Home / Uncategorized / Pemerintah Presiden Jokowi Bagikan 23 Ribu Ha Tanah Bersertifikat ke Masyarakat

Pemerintah Presiden Jokowi Bagikan 23 Ribu Ha Tanah Bersertifikat ke Masyarakat

Foto : Biro Pers Setpres

Pemerintah Presiden Joko Widodo menyatakan telah membagikan 23 ribu tanah yang selama ini terlantar pada masyarakat untuk tujuan reforma agraria. Pemeberian tanah tersebut sekaligus dilengkapi dengan sertifikat.
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengatakan selain digunakan untuk kepentingan pembangunan, tanah terlantar yang diambil alih oleh negara juga diperuntukkan untuk dibagikan pada masyarakat umum untuk dimanfaatkan.
"Sekarang ini yang sudah kita bagikan baru 23 ribu Ha," kata Sofyan di kantor Kementerian ATR, Jakarta Selatan, Selasa 14 November 2017.
Dirinya mengatakan, masyarakat yang dibagikan merupakan penduduk yang tak jauh dari lokasi tanah menganggur tersebut. Misalnya saja di Cianjur, tanaha terlantar yang dibagikan sekitar 40 Ha
"Yang tinggal di situ lebih dari 300 keluarga, jadi kita lakukan penataan kembali mana untuk jalan, mana untuk fasilitas umum mana untuk ini, selebihnya kita berikan kepada rakyat," tutur dia.
Namun, Mantan Menko Perekonomian ini mengatakan membereskan persoalan tanah terkantar tak semudah yang dipikirkan, terkadang ada dilematika yang harus dihadapi, seperti pemilik hak guna usaha (HGU) yang tak mau menyerahkan tanahnya hingga harus behadapan di pengadilan tata usaha.
Dia bilang, tidak seperti tanah atau lahan yang diberikan pada PT Garam, atau Polri dan TNI relatif lebih mudah ketika dibebaskan. Dia bilang, pemerintah juga memberikan tanah menganggur pada TNI dan Polri untuk digunakan sebagai pusat pendidikan, serta PT Garam sebagai lahan produksi garam.
"Di Semarang 30 Ha Polri memerlukan untuk Pusdiklat. Di Sukabumi 40 Ha kita berikan untuk pelatihan TNI," jelas dia. [metrotvnews.com]

About admin

Check Also

Kahiyang Ayu Resmi Bergelar Adat Namora Pinayongan Kasayangan

Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution selesai menjalani prosesi marpangir atau meninggalkan masa lajang. Selanjutnya, gelar adat untuk mereka berdua ditabalkan.Prosesi penabalan gelar adat ini dilaksanakan di gelanggang adat di Bukit Hijau Regency Taman Setiabudi (BHR-Tasbi), Medan, Sumatera Utara, Sabtu (25/11/2017)."Kemarin dalam suatu kerapatan adat Ananda berdua telah diberi gelar adat. Ananada Bobby telah diberi gelar adat Sutan Porang Gunung Barining Naposo dan Ananda Kahiyang Ayu boru Siregar Namora Pinayongan Kasayangan," kata tetua adat.Tetua adat kemudian melemparkan beras kuning ke kepala Kahiyang dan Bobby sambil mengucapkan horas sebanyak tiga kali. Itu adalah tanda gelar adat mereka telah sah diterima. Mereka juga dipakaikan ulos. Gong dibunyikan sembilan kali diikuti pemukulan gordang sambilan."Saya harap Ananda berdua menjaga nama baik ini. Nama ini adalah nama orang yang bermartabat," ujar tetua adat. Kahiyang dan Bobby tampak tersenyum menerima gelar adat itu.Paman Bobby, Erwan Nasution, selaku suhut sebelumnya bicara soal makna gelar untuk Kahiyang dan Bobby itu."Untuk Bobby artinya panglima muda, ini kan gelar dari atas turun ke bawah. Untuk Kahiyang, artinya dia dipayungi," jelas Erwan. [detik.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *