Home / Uncategorized / Resmikan Tol Palembang-Indralaya, Presiden Jokowi: Ini Diimpikan Sejak Zaman Belanda

Resmikan Tol Palembang-Indralaya, Presiden Jokowi: Ini Diimpikan Sejak Zaman Belanda


Presiden Joko Widodo tiba di Palembang, Sumatera Selatan. Jokowi langsung menuju ke lokasi Tol Palembang-Indralaya (Palindra) untuk meresmikan operasional Seksi 1 tol tersebut.
Pesawat Kepresidenan Indonesia 1 yang ditumpangi Jokowi mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badarruddin 2, Palembang, Sumatera Selatan pukul 16.55 WIB, Kamis (12/10/2017).
Begitu turun dari pesawat, Jokowi langsung menumpangi mobil menuju Tol Palindra Seksi 1 Palembang-Pamulutan. Di mobil, Jokowi ditemani oleh Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, Jokowi dan rombongan tiba di lokasi acara. Acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya.
"Tadi waktu di mobil, Pak Gubernur bisik-bisik ke saya, "Pak Presiden, tol ini sudah diimpikan sejak zaman Belanda". Saya nggak percaya masak mimpi kok zaman Belanda. Tapi pas masuk ke sini saya betul-betul kaget, karena saya sudah 4 kali datang ke sini," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan, Tol Palindra ini dibangun di atas medan yang sulit. Selain itu, beberapa bulan sebelum diresmikan masih ada lahan yang belum dibebaskan.
"Saya melihat Tol Palembang-Indralaya ini medannya sangat berat sekali. Di sini ada rawa-rawa, perlu konstruksi khusus. Saya juga lihat waktu proses penyedotan airnya, berat," mata Jokowi.
"Alhamdulillah kini sudah selesai seksi pertama," katanya.
Usai pidato, Jokowi didampingi Gubernur Sumsel, Wali Kota Palembang, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini M Soemarno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung meninjau Tol Palindra. [detik.com]

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *