Home / Uncategorized / Presiden Jokowi Terima Kunjungan Kenegaraan Perdana Menteri Laos di Istana Bogor

Presiden Jokowi Terima Kunjungan Kenegaraan Perdana Menteri Laos di Istana Bogor


Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) Republik Demokratik Rakyat Laos Thongloun Sisoulith dan istrinya Naly Sisoulith, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/10) pagi.
Tiba di Istana Bogor sekitar pukul 10.15 WIB, iring-iringan mobil PM Laos Thongloun Sisoulith didahului pasukan drum band Pasukan Pengamanan Presiden yang membawakan lagu “Maju Tak Gentar” serta pasukan berkuda dan pasukan pengamanan presiden berpakaian seragam prajurit dari keraton-keraton yang ada di Indonesia.
Ratusan pelajar berpakaian adat juga ikut menyambut kedatangan Perdana Menteri Laos sambil mengibarkan Bendara Merah-Putih dan Bendera Laos.
Di teras Istana Bogor, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyambut PM Laos dan istri. Selanjutnya, Presiden Jokowi dan PM Thongloun Sisoulith memeriksa barisan kehormatan, dan mengisi buku tamu.
Pertemuan dilanjutkan dengan sesi foto bersama, veranda talk, pertemuan bilateral, penandatanganan nota kesepahaman, pernyataan pers bersama, dan jamuan makan siang resmi.
Sehari sebelumnya, PM Thongloun Sisoulith bersama delegasi mengunjungi Trade Expo Indonesia (TEI) ke-32 Tahun 2017 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, Banten.
Saat berada di TEI, PM Thongloum bertemu dengan perwakilan dari PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT Pertamina, perusahaan sawit, dan industri strategis lainnya.
Selain itu, selama berada di Indonesia, PM Thongloun juga dijadwalkan menghadiri Business Forum Indonesia-Laos.
Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Dikti M Nasir dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. [setkab.go.id]

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *