Home / Uncategorized / Ada Jalan Tol, Presiden Jokowi Sebut Medan ke Danau Toba Bisa 2 Jam

Ada Jalan Tol, Presiden Jokowi Sebut Medan ke Danau Toba Bisa 2 Jam


Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore ini meresmikan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi seksi 2-6 (Kualanamu-Sei Rampah) sepanjang 41,65 km. Dalan kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian tol Medan-Binjai seksi 2 dan 3 (Helvetia-Binjai) sepanjang 10,46 kilometer (km).
Dengan kehadiran jalan tol tersebut, Jokowi berharap perkembangan pariwisata di Sumatera Utara khususnya di Danau Toba bisa semakin berkembang. Pasalnya, akses menuju lokasi wisata bisa semakin cepat jika seluruh ruas tol dari Medan sampai Tebing Tinggi sudah tersambung penuh.
Saat ini, ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi baru tersambung dari seksi 2-6 (Kualanamu-Sei Rampah) 41,56 km dari total 61,8 km. Jika sudah tersambung penuh, ia memperkirakan waktu tempuh Medan ke Danau Toba bisa semakin singkat.
"Diharapkan nanti dengan tol ini, Toba dan sekitarnya jadi kawasan pariwisata yang bisa kita dorong karena dari Medan ke Tebing Tinggi-Danau Toba sekarang berapa jam? 4-5 jam," tutur Jokowi di Gerbang Tol Kualanamu, Deli Serdang, Jumat (13/10/2017).
Waktu tempuh dari Medan ke Danau Toba, kata Jokowi, mencapai 5 jam jika dilalui dengan jalan biasa. Sedangkan dengan kehadiran jalan tol yang nantinya sudah terhubung sampai ke Tebing Tinggi dan dilanjutkan sampai ke Danau Toba bisa mencapai 1,5-2 jam.
"Nantinya kalau tolnya jadi perkiraan hanya kurang lebih paling-paling harusnya 1,5 jam sampai 2 jam," ujar Jokowi.
Dengan demikian, mobilitas barang maupun orang bisa semakin cepat. Selanjutnya, biaya transportasi dan logistik bisa semakin terjangkau bagi masyarakat.
"Mobilitas barang cepat harga transportasi murah. Harga transportasi murah, barang-barang dibawa truk akan jatuh ke masyarakat juga akan murah," tutur Jokowi. [detik.com]

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *