Home / 2017 / November (page 3)

Monthly Archives: November 2017

Bagikan KIP di Langkat, Presiden Jokowi Pesan Ini kepada Anak Indonesia

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada masyarakat di Kabupateng Langkat, sekaligus berpesan agar anak-anak menggunakan kedua kartu hanya untuk pendidikannya."Anak-anakku, saya titip, anggaran yang ada di kartu ini agar digunakan untuk keperluan yang berkaitan dengan pendidikan dan sekolah misalnya, untuk beli buku, untuk beli tas sekolah, boleh?" kata Presiden Joko Widodo di Gedung Serba Guna Manunggal Langkat Berseri, Kabupaten Langkat, Jumat.Presiden membagikan 1.268 KIP yang terdiri atas 450 untuk siswa SD, 450 siswa SMP, 212 untuk SMA, 56 untuk SMK dan 100 program kesetaraan."Coba anak-anak yang sudah pegang kartu KIP diangkat yang tinggi, sudah pegang semuanya ya? Silakan turunkan, jadi di kartu ini semuanya sudah tahu untuk yang SD diberikan Rp450 ribu, sudah tahu? Yang SMP mendapatkan Rp750 ribu, yang SMA/SMK mendapatkan Rp1 juta, cukup enggak Rp1 juta?" tanya Presiden."Untuk beli sepatu boleh? Untuk beli pulsa boleh? Tidak boleh. Uang yang ada di sini untuk beli pulsa, kalau ketahuan kartunya dicabut, janjian ya? Saya titip anak-anak ini digunakan betul-betul untuk menunjang pendidikan anak-anakku semuanya, belajar yang baik, karena tugas anak-anak adalah belajar," kata Presiden.Menyangkut Program Keluarga Harapan, Presiden berpesan kepada para ibu pemegang PKH."Ibu-ibu sudah pegang semua kartu dan tabungan, sudah diambil berapa? Habis? coba, jadi setiap tahun dianggarkan di dalam tabungan dan kartu ini dianggarkan sebesar Rp1,89 juta cukup tidak?" tanya Presiden.Presiden mengaku setelah melihat catatan pengeluaran para penerima PKH, para ibu baru sedikit mengambil rekening yang ada di dalamnya."Saya buka-buka ternyata baru diambil Rp390 ribu benar? Bagaimana? Memang belum diambil? Terus mau diambil kapan? Ditabung? Saya titip kalau memang tidak perlu betul ya sudah ditabung, kan tidak hilang," ungkap Presiden.Presiden mengaku bahwa bila memungkinkan anggaran PK akan ditambah tahun depan."Tahun depan Insya Allah akan masuk lagi ke rekening ibu dan semuanya Rp1,89 juta, kalau ada anggaran APBN berlebih bisa saja angka itu tapi sementara saya sampaikan Rp1,89 juta, cukup tidak?" kata Presiden.PKH itu diharapkan dapat membantu para ibu untuk memenuhi gizi anak dengan membelikan telur, maupun makanan lainnya. Tapi bila ketahuan dibelikan rokok, Presiden mengancam akan mencabut PKH."PKH adalah untuk menyiapkan anak-anak kita biar sehat, pintar dan pantai agar bangsa kita indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain, kalau anak-anak kita pintar berani bersaing dengan negara lain, indonesia jadi negara maju, negara sejahtera, karena itu harus disiapkan," tegas Presiden. [antaranews.com]

Read More »

Presiden Jokowi: “Saya Sudah Jadi Keluarga Besar Sumut”

"Saya sekaran sudah menjadi keluarga besar Sumatera Utara. Tahu kan? Tahu? Saya kira ada yang tidak tahu," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara pembagian 8.300 sertifikat tanah di Lapangan Sepak Bola Alun-alun T. Amir Hamzah Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Jumat.Presiden Jokowi mengemukakan hal itu terkait dengan status Kahiyang Ayu, putrinya bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, telah menikah dengan Bobby Afif Nasution dan resmi menyandang marga Siregar."Maka, tadi ada yang menyalami saya, Pak saya Siregar Pak. Di sana juga ada menyalami saya Pak, saya Nasution Pak. Saya ngerti, kita semua memang bersaudara," ujar Presiden Jokowi.Presiden pun mengaku sudah sering berkunjung ke Medan, tapi belum pernah mendatangi Langkat."Tadi disampaikan di Sumut ada 3,9 juta yang seharusnya menerima sertifikat, tapi baru 1,4 juta yang sudah terima, kurang lebih 30 persen yang telah menerima. Di Indonesia juga sama seharusnya 126 juta yang pegang sertifikat, tetapi baru 46 juta yang pegang," ungkap Presiden.Tahun lalu Presiden menyatakan telah memerintahkan kepada Menteri/Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) untuk segera menyelesaikan pembuatan sertifikat tanah."Tahun ini, yang biasanya dikeluarkan 400.000 sertifikat, saya perintahkan 5 juta sertifikat harus keluar. Tahun depan 7 juta sertifikat harus keluar, tahun depannya lagi 9 juta sertifikat harus keluar. Harus, saya hitung, saya kerja pasti. Saya hitung, tidak hanya perintah saja," tegas Presiden Jokowi.Hal itu, menurut Presiden, harus dilakukan karena kerap menerima keluhan sengketa lahan saat berkunjung ke berbagai daerah."Karena, setiap kali ke desa, ke daerah, selalu keluhannya sengketa lahan, sengketa tanah, masyarakat dan masyarakat, masyarakat dan perusahaan, masyarakat dengan pemerintah. Benar tidak? Kenapa seperti itu? Karena, tidak pegang ini," ungkap Presiden, sambil menunjukkan sertifikat tanah.Sertifikat tanah, ditegaskan Presiden adalah hak tanda hukum atas tanah."Kalau pegang ini enak, ada orang yang yang mengaku, ini tanah saya. Ini ada buktinya, tidak bisa apa-apa. Kalau sudah pegang ini sertifat, tanda bukti atas hak tanah kita sudah rampung. Tetapi, jika sudah pegang dokumen ini, ini hak hukum atas tanah kita," demikian Presiden Joko Widodo. [antaranews.com]

Read More »

Ada Trans Papua,Timika-Wamena Tak Perlu Lagi Pakai Pesawat

Pembangunan Jalan Trans Papua menjadi salah satu agenda pembangunan infrastruktur prioritas yang digenjot oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).Jalan Trans Papua dibangun untuk meningkatkan konektivitas di wilayah Timur Indonesia, dalam rangka melakukan pemerataan ekonomi hingga ke seluruh Indonesia termasuk di perbatasan.Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, jalan Trans Papua yang saat ini masih terus dibangun akan memberikan manfaat konektivitas yang nyata bagi warga Papua. Jika pembangunan dari Timika hingga Wamena sudah tersambung, masyarakat nantinya bisa menghemat ongkos transportasi lantaran tak lagi harus menggunakan pesawat."Papua termasuk tertinggal, termasuk Kalimantan, ini dikejar. Harapan kami, jalan yang kemarin dibangun dari Timika ke Wamena, kalau itu bisa diselesaikan, Insya Allah tahun depan, itu kita tidak usah pakai pesawat dari Timika ke Wamena. Insya Allah semua pakai truk. Nah, Insya Allah harga logistik akan lebih murah," katanya saat ditemui ketika berkunjung ke Wamena, Rabu (22/11/2017).Tersambungnya jalan Trans Papua dari Timika ke Wamena juga akan memberi manfaat pada distribusi barang-barang yang selama ini sulit jika harus dibawa menggunakan pesawat terbang."Kita bisa membawa LPG ke mana-mana. Saat ini beberapa titik di Wamena tidak bisa pakai LPG karena LPG tak bisa diangkat pakai pesawat," ujar Rini.Konetivitas itu akan mendorong masyarakat untuk lebih interaktif dan membuat berbagai macam kegiatan ekonomi terjadi. Di mana pun, kalau tadinya satu titik terpencil dan jauh dari mana-mana, itu perekonomian sangat lemah karena membawa barang ke sana dan dari sana susah, perputaran uang tidak terjadi."Kalau konektivitasnya ada, kami yakin potensi membawa barangnya lebih banyak untuk dijual ke daerah tersebut dan kami yakin bisa membawa barang lebih bayak seperti kopi, saya juga melihat di beberapa titik ini lahanya subur kita bisa menanam," ucapnya.Mantan Direktur Utama Astra ini sendiri berjanji akan mengunjungi Papua kembali jika jalan Trans Papua yang menghubungkan Timika dan Wamena sudah tersambung."Insya Allah kalau sudah jadi, saya bilang ke staf saya, yuk nanti kalau sudah jadi kita naik mobil dari Timika-Wamena-Puncak Jaya mulai kita naik mobil," tandasnya.Jalan Trans Papua sendiri telah membuka konektivitas di Papua dengan jalan trans Papua yang sudah tersambung antara Nduga-Wamena, Wamena-Puncak Jaya-Intan Jaya-Paniai yang diharapkan dapat tersambung hingga ke Papua Barat. Saat ini dalam pengerjaan mulai dari Wamena, Timika dan Merauke, yang diharapkan bisa tersambung pada 2018 mendatang. [detik.com]

Read More »

Resmikan Bandara Silangit, Jokowi: Inilah Gerbang Bagi Wisatawan Berkunjung

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo terus berupaya mewujudkan komitmen pemerintah untuk menciptakan babak baru dalam dunia pariwisata Tanah Air.Salah satunya dengan membangun dan memperbaiki sejumlah proyek infrastruktur untuk mendukung upaya pengembangan pariwisata di setiap daerah, khususnya Danau Toba dan sekitarnya, sebagai salah satu kawasan wisata yang dipersiapkan untuk menjadi destinasi bertaraf internasional.Komitmen tersebut diwujudkan pemerintah dengan diresmikannya pengoperasian Terminal Bandar Udara Internasional Silangit, pada Jumat, 24 November 2017."Sekarang kita sedang membuat ledakan baru di dunia pariwisata. Saat gerbang menuju keindahan Danau Toba yang menyimpan sejarah bumi dan kekayaan seni budaya suku-suku di Tano Batak terbuka lebar," ujar Presiden.Presiden pun yakin dengan adanya Bandar Udara Internasional Silangit ini, pengembangan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba tentunya akan semakin meningkat."Inilah gerbang bagi wisatawan berkunjung, gerbang kreativitas dalam pelestarian adat Batak, gerbang untuk Marsipature Hutanabe," ungkapnya.Oleh sebab itu, Presiden tak ingin berpuas diri. Ia langsung memerintahkan jajarannya untuk memperpanjang runway Bandar Udara Internasional Silangit dari 2.650 meter persegi menjadi 3.000 meter persegi.Hal ini penting dilakukan agar pesawat berbadan besar bisa masuk ke Silangit dan membawa jutaan wisawatan dari dalam maupun luar negeri."Paling lambat 2020, paling lambat berarti bisa maju 2018 atau 2019 dan terminalnya dari 3.000 meter persegi menjadi 10.000 meter persegi," ucap Presiden.Peninjauan TerminalTiba sekitar pukul 10.35 WIB, Presiden Joko Widodo disambut Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Sebelum masuk ke tempat acara, Presiden terlebih dahulu melihat panel proyek pengembangan Bandar Udara Internasional Silangit.Bahkan setelah acara, Presiden sempat mengunjungi salah satu kedai kopi yang ada di terminal dan ruang tunggu di mana terdapat sejumlah masyarakat yang akan melakukan perjalanan.Tentu saja kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh masyarakat untuk berjabat tangan dan berswafoto bersama Kepala Negara.Selain itu dalam peresmian kali ini, Presiden juga melakukannya dengan cara yang berbeda dari biasanya, yakni dengan memukul gondang. Dalam sambutannya, Presiden juga menyelipkan sejumlah bahasa daerah Toba.“Bukka ma pittu, bukka ma harbangan. Ai nunga rade labuan ni hopal habang internasional,” kata Presiden yang berarti siapkan diri untuk berubah karena sudah tersedia lapangan terbang internasional.Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Kereta Cepat Disebut ‘Proyek Kecebong’, Menteri Rini: Sekarang Lagi Bangun 5 Terowongan

Politikus Roy Suryo sempat menyindir proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan sebutan 'Kecebong' alias Kereta Cepat Bohongan. Hal tersebut lantaran proyek yang sudah hampir dua tahun groundbreaking itu belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.Menteri BUMN Rini Soemarno sendiri telah membantah proyek tersebut merupakan proyek bohongan. Dia menantang orang yang memberi sebutan itu untuk datang langsung ke lokasi melihat perkembangan yang ada.Rini mengakui perkembangan atau progres pembangunan mega proyek transportasi antar kota tersebut cukup lambat. Namun dia memastikan, progres di lapangan saat ini terus berjalan dan tengah dalam pembangunan sejumlah terowongan yang akan dilewati oleh kereta cepat ini nanti."Sebelumnya yang di daerah kita, lahan kita sendiri (PTPN) di Walini sudah dimulai untuk tunnel-nya, untuk terowongan karena kereta api cepat ini ada 17 terowongan. Tunnelnya ini memang pembangunannya memakan waktu paling lama, sehingga sekarang lagi dibangun terowongan-terowongan. Jadi sekarang sedang dibangun lima terowongan, kebanyakan di daerah Walini Purwakarta," katanya saat ditemui ketika berkunjung ke Wamena, Rabu (22/11/2017).Rini juga memastikan untuk urusan perizinan, pembangunan proyek bernilai US$ 5,9 miliar atau sekitar Rp 78,6 triliun ini sudah selesai semuanya. Saat ini pihaknya tengah menunggu proses pencairan dana pinjaman dari China bisa rampung pada awal Desember mendatang. Sebelumnya Rini menyebut terakhir kali pinjaman akan cair pada medio November ini."Kita harapkan permulaan Desember ini, karena memang kemarin menungu juga izin dari tanah mengenai lahan harus diselesaikan dengan baik, setelah dapat penetapan lokasi, ada lahan-lahan yang harus dibebaskan dari masyarakat. Nah, pembebasan ini masih proses jalurnya, ada sedikit," tukasnya. [detik.com]

Read More »

Usai Peresmian, Presiden Jokowi Langsung Minta Bandara Silangit Diperbesar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Terminal Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara. Saat peresmian itu, Jokowi langsung meminta agar bandara tersebut diperluas lagi.Saat ini, Bandara Internasional Silangit memiliki landas pacu (runway) sepanjang 2.650 meter dan terminal seluas 3.000 meter persegi. Jokowi pun meminta untuk diperpanjang lagi."Ini perintah saya ke Menteri Perhubungan diperpanjang runway dari 2.650 menjadi 3.000 meter agar pesawat wide body yang paling besar bisa masuk ke Silangit," kata Jokowi saat peresmian Terminal Bandara Internasional Silangit, Kecamatan Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (24/11/207).Bukan hanya runway, Jokowi juga meminta terminal bandara tersebut diperluas lagi. Saat ini terminal bandara itu seluas 3.000 meter persegi."Paling lambat 2020, paling lambat. Jadi bisa maju (penyelesaiannya, red), 2018, 2019. Dan terminalnya dari 3.000 meter persegi menjadi 10 ribu meter persegi," kata Jokowi.Sebelumnya, Jokowi menyebut peresmian bandara itu sebagai 'ledakan' dalam pariwisata dunia. Diharapkan kehadiran bandara ini bisa menjadi pintu masuk wisatawan ke kawasan Danau Toba, yang nanti juga berdampak bagi perekonomian rakyat."Sekarang kita sedang membuat ledakan baru di dunia pariwisata, saat gerbang menuju keindahan Danau Toba yang menyimpan sejarah bumi dan kekayaan budaya suku-suku di tano Batak terbuka lebar," kata Jokowi saat peresmian tersebut."Inilah gerbang bagi wisatawan berkunjung, gerbang kreativitas pelestarian adat Batak, gerbang untuk marsipature huta nabe, membangun kampung halaman dan terutama gerbang menuju peningkatan kemakmuran, kesejahteraan seluruh tano Batak," tambahnya. [detik.com]

Read More »

Kahiyang Ayu Pesta Adat, Selvi Ananda Cantik Menari Manortor

Dalam prosesi adat pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution, tampak pula istri Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda ikut . Pada acara ini terlihat Selvi menari adat manortor. Selvi cantik dalam balutan kebaya bernuansa abu-abu yang dipadukan dengan kain tenun berwarna abu-abu.Pada saat menari adat di acara Kahiyang Ayu ini Selvi diberikan selendang dari kain ulos. Selendang ini dilengkapi dengan aksen tali warna-warni yang disematkan pada jarinya.Tidak hanya itu, Selvi juga diberikan selendang tenun bernuansa hijau untuk menutupi rambutnya. Rambutnya ditata updo yang sederhana namun tetap elegan saat acara adat Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution.Makeup Selvi AnandaSementara untuk makeup Selvi Ananda terlihat menggunakan riasan yang natural dan flawless. Lipstik bernunasa nude diaplikasikan pada bibr tipisnya menyesuaikan busana yang digunakan.Dengan selendang dan kain ulos, Selvi terlihat menikmati menari manortor dengan ibu-ibu lainnya yang merupakan keluarga besar kedua pengantin Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. [liputan6.com]

Read More »

Presiden Jokowi Minta Direksi BPJS Kesehatan Pastikan Peserta Jamkesnas Dapat Layanan Berkualitas

Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor: 8 Tahun 2017 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional, tertanggal 23 November 2017, Presiden Joko Widodo memberikan beberapa instruksi yang harus dilaksanakan oleh Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.Yang pertama, Presiden menginstruksikan Direksi BPJS Kesehatan memastikan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesnas) mendapatkan akses pelayanan jaminan kesehatan yang berkualitas melalui pemberian identitas Peserta Jaminan Kesehatan Nasional dan perluasan kerjasama dengan fasilitas kesehatan yang memenuhi persyaratan.Selain itu, Direksi BPJS Kesehatan diinstruksikan meningkatkan kerjasama dengan pemangku kepentingan terkait dalam rangka kepatuhan dan terlaksananya Program Jaminan Kesehatan Nasional yang optimal, dan meningkatkan kerjasama dengan Kementerian/Lembaga atau pihak lain dalam rangka kampanye dan sosialisasi (public education) Program Jaminan Kesehatan Nasional.Presiden juga meminta Direksi BPJS Kesehatan melakukan pengkajian dan evaluasi regulasi terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional guna menjamin keberlangsungan dan peningkatan kualitas Program Jaminan Kesehatan Nasional, melakukan pengkajian implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional dan memberikan bahan masukan untuk perbaikan kebijakan Program Jaminan Kesahatan Nasional guna menjamin keberlangsungan dan peningkatan kualitas Program Jaminan Kesehatan Nasional.“Meningkatkan jumlah kerjasama dengan apotek yang memenuhi syarat untuk menjamin ketersediaan obat Program Rujuk Balik dengan kriteria dan proses penunjukan kerjasama yang transparan sesuai kebutuhan dan kondisi geografis,” bunyi lanjutan Instruksi Presiden kepada Direksi BPJS Kesehatan itu.Khusus kepada para Gubernur, Presiden menginstruksikan untuk mengalokasikan anggaran dalam rangka pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional, memastikan Bupati dan Walikota mengalokasikan anggaran dalam rangka pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional, dan memastikan Bupati dan Walikota untuk menyediakan sarana dan prasarana pelayanan kesehatand an sumber daya manusia kesehatan di wilayahnya masing-masing.Presiden juga meminta Gubernur untuk memberikan sanksi administratif berupa tidak mendapatkan pelayanan publik tertentu berupa: 1. Izin terkait usaha; b. Izin yang diperlukan dalam mengikuti tender proyek; c. Izin mempekerjakan tenaga kerja asing; d. Izin perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh; atau e. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kepada Pemberi Kerja selain Penyelenggara Negara yang tidak patuh dalam pendataftaran dan pembayaran iuran Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di wilayahnya masing-masing.Instruksi yang sama juga disampaikan Presiden kepada Bupati dan para Walikota.“Instruksi Presiden ini berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2018,” bunyi diktum KETIGABELAS Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 itu. [setkab.go.id]

Read More »

Gemas Banget! Jan Ethes Bolak-balik Hampiri Kahiyang di Pesta Adat

Pesta adat putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, dengan Bobby Nasution diramaikan kehadiran keponakannya, Jan Ethes Srinarendra. Jan Ethes tampak menggemaskan selama acara.Jan Ethes berada di lokasi, Bukit Hijau Residency Taman Setia Budi (BHR Tasbi), Medan, Jumat (24/11/2017) bersama orang tuanya, Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda. Ethes tampak memakai jas. Saat prosesi manortor, Jan Ethes tampak aktif berkeliling. Sambil dijaga sang ibu, Selvi Ananda, Ethes berusaha naik ke panggung tempat Kahiyang dan Bobby duduk.Setelah menghampiri Kahiyang di panggung, Ethes lari kembali ke ibunya di bawah panggung. Aksi menggemaskan Ethes itu dilakukan beberapa kali. [detik.com]

Read More »

Saat Selvi Menantu Presiden Jokowi Pangku Jan Ethes di Pesta Adat Kahiyang

Foto : DetikcomPutra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming dan keluarganya hadir di pesta adat Kahiyang-Bobby di Medan. Sang istri, Selvi Ananda tampak memangku anaknya, Jan EthesDilansir dari detik.com , Gibran Rakabuming, Selvi Ananda, dan Jan Ethes tiba di lokasi acara Bukit Hijau Residency Taman Setia Budi (BHR Tasbi), Medan tak lama setelah Kahiyang dan Bobby masuk ke lokasi. Mereka duduk di lokasi yang telah

Read More »