Home / Uncategorized / Soal Program Tol Laut, Staf Khusus Presiden: Di Papua Telah Berjalan 80 Persen

Soal Program Tol Laut, Staf Khusus Presiden: Di Papua Telah Berjalan 80 Persen


Staf Khusus Presiden, Lennis Kagoya menyampaikan keterangan kepada pers terkait tol laut, Sembako, dan BBM satu harga, Jumat (13/10) sore di Jalan Veteran III, Gedung Kementerian Sekretariat Negara Sayap Timur Lantai I, Jakarta.
Di awal keterangan, Lennis menyampaikan bahwa usai berkeliling selama dua minggu di Papua, mulai dari Wamena, Jayapura, Nabire, Sorong, Manokwari, Raja Ampat, rakyat Papua sangat terima kasih kepada Presiden dan kementerian terkait mengenai program yang turun ke daerah terutama tol laut.
Lebih lanjut, Lennis berharap bahwa adanya bantuan pendampingan dari pemerintah untuk membuat Badan Usaha Milik Daerah agar barang yang datang ke Papua tidak ditangani langsung oleh swasta.
“Jadi, arahkan Pemerintah Papua punya kewajiban buka namanya BUMD. Jadi, barang subsidi pemerintah itu sama harga yang di Papua, jadi harganya sama. Jadi itulah yang namanya keadilan sila kelima,” ucap Lennis.
Mengenai pembangunan pelabuhan, Lennis menyampaikan bahwa perlunya keterlibatan dari masyarakat Papua untuk ikut serta dalam pembangunan. Sebagai staf khusus, Lennis mengaku terus memperjuangkan bagaimana caranya Papua harus damai dan papua harus Sejahtera.
“Kami mendatangkan kapal ro-ro yang kapal besar, kapal yang cepat. Kapal cepat ini akan masuk ke Papua, sampai di jadwalnya di Sorong, Manokwari, Jayapura, Nabire dia akan masuk semua,” kata Lennis seraya menyampaikan bahwa itu solusi agar harga sama dengan daerah lain.
Soal progres tol laut, menurut Lennis, kalau di Papua ini sudah mulai jalan, tinggal sedikit saja.
“Ya hampir 80%, sudah bagus. Sedikit lagi yang tadi kalau kita masukkan kapal ini, kapal cepat yang ini harganya turun, berarti kan sudah 90% bisa jalan ke depan. Jadi kepemimpinan Pak Jokowi saya sebagai staf khusus saya merasa bahagia harga sama dengan Jawa,” tutur Lennis.
Mengenai perbaikan di daerah Papua lain, Lennis sampaikan bahwa yang perlu diutamakan yakni Pelabuhan Nabire. Ia menambahkan bahwa infrastruktur jalan di Nabire sudah bagus.
“Trans Papua sudah masuk dari Kabupaten Deiyai, Paniai, Intan Jaya sudah masuk. Itu susah tapi sudah mulai masuk. Terus jalan dari Nduga, Wamena ke mana lagi itu sudah mulai masuk. Jadi jalan di papua untuk trans papua sudah bagus tinggal di Merauke dengan Boven Digul,” pungkas Lennis seraya menyampaikan agar para menteri terkait menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang belum selesai. [setkab.go.id]

About admin

Check Also

Di Medan, Paspampres Tetap Berbeskap saat Kawal Kirab Kahiyang-Bobby

Jalannya kirab pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution di Medan ikut dikawal Paspampres. Meski berada di tanah Sumatera, Paspampres tetap memakai busana adat Jawa.Paspampres mengawal kirab dari Medan International Convention Center (MICC) ke Bukit Hijau Regency (BHR Tasbi), Minggu (26/11/2017). Mereka ikut berjalan sejauh sekitar 2,6 km.Mereka terlihat memakai beskap lengkap dengan kain dan blangkon. Paspampres berjalan di sisi kiri dan kanan kereta kencana.Sesekali, Paspampres menyerahkan goody bag ke Jokowi di kereta kencana. Jokowi kemudian melemparkan goody bag ke arah warga yang menyaksikan kirab.Ada tujuh kereta kencana yang akan ikut dalam kirab tersebut. Tujuh kereta itu diisi oleh kedua mempelai Muhammad Bobby Afif Nasution dan Kahiyang Ayu (kereta pertama), Jokowi, Iriana, dan Kaesang (kereta kedua), Ade Hanifah Siregar dan Doli S Siregar (kereta ketiga), Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda serta Jan Ethes Srinarendra (kereta keempat).Kemudian orangtua Pak Jokowi, Eyang Noto serta Bapak dan Ibu Miryono (kereta kelima), Bapak dan Ibu Setiawan dan Bapak serta Ibu Widodo Prasetyo (kereta keenam), terakhir Bapak dan Ibu Didit dan Bapak dan Ibu Dendy (kereta ketujuh). [detik.com/]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *