Home / 2017 / October (page 30)

Monthly Archives: October 2017

Presiden Jokowi Targetkan 1.850 Km Jalan Tol Selesai di 2018

Foto : Biro Pers SetpresPemerintah saat ini tengah mengebut pengerjaan jalan tol se-Indonesia. Presiden Joko Widodo menargetkan, sebanyak 1.850 kilometer (km) jalan tol akan selesai di 2018."Iya, hitungan kita kira-kira 1.850 km selesai. Karena sampai akhir tahun ini kira-kira 580 km selesai," kata Jokowi usai meresmikan Tol Palembang-Indralaya, Sumatera Selatan, Kamis (12/10/2017).Untuk itu, lanjut Jokowi, dirinya memang sengaja melakukan pengecekan langsung ke proyek-proyek jalan tol se-Indonesia. Dengan begitu maka proses pengerjaan bisa terpantau dan cepat diselesaikan."Kenapa tol ini (Palembang-Indralaya) saya datangi? Ini sudah 4 kali, karena di sini konstruksinya khusus, biayanya dibanding dengan tol yang lain hampir 1,5 kali lipat karena harus nguruk 7 meter, nyedot air karena ini rawa-rawa. Jadi ini konstruksinya sudah selesai. Saya mau melihat fisik jadinya seperti apa. Seperti fisik tol yang lain. Saya kira lebih bagus," jelas Jokowi.Terkait dengan adanya perlambatan di proyek yang sudah jalan, Jokowi tak membantah hal itu. Pasalnya ada di beberapa proyek yang masih terhambat beberapa persoalan seperti pembebasan lahan."Setiap ruas pasti ada persoalan-persoalan. Misalnya, pembebasan lahan hanya 1,2,3 bidang lahan," katanya.Ditegaskan Jokowi, dengan hadirnya jalan tol baik di Sumatera maupun Jawa, akan memperkuat pondasi Indonesia untuk bersaing dengan negara lain."Artinya apa? Global competitiveness index kita pasti lebih baik karena mobilitas barang dan orang pasti akan lebih cepat, akhirnya apa biaya transportasi barang lebih rendah, akhirnya lagi harga barang akan turun. Tapi ini memerlukan waktu, karena memang belum selesai semuanya," jelas Jokowi. [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi Jadi Rebutan Pengunjung Mal Palembang Trade Center

Presiden Joko Widodo menyambangi Mal Palembang Trade Center (PTC). Kehadiran Jokowi membuat pengunjung mal terkejut dan langsung mengerubungi.Usai meresmikan Tol Palembang-Indralaya (Palindra), Jokowi langsung menuju hotel tempat dia menginap di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (12/10/2017). Hanya sekitar 20 menit di hotel, Jokowi langsung bertolak menuju Mal PTC.Sekitar pukul 19.55 WIB, Jokowi tiba di Mal PTC. Jokowi tampak mengenakan jaket bomber warna hijau. Kehadiran Kepala Negara ini membuat kaget pengunjung mal.Sejak di pintu masuk, Jokowi langsung 'diserbu' oleh warga yang hendak bersalaman dan berfoto bersama. Banyak warga yang tak bisa mendekat meneriakkan nama Jokowi.Perlahan, Jokowi berjalan kaki meski sambil meladeni permintaan foto oleh warga. Jokowi yang didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung perlahan-lahan menembus kerumunan warga.Jokowi tiba di bagian pakaian. Di sana Jokowi sempat melihat-lihat baju yang dijajakan. Jokowi juga terlihat berdialog dengan penjaga toko.Sambil melihat-lihat, Jokowi menyempatkan diri bersalaman dan berfoto dengan warga. Tak jarang Pramono juga ikut mengambil foto lewat kamera ponsel warga.Hingga pukul 20.45 WIB, Jokowi masih berada di Mal PTC. [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Pertama di Sumatra Selatan

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo meresmikan jalan tol pertama yang ada di Sumatra Selatan, pada Kamis, 12 Oktober 2017. Jalan tol pertama tersebut adalah jalan tol Palembang-Indralaya Seksi I yang menghubungkan Palembang-Pamulutan sepanjang 7,8 kilometer.“Ini jalan tol pertama yang ada di Sumatra Selatan,” ucap Presiden.Menyambut pencapaian tersebut, Presiden pun membebaskan biaya penggunaan tol kepada masyarakat hingga akhir tahun 2017 mendatang.“Saya minta meskipun ini jalan tol bayar, bisa dilihat dan dinikmati masyarakat awal-awal sampai akhir tahun. Jangan dipungut (biaya) dulu,” ujarnya.Lebih lanjut, Presiden mengatakan bahwa dirinya sudah mendatangi proyek tol tersebut hingga empat kali. Hal ini dikarenakan proses pembangunan jalan tol tersebut yang membutuhkan perlakuan khusus."Kenapa tol ini saya datang? Ini sudah empat kali karena di sini konstruksinya khusus, biayanya dibanding dengan tol yang lain hampir 1,5 kali lipat karena harus nguruk 7 meter," tutur Presiden.Apalagi medan yang dihadapi para pekerja konstruksi dalam membangun jalan tol tersebut sangatlah sulit. Sehingga Presiden ingin melihat dan merasakan langsung kondisi pembangunan di lapangan."Mengeruk tujuh meter, menyedot air karena ini rawa-rawa, tapi konstruksi ini sudah selesai. Saya mau melihat fisik jadinya seperti apa? Seperti fisik tol yang lain, (tapi) saya kira lebih bagus," ungkap Presiden.Selain itu, kehadiran Presiden juga diyakini dapat memberikan semangat dan motivasi agar pembangunan jalan tol tersebut selesai tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Bahkan sejumlah persoalan yang dihadapi dalam proyek pembangunan infrastruktur akan lebih cepat terselesaikan setelah Kepala Negara turun langsung ke lapangan.“Saya ingin setiap persoalan kita cepat selesai di lapangan,” ujar Presiden.Pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda adalah salah satu contoh di mana ada dua masalah yang belum terselesaikan, yakni jalan tol tersebut harus menembus hutan konservasi dan melalui lahan yang dimiliki Kodam.“Dua-duanya tidak berani dibebasi (lahan). Saya langsung telepon Kodam agar diselesaikan. Satu, dua hari rampung,” ucap Presiden.Menurutnya, persoalan-persoalan seperti itu tidak bisa diselesaikan jika Presiden tidak turun langsung melihat kondisi di lapangan. Oleh sebab itu, ia pun tak segan untuk selalu mengawasi langsung jalannya proyek infrastruktur di seluruh Tanah Air.“Tidak bisa diselesaikan kalau kita tidak memberi perintah,” ucap Presiden.Usai meresmikan jalan tol tersebut, Presiden didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin meninjau jalan tol tersebut dengan berjalan kaki.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Mendagri: Bongkar Dalang Pergerakan Massa Aksi Anarkis

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta agar jajaran Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membongkar siapa pihak yang mendalangi aksi anarkis di Kemendagri pada Rabu (11/10) kemarin."Dirjen Polpum (Soedarmo) harus cari akar masalahnya, siapa yang bermain, siapa yang mendanai mereka," kata Tjahjo dalam pesan singkatnya, Kamis (12/10).Kasus yang terjadi kemarin, tambah dia sangat mengecewakan, bahkan seolah menampar wajahnya selaku menteri. Padahal, perwakilan massa yang berasal dari Kabupaten Tolikara ini sudah dua kali diterima Mendagri."Mereka sudah kita terima baik-baik, bahkan saya terima secara resmi di ruangan kerja bersama eselon I dan II terkait di Kemendagri," ujar dia.Tjahjo menjelaskan, dirinya dan pihak Kemendagri telah berkali-kali memberikan pemaparan kepada para perwakilan Tolikara ini, namun nyatanya, mereka malah berbuat brutal dan anarkis."Saya sudah jelaskan, Mendagri tidak bisa mengubah putusan MK dan tak bisa menarik SK lalu mengubahnya untuk menetapkan pasangan calon yang kalah. Namun mereka berpegang kalau ini bisa dilakukan," kata dia.Menurut Tjahjo, ada indikasi masalah ini akan bermuara di Pilgub Papua pada 2018 mendatang. Karena itu, ia yakin ada pihak yang menggerakan aksi tersebut, bahkan sampai ada tindakan anarkis yang dilakukan para massa kemarin."Ini simpatisan suruhan pasti di belakangnya ada yang bermain dan pasti akan terungkap. Saya pernah ke Tolikara, di sana orangnya baik-baik tidak seperti yang datang melakukan tindakan anarkis kemarin," ujar dia.Mendagri mendorong agar kasus ini diselesaikan secara hukum. Sebab, ini menyangkut harga diri dan nama baik instansi Kemendagri. Padahal, selama ini, pihak Kemendagri, termasuk dirinya selaku menteri, sudah beritikad baik menerima dan mendengar aspirasi mereka."Namun balasannya malah merusak kantor Kemendagri dan melukai banyak orang. Ini menyangkut kehormatan dan harga diri Kemendagri, khususnya saya," tambahnya. [kemendagri.go.id]

Read More »

Presiden Jokowi Minta Biaya Tol Palindra Digratiskan hingga Akhir 2017

Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) Seksi 1 Palembang-Pamulutan. Jokowi meminta biaya masuk jalan tol ini digratiskan sementara hingga akhir 2017.Jokowi mengaku senang atas pembangunan jalan tol ini. Pasalnya, jalan tol ini berhasil dibangun di atas medan yang sulit."Saya melihat Tol Palembang-Indralaya ini medannya sangat berat sekali. Di sini ada rawa-rawa, perlu konstruksi khusus. Saya juga lihat waktu proses penyedotan airnya, berat," kata Jokowi di Gerbang Tol Palindra, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (12/10/207).Selain itu, lanjut Jokowi, ini merupakan jalan tol pertama di Sumatera Selatan. "Saya sangat senang sekali karena ini adalah jalan tol yang pertama yang ada di Sumatera Selatan," katanya.Untuk itu, Jokowi ingin biaya masuk Jalan Tol Palindra digratiskan sementara waktu. Dia bahkan menanyakan langsung kepada pihak pengelola terkait permintaannya ini."Saya minta, jalan tol ini kan bayar, saya minta supaya ini dilihat dan dinikmati oleh masyarakat di awal-awal ini sampai akhir tahun, tolong jangan dipungut dulu. Cuma dua bulan," kata Jokowi."Pemiliknya bisa ndak? Jangan siap, siap saja, benar lho ini," tambah Jokowi.Sementara itu, Jokowi mengatakan dirinya memang sengaja datang dan meresmikan langsung jalan tol ini. Sebab, jika tidak didatangi, pengerjaannya akan lambat."Kenapa saya datang? Karena saya ingin beri semangat, motivasi. Karena saya dengar dua, tiga bulan lalu masih ada pembebasan tanah yang belum selesai. Terus pas saya mau datang ke sini, saya tanya Menteri BUMN, "Bagaimana persoalan tanahnya?' 'Sudah Pak.' Ini artinya, memang harus sering didatangi agar cepat selesai," jelas Jokowi. [detik.com]

Read More »

Resmikan Tol Palembang-Indralaya, Presiden Jokowi: Ini Diimpikan Sejak Zaman Belanda

Presiden Joko Widodo tiba di Palembang, Sumatera Selatan. Jokowi langsung menuju ke lokasi Tol Palembang-Indralaya (Palindra) untuk meresmikan operasional Seksi 1 tol tersebut.Pesawat Kepresidenan Indonesia 1 yang ditumpangi Jokowi mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badarruddin 2, Palembang, Sumatera Selatan pukul 16.55 WIB, Kamis (12/10/2017).Begitu turun dari pesawat, Jokowi langsung menumpangi mobil menuju Tol Palindra Seksi 1 Palembang-Pamulutan. Di mobil, Jokowi ditemani oleh Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, Jokowi dan rombongan tiba di lokasi acara. Acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya."Tadi waktu di mobil, Pak Gubernur bisik-bisik ke saya, "Pak Presiden, tol ini sudah diimpikan sejak zaman Belanda". Saya nggak percaya masak mimpi kok zaman Belanda. Tapi pas masuk ke sini saya betul-betul kaget, karena saya sudah 4 kali datang ke sini," kata Jokowi.Jokowi mengatakan, Tol Palindra ini dibangun di atas medan yang sulit. Selain itu, beberapa bulan sebelum diresmikan masih ada lahan yang belum dibebaskan."Saya melihat Tol Palembang-Indralaya ini medannya sangat berat sekali. Di sini ada rawa-rawa, perlu konstruksi khusus. Saya juga lihat waktu proses penyedotan airnya, berat," mata Jokowi."Alhamdulillah kini sudah selesai seksi pertama," katanya.Usai pidato, Jokowi didampingi Gubernur Sumsel, Wali Kota Palembang, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini M Soemarno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung meninjau Tol Palindra. [detik.com]

Read More »

Hujan Deras Iringi Keberangkatan Presiden Jokowi ke Palembang

Presiden Joko Widodo sore ini bertolak ke Palembang, Sumatera Selatan. Jokowi hendak mengecek pembangunan jalan tol di wilayah Palembang.Jokowi bertolak ke Palembang dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (12/10/2017) sekitar pukul 15.50 WIB, menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1. Hujan mengiringi keberangkatan Jokowi dan rombongan.Setiba di Palembang, Jokowi rencananya akan langsung menuju Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra). Jokowi akan meresmikan operasi Jalan Tol Palindra Seksi I sepanjang 7 kilometer.Berdasarkan informasi yang dihimpun, rencananya setelah menginap satu malam di Palembang, Jokowi akan bertolak ke Medan, Sumatera Utara.Sebelum ke Medan, Jokowi akan menghadiri Penanaman Perdana Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit dan Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin. Sedangkan di Medan, Jokowi juga akan meresmikan pengoperasian jalan tol. [detik.com]

Read More »

Presiden Jokowi Ajak PM Laos Selesaikan Masalah Pengungsi Rakhine

Antara Foto/Rosa PanggabeanPresiden Joko Widodo mengajak Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos Thongloun Sisoulith menangani pengungsi Rakhine State, Myanmar. Masalah ini dibahas dalam pertemuan keduanya pagi ini."Kita telah membahas isu Asean dan kawasan dan kita telah sepakat membantu penyelesaian permasalahan di Rakhine State, Myanmar," kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis 12 Oktober 2017.Jokowi mengapresiasi kerja sama yang dibuat Indonesia dan Laos selama 60 tahun terakhir. Pertemuan dengan PM Laos diharapkan semakin mempererat hubungan kedua negara. Sisoulith pun mengaku akan berkontribusi aktif di tingkat Asean. Dia juga ingin negaranya aktif berperan di level internasional."Atas nama pemerintah dan rakyat Laos kami menyampaikan terima kasih yang sangat tulus kepada Pemerintah Indonesia atas dukungannya di berbagai bidang kepada kami dan berkontribusi juga pada peningkatan sosial ekonomi di Laos, termasuk pembangunan SDM," jelas dia.PM Laos mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi pagi ini. Pertemuan menghasilkan tugas nota kesepahaman di bidang sosial budaya, pendidikan tinggi, dan penanganan narkoba. [metrotvnews.com]

Read More »

Tambah 52 Km, Panjang Tol Baru yang Dioperasikan Presiden Jokowi Sudah 287 Km

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan pengoperasian dua ruas tol Trans Sumatera yang ada di Medan pada hari Jumat (13/10) ini. Dua ruas tersebut adalah Tol Medan-Binjai seksi 2 dan 3 (Helvetia-Binjai) sepanjang 10,46 km dan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi seksi 2-6 (Parbarakan-Sei Rampah) sepanjang 41,65 km.Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Kamis (12/10/2017), panjang jalan tol yang sudah beroperasi pada tahun ini pun sudah mencapai 118 km. Dengan demikian, panjang jalan tol yang sudah diresmikan Jokowi hingga saat ini sudah 287 km.Angka ini sendiri terhitung masih jauh dari target pemerintah tahun ini yang ingin mengoperasikan 379,2 km jalan tol, sehingga sampai akhir tahun nanti, panjang tol yang sudah beroperasi sejak Oktober 2014 adalah 552 km.Sampai akhir tahun sendiri dijadwalkan bakal ada 14 ruas lagi yang akan dioperasionalkan. Beberapa ruas Trans Jawa, Trans Sumatera dan Tol non Trans Jawa.Berikut adalah daftar ruas jalan tol yang sudah beroperasi di era Jokowi hingga Oktober ini:1. Porong-Gempol seksi Kejapanan-Gempol, panjang 4 km, beroperasi Mei 2015.2. Gempol-Pandaan, panjang 12,05 km, beroperasi Juni 2015.3. Cikampek-Palimanan, panjang 116,75 km, beroperasi Mei 2015.4. Surabaya-Mojokerto seksi IV, panjang 16,25 km, beroperasi Maret 2016.5. Pejagan-Pemalang seksi I dan II, panjang 20,2 km, beroperasi Juni 2016.6. Akses Tanjung Priok, panjang 8 km, beroperasi Mei 2017.7. Mojokerto-Kertosono panjang 40,5 km, beroperasi September 2017.8. Semarang-Solo seksi III (Bawen-Salatiga) panjang 17,6 km, beroperasi September 2017.9. Medan-Binjai seksi 2 dan 3 (Helvetia-Binjai) sepanjang 10,46 km, beroperasi Oktober 2017.10. Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi seksi 2-6 (Parbarakan-Sei Rampah) sepanjang 41,65 km, beroperasi Oktober 2017. [detik.com]

Read More »

Bertemu PM Laos, Presiden Jokowi Fokus Perkuat Kerja Sama Perdagangan, Investasi, Hankam, dan Sosbud

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah memfokuskan pembicaraannya dengan Perdana Menteri (PM) Republik Demokratik Laos Thongloun Sisoulith untuk memperkuat kerja sama dan beberapa bidang prioritas yaitu perdagangan dan investasi, pertahanan keamanan (Hankam), serta sosial budaya (Sosbud).“Saya menyambut baik delegasi bisnis yang menyertai kunjungan PM Laos. Saya yakin pertemuan bisnis akan membantu upaya meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi,” kata Presiden Jokowi pada konferensi pers bersama PM Thongloun Sisoulith, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/10) siang.PM Thongloun, lanjut Presiden, juga telah mengunjungi Trade Expo Indonesia 2017, yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kota Tangerang, Provinsi Banten, sejak Rabu (11/10) kemarin.Presiden meyakini, sektor perdagangan dan investasi yang dapat terus didorong antara lain di bidang energi, pertambangan, pupuk, dan pertanian. “Investor Indonesia tertarik, sangat tertarik menanamkan modal di bidang pupuk dan pertambangan dan saya mengharapkan kiranya rencana ini dapat segera direalisasikan.Selain itu, lanjut Presiden Jokowi, industri strategis Indonesia juga siap menyediakan produk-produk yang berkualitas seperti pesawat dan alat utama sistem pertahanan sesuai dengan yang diperlukan Laos. Sementara industri strategis Indonesia juga siap menyediakan produk-produk yang berkualitas seperti pesawat dan alat utama sistem pertahanan sesuai dengan yang diperlukan Laos.Perangi Perdagangan NarkotikaDalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan keinginan Indonesia untuk bekerja sama dalam memerangi penyalahgunaan obat-obatan dan perdagangan narkotik secara ilegal. “Saya berharap MoU kerja sama pengawasan dan obat dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.Sementara dalam kerja sama sosial budaya, Presiden Jokowi mengaku telah meyakinkan PM Thongloun bahwa Indonesia senantiasa berkomitmen untuk mendukung Laos dalam program peningkatan kapasitas.“Saya menyambut baik pelajar dari Laos yang akan menempuh pendidikan di Indonesia,” sambung Presiden.Kedua kepala pemerintahan percaya bahwa hubungan bilateral yang sangat baik antara Indonesia dan Laos selama 60 tahun dan di masa yang akan datang harus dapat dinikmati oleh masyarakat kedua negara.“Karena itu, kita akan terus meningkatkan kerja sama demi kemakmuran masyarakat kedua negara,” pungkas Presiden.Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Menko Perekonomian Darmin Nasutin, Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menristekdikti M. Nasit, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. [setkab.go.id]

Read More »