Home / Uncategorized / Saat Presiden Jokowi Melirik Baju Kotak-kotak di Mall

Saat Presiden Jokowi Melirik Baju Kotak-kotak di Mall

Foto : Biro Pers Setpres

Presiden Jokowi jalan-jalan ke mall Palembang Trade Center, Kamis malam (12/10/2017). Kehadiran Presiden Jokowi membuat pengunjung mal terkejut dan langsung mengerubungi.

Dilansir dari detik.com, sejak di pintu masuk, Presiden Jokowi langsung 'diserbu' oleh warga yang hendak bersalaman dan berfoto bersama. Banyak warga yang tak bisa mendekat meneriakkan nama Jokowi.

Rupanya matanya tertuju pada sepotong baju kotak-kotak. Tiba-tiba mata Presiden Jokowi tertuju pada sebuah baju kotak-kotak kecokelatan. Presiden Jokowi melihat lebih dekat baju kotak-kotak itu sambil berbincang dengan penjajanya.
Baju kotak-kotak memang jadi 'baju perang' Jokowi dalam kontestasi politik di Pilgub DKI 2012 dan Pilpres 2014. Apakah dia akan kembali nyapres tahun 2019 dan kembali berbaju kotak-kotak?

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *