Home / Uncategorized / Presiden Jokowi Minta Biaya Tol Palindra Digratiskan hingga Akhir 2017

Presiden Jokowi Minta Biaya Tol Palindra Digratiskan hingga Akhir 2017


Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) Seksi 1 Palembang-Pamulutan. Jokowi meminta biaya masuk jalan tol ini digratiskan sementara hingga akhir 2017.
Jokowi mengaku senang atas pembangunan jalan tol ini. Pasalnya, jalan tol ini berhasil dibangun di atas medan yang sulit.
"Saya melihat Tol Palembang-Indralaya ini medannya sangat berat sekali. Di sini ada rawa-rawa, perlu konstruksi khusus. Saya juga lihat waktu proses penyedotan airnya, berat," kata Jokowi di Gerbang Tol Palindra, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (12/10/207).
Selain itu, lanjut Jokowi, ini merupakan jalan tol pertama di Sumatera Selatan. "Saya sangat senang sekali karena ini adalah jalan tol yang pertama yang ada di Sumatera Selatan," katanya.
Untuk itu, Jokowi ingin biaya masuk Jalan Tol Palindra digratiskan sementara waktu. Dia bahkan menanyakan langsung kepada pihak pengelola terkait permintaannya ini.
"Saya minta, jalan tol ini kan bayar, saya minta supaya ini dilihat dan dinikmati oleh masyarakat di awal-awal ini sampai akhir tahun, tolong jangan dipungut dulu. Cuma dua bulan," kata Jokowi.
"Pemiliknya bisa ndak? Jangan siap, siap saja, benar lho ini," tambah Jokowi.
Sementara itu, Jokowi mengatakan dirinya memang sengaja datang dan meresmikan langsung jalan tol ini. Sebab, jika tidak didatangi, pengerjaannya akan lambat.
"Kenapa saya datang? Karena saya ingin beri semangat, motivasi. Karena saya dengar dua, tiga bulan lalu masih ada pembebasan tanah yang belum selesai. Terus pas saya mau datang ke sini, saya tanya Menteri BUMN, "Bagaimana persoalan tanahnya?' 'Sudah Pak.' Ini artinya, memang harus sering didatangi agar cepat selesai," jelas Jokowi. [detik.com]

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *