Home / Uncategorized / Mendagri: Bongkar Dalang Pergerakan Massa Aksi Anarkis

Mendagri: Bongkar Dalang Pergerakan Massa Aksi Anarkis


Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta agar jajaran Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membongkar siapa pihak yang mendalangi aksi anarkis di Kemendagri pada Rabu (11/10) kemarin.
"Dirjen Polpum (Soedarmo) harus cari akar masalahnya, siapa yang bermain, siapa yang mendanai mereka," kata Tjahjo dalam pesan singkatnya, Kamis (12/10).
Kasus yang terjadi kemarin, tambah dia sangat mengecewakan, bahkan seolah menampar wajahnya selaku menteri. Padahal, perwakilan massa yang berasal dari Kabupaten Tolikara ini sudah dua kali diterima Mendagri.
"Mereka sudah kita terima baik-baik, bahkan saya terima secara resmi di ruangan kerja bersama eselon I dan II terkait di Kemendagri," ujar dia.
Tjahjo menjelaskan, dirinya dan pihak Kemendagri telah berkali-kali memberikan pemaparan kepada para perwakilan Tolikara ini, namun nyatanya, mereka malah berbuat brutal dan anarkis.
"Saya sudah jelaskan, Mendagri tidak bisa mengubah putusan MK dan tak bisa menarik SK lalu mengubahnya untuk menetapkan pasangan calon yang kalah. Namun mereka berpegang kalau ini bisa dilakukan," kata dia.
Menurut Tjahjo, ada indikasi masalah ini akan bermuara di Pilgub Papua pada 2018 mendatang. Karena itu, ia yakin ada pihak yang menggerakan aksi tersebut, bahkan sampai ada tindakan anarkis yang dilakukan para massa kemarin.
"Ini simpatisan suruhan pasti di belakangnya ada yang bermain dan pasti akan terungkap. Saya pernah ke Tolikara, di sana orangnya baik-baik tidak seperti yang datang melakukan tindakan anarkis kemarin," ujar dia.
Mendagri mendorong agar kasus ini diselesaikan secara hukum. Sebab, ini menyangkut harga diri dan nama baik instansi Kemendagri. Padahal, selama ini, pihak Kemendagri, termasuk dirinya selaku menteri, sudah beritikad baik menerima dan mendengar aspirasi mereka.
"Namun balasannya malah merusak kantor Kemendagri dan melukai banyak orang. Ini menyangkut kehormatan dan harga diri Kemendagri, khususnya saya," tambahnya. [kemendagri.go.id]

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *