar pahlawan bagi ayah Sitti Rauhun, Zainuddin Abdul Madjid."Beliau hadir, Ibu Umi Hajah Sitti Rauhun untuk menerima gelar pahlawan dari ayahanda. Alhamdulillah tadi saya juga sudah ziarah ke makam beliau. Ini merupakan kebahagiaan bagi saya," kata Jokowi. [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi Hadiri Munas Alim Ulama NU di Lombok

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Beberapa menteri dan tokoh hadir dalam acara ini.Acara digelar di Masjid Raya Hubbul Wathan, Kota Mataram, Kamis (23/11/2017). Jokowi tiba di lokasi acara pukul 13.50 WIB.Jokowi tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang dibalut jas warna biru dan bagian kaki mengenakan kain sarung warna hijau. Kehadiran Jokowi ditemani Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi.Saat memasuki acara, banyak warga NU yang berusaha mendekat dan bersalaman dengan Jokowi.Beberapa tokoh NU yang hadir yakni, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Rais Aam NU yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj. Hadir juga Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian."Kehadiran bapak ibu sekalian adalah kehormatan bagi kami. Hadirnya bapak ibu sekalian membawa keberkahan bagi kami semua," kata Tuan Guru Bajang Zainul Majdi dalam pidato pembukaan acara.Untuk diketahui, acara ini berlangsung dari 23 hingga 25 November 2017 di Lombok. Tema kegiatan ini yakni "Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga". [detik.com]

Read More »

Ke Ponpes Bareng Gubernur NTB, Presiden Jokowi Didoakan Menang Pilpres 2019

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani, Lombok. Dalam kunjungannya ini, Jokowi didoakan terpilih kembali pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.Jokowi tiba di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani di Kecamatan Siralaya, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sekira pukul 09.00 WITA, Kamis (23/11/2017). Kehadiran Jokowi disambut oleh Ketua YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, Hj Sitti Raihanun Zainuddin dan Sekretaris YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, KH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani.Jokowi yang didampingi Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi masuk ke ruangan pimpinan ponpes untuk berbincang secara tertutup.Sekitar 15 menit kemudian, pertemuan selesai. Jokowi dan Zainul Majdi bersama Sitti Raihanun dan KH Lalu Gede berjalan kaki menuju ke masjid pondok pesantren. Ribuan santri sudah berkumpul di sana.Kehadiran Jokowi disambut meriah dengan lantunan shalawat dan ayat-ayat suci. Banyak santri yang berusaha mendekat untuk bersalaman dan berfoto dengan Jokowi.Setelah masuk ke gedung, Jokowi, Tuan Giru Bajang Zainul Majdi dan pimpinan ponpes duduk bersila di panggung. Di sana, KH Lalu Gede membuka acara dan memimpin doa bersama."Kita doakan semoga Bapak Presiden kita selalu dalam keadaan sehat, diberikan umur yang panjang dan tentunya terpilih kembali pada Pilpres 2019 mendatang," kata Lalu Gede."Amin, amin ya Allah," sahut para santri serentak. [detik.com]

Read More »

Sebelum ke Medan, Presiden Jokowi akan Buka Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Mataram

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo hari ini, Kamis, 23 November 2017 akan membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) yang dihelat di Masjid Raya Hubbul Wathan, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun sebelumnya, Presiden Jokowi akan bersilaturahmi ke sejumlah pondok pesantren yang ada di Provinsi NTB. Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani yang berada di Kecamatan Suralaya, Kabupaten Lombok Timur menjadi salah satu pondok pesantren yang akan dikunjungi Kepala Negara.Selain itu, Presiden Jokowi akan melanjutkan perjalanan dengan berkendara mobil menuju Kabupaten Lombok Timur untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren Darunahdlatin Nahdlatul Wathon yang berlokasi di Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong.Sore harinya, Presiden beserta rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Bandar Udara Internasional Lombok.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »