Home / 2017 / October (page 40)

Monthly Archives: October 2017

Presiden Jokowi Bangga Santri Tanah Air Berprestasi dan Berkarakter Baik

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo optimis Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Optimisme tersebut terjawab dengan banyaknya santri berprestasi yang ada di Pulau Madura.Oleh sebab itu, Kepala Negara tak segan memberikan apresiasi tinggi kepada para santri berprestasi se-Madura tersebut. Setelah berdiskusi dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Presiden pun memilih untuk memberikan apresiasi berupa beasiswa pendidikan.Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden saat menghadiri Halaqah Kebangsaan Ulama, Pengasuh Pesantren, dan Santri Berprestasi se-Madura di Pondok Pesantren Al Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu, 8 Oktober 2017."Saya tadi sudah bisik ke Menteri Sekretaris Negara, Profesor Pratikno. Beliau ini dulu rektor Universitas Gajah Mada (UGM). Enaknya ini diapain 500 siswa? Kita akan beri beasiswa, tetapi diseleksi," ujar Presiden dihadapan para ulama, pengasuh pesantren, serta santri yang hadir.Beasiswa tersebut diberikan bukan tanpa alasan. Mengingat semakin dekatnya era kompetisi yang harus dihadapi setiap negara, termasuk Indonesia. Sehingga Presiden menginginkan perguruan tinggi terbaik untuk para santri berprestasi di Madura."Nantinya 15-20 tahun akan datang akan terjadi kompetisi global yang sangat sengit. Kita memiliki sumber daya alam, tetapi kalau sumber daya manusianya tidak dibenahi, kalah bersaing kita," ungkapnya.Namun, Presiden bersyukur anak-anak muda Indonesia khususnya para santri memiliki karakter pribadi yang baik dan kuat serta mampu bersaing dengan negara-negara lain."Saya sangat bersyukur anak muda, santri, didampingi difondasi karakter yang baik. Oleh sebab itu, saya sekali lagi mengimbau kita semuanya terus berjuang baik dalam _scope_ individu dan pesantren,” ucapnya. Sebagai Presiden pertama yang hadir di pondok pesantren yang telah berdiri sejak tahun 1952 tersebut, kehadiran Presiden disambut meriah dan antusias oleh para santri. Alunan drumband hingga hadrah turut menyambut kedatangan Presiden beserta rombongan.Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Staf Khusus Presiden Johan Budi, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Bupati Sumenep A. Busyro Karim.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Pemeritah Presiden Jokowi Targetkan Perluasan Bandara Trunojoyo Selesai Tahun 2019

Foto : Biro Pers SetpresDalam beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo meminta jajaran pemerintah fokus menyelesaikan konektivitas dengan percepatan pembangunan infrastruktur, mulai dari jalan, jembatan, pelabuhan, sampai dengan bandara.Begitu pula saat mendengarkan penjelasan Menteri Perhubungan tentang pengembangan Bandar Udara Trunojoyo Sumenep, Kabupaten Sumenep, Minggu 8 Oktober 2017.Presiden kembali mengingatkan tentang pentingnya konektivitas antar pulau maupun di dalam pulau. “Konektifitas transportasi harus selalu dikembangkan,” kata Presiden di ruang tunggu Bandara Trunojoyo, Kabupaten Sumenep.Oleh karena itu Presiden mengapresiasi Kementerian Perhubungan yang telah memperpanjang landasan Bandara Trunojoyo dari 1.100 meter menjadi 1.600 meter sehingga pesawat komersial kelas ATR sudah dapat mendarat sejak minggu lalu.Namun Presiden memerintahkan Menteri Perhubungan agar Bandara Trunojoyo dapat digunakan oleh pesawat yang lebih besar lagi. Hal ini disampaikan Presiden mengingat Pulau Madura dengan penduduk 4 juta jiwa memiliki potensi ekonomi dan mobilitas tinggi bepergian ke berbagai destinasi.“Harus diperpanjang lagi agar dapat digunakan pesawat yang lebih besar,” ucap Presiden.Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa diperlukan perpanjangan landasan dari saat ini 1.600 meter dan lebar 30 meter menjadi 2.250 meter dan lebar 45 meter agar dapat digunakan oleh pesawat jet. “Sehingga tidak hanya pesawat proppeller saja yang bisa mendarat, namun juga jet,” ucap Budi.Untuk menampung calon penumpang maupun penumpang yang datang diperlukan pengembangan luas terminal. “Namun perluasan terminal ini tidak dapat diselesaikan sekaligus, tapi melalui pentahapan. Tahap 1 seluas 800 meter persegi, tahap 2 seluas 1.160 meter persegi dan tahap 3 seluas 2.139 meter persegi,” ucap Budi.Perpanjangan landasan pacu dan perluasan terminal ini akan selesai pembangunannya pada tahun 2019. “Semuanya akan selesai tahun 2019,” ucap Budi. Sumber : Deputi bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Presiden Jokowi Tegaskan Perempuan Berperan Penting Dalam Perdamaian

Foto : Biro Pers SetpresPerempuan memiliki peran penting dalam menjaga perdamaian, tidak hanya untuk lingkup yang kecil, namun juga untuk lingkup yang lebih besar. “Mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten, dan provinsi," ucap Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada peringatan Hari Perdamaian Internasional yang dihelat di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur pada Minggu 8 Oktober 2017.Lebih jauh Presiden menjelaskan bahwa mencintai perdamaian bukanlah hal yang harus dipaksakan dalam diri seseorang, namun harus ditumbuhkan. Dan dimulai dari pembentukan karakter dalam keluarga sehingga peranan seorang ibu menjadi sangat penting.“Sekali lagi perdamaian itu tak bisa dipaksakan tapi harus ditumbuhkan. Karakter senang damai harus ditumbuhkembangkan dari lingkup keluarga. Perempuan yang mengisi, ibu-ibu,” kata Presiden.Tema peringatan Hari Perdamaian Internasional kali ini yaitu "Perempuan Berdaya, Komunitas Damai". Dalam sambutannya, Presiden mengingatkan, bahwa Indonesia merupakan negara besar yang terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya. “Negara kita ini negara besar, kita memiliki 516 kabupaten/kota, 34 provinsi, 714 suku, 1.100 bahasa daerah dan bermacam-macam agama kita punya serta budaya kita miliki. Ini perlu diingatkan agar semua menyadari negara ini sangat besar,” tuturnya. Oleh karenanya, Presiden menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan dan perdamaian di Tanah Air, melalui Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah dan Ukhuwah Basariah. "Ini anugerah Allah, sudah menjadi hukum dari Allah. Sudah menjadi takdir Allah kepada negara kita Indonesia. Oleh sebab iu marilah kita jaga bersama persaudaraan kita, kita jaga Ukhuwah Islamiyah kita, kita jaga Ukhuwah Wathoniyah kita, kita jaga Ukhuwah Basariah kita, dalam scope yang lebih besar,” tutur Presiden. Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Pimpinan Pondok Pesantren Annuqayah KH Abdul A’la, Direktur Wahid Foundation Yenny Zannuba Wahid serta KH Abdul Muqsit Idris.Sumber : Deputi bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Kunjungan ke Jawa Timur, Presiden Jokowi Hadiri Hari Perdamaian Internasional di Sumenep

Foto : Biro Pers SetpresDalam rangka memperingati Hari Perdamaian Internasional, Presiden Joko Widodo pagi ini, Minggu, 8 Oktober 2017, bertolak menuju Provinsi Jawa Timur. Kepala Negara lepas landas dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, sekira pukul 07.10 WIB.Setibanya di Bandar Udara Juanda, Surabaya, Presiden beserta rombongan akan berganti pesawat CN-295 menuju Kabupaten Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur.Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, merupakan lokasi pertama yang dikunjungi Presiden sekaligus tempat berlangsungnya peringatan Hari Perdamaian Internasional.Selain itu, Presiden juga akan menghadiri Halaqah Kebangsaan Ulama, Pengasuh Pesantren, dan Santri Berprestasi se-Madura yang digelar di Pondok Pesantren Al Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur.Kunjungan tersebut juga akan dimanfaatkan Presiden untuk menyerahkan Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, dan sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat se-Kabupaten Sumenep.Sebelum mengakhiri kegiatan kunjungan kerjanya di Kabupaten Sumenep, Presiden akan melakukan silaturahmi dengan sejumlah ulama dan tokoh masyarakat di Pondok Pesantren Al Karimiyyah, Kabupaten Sumenep.Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Kabupaten Sumenep, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Staf Khusus Presiden Johan Budi, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer PresidenMarsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan PaspampresMayjen TNI (Mar) Suhartono.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Saat Presiden Jokowi Saksikan Festival Musik di Kemayoran

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo menggunakan waktu akhir pekannya, pada Sabtu, 7 Oktober 2017, untuk menyaksikan Festival Musik Synchronize Fest 2017. Kehadiran Kepala Negara dalam festival yang digelar di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat tersebut cukup membuat terkejut para penonton yang hadir.Seperti diketahui, Synchronize Fest 2017 diselenggarakan selama tiga hari, mulai tanggal 6 hingga 8 Oktober 2017. Sebanyak lebih dari 100 musisi tampil di lima panggung yang berbeda.Presiden menyaksikan penampilan para musisi di panggung-panggung tersebut.Tiba sekira pukul 19.05 WIB, Presiden yang mengenakan kaos dipadukan jaket berwarna gelap langsung menuju panggung pertama. Tak berapa lama Presiden melepas jaket yang dikenakannya.Tampak salah satu musisi Tanah Air Ebiet G. Ade sedang membawakan sejumlah lagu hasil karyanya. Presiden pun tampak menikmati penampilan tersebut hingga ikut bernyanyi bersama.Presiden memuji Ebiet sebagai salah satu musisi Indonesia yang disukai semua kalangan masyarakat dengan memberi acungan jempol saat ditanya penampilan Ebiet oleh jurnalis."Sudah lama, tapi anak-anak muda sekarang saya lihat tadi suka semuanya," ujar Presiden kepada para jurnalis di sela-sela acara.Setelah puas menyaksikan penampilan Ebiet G. Ade, Presiden melanjutkan perjalanan ke panggung kedua. Namun, Presiden terlebih dahulu masuk ke salah satu tenda yang ada di belakang panggung untuk mengenakan kaos dari festival tersebut.Cuaca gerimis yang mengguyur lokasi acara tidak menurunkan semangat Presiden. Bahkan, tanpa menggunakan payung, Presiden tetap melanjutkan kegiatannya.15 menit kemudian, Presiden bergeser ke panggung ketiga. Di sana, sudah ada grup musik Shaggydog yang sedang beraksi di atas panggung.Setelah menyaksikan sejumlah penampilan dan berbincang dengan para pengunjung, Presiden menuju panggung lainnya yang menyajikan hiburan musik dangdut.“Semuanya pengen ditontonlah. Semuanya baik, semuanya baik,” ucap Presiden memberi komentar tentang penampilan para musisi di festival tersebut.Sebelum pulang, Presiden juga menyempatkan diri masuk ke salah satu toko dan berbelanja pakaian. Tepat pukul 20.50, kegiatan akhir pekan berakhir dan Presiden pun kembali ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.Turut mendampingi Presiden saat menyaksikan festival tersebut adalah Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Menteri Kesehatan: Puskesmas Harus Pantau Sampai ke Keluarga

Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) diharapkan menjadi penjaga gawang dalam memperbaiki kesehatan di Indonesia. Para kader Puskesmas diimbau tidak hanya menunggu orang berobat, namun lebih aktif melakukan advokasi ke warga hingga tingkat keluarga."Harus mendatangi keluarga, pendekatan langsung. Jadi tahu apa yang terjadi di keluarga itu," ujar Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek dalam pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) 2017 di Lapangan Olah Raga Kridosono, Desa Jatisono, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu 7 Oktober 2017.Menurut Nila, Indonesia masih memiliki banyak penyakit menular, seperti Tuberculosis (TB). Jika dalam satu keluarga ada yang menderita TB, maka petugas Puskesmas diharapkan memantau kondisi keluarga untuk mengetahui penularan. Nila mengatakan, tim penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) juga bisa membantu pemerintah dan mendorong masyarakat agar mengerti pentingnya kesehatan. Sehingga, mereka yang sakit bisa terobati dan tidak menularkan ke orang lain."Saya rasa pendekatan keluarga adalah program Indonesia sehat yang diinginkan presiden. Mari kita mengubah mindset kita bahwa kita sehat karena kita harus jadi negara yang kuat," tambah Nila.Dalam kunjungannya ke Demak, Nila juga sempat mendatangi Puskesmas Gajah I, Kecamatan Gajah. Ia juga berpesan kepada para petugas Puskesmas agar bersabar dalam menghadapi pasien dan mengedukasi masyarakat utamanya terkait regulasi menggunakan Kartu Indonesia Sehat."Puskesmas memiliki tugas untuk mengajarkan masyarakat bahwa punya KIS tidak berarti bisa semua dirujuk, kalau bisa diobati di Puskesmas tidak harus ke rumah sakit," pungkas dia. [metrotvnews.com]

Read More »

Menhub Resmikan KRL Lintas Bekasi-Cikarang dan Stasiun Bekasi Timur

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan pengoperasian Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Bekasi-Cikarang dan Stasiun Bekasi Timur pada Sabtu (7/10). Peresmian ini merupakan komitmen Pemerintah kepada masyarakat dalam menyediakan prasarana transportasi massal yang aman, nyaman dan bebas macet di wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.“Pemerintah secara konsisten memberi dukungan dan pembangunan transportasi massal seperti sekarang beroperasinya KRL lintas Bekasi – Cikarang dan Stasiun Bekasi Timur dapat semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan sosial, memberikan pilihan moda transportasi massal yang aman, nyaman dan terjangkau bagi masyarakat dan mengurangi kemacetan di jalan raya,” jelas Menhub di Stasiun Bekasi Timur (7/10).Menurut data, jumlah penumpang KRL di wilayah Jabodetabek mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Saat ini, KRL Jabodetabek mampu mengangkut 900 ribu penumpang setiap harinya dan jumlah ini diperkirakan terus meningkat per hari pada tahun 2019.“Jumlah penumpang KRL di Stasiun Kota Bekasi bahkan mencapai 30 ribu lebih, menduduki peringkat ketiga jumlah penumpang KRL terbanyak setelah Stasiun Bogor dan Stasiun Tanah Abang. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 1.2 juta penumpang perhari pada tahun 2019,” papar Menhub.Untuk itu, lanjut Menhub, dilakukan pembangunan prasarana perkeretaapian lintas Bekasi-Cikarang kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang melalui kontrak Paket B1 yang ditanda tangani pada tahun 2012.“Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Jepang melakukan kontrak pekerjaan elektrifikasi lintas Bekasi-Cikarang pada tahun 2012. Pembangunan ini ditujukan untuk memperpanjang lintas pelayanan KRL hingga Kabupaten Bekasi dan sekitarnya yang berarti akan semakin memudahkan masyarakat dalam memperoleh akses menuju Ibu Kota, meningkatkan mobilitas, dan tentu saja mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya,” terang Menhub.Hal senada juga diungkapkan Plt. Dirjen Perkeretaapian Umiyatun Hayati Triastuti terkait pembangunan elektrifikasi Bekasi Cikarang. Menurutnya, pembangunan proyek ini merupakan bantuan dari Pemerintah Jepang melalui paket B1 yang terdiri dari pekerjaan konsultansi dan pekerjaan konstruksi."Pekerjaan konsultansi B1 dilaksanakan sejak tahun 2006 dengan nilai kontrak 1.7 milyar yen dan 73 juta rupiah sedangkan pekerjaan konstruksi dimulai pada tahun 2012 dengan nilai kontrak sebesar 11 milyar yen dan 1,1 triliun rupiah atau senilai 2,3 triliun," ujar Umiyatun.Adapun pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan kontrak meliputi, pembangunan drainage dan jembatan, penggantian rel dan bantalan, pekerjaan elektrifikasi di Manggarai, pembangunan Stasiun Bekasi Timur, Stasiun Cibitung dan Stasiun Cikarang Sisi Selatan, penambahan empat substation/gardu listrik aliran atas baru di Buatan, Cakung, Bekasi Timur dan Cikarang, pekerjaan sinyal-telkom berupa penggantian sistem persinyalan SSI menjadi K5B.Umiyatun juga menambahkan keseluruhan pembangunan prasarana perkeretaapian pada lintas Bekasi-Cikarang selain untuk memperpanjang lintas pelayanan KRL juga memisahkan antara lintasan kereta api jarak jauh dan menengah dari lintas angkutan kereta api commuter line Jabodetabek.KRL yang akan beroperasi hingga Cikarang dari Bekasi tersebut akan memiliki 32 perjalanan KA dengan jarak 16,74 km dan waktu tempuh 21 menit. Dalam perjalanannya, KRL tersebut akan melintasi empat stasiun yaitu Stasiun Bekasi Timur, Tambun, Cibitung dan Cikarang. Adapun Tarif yang dikenakan kepada penumpang yaitu sebesar Rp.5.000.Nantinya, KRL pertama dari Cikarang menuju Jakarta Kota mulai beroperasi pukul 05.05 WIB. Sedangkan kedatangan KRL terakhir di Stasiun Cikarang pukul 23.45 WIB.Selain menyediakan rangkaian KRL dan jadwal perjalanan, telah disiapkan juga fasilitas untuk layanan transaksi tiket elektronik diantaranya, PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah memasang sembilan gate elektronik dan enam mesin point of sales (POS) di Stasiun Cikarang, delapan gate elektronik dan empat mesin POS di Stasiun Cibitung, empat gate elektronik dan lima mesin POS di Stasiun Tambun serta sembilan gate elektronik dan lima mesin POS di Stasiun Bekasi Timur.Menhub berharap, melalui pengoperasian KRL lintas Bekasi-Cikarang dan Stasiun Bekasi Timur ini dapat menunjang kenyamanan, keamanan dan keselamatan penumpang KRL.“Kami harapkan bantuan serta peran Pemerintah Daerah Kota Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat memberikan kenyamanan, keamanan dan keselamatan penumpang KRL serta stasiun kereta api akan menjadi mudah diakses oleh masyarakat,” tutup Menhub.Turut hadir dalam peresmian, Charge d'Affaires ad interim Kedubes Jepang Kozo Honsei, Plt. Dirjen Perkeretaapain Umiyatun Hayati Triastuti, Kepala BPTJ Bambang Prihartono, Walikota Bekasi Rahmat Effendi. [dephub.go.id]

Read More »

Moratorium Dicabut, Reklamasi Teluk Jakarta Dilanjutkan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan reklamasi Teluk Jakarta dapat terus dilanjutkan setelah moratorium proyek tersebut dicabut menyusul penyelesaian masalah administrasi yang dipenuhi pengembang."Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mencabut sanksi administratif Pulau C, Pulau D dan Pulau G, karena pengembang telah memenuhi sanksi moratorium dari pemerintah pusat karena masalah analisis mengenai dampak lingkungan (amdal)," kata Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.Atas dasar tersebut, Kemenko Maritim mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Nomor S-78-001/02/Menko/Maritim/X/2017 pada Kamis (5/10).Surat tersebut mencabut surat keputusan yang dikeluarkan Rizal Ramli, Menko Maritim terdahulu, yang pada 2016 menghentikan sementara pembangunan reklamasi.Dalam kutipan surat disebutkan bahwa penghentian sementara (moratorium) pembangunan Proyek Reklamasi Teluk Jakarta (sebagaimana dalam surat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Nomor : 27.1/Menko/Maritim/IV/2016, tanggal 19 April 2016), dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi.Lebih lanjut, Luhut mengatakan dalam penyelesaian penerapan sanksi tersebut dilibatkan juga pengawasan dan evaluasi dari PT PLN, PT Nusantara Regas, dan PT PHE (Pertamina Hulu Energi).Khusus untuk Pulau G, menurut mantan Menko Polhukam itu, seluruh syarat administratif telah dipenuhi pengembang pulau tersebut.Permintaan PLN kepada pengembang untuk menyelesaikan permasalahan yang mengganggu aliran listrik PLTU Muara Karang telah diselesaikan dengan membangun terowongan bawah tanah dan kolam berisi air pendingin yang disalurkan ke PLTU. Ada pun biaya pembangunan terowongan akan dibebankan kepada pengembang Pulau G, PT Muara Wisesa Samudra yang merupakan anak usaha PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)."Selain itu juga akan dilakukan perpanjangan kanal," imbuhnya.Kajian juga telah dilakukan untuk memastikan agar proyek reklamasi tak mengganggu ativitas PLTU Muara Karang dan pipa PHE."Kajian teknis ini dilakukan bersama seluruh pihak yang terlibat seperti PLN, Pertamina, Bappenas, para ahli dari ITB, Belanda, Jepang, Korea Selatan dan seluruh kementerian terkait," jelasnya.Dengan demikian, Luhut meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat melakukan pengawasan sesuai kewenangannya agar pelaksanaan proyek reklamasi di teluk pantai utara Jakarta bisa dilaksanakan sesuai ketentuan perundang-undangan. [antaranews.com]

Read More »

Kagumnya Presiden Jokowi Lihat Proyek Bendungan Ke-3 Terbesar RI

Foto : Biro Pers SetpresPemerintah di bawah komando Presiden Joko Widodo (Jokowi) gencar membangun infrastruktur di Indonesia. Salah satunya adalah pembangunan Bendungan Karian di Lebak, Banten.Pada Rabu (4/10/2017) lalu, Presiden Jokowi bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengecek pembangunan bendungan Karia."Setelah melihat lapangan, kemudian pekerjaan bisa dipercepat, nanti pertengahan 2019 Insya Allah bisa selesai," kata Jokowi di pinggir Waduk Karian, Desa Pasir Tanjung, Rangkasbitung, Lebak, Banten, Rabu (4/10/2017).Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bahwa biaya untuk membangun Bendungan Karian dibutuhkan sebanyak Rp 1,07 triliun. Sampai saat ini untuk progres fisik sudah menacapai 38,53% sementara progres keuangan sudah mencapai 35,18%. Bendungan yang berada di daerah Lebak ini memiliki kapasitas tampung sebesar 314,7 juta meter kubik, luas genangan seluas 2.170 hektare (ha), untuk penyediaan air irigasi seluas 22.000 Ha, penyediaan air baku sedalam 9,10 meter kubik.Dalam akun Facebook Presiden Joko Widodo dijelaskan Bendungan Karian sudah direncanakan sejak tahun 80-an, tapi baru tiga tahun yang lalu dikerjakan. Para pekerja membendung Sungai Ciujung dan Sungai Ciherang dan membentuk waduk dengan kapasitas 314,7 juta meter kubikBendungan ini kelak dapat mengairi lahan seluas 22.000 ha, memasok air baku untuk wilayah Banten dan Jakarta sebesar 9,1 meter kubik per detik, menjadi pengendali banjir dengan kapasitas tampung 60,8 juta meter kubik, dan menghasilkan tenaga listrik sebesar 1,8 MW.Begitu besarnya, jika telah rampung, Waduk Karian menjadi waduk terbesar ketiga setelah Jatiluhur dan Jatigede.Lalu kapan selesainya? Semula ditargetkan tahun 2020, akan tetapi setelah melihat di lapangan dan pekerjaan bisa dipercepat, maka pada pertengahan 2019 bisa selesai. Jika Bendungan Karian rampung, maka akan menjadi terbesar ketiga setelah Jatiluhur dan Jatigede.Selain Karian, di Banten juga sedang dibangun Bendungan Sindang Heula senilai 427 miliar. Bendungan yang berlokasi Serang ini seluas 9,26 juta meter kubik, sedangkan untuk penyediaan air irigasi seluas 1.000 ha.Bendungan Sindang Heula dibangun untuk menampung aliran Sungai Cibanten dengan volume tampungan total sebesar 9,26 juta meter kubik dan luas genangan 128,50 ha. Bendungan Karian dan Sindang Heula merupakan proyek strategis yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 3 Tahun 2016 tetang percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. [detik.com]

Read More »

Mensos Khofifah Ajak Karang Taruna ke Taman Makam Pahlawan

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak Karang Taruna seluruh Indonesia mendatangi Taman Makam Pahlawan (TMP) di masing-masing tempatnya. Ajakan itu untuk menyambut Hari Pahlawan 10 November.Ajakan tersebut disampaikan Khofifah pada saat membuka jambore dalam rangka bulan bakti Karang Taruna Sidoarjo di lapangan Desa Sambungrejo Kecamatan Sukodono Sidoarjo pada, Sabtu (7/10/2017)."Menjelang 10 November Karang Taruna seluruh Indonesia untuk mendatangi TMP di tempatnya masing-masing. Untuk bersih-bersih makam," kata Khofifah kepada wartawan seusai membuka jambore di Sukodono, Sidoarjo, Sabtu (7/10/2017).Lebih lanjut Khofifah menegaskan bahwa ini kesempatan emas bagi karang taruna untuk mengajak elemen pemuda lainnya termasuk dari kalangan pesantren bersama-sama ke TMP."Dengan kebersamaan ke TMP menjelang 10 November, ini termasuk gelora patriotisme," terang Khofifah.Khofifah juga menyebut peran karang taruna yang lain. Karang taruna merupakan organisasi sosial yang struktur organisasinya sampai pada tingkat desa. Salah satu elemen penyandang kesejahteraan masalah sosial adalah penurunan angka kemiskinan."Karang taruna sebagai front liner bisa menjadi lini terdepan dalam penanganan fakir miskin," kata Khofifah.Kebetulan saat ini sedang dibuka secara online pendaftaran bagi para pemuda untuk menjadi front liner penyelesaian permasalahan penurunan kemiskinan."Malam ini dibuka secara onnline pendamping PKH, pekerja sosial supervisor, operator, koordinator kabupaten atau wilayah. Peluangnya cukup besar untuk menjadi lini terdepan penanganan fakir miskin," tandas Khofifah. [detik.com]

Read More »