Home / 2017 / October (page 29)

Monthly Archives: October 2017

Ketika Presiden Jokowi Bersihkan Sendiri Sepatu yang Berlumpur

Foto : DetikcomSepatu yang di pakai Presiden Jokowi dipenuhi lumpur saat blusukan ke Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat 13 Oktober 2017. Daratan yang dipijak Presiden Jokowi basah dan becek. Namun hal itu tak jadi penghambat Presiden Jokowi yang tetap bersalaman dan berfoto bersama warga. Bahkan Presiden Jokowi sempat membagikan buku tulis, kain batik, dan kaus kepada warga. Dilansir dari detik.com, setelah menempuh jarak sekitar 1,8 kilometer, mobil yang ditumpangi Presiden Jokowi tiba di landasan helikopter. Saat pintu dibuka, Presiden Jokowi tampak tertunduk-tunduk melirik ke arah sepatunya. Kaki kanannya diangkat dan ditempatkan ke pijakan mobil. Sambil menunduk, tisu yang dipegangnya tersebut disapukan ke sepatu yang berwarna hitam tersebut.

Read More »

Luas 4.000 Hektar, Presiden Jokowi Awali Peremajaan Kebun Kelapa Sawit di Musi Banyuasin

Foto : Biro Pers SetpresMengawali kegiatannya pada hari kedua kunjungannya ke Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan penanaman perdana peremajaan kebun kelapa sawit seluas 4.400 hektare, di Desa Panca Tunggal, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Jumat (13/10) pagi.Presiden menegaskan, peremajaan terhadap 4.400 hektar kebun kepala sawit yang sudah tua itu biayanya ditanggung pemerintah, bibitnya diberi, benih untuk palawija jagung juga diberi oleh pemerintah.Pada tahun ini, lanjut Presiden, akan diberikan bantuan benih komoditas perkebunan sebanyak 35,5 juta batang yaitu kopi 4,8 juta batang, pala 2,7 juta batang, lada sebanyak 2 juta batang dan karet sebanyak 5,7 juta batang.Ia berjanji akan kembali ke lokasi peremajaan atau replanting itu setahun lagi atau awal 2019 untuk memeriksa perkembangan.“Kerja dengan saya pasti saya cek, enak saja tidak dicek, jadi barang atau tidak? Jadi bibitnya, jadi benar dan baik tidak? Harus dicek, Kalau tidak dicek, enak nanti,” ujar Presiden Jokowi.Mengenai perkebunan yang masuk kawasan hutan, Presiden Jokowi mengaku sudah memerintahkan untuk dikeluarkan dari kawasan hutan untuk nantinya diberikan sertifikat.“Tapi ini khusus untuk kelapa sawit milik rakyat, yang sudah pegang sertifikat yang hadir di sini tolong diangkat biar kelihatan, nanti setelah ini akan lebih banyak lagi yang pegang sertifikat,” ungkap Presiden.Dorong ke KalimantanMenurut Presiden, setelah dimulai di Sumatra Selatan lebih dulu, bulan depan akan didorong masuk ke Sumatra Utara, bulan depannya lagi masuk ke Jambi lalu ke Riau.“Tahun ini kita memang akan konsentrasi dulu di pulau Sumatra, tahun depan baru akan saya dorong masuk ke Kalimantan. Kita memang ingin kerja fokus supaya gampang dicek, gampang dikontrol,” tambah Presiden.Presiden juga menargetkan agar kebun kelapa sawit rakyat juga dapat memproduksi hingga 8 ton/hektar/tahun. Untuk itu, Presiden berpesan agar bibit yang sudah diberikan harus dirawat dan dipelihara.“Kalau swasta bisa, perusahaan bisa, petani pekebun juga harusnya bisa,” tutur Presiden.Setelah kelapa sawit, menurut Presiden Jokowi, peremajaan perkebunan rakyat juga akan dilakukan untuk kebun karet, kopi, kakao dan pala.“Kalau sawit nanti sudah berjalan, saya akan bergerak lagi ke karet, ke kopi, bergerak lagi ke kakao, ke pala, karena ini sama sudah lebih dari 15, 20, 25 tahun tidak pernah diremajakan. Masak kita kalah dengan Vietnam urusan pala? Kopi kalah dengan Brazil dan Kolombia? Tanah kita subur makmur kok tapi karena tidak pernah diremajakan dibiarkan ya tua lama-lama tidak berproduksinya,” ungkap Presiden.Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin. [setkab.go.id]

Read More »

Sri Mulyani Pamer Ekonomi RI Jauh Lebih Tangguh di Sela Acara IMF-World Bank

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di sela-sela pertemuan tahunan IMF-World Bank 2017 menyatakan kondisi ekonomi Indonesia yang sudah mengalami perubahan jauh ke arah yang lebih baik saat ini.Mengutip wawancara Sri Mulyani atau yang akrab disapa Ani dengan CNBC, Jumat 13 Oktober 2017, dia mengatakan perbaikan ekonomi Indonesia tidak lepas dari bagaimana cara pemerintah dan pemangku kebijakan mencoba untuk membangun fundamental dan fondasi yang lebih kuat dari berbagai guncangan."Perekonomian Indonesia sekarang jauh lebih tangguh dan ini ada kaitannya dengan fondasi yang lebih kuat dari cara kita mengelola ekonomi," kata Ani dalam wawancara tersebut.Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini relatif stabil dan berada pada level 5,6 persen pada dekade ini. Angka itu dihasilkan dari kontribusi yang seimbang antara faktor domestik seperti konsumsi, pertumbuhan investasi yang kuat, kendati dihadapkan dengan banyak kejutan seperti penurunan harga komoditas.Di sisi lain, dia menjelaskan saat ini pemerintah sudah tak dihantui oleh subsidi BBM, sebab saat ini alokasinya jauh lebih rendah sejak Presiden Joko Widodo memutuskan untuk mencabut subsidi premium di 2015. Hal itu membuat ruang fiskal Indonesia tak dihadapi pada defisit yang disebabkan oleh kegiatan tak produktif."Sebenarnya presiden melakukan keputusan yang sangat bagus kembali di 2015, saat menggeser subsidi, subsidi BBM ke dalam pembangunan infrastruktur. Jadi kebijakan fiskal yang kredibel lebih baik dalam hal pendapatan," tutur Ani.Selain itu, neraca pembayaran, defisit transaksi berjalan turun di bawah dua persen. Indonesia juga memiliki investasi asing langsung (FDI) yang sangat kuat yang menurut dirinya penting.Dari pengaruh global, Ani menambahkan perilaku pasar keuangan jauh lebih rasional. Hal ini ditunjukkan dari penurunan tingkat bunga acuan (BI 7 days repo rate) di tengah ancaman kenaikan tingkat bunga AS."Jadi bahkan ketika tingkat suku bunga meningkat di Amerika Serikat, kami sebenarnya menurunkan tingkat suku bunga kurs repo Bank Indonesia," jelas dia. [metrotvnews.com]

Read More »

Presiden Jokowi: Kalau Menterinya Enggak Capai Target, Awas!

Presiden Joko Widodo kembali memberikan peringatan kepada para menterinya. Kali ini peringatan itu ditujukan kepada Menteri Agraria Sofyan Djalil.Peringatan itu ia sampaikan saat menghadiri acara peremajaan perkebunan kelapa sawit dan pembagian sertifikat tanah kepada sekitar 1.300 petani di Kabupaten Musi Banyuasin, Jumat (13/10/2017)."Di Indonesia ini masih banyak (rakyat) yang belum diselesaikan mengenai sertifikat. Harusnya 126 juta sertifikat yang dimiliki rakyat. Tahun baru baru 46 juta sertifikat," ujarnya."Tahun ini harus keluar 5 juta sertifikat. Biasanya 400.000 sertifikat, saya perintahkan 5 juta. Tahun depan 7 juta, tahun selanjutnya lagi 9 juta. Kalau menterinya enggak capai target, awas!," sambung Presiden.Menurut Presiden, sertifikat tanah merupakan hak dasar yang harus dimiliki oleh rakyat. Sebab dengan begitu rakyat memiliki kepastian hukum atas tanah yang digarap atau ditempati.Oleh karena itu ia meminta Menteri Agraria untuk segara merealisasikan target pemberian sertifikat lahan kepada masyarakat seperti yang sudah dicanangkan.Di Musi Banyuasin, Presiden membagikan 1.300 sertifikat tanah kepada warga Kepada penerima, Presiden berpesan agar mereka menjaga betul sertifikat yang baru diterima.Selain itu, ia juga meresmikan kick off program peremajaan perkebunan kelapa sawit secara nasional yang dimulai di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. [kompas.com]

Read More »

Saat Pelayan Restoran Tak Menyadari Salah Satu Pengunjungnya Putri Presiden Jokowi

Foto : Instagram Kahiyang AyuPengunjung dan pramusaji salah satu restoran cepat saji Jepang di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, tidak menyadari kedatangan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan tunangannya, Bobby Nasution, Selasa (10/10/2017) siang.Kahiyang dan Bobby tiba untuk makan siang di restoran itu sekitar pukul 14.39. Keduanya tidak dikawal dan tidak mendapat perlakuan istimewa.Saat itu, putri orang nomor satu di Republik Indonesia tersebut mengenakan baju kemeja kotak-kota warna hitam dan krim dengan celana panjang warna hitam, serta menenteng tas warna cokelat.Kahiyang menggerai rambutnya, hanya menguncir rambut bagian atas dengan penjepit ukuran kecil warna hitam.Sementara sang calon suami terlihat lebih santai lagi menggunakan kaos T-shirt bertuliskan Lego dan celana jins. Bobby datang menyetir sendiri kendaraannya Fortuner hitam dengan nomor polisi B 8857 T.Tidak satupun pengunjung restoran yang menyadari bahwa yang sedang makan berdua adalah putri presiden dengan calon suaminya.Termasuk Hamdani petugas yang menghantarkan Jasmine Tea pesanan Bobby Nasution ke meja.Sampai akhirnya keduanya pergi meninggalkan restoran, Hamdani masih tidak menyadari bahwa yang bersangkutan adalah putri presiden."Wah saya nggak tahu mbak kalau itu Mbak Kahiyang, putrinya Presiden, karena kurang hapal wajahnya," katanya.Ia justru lebih hafal wajah kedua putra presiden, yakni Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming, yang lebih sering muncul di media."Duh coba tadi tahu, mungkin bisa minta foto-foto. Kan sebentar lagi mereka mau menikah yah," kata Hamdani.Menurut Hamdani, kemungkinan itu pertama kalinya Kahiyang datang ke restoran tempatnya bekerja. Karena wajah tidak seperti pelanggan biasanya yang sering datang ke restoran cepat saji tersebut."Mereka hanya memesan paket yang biasa, dan teh Yasmin untuk calon suaminya," kata Hamdani..Kesederhanaan Kahiyang sudah dikenal orang-orang di sekitarnya. Bahkan di tempat ia menempuh pendidikan S2 di Sekolah Bisnis IPB. Kahiyang tidak segan-segan untuk menyebrang jalan keluar kampus hanya untuk membeli jajanan tradisional yang ada di sekitar kampus ataupun Istana Bogor. [kompas.com]

Read More »

Presiden Jokowi Hadiri Penanaman Perdana Sawit di Sumsel dan Resmikan Jalan Tol di Sumut

Foto : Biro Pers SetpresHari kedua di Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, Jumat 13 Oktober 2017, Presiden Joko Widodo menghadiri acara Penanaman Perdana Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit dan Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin.Presiden dan rombongan berangkat menuju Kabupaten Musi Banyuasin dengan menggunakan helikopter pada pukul 08.40 WIB dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan.Tiba di Lapangan Desa Panca Tunggal, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin pada pukul 09.10 WIB, Presiden dan rombongan langsung menuju lokasi Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit yang jaraknya berdekatan.Setelah menghadir acara tersebut, Presiden akan kembali ke Kota Palembang.Siang hari nanti, Presiden akan melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Sumatera Utara dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan.Di Provinsi Sumatra Utara, Presiden akan meresmikan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan Jalan Tol Medan-Binjai.Presiden akan bermalam di Kota Medan untuk melanjutkan kunjungan kerja pada esok hari.Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Kabupaten Musi Banyuasin adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Alex Noerdin.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »

Bertemu Wiranto, Menteri Pertahanan Vietnam Terpincut Produk Pertahanan RI

Menko Polhukam Wiranto menerima kunjungan Menteri Pertahanan Vietnam Ngo Xuan Lich di kantornya, Jakarta. Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu, salah satu yang diperbincangkan adalah keinginan Vietnam untuk menggunakan industri pertahanan Indonesia."Ada keinginan Vietnam untuk terus meningkatkan hubungan pertahanan bersama, terutama yang mengenai industri pertahanan juga, mereka berkeinginan melihat produksi Indonesia apa yang bisa dipakai oleh Vietnam," ucap Wiranto di kantornya, Jakarta, Kamis (12/10/2017).Meski demikian, dia enggan menyebut apa yang diminati oleh Vietnam. Biarkan hal itu menjadi pembicaraan dengan Menhan RI Ryamizard Ryacudu."Belum, nanti. Itu bukan urusan saya. Nanti urusan dengan Menteri Pertahanan kemudian mereka akan melakukan peninjauan dan akan membicarakan. Saya mendorong supaya ada paling tidak produk-produk antar negara yang bisa kita kombinasikan," jelas Wiranto.Di sisi lain, masih kata dia, dia menyarakan harus ada pertemuan intensif dengan Menhan RI, kemudian BIN dan lainnya. Hal ini penting dilakukan karena menyangkut keamanan kawasan.Menurut Wiranto, baik Indonesia maupun Vietnam, mempunyai kepentingan yang sama untuk mempertahankan keamanan kawasan ini, terutama Asean countries."Ini saya kira sudah sepakat tadi, pertemuan sudah sangat konstruktif ya, bahwa kita mempunyai satu kepentingan yang sama, harapan yang sama, dan semangat yang sama untuk bersama-sama mempertahankan ASEAN menjadi kawasan yang damai, yang sejuk, yang kondusif," pungkas Wiranto. [liputan6.com]

Read More »

Menteri Agama: Tak Satu Pun Agama Ajar Merendahkan Orang dan Menumpahkan Darah

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama, apa pun etnisnya. Agama menjadi perekat keberagaman masyarakat."Agama menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan keseharian masyarakat yang terdiri dari berbagai suku bangsa," kata Lukman dalam kegiatan Pembinaan Peningkatan Kerukunan Umat Beragama yang dihadiri seluruh tokoh agama di Gorontalo, di asrama haji Gorontalo, Kamis (12/10/2017)."Pancasila yang kita kenal, hakekatnya adalah nilai-nilai agama, semua agama memiliki ajaran terkait substansi dan esensi Pancasila," tambahnya.Lukman mengungkapkan, semua agama pun mengajarkan agar manusia menebarkan kemaslahatan, rahmat dan kedamaian bagi sesama serta cinta kasih."Tidak ada satu pun agama yang mengajarkan kita untuk saling menafikan satu sama lain, saling merendahkan dan saling menumpahkan darah," ungkapnya.Jika ada konflik yang mengatasnamakan agama, lanjut dia, tentunya agama hanya dijadikan alat dari kepentingan yang sesungguhnya dari adanya konflik-konflik itu."Kepentingan yang ada pada mereka yang berkonflik, kemudian agama dijadikan alat pembenaran," tuturnya.Oleh karena itu, menurut Lukman, seluruh masyarakat, mulai dari tokoh agama, pimpinan organisasi masyarakat keagamaan, Kementerian Agama dan warga sendiri bertugas mengembalikan substansi dan esensi agama pada kedudukan yang sesungguhnya."Saya memberikan apresiasi kepada tokoh agama, dan Kementerian Agama membangun dan menyediakan berbagai sarana dan fasilitas agar kehidupan agama mampu kembali kepada substansi ajaran agama," tutupnya. [kompas.com]

Read More »

Saat Presiden Jokowi Melirik Baju Kotak-kotak di Mall

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Jokowi jalan-jalan ke mall Palembang Trade Center, Kamis malam (12/10/2017). Kehadiran Presiden Jokowi membuat pengunjung mal terkejut dan langsung mengerubungi.Dilansir dari detik.com, sejak di pintu masuk, Presiden Jokowi langsung 'diserbu' oleh warga yang hendak bersalaman dan berfoto bersama. Banyak warga yang tak bisa mendekat meneriakkan nama Jokowi. Rupanya matanya tertuju pada sepotong baju kotak-kotak. Tiba-tiba mata Presiden Jokowi tertuju pada sebuah baju kotak-kotak kecokelatan. Presiden Jokowi melihat lebih dekat baju kotak-kotak itu sambil berbincang dengan penjajanya. Baju kotak-kotak memang jadi 'baju perang' Jokowi dalam kontestasi politik di Pilgub DKI 2012 dan Pilpres 2014. Apakah dia akan kembali nyapres tahun 2019 dan kembali berbaju kotak-kotak?

Read More »

Saat Presiden Jokowi Menyapa Warga Masyarakat Palembang

Foto : Biro Pers SetpresSaat berkunjung ke Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, Kamis, 12 Oktober 2017, Presiden Joko Widodo mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan (mal) yang ada di Kota Palembang.Mal Palembang Trade Center (PTC) yang berlokasi di Jalan R. Sukamto, Kota Palembang, menjadi pilihan Presiden untuk menyapa masyarakat.Tiba sekira pukul 19.55 WIB, Presiden didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Kehadiran Presiden yang mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih yang dibalut jaket cokelat dan dipadukan celana panjang hitam tersebut, tentu saja membuat terkejut para pengunjung mal.Presiden pun kemudian berkeliling mal dan melihat sejumlah toko yang ada. Saat berkeliling, tak lupa Presiden menyapa dan menerima ajakan warga untuk berswafoto.Setelah berjalan memutari mal selama kurang lebih satu jam, tepatnya pukul 21.09 WIB, Presiden meninggalkan mal untuk kembali ke hotel tempatnya bermalam.Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Read More »