Home / Uncategorized / PDI-P: Isu PKI untuk Pisahkan Jokowi dan Mega

PDI-P: Isu PKI untuk Pisahkan Jokowi dan Mega


Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI-P) Hasto Kristiyanto merasa bahwa isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia yang dimunculkan belakangan ini bertujuan untuk menyerang partainya.
Selama ini, memang kerap muncul tudingan yang mengaitkan PDI-P dengan PKI. "Karena survei PDI-P tinggi, itu bagian dari upaya-upaya, biasa lah. bagaian dari kompetisi politik. Itu wajar," kata Hasto di Kantor DPP PDI-P, Diponegoro, Jakarta Pusat (30/9/2017).
Hasto menilai, isu ini sengaja diciptakan untuk merusak elektabilitas PDI-P yang tinggi. Menurut Hasto, berdasarkan survei Center for Strategic and International Studies (CSIS), elektabilitas PDI-P mencapai 35 persen apabila pemilu legislatif digelar saat ini.
Bahkan, Hasto menilai isu PKI ini diciptakan untuk memisahkan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. "Karena elektabilitas PDI-P tinggi, tentu saja ada yang ingin memisahkan pak Jokowi dengan PDI-P, Pak Jokowi dan Bu Mega dengan berbagai isu-isu," ucap Hasto.
Namun, Hasto meyakini rakyat sudah cerdas dan tak akan termakan dengan isu yang dibuat-buat. Ia juga menegaskan bahwa PKI saat ini masih merupakan organisasi yang terlarang di Indonesia.
Oleh karena itu, Hasto meminta masyarakat untuk tidak khawatir dan lebih menatap ke masa depan, bukan masa lalu. "Biarlah para sejarawan yang bicara untuk mengungkap dengan kebenaran akademis sehingga bukan aspek politik yang kita tonjolkan," ucapnya. [kompas.com]

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *