Home / Uncategorized / Presiden Jokowi Jadi Rebutan Pengunjung Mal Palembang Trade Center

Presiden Jokowi Jadi Rebutan Pengunjung Mal Palembang Trade Center


Presiden Joko Widodo menyambangi Mal Palembang Trade Center (PTC). Kehadiran Jokowi membuat pengunjung mal terkejut dan langsung mengerubungi.
Usai meresmikan Tol Palembang-Indralaya (Palindra), Jokowi langsung menuju hotel tempat dia menginap di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (12/10/2017). Hanya sekitar 20 menit di hotel, Jokowi langsung bertolak menuju Mal PTC.
Sekitar pukul 19.55 WIB, Jokowi tiba di Mal PTC. Jokowi tampak mengenakan jaket bomber warna hijau. Kehadiran Kepala Negara ini membuat kaget pengunjung mal.
Sejak di pintu masuk, Jokowi langsung 'diserbu' oleh warga yang hendak bersalaman dan berfoto bersama. Banyak warga yang tak bisa mendekat meneriakkan nama Jokowi.

Perlahan, Jokowi berjalan kaki meski sambil meladeni permintaan foto oleh warga. Jokowi yang didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung perlahan-lahan menembus kerumunan warga.
Jokowi tiba di bagian pakaian. Di sana Jokowi sempat melihat-lihat baju yang dijajakan. Jokowi juga terlihat berdialog dengan penjaga toko.
Sambil melihat-lihat, Jokowi menyempatkan diri bersalaman dan berfoto dengan warga. Tak jarang Pramono juga ikut mengambil foto lewat kamera ponsel warga.
Hingga pukul 20.45 WIB, Jokowi masih berada di Mal PTC. [detik.com]

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *