Home / Uncategorized / Ketika Presiden Jokowi Bersihkan Sendiri Sepatu yang Berlumpur

Ketika Presiden Jokowi Bersihkan Sendiri Sepatu yang Berlumpur

Foto : Detikcom

Sepatu yang di pakai Presiden Jokowi dipenuhi lumpur saat blusukan ke Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat 13 Oktober 2017.
Daratan yang dipijak Presiden Jokowi basah dan becek. Namun hal itu tak jadi penghambat Presiden Jokowi yang tetap bersalaman dan berfoto bersama warga. Bahkan Presiden Jokowi sempat membagikan buku tulis, kain batik, dan kaus kepada warga.
Dilansir dari detik.com, setelah menempuh jarak sekitar 1,8 kilometer, mobil yang ditumpangi Presiden Jokowi tiba di landasan helikopter. Saat pintu dibuka, Presiden Jokowi tampak tertunduk-tunduk melirik ke arah sepatunya.
Kaki kanannya diangkat dan ditempatkan ke pijakan mobil. Sambil menunduk, tisu yang dipegangnya tersebut disapukan ke sepatu yang berwarna hitam tersebut.

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *