Home / Uncategorized / Presiden Jokowi Gencar Bangun Infrastruktur Dikritik, Ini Respons Menteri PUPR

Presiden Jokowi Gencar Bangun Infrastruktur Dikritik, Ini Respons Menteri PUPR

Foto : Biro Pers Setpres

Selama tiga tahun terakhir memimpin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membangun infrastruktur. Namun, baru-baru ini peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus mengkritik hal tersebut.
Ia mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut tidak bisa berdampak langsung kepada masyarakat. Namun harus menunggu hingga pembangunan selesai.
"Infrastruktur yang dibangun ini kan membutuhkan timelack. Di mana kalau infrastruktur sedang dibangun ini enggak langsung berdampak positif pada masyarakat tapi tunggu dulu sampai jadi," kata Ahmad, Jumat (10/11/2017).
Selain itu, kata Heri, bila pembangunan infrastruktur sudah selesai dikerjakan, masyarakat belum tentu bisa menerima hasilnya.
"Kalau infrastruktur kita kalau sudah dibangun, sudah jadi, apakah akan mengurangi biaya logistik? Apakah akan meningkatkan daya saing industri kita? Jawabannya belum tentu. Karena kita yang lagi banyak-banyaknya ini, ternyata negara lain juga senang. Mereka berpikir dengan baiknya infrastruktur ini, mereka bisa impor lebih lancar ke kita," kata Heri.
Menanggapi kritikan itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pada dasarnya pembangunan infrastruktur memang berdampak pada jangka panjang.
"Iya memang nggak terasa sekarang manfaatnya. Teorinya memang begitu jadi baru bisa dirasakan 3-4 tahun kemudian," kata Basuki kepada detikFinance di Jakarta, Sabtu (11/11/2017).
Namun, pembangunan infrastruktur ini juga memiliki manfaat dari segi ekonomi. Pasalnya dengan adanya pembangunan yang gencar artinya ada lapangan pekerjaan bagi masyarakat juga.
"Kalau pertumbuhan ekonomi dia terasa pada saat pembangunannya, yaitu dengan menyerap tenaga kerja," jelasnya.
Basuki memberi contoh, saat resesi, Amerika membangun jalan sehingga bisa menyerap banyak tenaga kerja.
"Iya memang nggak terasa sekarang. Kayak resesi Amerika, dia bikin interstate ribuan kilometer untuk penyerapan tenaga kerja tapi dampaknya jiga sampai sekarang terasa kok," imbuhnya.
Selain itu, ia mengatakan, pembangunan infrastruktur juga dibarengi dengan program pemerintah yang lain, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.
"Bukan berarti kalau bikin infrastruktur aja, yang lain kan ada Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, Program Keluarga Harapan itu kan juga untuk kerakyatan bahkan nanti 2018 ada program padat karya. Itu untuk mengisi gap tadi," pungkasnya. [detik.com]

About admin

Check Also

Kahiyang Ayu Resmi Bergelar Adat Namora Pinayongan Kasayangan

Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution selesai menjalani prosesi marpangir atau meninggalkan masa lajang. Selanjutnya, gelar adat untuk mereka berdua ditabalkan.Prosesi penabalan gelar adat ini dilaksanakan di gelanggang adat di Bukit Hijau Regency Taman Setiabudi (BHR-Tasbi), Medan, Sumatera Utara, Sabtu (25/11/2017)."Kemarin dalam suatu kerapatan adat Ananda berdua telah diberi gelar adat. Ananada Bobby telah diberi gelar adat Sutan Porang Gunung Barining Naposo dan Ananda Kahiyang Ayu boru Siregar Namora Pinayongan Kasayangan," kata tetua adat.Tetua adat kemudian melemparkan beras kuning ke kepala Kahiyang dan Bobby sambil mengucapkan horas sebanyak tiga kali. Itu adalah tanda gelar adat mereka telah sah diterima. Mereka juga dipakaikan ulos. Gong dibunyikan sembilan kali diikuti pemukulan gordang sambilan."Saya harap Ananda berdua menjaga nama baik ini. Nama ini adalah nama orang yang bermartabat," ujar tetua adat. Kahiyang dan Bobby tampak tersenyum menerima gelar adat itu.Paman Bobby, Erwan Nasution, selaku suhut sebelumnya bicara soal makna gelar untuk Kahiyang dan Bobby itu."Untuk Bobby artinya panglima muda, ini kan gelar dari atas turun ke bawah. Untuk Kahiyang, artinya dia dipayungi," jelas Erwan. [detik.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *