Home / Uncategorized / Tambah 52 Km, Panjang Tol Baru yang Dioperasikan Presiden Jokowi Sudah 287 Km

Tambah 52 Km, Panjang Tol Baru yang Dioperasikan Presiden Jokowi Sudah 287 Km


Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan pengoperasian dua ruas tol Trans Sumatera yang ada di Medan pada hari Jumat (13/10) ini. Dua ruas tersebut adalah Tol Medan-Binjai seksi 2 dan 3 (Helvetia-Binjai) sepanjang 10,46 km dan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi seksi 2-6 (Parbarakan-Sei Rampah) sepanjang 41,65 km.
Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Kamis (12/10/2017), panjang jalan tol yang sudah beroperasi pada tahun ini pun sudah mencapai 118 km. Dengan demikian, panjang jalan tol yang sudah diresmikan Jokowi hingga saat ini sudah 287 km.
Angka ini sendiri terhitung masih jauh dari target pemerintah tahun ini yang ingin mengoperasikan 379,2 km jalan tol, sehingga sampai akhir tahun nanti, panjang tol yang sudah beroperasi sejak Oktober 2014 adalah 552 km.
Sampai akhir tahun sendiri dijadwalkan bakal ada 14 ruas lagi yang akan dioperasionalkan. Beberapa ruas Trans Jawa, Trans Sumatera dan Tol non Trans Jawa.
Berikut adalah daftar ruas jalan tol yang sudah beroperasi di era Jokowi hingga Oktober ini:
1. Porong-Gempol seksi Kejapanan-Gempol, panjang 4 km, beroperasi Mei 2015.
2. Gempol-Pandaan, panjang 12,05 km, beroperasi Juni 2015.
3. Cikampek-Palimanan, panjang 116,75 km, beroperasi Mei 2015.
4. Surabaya-Mojokerto seksi IV, panjang 16,25 km, beroperasi Maret 2016.
5. Pejagan-Pemalang seksi I dan II, panjang 20,2 km, beroperasi Juni 2016.
6. Akses Tanjung Priok, panjang 8 km, beroperasi Mei 2017.
7. Mojokerto-Kertosono panjang 40,5 km, beroperasi September 2017.
8. Semarang-Solo seksi III (Bawen-Salatiga) panjang 17,6 km, beroperasi September 2017.
9. Medan-Binjai seksi 2 dan 3 (Helvetia-Binjai) sepanjang 10,46 km, beroperasi Oktober 2017.
10. Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi seksi 2-6 (Parbarakan-Sei Rampah) sepanjang 41,65 km, beroperasi Oktober 2017. [detik.com]

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *