Home / Uncategorized / Saat Presiden Jokowi Menyapa Warga Masyarakat Palembang

Saat Presiden Jokowi Menyapa Warga Masyarakat Palembang

Foto : Biro Pers Setpres

Saat berkunjung ke Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, Kamis, 12 Oktober 2017, Presiden Joko Widodo mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan (mal) yang ada di Kota Palembang.
Mal Palembang Trade Center (PTC) yang berlokasi di Jalan R. Sukamto, Kota Palembang, menjadi pilihan Presiden untuk menyapa masyarakat.

Tiba sekira pukul 19.55 WIB, Presiden didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Kehadiran Presiden yang mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih yang dibalut jaket cokelat dan dipadukan celana panjang hitam tersebut, tentu saja membuat terkejut para pengunjung mal.

Presiden pun kemudian berkeliling mal dan melihat sejumlah toko yang ada. Saat berkeliling, tak lupa Presiden menyapa dan menerima ajakan warga untuk berswafoto.
Setelah berjalan memutari mal selama kurang lebih satu jam, tepatnya pukul 21.09 WIB, Presiden meninggalkan mal untuk kembali ke hotel tempatnya bermalam.
Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *