Home / Uncategorized / Pujian Gubernur Sumut ke Presiden Jokowi: Presiden Kita Paling Paten

Pujian Gubernur Sumut ke Presiden Jokowi: Presiden Kita Paling Paten

Foto : Agus Suparto

Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi memuji kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sore ini meresmikan Tol Kualanamu-Sei Rampah sepanjang 41,65 km. Erry memuji Jokowi dengan sebutan presiden yang paling paten atau terbaik.
"Bersyukur bapak Presiden hadir kembali di peresmian jalan tol di Provinsi Sumatera Utara. Selamat datang Bapak Joko Widodo, Presiden kita yang paling paten," kata Erry membuka sambutannya di Gerbang Tol Kualanamu, Deli Serdang, Jumat (13/10/2017).
Erry mengungkapkan pembangunan infrastruktur di era Jokowi merata di berbagai daerah. Salah satunya dua ruas tol yang hari ini diresmikan oleh Jokowi, yaitu Tol Medan-Binjai seksi 2 dan 3 (Helvetia-Binjai) sepanjang 10,46 km dan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi seksi 2-6 (Kualanamu-Sei Rampah) sepanjang 41,65 km dengan total 52 km.
"Pembangunan infrastruktur masa Jokowi mengejar ketertinggalan serta memberi manfaat pembangunan daerah yang merata," kata Jokowi.
Dengan kehadiran tol ini juga sekaligus menambah operasi jalan tol di Sumatera Utara menjadi 113 km dari sebelumnya 33 kilometer di ruas Belawan-Medan-Tanjungmorawa (Belmera).
Kehadiran jalan tol tersebut juga diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara di atas 6% per tahunnya. Erry juga berharap pemerintah pusat berkomitmen meneruskan pembangunan infrastruktur di daerahnya.
"Kami berharap tahun-tahun depan lebih dari 6%," tutur Erry. [detik.com]

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *