Home / 2017 / October (page 10)

Monthly Archives: October 2017

Tiba di Mekah, Wapres JK Tunaikan Ibadah Umrah

Wapres Jusuf Kalla (JK) beserta rombongan menunaikan ibadah umrah di Masjidil Haram, Mekah. JK menunaikan umrah setibanya dari Madinah.JK dan rombongan sudah mengenakan pakaian ihram dari Madinah. Sedangkan miqat atau batas tertentu untuk niat ihram dilakukan di udara karena rombongan ke Mekah dengan pesawat.JK dan rombongan tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Sabtu (21/10/2017) sekitar pukul 19.00 waktu setempat. JK langsung ke Mekah menggunakan jalur darat.Setelah menaruh barang di Makkah Guest Palace, dimulailah ibadah umrah di Masjidil Haram sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Rombongan langsung ke Kakbah untuk salat sunah dan tawaf sebanyak tujuh putaran.Suasana di Masjidil Haram ramai oleh jemaah dari berbagai belahan dunia. Seperti biasa, sisi bagian hajar aswat menjadi tempat para jemaah berebutan untuk menyentuhnya. JK juga berkesempatan untuk menyentuh hajar aswat.Seusai tawaf, JK langsung salat sunah 2 rakaat dan dilanjutkan ke Bukit Safa dan Marwah untuk melakukan sai atau lari-lari kecil sepanjang tujuh putaran. Dulunya, Siti Hajar bolak-balik ke dua bukit ini guna mencari air bagi putranya, Nabi Ismail A.S.Tibalah prosesi akhir ibadah umrah, yakni tahalul atau mencukur rambut. JK memotong helai rambut istri Mufidah Kalla dan Wakapolri Komjen Syafruddin. Seusai tahalul, ibadah umrah selesai pukul 23.00 waktu setempat atau pukul 04.00 WIB dan rombongan kembali ke tempat peristirahatan.Rencananya, JK akan berada di Mekah sampai hari Senin (23/10) pagi. Hari Minggu (22/10) rencananya akan digunakan JK untuk beribadah di Masjidil Haram. [detik.com]

Read More »

5 Pesan Presiden Jokowi Untuk Pariwisata Mandalika di Lombok

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Jokowi baru saja meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika di Lombok Tengah, NTB. Berikut 5 pesan untuk pengembangannya.Dalam rilis dari Kementerian Pariwisata yang diterima detikTravel, Sabtu (21/10/2017) Presiden Jokowi meresmikan langsung Mandalika sebagai satu dari 10 Destinasi Prioritas atau dikenal juga 10 Bali Baru. Hal ini menandakan resmi bergeraknya kawasan yang dikhususkan untuk pariwisata itu. Presiden juga menegaskan kepada investor yang sudah teken kontrak, dengan deadline 6 bulan dari sekarang.Setelah Presiden meninjau langsung dan mencari tahu lebih dalam, ternyata yang membuat Mandalika sempat 'tertidur' hanya soal payung hukum. Hal ini yang membuat pemerintah daerah tidak berani bertindak jika tidak ada inpres (instruksi presiden) pembebasan lahan. Presiden menegaskan bahwa kita harus dapat mengatasi masalah secara detail."Ternyata hanya selembar kertas payung hukum untuk pembebasan lahan. Pak Gubernur takut, Pak Bupati takut. Kita rapat sekali di Istana, keluar inpres dan tidak ada dua bulan pembebasan (lahan) selesai," ujar Presiden Jokowi.5 Pesan untuk MandalikaLebih lanjut Presiden Jokowi menekankan lima hal. Pertama kepada ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) selaku pengelola KEK Mandalika, Provinsi NTB dan juga Kabupaten. Ia menekankan agar kawasan Mandalika dapat ditata sedemikian mungkin termasuk menjadikannya hijau dan cantik."ITDC yang bertanggung jawab dan didukung Pemda Provinsi dan Kabupaten," katanya.Kedua, agar tata ruangnya baik, lokasi cenderamata harus disiapkan oleh ITDC. Masyarakat pun harus diakomodir sehingga penataanya jelas dan tidak kumuh. Selanjutnya yang ketiga, adalah agar dapat memperkuat konten lokal sebagai karakter arsitektur."Jangan dibangun rumah-rumah bergaya Spanyol. Lombok memiliki kekuatan karakter arsitektur yang kuat," jelasnya. Kemudian yang keempat, kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya, Presiden Jokowi berpesan agar dapat mendukung keberadaan cafe, restaurant, homestay khususnya toilet agar dapat berstandar internasional."Mumpung sekarang masih dalam tahap awal," ujar Presiden Jokowi.Terakhir kepada investor, ia menekankan agar dibuat aturan main yang jelas. Kontrak yang jelas. "Beri waktu enam bulan harus dimulai, kalau tidak jalan, cabut. Yang ngantri ingin investasi di Mandalika banyak," tegasnyaIa mencontohkan saat menerima Emir Qatar Syah Tamim beberapa waktu lalu, Saat itu Presiden mengaku sempat mempromosikan keindahan alam KEK Mandalika. Saat itu Emir Qatar dikatakan Presiden langsung kagum dengan keindahan yang ada di Mandalika."Dia langsung bilang Presiden Jokowi, sudahlah saya ambil semuanya (investasi Mandalika). Saya bilang nanti dulu, saya tahan harga, nanti Syekh kirim tim, jangan maunya diambil semuanya," ujar Presiden Jokowi.Turut hadir dalam acara peresmian KEK Mandalika Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi, Bupati Lombok Tengah, H.M. Suhaili Fadil Tohir. Serta Menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya. [detik.com]

Read More »

Ini 3 Catatan Ketua MPR untuk 3 Tahun Kepemimpinan Jokowi-JK

Ketua MPR Zulkifli Hasan menyampaikan pendapatnya soal 3 tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berjalan. Walau ada apresiasi yang diberikan untuk pembangunan infrastruktur, hal ini rupanya diikuti beberapa catatan."Tiga tahun Pak Jokowi-JK, tentu sudah banyak yang dilakukan. Tentu kita apresiasi, misalnya infrastruktur. Misalnya saya punya catatan. Yang pertama mengenai lapangan pekerjaan," kata Zulkifli di The Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (21/10/2017).Dia kemudian menceritakan bagaimana kunjungannya ke Amerika Latin beberapa waktu lalu. Zulkifli menemukan banyak sekali tenaga kerja asal Indonesia yang pergi jauh-jauh karena kurangnya lapangan kerja di dalam negeri.Ketua Umum PAN ini menegaskan pembangunan infrastruktur saja tidak cukup, tanpa diimbangi dengan penyerapan tenaga kerja."Jadi fokuslah kepada penciptaan lapangan kerja," ujar Zulkifli.Catatan keduanya adalah menurunnya kesejahteraan rakyat Indonesia. Hal ini tampak dari kenaikan beberapa bahan kebutuhan masyarakat, seperti sembako, gas, serta listrik.Sementara poin terakhir, Zulkifli menyoroti soal kesalahpahaman yang sering muncul belakangan. Ini disebabkan keragaman yang seharusnya sudah disatukan dalam nilai Pancasila 72 tahun silam, justru diungkit."Yang ketiga yang penting menjadi perhatian kita adalah kita harus menghentikan salah paham mengenai berbagai hal. Misalnya saling nista, saling menyakiti, saling ribut soal suku, agama, ini sudah selesai," tukas Zulkifli.Dia lalu mengajak rakyat Indonesia agar memperkuat persatuan, menjahit kembali merah-putih yang agak 'koyak'. Serta saling mengingat sebagai saudara."Ini tantangan. Hentikan pecah belah, hentikan silang sengketa karena kita adalah saudara," pungkasnya. [detik.com]

Read More »

Kecepatan Kerja Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Foto : Biro Pers SetpresTepat 20 Oktober 2017 adalah tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang setiap tahun mengangkat tema "kerja", yaitu "Ayo Kerja" (2015), "Kerja Nyata" (2016) dan "Kerja Bersama" (2017).Tiga tema "kerja" itu menghasilkan satu ciri metode kerja pemerintah, khususnya Presiden Jokowi, yaitu "cepat".Dalam wawancara khusus Presiden Jokowi dengan Antara menyambut tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di Istana Merdeka pada Senin (16/10), Presiden menyatakan hal tersebut."Orang mengatakan cepat banget, sangat cepat, apalagi kita terbawa arus kerja, yang enggak kenal waktu semua, tahu-tahu sudah tiga tahun," kata Presiden Jokowi.Agenda Presiden Jokowi padat dengan sering melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah, langsung ke pembangunan prasarana, selain memastikan sejumlah program berjalan dan diterapkan sesuai dengan sasaran.Dalam tiga tahun, Presiden juga menilai sejumlah pembangunan prasarana mulai rampung, bahkan keseluruhan program dalam tiga tahun pemerintahannya ia yakini sudah mencapai 60 persen atau dua pertiga dari target. Tujuan dari pembangunan itu adalah mengubah pola pembangunan, yang semula cenderung "Jawa sentris" menjadi "Indonesia sentris".Ia mencontohkan pembangunan prasarana, yang tersebar banyak di berbagai daerah, misalnya, di Kalimantan 24 kegiatan, di Sulawesi 27, di Maluku dan Papua sekitar 13 pembangunan, baik berupa bendungan, pelabuhan, bandar udara, pembangkit listrik, maupun berbagai proyek lain.Sejumlah proyek tertunda lama pun dibereskan dalam tahun ketiga pemerintahannya itu. Contohnya adalah jalan tol Palembang-Pemulutan di Palembang sepanjang 21 kilometer, yang menjadi tol pertama di Sumatera Selatan. Presiden sampai mendatangi pembangunan jalan tersebut hingga 4 kali untuk memastikannya selesai.Proyek lain adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, yang direncanakan 29 tahun lalu tapi tidak kunjung rampung karena persoalan pembebasan tanah, tapi akhirnya diresmikan tepat pada peringatan tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, 20 Oktober 2017."Ya pas saja, karena memang ini sudah selesai 3 bulan lalu, pas waktunya hari ini. Alhamdulillah bisa kita resmikan dan tinggal kerja," kata Presiden Jokowi di Mandalika (20/10).Kerja cepat itu juga tidak lepas dari gerakan "revolusi mental", yang disampaikan Jokowi pada masa kampanye pemilihan Presiden 2014."Revolusi mental orang senangnya masih seperti dulu jargon-jargon, ndak lah. Kita ini memberi contoh, apa sih yang namanya kerja keras? Yang namanya mengontrol pekerjaan agar berkualitas seperti apa? Kerja yang cepat itu seperti apa? Kerja yang melayani itu seperti apa? Mengantri itu seperti apa? Ini kan mengubah mind set, yang kita perlukan," kata Presiden.Tidak kalah penting adalah bidang kelautan dengan membangun pelabuhan dan bandar udara di pulau terluar, seperti pulau Miangas dan kepulauan Natuna, untuk mendorong hubungan kelautan sebagai negara dengan dua per tiga wilayahnya adalah perairan.Apalagi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, menurut Presiden Jokowi, "baru" menenggelamkan sekitar 315 kapal asing dari tujuh ribu kapal, yang sebelumnya dibiarkan lalu lalang tanpa izin di perairan IndonesiaMeski demikian, ia mengaku masih ada hambatan dalam "kerja cepat" itu, yaitu masalah pembebasan lahan serta terlalu banyak aturan ruwet dan tumpang tindih, sehingga birokrasi tidak bisa bergerak cepat.Dua Tahun SelanjutnyaLantas apa yang akan dilakukan dalam dua tahun sisa kepemimpinannya? Presiden Jokowi mengatakan bahwa selain pembangunan prasarana, yang membangun stabilitas ekonomi, pembangunan sumber daya manusialah yang menjadi landasan suatu bangsa."Menurut saya, kita harus bergerak ke tempat lain, ke pembangunan sumber daya manusia. Babak kedua adalah secara besar-besaran pembangunan SDM, vocasional training, sekolah vokasi politeknik, kemudian universitas fakultasi inovasi. Semua ada fakultas digital ekonomi, fakultas manajemen logistik, fakultas manajemen toko online, arahnya ke depan semuanya," kata Presiden mengungkapkan pandangannya.Selain mendirikan sekolah, Presiden juga memperhatikan kebutuhan gizi anak-anak, khususnya di daerah."Coba dilihat, kenapa saya tiap ke daerah selalu membagikan makanan tambahan. Pernah ikut berapa puluh kali? Saya sendiri membagikan makanan tambahan itu. Arahnya ke gizi bagi ibu hamil dan balita," tambah Presiden.Sumber daya manusia Indonesia juga membutuhkan pelatihan mental anti-korupsi sedari dini, karena tidak semua orang suka dengan kerja pemberantasan korupsi."Yang namanya pemberantasan korupsi pasti rakyat senang tapi kan ada juga yang tidak suka dan itu pekerjaan kita bersama, tidak mungkin kita sendiri-sendiri bekerja menyelesaikan ini, kerja itu juga. Harus juga kita bangun sejak anak-anak mengenai mental anti-korupsi. Kalau kita tidak memulainya dari sana, di generasi berikutnya tidak akan ada pembaruan apa-apa," kata Presiden tegas.Untuk mendorong kerja anti-korupsi itu, dalam waktu dekat, Presiden akan mengeluarkan aturan tertulis dari sisi pencegahan, yaitu agar semua kementerian/lembaga dan pemerintah daerah menyiapkan "e-budgeting", "e-planning" dan "e-procurement", yang dibuat dengan batas waktu.Perubahan mental di masyarakat itu, menurut Presiden, juga mulai tampak dari kematangan masyarakat Indonesia berdemokrasi dan berpolitik."Riak dalam politik berdemokrasi kalau menurut saya sih biasa saja. Bagaimana terus memberikan pembelajaran kepada kita semua agar masyarakat bisa memilah: ini urusan ekonomi, ya urusan ekonomi. Oh, ini urusan politik, oh ini urusan kebudayaan, ya sudah urusan kebudayaan. Jadi, kita harapkan nanti ada berita politik ya jalan, ekonomi juga jalan terus. Semakin dewasa semakin matang, tidak bercampur aduk," kata Presiden.Ia menyatakan tidak memusingkan hasil survei mengenai kinerja pemerintah selama 3 tahun. Presiden mengatakan bahwa hasil survei menjadi koreksi untuk melihat bidang yang harus dibenahi dan diperbaiki.Pada 5 Oktober 2017, Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) mengumumkan hasil surveinya pada 3-10 September 2017 terkait kecenderungan dukungan politik pada tiga tahun pemerintahan Presiden Jokowi. Hasilnya, angka kepuasan warga atas kinerja Jokowi pada September 2017 sebesar 68 persen. Angka itu cenderung menguat dan stabil.Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mengaku belum memikirkan soal elektabilitas, yang disuguhkan hasil survai tersebut."Survei itu untuk koreksi untuk saya, jangan dilihat hanya elektabilitasnya. Kita ini bekerja kok mengurusi elektabilitas," kata Presiden.Presiden Jokowi menegaskan bahwa setiap hari hanya fokus bekerja, berkeliling kabupaten dan provinsi untuk memastikan program pemerintah betul-betul dikerjakan."Pekerjaan kita setiap hari berganti kabupaten, berganti provinsi, pontang-panting mengurus untuk menyelesaikan hal yang memang harus kita selesaikan, harus kita kontrol, harus kita awasi, harus kita selesaikan," kata Presiden.Untuk terus bekerja dalam sisa masa jabatannya, Presiden Jokowi menjalankan gaya hidup sehat, seperti, selalu minum jamu, yang terdiri atas temulawak, kunyit dan jahe."Tambahannya, kelapa hijau tiga kali per minggu. Yang hijau lho ya, tiga kali per minggu. Itu untuk detoks. Kelapa muda tidak pakai gula, tidak pakai apa-apa, gelondongan saja," kata PresidenPresiden pun mengaku tidak ada makanan pantangan untuknya. Ia hanya makan secukupnya dan tidak perlu berlebihan, meski makanan itu sangat enak, termasuk saat "blusukan" ke berbagai daerah.Presiden juga rutin berolah raga, yaitu lari setidak-tidaknya 2-3 kali seminggu. Selain menjaga kesehatan tubuh, Presiden juga menjaga penampilannya agar tetap prima, khususnya dalam warna rambut."Kemiri juga pakai, yang asli. Jadi, ya dari yang botolan pasar itu, buatan tradisional, bukan buatan toko, yang botol kuno itu saja," kata Presiden, yang rambutnya memang terlihat belum memutih tersebut.Irama kerja cepat selama kerja tiga tahun tersebut tampaknya akan terus dilakukan Presiden Jokowi dalam dua tahun sisa pemerintahannya. [antaranews.com]

Read More »

Presiden Jokowi Ingin Benahi Dalam Negeri sebelum Unjuk Gigi di Luar

Tiga tahun pemerintahan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menuai pro dan kontra. Salah satunya soal politik luar negeri Indonesia.Wakil Indonesia untuk ASEAN Intergovernmental Commision of Human Rights atau AICHR, Dinna Wisnu merasa bahwa Jokowi belum melakukan banyak hal yang menyangkut politik luar negeri.“Menurut saya, belum banyak yang dilakukan Pak Jokowi. Namun, semua permasalahan ditangani oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Semua berpusat dari Kementerian Luar Negeri,” kata Dinna dalam paparannya di Conference on Indonesia Foreign Policy, di Hall Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu 21 Oktober 2017.“Ada hal-hal khusus soal diplomasi yang bisa dilakukan hanya oleh presiden. Kalau yang lain bisa dilakukan menteri,” lanjut dia.Menurut penjelasan Dinna, soal intelijen, menyelesaikan masalah pelik dan mengendus arah kebijakan negara lain itu hanya bisa dipakukan oleh presiden, tanpa mengeluarkan uang.“Mendekatkan diri dengan negara lain sebenarnya bukan untuk tahu apa yang dikerjakan mereka tapi melihat arah kebijakan yang akan mereka terapkan apa ke depannya,” sebut Dinna.Dinna menilai, Jokowi menerapkan sistem “membenahi diri sendiri terlebih dahulu” yang berarti Jokowi ingin Indonesia bagus di dalam negeri, baru ‘unjuk gigi’ di luar negeri.“Kata kunci Jokowi itu improving self. Kurangi pengeluaran yang outcome-nya belum jelas,” ungkap Dinna.Ia berpendapat, Jokowi hanya menghadiri acara internasional yang berhubungan dengan ekonomi, seperti APEC dan G20, dan yang tidak menghabiskan banyak uang. Untuk kehadirannya di OKI dan IORA, karena dua KTT tersebut diselenggarakan di Jakarta. [metrotvnews.com]

Read More »

Puan Maharani: Ketahanan Keluarga Kunci Mencegah Radikalisme

Keluarga menjadi wahana pertama dan utama dalam pembangunan karakter bangsa. Pembentukan perilaku yang berbudi pekerti, memiliki semangat pantang menyerah, dan berjiwa gotong royong, dimulai dari keluarga. Demikian dikatakan oleh Menko PMK Puan Maharani dalam Festival Keluarga Maslahah dan Rakornas Lembaga LKK PBNU di Hotel Aryaduta Jakarta. Menurutnya, keluarga harus dapat menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh anggota keluarga untuk saling memberikan kasih sayang, memperhatikan, membina, dan membantu. Keluarga perlu memiliki landasan yang memadai secara agama, sosial, budaya, dan ekokomi agar dapat optimal menjalankan perannya. Menko PMK berharap pentingnya membangun keluarga untuk mencegah pemahaman radikal terhadap ajaran agama. Ketahanan keluarga bagaimanapun mampu mengikis radikalisme. Menko PMK berharap kepada setiap orangtua Indonesia agar mau meluangkan waktu untuk anaknya. Meluangkan waktu bisa dilakukan dengan bercengkrama di ruang keluarga atau di meja makan sehingga keluarga akan bersifat dinamis. “Termasuk dengan melakukan bonding atau bersentuhan langsung dengan anak. Dengan begitu akan ada ikatan langsung antara orangtua dan anak,” ujarnya. Meski begitu, sebutnya, membangun keluarga merupakan tanggung jawab bersama, pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Pemerintah misalnya telah menggelontorkan dana desa dan program kesejahteraan lainnya yang secara langsung akan mempengaruhi pembangunan ketahanan keluarga. “Pemerintah melalui berbagai program perlindungan sosial terus memastikan bahwa keluarga-keluarga yang tidak mampu dapat memiliki kehidupan yang layak dan mendapatkan pelayanan pendidikan (KIP), pelayanan kesehatan (KIS), bantuan pangan (Rastra), pelayanan kesehatan ibu dan anak (PMT) serta pemberdayaan (PKH), agar dapat memiliki landasan yang memadai dalam menjalankan fungsi keluarga,” ujarnya,Menko PMK mengajak LKK PBNU untuk mengambil peran penting dan gotong royong dalam memperkuat pendidikan karakter berlandaskan Pancasila, baik itu melalui jalur formal (sekolah), non formal (lembaga kursus), maupun informal (pendidikan keluarga, masyarakat, dan sebagainya) di lingkungan NU. Diakuinya dalam berbagai kesempatan, Presiden kerap memberikan quiz berhadiah sepeda yang pertanyaannya kerap terkait Pancasila. Hal itu juga sering dilakukan Menko PMK dalam berbagai kesempatan. Dengan begitu dapat diketahui sejauhmana masyarakat mengerti, menghayati dan mengamalkan Pancasila. Di ajang Festival Keluarga Maslahah dan Rakornas Lembaga Kemashlahatan Keluarga PBNU (LKK PBNU) kali ini pun, Menko PMK sempat mengajak Azhar Dini dari LKK PBNU Jakarta Selatan dan HM Jamiluddin dari LKK PBNU NTB untuk menyebutkan masing-masing sila Pancasila. Kedua peserta yang mampu menghafal itu pun dihadiahkan laptop oleh Menko PMK. Hadir dalam Festival Keluarga Maslahah dan Rakornas LKK PBNU, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini dan Ketua LKK PBNU Ida Fauziah. [kemenkopmk.go.id]

Read More »

Mendagri Ajak Pemuda untuk Berani Kritis

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, dalam semangat sumpah pemuda, mengimbau para pemuda, terutama mahasiswa, berani kritis dalam menyampaikan pendapat. Menurutnya, menjadi kritis sangat bermanfaat dalam pembangunan demokrasi di Indonesia."Seorang pemuda, mahasiswa, harus kritis. menyampaikan sekecil apa pun permasalahan di kampus, di lingkungan sekitar. Sampaikan dengan baik. Semua harus menerima untuk berdialog," kata Tjahjo dalam sambutan di acara Serial Sarasehan 'Indonesia Rumah Kita' Menyambut Sumpah Pemuda di Gedung Joang, Menteng, Jakarta Selatan, Sabtu (21/10/2017) sore.Dalam sambutannya, Tjahjo membawa pesan Presiden Indonesia pertama, Sukarno. "Bung Karno pernah mengatakan setiap orang harus punya impian, setiap orang harus punya imajinasi. Orang punya impian dan imajinasi, orang akan punya konsepsi. Orang yang punya konsepsi punya keberanian untuk melangkah," kata Tjahjo.Kepada para mahasiswa, Tjahjo juga mengimbau agar bisa kritis. Bahkan sistem yang dinilai kurang baik pun tidak boleh segan untuk disampaikan."Adik-adik mahasiswa harus kritis, jika ada kementerian yang salah, sampaikan," tegas dia.Mendagri Tjahjo Kumolo menjadi salah seorang tokoh yang dihadirkan dalam forum bersama perwakilan mahasiswa yang mengangkat topik.Tidak hanya Mendagri, hadir pula beberapa tokoh lain. Di antaranya Akbar Tandjung, Adhiyaksa Dault, Wakil Gubernur Sumatera Utara Brigjen TNI (Purn) Nurhajizah Marpaung, Wakil Bupati Halmahera Selatan Iswan Hasjim, dan Wantimpres Drs Sidarto Danusubroto SH. [detik.com]

Read More »

Menhub Ingin Kota Lain Tiru Surabaya Atasi Persoalan Transportasi

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berharap daerah lain di Indonesia meniru Kota Surabaya dalam menyelesaikan permasalahan transportasi."Saya mengharapkan format seperti ini menjadi format di daerah, kota lain. Artinya pemda proaktif dalam hal bekerja mau mengeluarkan uang dan ide yang luar biasa," kata Menhub usai melakukan pertemuan dengan Wali Kota Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Sabtu (21/10/2017).Kesiapan yang dimaksud Menhub yakni, seluruh sarana dan prasarana penunjang proyek trem yang sudah dibangun seperti park and ride maupun angkutan penunjang lainnya."Pemkot sudah menyiapkan bukan saja di Joyoboyo tapi semua pemberhentian sudah disiapkan ini suatu apresiai," ujar dia.Ia juga menyebut, Surabaya bersama DKI Jakarta juga menjadi contoh bagi kota untuk mengatasi mangurangi kepadatan dengan transportasi massal."Dengan adanya proyek ini (trem) kita jadi ringan. Kita bersama pemda akan menyeleaikan permasalahan transportasi. Oleh karena itu Surabaya bersama Jakarta akan menjadi contoh menyelesaikan permasalahan transportasi dengan yang biasa, tapi transportasi massal," pungkas Menteri Budi. [detik.com]

Read More »

Menteri ESDM Resmikan Sumur Bor Minahasa Utara

Foto : Dok. Kementerian ESDMMenteri Energi Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan meresmikan sumur bor dalam di Desa Warisa, Minahasa Utara, Sulawesi Utara."Sumur bor adalah bantuan sarana dan prasarana dari Kementerian ESDM bersama dengan komisi VII DPR-RI, untuk membantu masyarakat yang kesulitan air bersih," kata Ignasius Jonan, di Desa Warisa, Minahasa Utara, Sabtu.Dikatakannya, pemerintah terus berupaya menggunakan uang negara untuk kesejahteraan rakyat seperti pembuatan lima sumur bor.Jonan menjelaskan, sumur bor yang diresmikan tersebut, mampu menghasilkan dua liter air per detik, artinya semenit 120 liter dan satu jam 7.200 liter, dan itu cukup memenuhi kebutuhan masyarakat desa tersebut.Anggota Komisi VII DPR-RI, Dapil Sulawesi Utara, Bara Hasibuan, mengatakan, sarana dan prasarana air bersih tersebut, diberikan sebagai bentuk kerja sama dengan Kementerian ESDM, karena diminta untuk membantu masyarakat, maka Sulut, mendapatkan jatah lima untuk 2016 dan diresmikan secara simbolis di Warisa."Untuk 2017 mendapat jatah empat sumur bor dan tahun depan delapan, sedang dikerjakan di wilayah-wilayah yang selalu kesulitan air bersih, tentu saja saya akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat di pusat, lebih baik dari sekarang," katanya.Bara Hasibuan juga minta masyarakat memanfaatkan bantuan dengan benar, sehingga bisa bermanfaat bagi banyak orang dan tidak akan kesulitan lagi mencari air bersih atau harus jauh-jauh ke sungai.Sementara Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, menyampaikan terima kasih kepada Kementeri ESDM, legislator Bara Hasibuan, dan senator Marhany Pua, atas perjuangannya mendapatkan air bersih untuk Sulawesi Utara."Tentu saja, dalam kerangka besar ini adalah bagian dari program Presiden Joko Widodo dan wakilnya Jusuf Kalla, menyejahterakan masyarakat dengan pembangunan yang dimulai dari pinggiran termasuk desa-desa," katanya.Karena itulah menurutnya, maka ia mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan bantuan pemerintah dengan baik, juga menjaga dan memeliharanya, supaya tidak rusak dan tetap bermanfaat bagi seluruh 701 jiwa warga desa tersebut, supaya tidak lagi ke sungai tetapi cukup ambil air di sumber yang dekat. [antaranews.com]

Read More »

Sebut Indonesia Negara Lemah, Prabowo Beberkan Indikatornya

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menilai Indonesia adalah negara yang masih lemah.Hal itu diungkapkan Prabowo saat menutup Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2017 di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (21/10/2017)."Kondisi bangsa harus kita akui kita lemah. Maaf ini kesalahan Pak Dino mengundang saya karena saya akan bicara apa adanya," kata Prabowo.Dino yang dimaksudkan Prabowo adalah Dino Patti Djalal selaku Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).FPCI adalah lembaga yang menyelenggarakan konferensi tersebut, dan Dino hadir menjadi pemandu acara."Menurut saya keadaan kondisi negara kita lemah. Harus kita akui kelemahan kita," tegas mantan Danjen Kopassus itu lagi.Prabowo menilai, lemahnya negara Indonesia bisa diukur sejumlah indikator.Dia menyebutkan, dari segi pendidikan, berdasarkan hasil studi internasional, Indonesia berada pada peringkat ke 65 dari 72 negara.Lalu dari bidang olimpiade matematika, Indonesia peringkat 36 dari 49 negara."Kita kalah dari Bahrain, Taiwan, bahkan Korea Selatan," kata Prabowo tanpa menyebut secara rinci sumber studi internasional yang dimaksudkannya.Contoh lainnya, kata Prabowo, terkait kondisi anak-anak di Indonesia yang masih banyak kekurangan gizi.Di Ibukota DKI Jakarta saja, sepertiga dari jumlah anak-anak masih mengalami kurang gizi.Angka yang lebih menyedihkan ditemukan di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana dua per tiga anak-anak di sana kekurangan gizi."Pantas sepakbola kita kalah terus dari negara manapun. Jadi kuli saja akan kalah. Enggak usah jadi insinyur, jadi kuli saja kalah," tegas Prabowo.Selain Prabowo, hadir juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan sebagai pembicara. [kompas.com]

Read More »