Home / 2017 / September (page 30)

Monthly Archives: September 2017

Presiden Jokowi: Negara Lain Belajar Bagaimana Indonesia Mengelola Kerukunan, Kemajemukan, dan Kebinekaan

Indonesia adalah negara besar. Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Negara Indonesia memiliki 17.000 pulau, 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah, 516 kabupaten dan kota serta 34 provinsi.Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Silaturahim Nasional Majelis Tafsir Al-Qur’an ke-III di Stadion Manahan Solo, Minggu (17/9), dengan mengusung tema “Merajut Kebhinekaan, Memperteguh NKRI” Silatnas MTA ke-III yang 100.000 peserta dari seluruh Indonesia.“Betapa negara ini adalah negara yang sangat besar, bermacam-macam majemuk sukunya bermacam-macam agamanya berbeda-beda ini sudah menjadi takdir Allah, sudah menjadi hukum Allah, inilah anugerah Allah yang diberikan kepada kita bangsa Indonesia,” tutur Presiden Jokowi.Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga berpesan untuk menjaga persaudaraan, ukhuwah Islamiyyah, ukhuwah wathoniah kita, dan ukhuwah bassariah karena Indonesia adalah negara besar. Presiden Afghanistan, Dr Ashraf Ghani, cerita Presiden Jokowi, pernah berpesan untuk menjaga negara Indonesia.“Presiden Jokowi, hati-hati negaramu, hati-hati negaramu, di Afghanistan itu hanya ada 7 suku, hanya ada 7 suku, negaramu memiliki 714 suku, di Afganistan ada suku Pashtun, suku Haszara, suku Path Tajik, suku Dahar Aynak, suku Uzbek, suku Kaiman, suku Aimak, 7 suku, kurang lebih 30 tahun yang lalu 2 suku bertikai, bersengketa,” tutur Presiden saat menceritakan pesan Presiden Ashraf Gani. Lebih lanjut, Presiden menyampaikan betapa penting merawat negara bersama-sama, berbeda suku, berbeda agama, tetapi tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia menambahkan bahwa para pemimpin dunia ini sedang melihat Indonesia, pun halnya pemimpin negara-negara yang berpenduduk muslim untuk belajar bagaimana merawat kerukunan, keragaman, kemajemukan dan kebinekaan.“Bagaimana kita bisa menunjukkan bahwa Islam di Indonesia adalah Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Inilah yang ingin kita tunjukkan. Saya bertemu dengan Emir Qatar Sheikh Tamim saya sampaikan hal yang sama, saya bertemu dengan Emir Uni Emirates Arab juga saya sampaikan hal yang sama supaya negara lain tahu, supaya dunia tahu, bahwa negara ini adalah negara besar,” tambah Presiden.Sementara itu, Pimpinan Pusat Majelis Tafsir Alquran (MTA), Ustaz Drs. Ahmad Sukina menyampaikan bahwa lembaga yang dipimpinnya telah memiliki 64 cabang dan perwakilan.MTA, lanjut Ahmad, merupakan lembaga dakwah yang didirikan oleh almarhum Ustaz Abdullah Taufik Saputra pada tanggal 19 September 1972. Ia menyampaikan bahwa sebagai lembaga dakwah yang mempelajari Al Qur’an, MTA dalam kegiatannya tidak berpolitik praktis dan juga bukanlah bawahan dari suatu partai politik dan tidak akan menjadi partai politik.“Selain dakwah, bidang lain yang dikembangkan oleh MTA antara lain bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Sebagai bagian dari pengamalan mengaji, MTA juga banyak berkecimpung dalam kegiatannya sosial diantaranya donor darah rutin, penerjunan Tim SAR dalam berbagai bencana,” tambah Ahmad.Di akhir laporannya, Ahmad Sukunya juga menyampaikan bahwa MTA aktif dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sangkuriang yang digelar oleh Kodim Soloraya bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota setempat.“Pendengar pengajian MTA tidak hanya berasal dari Tanah Air, sebab telah tumbuh kelompok-kelompok pengajian di luar negeri diantaranya Korea, Jepang, Amerika, Abu Dhabi, dan Malaysia yang melaksanakan pengajian baik secara online maupun offline,” pungkas Ahmad akhiri laporannya.Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Mensesneg Pratikno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. [setkab.go.id]

Read More »

Pengurus MTA Kenakan Baju Adat saat Serahkan Sertifikat, Presiden Jokowi: Tunjukkan Kita Beragam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Silaturahim Nasional Majelis Tafsir Alquran (MTA) ke-3 di Stadion Manahan Solo, Minggu (17/9), juga mengajak seluruh keluarga besar MTA di penjuru tanah air untuk bergandengan tangan dengan elemen-elemen bangsa yang lain.Seperti yang sudah disampaikan oleh pimpinan MTA, Ustadz Drs Ahmad Sukina, tambah Presiden, bahwa semua memang harus menyebarkan dakwah yang kasih sayang, persaudaraan kerukunan, untuk terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.“Yang mempersatukan kita semua untuk terus menjaga Pancasila dasar negara kita rumah kita bersama untuk terus menjaga Bhinneka Tunggal Ika yang bukan saja menjadi tali pengikat kita dalam kemajemukan, dalam kebinekaan, dalam keberagaman, tapi juga terbukti patut kita banggakan untuk kita sebarkan ke negara-negara lain,” tutur Presiden.Dalam pelaksanaan Silatnas ke-3 MTA ini, Presiden Jokowi menyampaikan rasa bangga sekali tadi dalam penyerahan tanda sertifikat dari Aceh sampai Papua memakai baju daerah masing-masing.Ia menambahkan bahwa hal ini mengingatkan semuanya bahwa Indonesia memang beragam.“Saya berbangga sekali tadi dalam penyerahan tanda sertifikat dari Aceh sampai Papua memakai baju daerah masing-masing mengingatkan kita semuanya bahwa kita memang beragam,” pungkas Presiden Jokowi.Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Mensesneg Pratikno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. [setkab.go.id]

Read More »

Kahiyang Ayu Nikah Rabu 8 November, Presiden Jokowi: Sabtu Gedungnya Full

Anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu akan menikah dengan Bobby Nasution pada 8 November 2017 mendatang. Jokowi mengungkapkan alasan pihak keluarga memilih tanggal tersebut.Dikatakan Jokowi, tanggal 8 November 2017 dipilih karena berhubungan dengan ketersediaan gedung. Untuk hari Sabtu dan Minggu sebelum tanggal 8 November 2017, gedung tersebut sudah full untuk dibooking."Maunya Sabtu, Minggu, tapi tidak bisa, sudah full," kata Jokowi di kediaman pribadinya, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (17/9/2017).Untuk diketahui, pesta pernikahan tersebut akan digelar di Gedung Graha Sabha Buana yang notabenenya merupakan gedung milik keluarga Jokowi. Untuk makanan juga akan disediakan oleh catering yang dimiliki kakaknya, Gibran Rakabuming Raka.Sebelumnya, kakak pertama Kahiyang, yang juga sebagai Juru Bicara Keluarga, Gibran Rakabuming Raka menjelaskan soal pemilihan tanggal tersebut. Dia mengatakan ada hitung-hitungannya menetapkan tanggal pernikahan tersebut."Ini memang ada hitung-hitungannya, tanggal baiknya," kata Gibran di kediaman keluarga Jokowi, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (17/9/2017).Meski demikian, Gibran menegaskan pada hari Sabtu dan Minggu sebelum tanggal 8 tersebut memang tidak memungkinkan."Tapi yang paling menentukan itu Sabtu, Minggu itu tidak bisa," katanya.Gibran pun bercermin pada saat acara pernikahannya. Dia mengakui salah satu kendalanya yakni persoalan gedung."Saya dulu saja juga. Penuh terus," katanya. [detik.com]

Read More »

Naik Vespa, Ignasius Jonan Ikut Bersihkan Masjid Bareng Pemuda Lintas Agama

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan ikut dalam kegiatan bersih-bersih masjid bersama Pemuda Muhammadiyah.Dengan konvoi menggunakan Vespa, rombongan berangkat dari Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Menteng, Jakarta Pusat, ke Masjid Jam'iyyatyul Iman, Menteng Pulo, Jakarta Selatan.Jonan ikut menaiki Vespa dengan dibonceng oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak.Setibanya di depan masjid pukul 10.05 WIB, Jonan sempat menjajal mengendarai langsung Vespa PX Piaggio Tahun 1979 itu.Setelah itu, Jonan dan rombongan pun langsung masuk ke dalam masjid. Mereka membersihkan toilet dan tempat wudhu dilanjutkan dengan membersihkan bagian dalam masjid.Setelah bersih-bersih masjid selesai, acara dilanjutkan dengan penanaman pohon di lapangan yang ada di dekat masjid.Acara ditutup dengan makan siang bersama yang disajikan warung makan Pemuda Muhammadiyah. Jonan menyajikan langsung makanan untuk warga sekitar.Dahnil Anzar mengatakan, acara ini digelar PP Pemuda Muhammadiyah setiap bulannya dengan mengundang pemuda dari lintas agama.Tak hanya masjid yang dibersihkan, namun juga rumah ibadah lain, yakni Gereja, Vihara dan Klenteng."Ini jadi pesan bahwa toleransi itu harus otentik, tidak boleh pura-pura toleransi. Jangan sampai toleransi digunakan sebagai propaganda," kata Dahnil.Sementara, Jonan mengaku senang bisa ikut dalam acara ini. Ia mengatakan, keberagaman ini sudah jadi identitas Indonesia sejak dulu."Keberagaman ini genetik, kita tidak boleh mempertentangkan apa yang berbeda," ucap Jonan. [kompas.com]

Read More »

Diresmikan 2 Menteri, Skytrain Bandara Soetta Mulai Beroperasi

Automated People Mover System (APMS) atau Skytrain di Bandara Internasional Soekarno-Hatta resmi beroperasi hari ini. Kereta tanpa awak ini beroperasi pada satu track dan satu rute destinasi dari terminal 3 ke terminal 2 dan sebaliknya pada tahap awal.Peresmian operasi Skytrain Bandara Internasional Soekarno-Hatta dilakukan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) M. Awaluddin."Ini APMS pertama kali di Indonesia, buat kami di Kementerian BUMN maupun BUMN sendiri pekerjaan yang ikuti terus bersama-sama sinergi BUMN dan perusahaan swasta Indonesia maupun asing. Jadi saya sangat bangga kita dalam 12 bulan mulai APMS," kata Rini saat dalam peresmian operasi Skytrain di Shelter Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (17/9/2017).Budi Karya yang ikut dalam peresmian kali ini juga mengungkapkan kebanggaannya atas pengoperasian Skytrain Bandara Internasional Soekarno-Hatta."Soekarno-Hatta adalah showcase Indonesia, oleh karenanya keharusan menampilkan Soekarno-Hatta bukan hanya cantik, juga memiliki fungsi sama baiknya dengan bandara terkemuka," ujar Budi.Awaluddin mengungkapkan, pembangunan Skytrain Bandara Internasional Soekarno-Hatta tahap I yang menghubungkan Terminal 3 ke Terminal 2 dan sebaliknya memakan waktu 12 bulan. Pekerjaan ini terbilang cepat karena terus dikebut."Kami sedikit melaporkan progress APMS Soekarno Hatta. Project ini launch September 2016 lalu. Kalau ini September 2017 sudah tepat 1 tahun," kata Awaluddin.Pada tahap pertama pengoperasian skytrain ini dilengkapi 1 trainset yang terdiri dari 2 gerbong kereta yang mampu mengangkut 176 penumpang dalam satu kali perjalanan. Diharapkan ke depan skytrain ini akan beroperasi penuh dengan 3 trainset menghubungkan seluruh terminal penumpang dan terintegrasi juga dengan kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta.Dengan adanya skytrain ini akan mempermudah masyarakat yang akan melakukan pergerakan antar terminal. Rencananya skytrain ini juga akan terhubungkan dengan stasiun bus yang akan dipusatkan di terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.Untuk pembangunan skytrain ini, PT Angkasa Pura 2 menginvestasikan dana sebesar Rp 950 miliar. Untuk pengadaan trainset skytrain sendiri, yang disiapkan oleh PT LEN Industri (Persero) dan Woojin asal Korsel, PT Angkasa Pura II (Persero) menginvestasikan dana sebesar Rp 530 miliar.Untuk pembangunan infrastruktur seperti jalur dan terminal skytrain PT Angkasa Pura II (Persero) berinvestasi sebesar Rp 420 miliar dimana pembangunannya dilakukan oleh KSO antara PT Wijaya Karya Tbk dan PT Indulexco. [detik.com]

Read More »

Prabowo Sebut Bantuan ke Rohingya Kadang Tak Sampai, Benarkah?

Foto : Biro Pers SetpresKetua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menyebutkan, bantuan kemanusiaan yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada pengungsi Rohingya di Myanmar dan Banglades hanya pencitraan.Sebab, bantuan tersebut terkadang tidak sampai kepada mereka yang membutuhkan."Kalaupun kita sekarang kirim bantuan menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang. Jadi saudara-saudara di sini saya harus kasih tahu supaya tidak emosional," kata Prabowo saat aksi bela Rohingya di Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (16/9/2017).Benarkah bantuan yang dikirim pemerintah Indonesia tidak sampai?Bantuan dari pemerintah RI terakhir kali dikirimkan pada Rabu (13/9/2017) pagi di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.Presiden Joko Widodo melepas langsung 34 ton bantuan kemanusiaan yang terdiri dari makanan siap saji, paket sembako, family kit, tangki air, tenda untuk pengungsi, pakaian anak serta selimut.Bantuan ini diangkut menggunakan empat pesawat Hercules.Dalam keterangan sebelumnya, Menlu RI Retno Marsudi mengatakan bantuan-bantuan itu rencananya akan didistribusikan ke Cox's Bazar, tempat lokasi pengungsian, yang jaraknya sekitar 170 kilometer dari Bandara Chittagong, Banglades.Namun, mengutip laporan BBC Indonesia, Sabtu (16/9/2017), bantuan tersebut belum sampai.Menurut wartawan BBC di Cox's Bazar, Justin Rowlatt, truk bantuan Indonesia yang mengangkut tenda dan unit pemurni air belum muncul di kamp pengungsian Rohingya.Lembaga-lembaga bantuan menyebut bahwa bantuan itu belum juga sampai pada yang membutuhkan.Semua badan bantuan kemanusiaan dan lembaga internasional ada di Cox's Bazar.Kepada BBC, para perwakilan lembaga tersebut berkisah bahwa mereka frustrasi dengan kurangnya koordinasi dan pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah Banglades.Padahal, berdasarkan data PBB, populasi kamp mencapai 70.000 - 'jauh melampaui titik jenuh.' Jadi, semua pengungsi baru yang sekitar 400.000an orang itu terdampar di luar kamp.Mereka amat memerlukan makanan dan obat-obatan. Namun, dengan aturan yang ada, UNHCR tidak memiliki wewenang untuk memberikan pasokan kebutuhan penting ini kepada orang-orang yang membutuhkannya. Wewenang itu ada pada pemerintah Banglades.Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Natsir alias Tata mengakui saat ini bantuan belum sampai langsung ke warga Rohingya di kamp pengungsian.Menurut dia, barang sebenarnya sudah sampai di Bandara Chittagong dan sudah diserahterimakan ke Pemerintah Banglades.Selanjutnya barang bantuan kemanusiaan akan di distribusikan ke kamp pengungsi oleh UNHCR dan IOM."Mereka yang memiliki kapasitas di lapangan dan mengetahui wilayah-wilayah pengungsi yang membutuhan bantuan kemanusian dan jenis jenis," kata Tata saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (17/9/2017)."Ada proses, pesawat Hercules dan barang hanya bisa mendarat di Chittagong dan utk membawa ke Cox Bazar dan daerah sekitarnya perlu waktu untuk di proses," tambahnya. [kompas.com]

Read More »

Presiden Jokowi: Indonesia Tak Berdiam Diri Terhadap Masalah Umat Muslim

Foto : Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo menegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak pernah berdiam diri terhadap persoalan-persoalan umat Muslim di berbagai negara."Kita juga tidak pernah berdiam diri terhadap persoalan-persoalan yang terjadi umat Muslim yang terjadi di negara-negara Muslim, karena kita memegang teguh amanat konstitusi bahwa kita wajib memelihara ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," katanya di Stadion Manahan Solo, Minggu."Karena memang faktanya sampai saat ini Palestina juga memang belum merdeka, Suriah, Irak, Yaman, Libya, masih dihantui perang dan konflik serta Afghanistan yang belum sepenuhnya pulih. Kita berkewajiban berkontribusi, ikut memberikan solusi mewujudkan perdamaian dunia, memberikan solusi untuk kepentingan umat Islam di dunia," kata Presiden, yang menghadiri Silaturahmi Nasional (Silatnas) Majlis Tafsir Al Quran III di Solo.Presiden mencontohkan pada 2016 Indonesia membuka kedutaan besar kehormatan di Ramallah, Palestina, dan atas permintaan Presiden Palestina Mahmoud Abbas menggelar konferensi tingkat tinggi luar biasa mengenai Palestina Al-Quds Al-Sharif di Jakarta 2016."Ini orang banyak yang lupa, ini kegiatan-kegiatan kita sesama negara penduduk Muslim," katanya.Di Afghanistan, ia menjelaskan, Indonesia juga telah membangun Islamic Center untuk mendukung pendidikan anak-anak di negeri itu."Kita juga membangun masjid Indonesia di Kabul 2016. Sebentar lagi kita mengajak ulama-ulama Afghanistan ke Indonesia untuk saling belajar, saling sharing untuk membangun Islam yang rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam).""Bulan Desember juga, Ibu Negara Rula Ghani, istri Presiden Afghanistan akan berkunjung ke Indonesia. InsyaAllah untuk membahas program perempuan dan anak," ungkap Presiden.Mengenai persoalan etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar, Presiden menegaskan bahwa kekerasan terhadap mereka harus segera dihentikan."Saya mengutus menteri luar negeri datang tidak sekali dua kali bertemu dengan Aung San Suu Kyi dan militer Myanmar agar kekerasan bisa dihentikan," katanya.Pada Januari-Februari 2017, Indonesia sudah mengirim obat-obatan dan 10 kontainer makanan untuk membantu para pengungsi Rohingya.Minggu lalu, pemerintah Indonesia kembali mengirim empat pesawat Hercules yang membawa obat-obatan selimut, makanan dan lain-lain untuk warga muslim Rohingya dari Rakhine State yang mengungsi di perbatasan Myanmar dan Bangladesh."Minggu ini juga akan kita kirim lagi, entah dengan pesawat entah kontainer, untuk saudara kita di perbatasan Myanmar dan Bangladesh," tambah Presiden. [antaranews.com]

Read More »

Gaya Presiden Jokowi Ajak Cucu Naik Kereta Mainan di Solo

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memanfaatkan waktu di Solo untuk mengajak cucu, Jan Enthes berjalan-jalan. Kali ini Jokowi mengajak cucu pertamanya ke Paragon Mall Solo.Momen ini dibagikan Jokowi melalui akun Instagram pribadinya @jokowi."Mumpung malam minggu kesempatan momong cucu. Kebetulan Jan Enthes belum tidur, tadi naik kereta mini di Paragon Mall Solo," tulis Jokowi, Sabtu (16/9/2017). Jokowi mengunggah dua foto. Foto pertama, terlihat kakek yang mengenakan kemeja putih lengan panjang itu berada satu gerbong merah dengan Jan. Jan tampak mengenakan kaos lengan panjang berwarna biru.Sedangkan, di bagian belakang gerbong terlihat anak ketiga Jokowi, Kaesang Pangareb juga duduk di gerbong yang sama.Foto kedua, memperlihatkan Jokowi sedang mengajak Jan berpose bersama. Wajah keduanya berada dalam satu frame di jendela kereta. [liputan6.com]

Read More »

Bantah Prabowo, Istana Tegaskan Bantuan untuk Rohingya Bukan Pencitraan

Foto : Biro Pers SetpresPihak Istana Kepresidenan menegaskan bahwa bantuan yang diberikan pemerintah RI untuk kaum muslim Rohingya di Rakhine State, Myanmar, bukan lah sebuah pencitraan.Hal ini disampaikan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto."Bantuan yang diberikan pemerintah Indonesia bersama masyarakat adalah bentuk kongkrit membantu etnis Rohingya," kata Johan kepada Kompas.com, Minggu (17/9/2017).Sebagai bagian dari masyarakat dunia yang menjunjung tinggi HAM, lanjut Johan, pemerintah Indonesia tentu tidak berdiam diri melihat perlakuan kepada etnis Rohingya.Johan menekankan, pemerintah tidak hanya memberi bantuan berupa kebutuhan pokok. Lebih dari itu, pemerintah juga melakukan tindakan konkret secara politis dengan kedatangan Menlu Retno Marsudi ke Myanmar dan berunding dengan otoritas disana. "Itu konkret, bukan pencitraan," tegas Johan.Prabowo Subianto menganggap bantuan kemanusiaan yang diberikan Indonesia untuk warga etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar adalah bentuk pencitraan Presiden Joko Widodo."Kalaupun kita sekarang kirim bantuan menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang. Jadi saudara-saudara di sini saya harus kasih tahu supaya tidak emosional," kata Prabowo di Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (16/9/2017).Padahal menurut Prabowo, langkah yang bisa dilakukan Pemerintah untuk membantu Rohingya adalah dengan menjadikan Indonesia sebagai negara yang disegani di dunia."Percaya sama saya, kalau kita kuat kaum Rohingya kita bantu, kita beresin. Kita harus kuat untuk bantu orang lemah, tidak bisa lemah bantu lemah, miskin bantu miskin," tambah dia. [kompas.com]

Read More »

Diminta Mundur Karena Banyak Kepala Daerah Ditangkap KPK, Ini Jawaban Mendagri

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku menerima ratusan pesan singkat setelah penangkapan Wali Kota Batu, Jawa Timur, Eddy Rumpoko, menambah daftar panjang kepala daerah yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK)."Saya dari semalam hingga hari ini sudah menerima ratusan SMS. Ada pola yang sama, yang pertama Mendagri harus mundur, 'Anda gagal untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa yang mencoreng nama Bapak Presiden dengan semakin banyaknya jajaran kemendagri baik pusat dan daerah yang OTT KPK," kata Tjahjo di sela acara ulang tahun ke-7 Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) di kantor BNPP, Jakarta, Minggu (17/9/2017).Politisi PDI-P tersebut menuturkan, dirinya pun membalas salah satu dari ratusan pesan tersebut."Kalau itu salah dianggap salah, saya terima salah itu. Tapi urusan tertangkap tangan kan urusan pribadi, tidak ada instruksi, 'heh kamu harus mengambil dana sekian, heh kamu harus memotong (anggaran) proyek sekian persen, heh kamu harus ini, enggak ada'," kata dia.Dia pun menegaskan, siap mundur dari jabatan Mendagri jika maraknya OTT yang dilakukan KPK dianggap sebagai kegagalan dirinya mengawal pemerintahan yang bersih. Namun, perihal pencopotan jabatan menteri menjadi kewenangan dari Presiden."Saya bertanggung jawab kalau ini dianggap kegagalan saya, saya serahkan kepada bapak Presiden karena yang berhak mencopot saya adalah bapak Presiden," ujarnya.Pada Sabtu (16/9/2017), Wali Kota Batu, Jawa Timur Eddy Rumpoko bersama empat orang diamankan oleh KPK. Selain mengamankan lima orang, Penyidik KPK juga mengamankan sejumlah uang. Diduga, uang tersebut terkait dengan fee proyek tertentu dari pihak swasta kepada para kepala daerah dan pejabatnya.Sebelumnya, Pada Kamis (14/9/2017), KPK menangkap empat orang di Banjarmasin. Penangkapan tersebut terkait suap untuk memuluskan persetujuan Raperda penyertaan modal Pemkot Banjarmasin sebesar Rp 50,5 miliar kepada PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Bandarmasih, Kota Banjarmasin.Pada Rabu (13/9/2017), KPK menangkap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen. Ia ditetapkan tersangka terkait kasus suap pengerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara tahun 2017.Kemudian, pada Selasa (29/8/2017), KPK menangkap Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, Siti Masitha. Penangkapan dirinya terkait dugaan suap pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah di Tegal.Pada Rabu (23/8/2017), KPK menangkap Direktur Jenderal Hubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono. Penangkapan dirinya diduga terkait proyek pengerjaan pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. [kompas.com]

Read More »