Home / Uncategorized / Presiden Jokowi Hadiri Penanaman Perdana Sawit di Sumsel dan Resmikan Jalan Tol di Sumut

Presiden Jokowi Hadiri Penanaman Perdana Sawit di Sumsel dan Resmikan Jalan Tol di Sumut

Foto : Biro Pers Setpres

Hari kedua di Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, Jumat 13 Oktober 2017, Presiden Joko Widodo menghadiri acara Penanaman Perdana Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit dan Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin.
Presiden dan rombongan berangkat menuju Kabupaten Musi Banyuasin dengan menggunakan helikopter pada pukul 08.40 WIB dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan.
Tiba di Lapangan Desa Panca Tunggal, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin pada pukul 09.10 WIB, Presiden dan rombongan langsung menuju lokasi Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit yang jaraknya berdekatan.

Setelah menghadir acara tersebut, Presiden akan kembali ke Kota Palembang.
Siang hari nanti, Presiden akan melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Sumatera Utara dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan.
Di Provinsi Sumatra Utara, Presiden akan meresmikan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan Jalan Tol Medan-Binjai.
Presiden akan bermalam di Kota Medan untuk melanjutkan kunjungan kerja pada esok hari.
Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Kabupaten Musi Banyuasin adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Alex Noerdin.
Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *