Home / Uncategorized / Sri Mulyani Pamer Ekonomi RI Jauh Lebih Tangguh di Sela Acara IMF-World Bank

Sri Mulyani Pamer Ekonomi RI Jauh Lebih Tangguh di Sela Acara IMF-World Bank


Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di sela-sela pertemuan tahunan IMF-World Bank 2017 menyatakan kondisi ekonomi Indonesia yang sudah mengalami perubahan jauh ke arah yang lebih baik saat ini.
Mengutip wawancara Sri Mulyani atau yang akrab disapa Ani dengan CNBC, Jumat 13 Oktober 2017, dia mengatakan perbaikan ekonomi Indonesia tidak lepas dari bagaimana cara pemerintah dan pemangku kebijakan mencoba untuk membangun fundamental dan fondasi yang lebih kuat dari berbagai guncangan.
"Perekonomian Indonesia sekarang jauh lebih tangguh dan ini ada kaitannya dengan fondasi yang lebih kuat dari cara kita mengelola ekonomi," kata Ani dalam wawancara tersebut.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini relatif stabil dan berada pada level 5,6 persen pada dekade ini. Angka itu dihasilkan dari kontribusi yang seimbang antara faktor domestik seperti konsumsi, pertumbuhan investasi yang kuat, kendati dihadapkan dengan banyak kejutan seperti penurunan harga komoditas.
Di sisi lain, dia menjelaskan saat ini pemerintah sudah tak dihantui oleh subsidi BBM, sebab saat ini alokasinya jauh lebih rendah sejak Presiden Joko Widodo memutuskan untuk mencabut subsidi premium di 2015. Hal itu membuat ruang fiskal Indonesia tak dihadapi pada defisit yang disebabkan oleh kegiatan tak produktif.
"Sebenarnya presiden melakukan keputusan yang sangat bagus kembali di 2015, saat menggeser subsidi, subsidi BBM ke dalam pembangunan infrastruktur. Jadi kebijakan fiskal yang kredibel lebih baik dalam hal pendapatan," tutur Ani.
Selain itu, neraca pembayaran, defisit transaksi berjalan turun di bawah dua persen. Indonesia juga memiliki investasi asing langsung (FDI) yang sangat kuat yang menurut dirinya penting.
Dari pengaruh global, Ani menambahkan perilaku pasar keuangan jauh lebih rasional. Hal ini ditunjukkan dari penurunan tingkat bunga acuan (BI 7 days repo rate) di tengah ancaman kenaikan tingkat bunga AS.
"Jadi bahkan ketika tingkat suku bunga meningkat di Amerika Serikat, kami sebenarnya menurunkan tingkat suku bunga kurs repo Bank Indonesia," jelas dia. [metrotvnews.com]

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *