Home / Uncategorized / Menhub Pastikan Pembangunan Double Track Sukabumi Mulai Tahun Ini

Menhub Pastikan Pembangunan Double Track Sukabumi Mulai Tahun Ini


Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memulai pembangunan jalur rel kereta api ganda (double track) Bogor-Sukabumi pada tahun ini. Pembangunan jalur ini sebagaimana keinginan Presiden Joko Widodo agar jalur transportasi dari dan menuju Sukabumi menjadi lebih mudah.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya akan berkolaborasi dengan pengembang untuk pembangunan double track ini. Kemungkinan proyek ini akan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sesuai dengan kemampuannya.
"Untuk membangun double track itu sesuai dengan rencana Presiden tahun ini mulainya, tanggalnya kita usulkan 10 November tapi nanti kita akan bicarakan," kata dia ditemui di Gedung Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin 11 September 2017.
Dirinya menambahkan, dana yang disiapkan untuk pembangunan double track Bogor-Sukabumi ini sekira Rp400 miliar. Namun sebagian dari anggaran tersebut atau sekira Rp50 miliar hingga Rp100 miliar akan disiapkan pada tahun ini.
Sumber pendanaan, lanjut dia, antara lain dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) atau kerja sama dengan BUMN. Hal ini sebagaimana pembangunan Transit Oriented Development antara PT Waskita Karya Realty bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.
"Yang penting dari double track itu yang pertama kali bagaimana kita mengurangi kelandaian. Kedua mengurangi tikungan supaya kecepatan lebih tinggi, kalau sekarang ini 50 kilometer (km) tapi lama sekali," jelas dia.
Bukan hanya sampai Sukabumi, jalur double track ini akan menghubungkan jalur Sukabumi-Cianjur yang selama ini belum ada. Bahkan dalam jangka panjang, rencananya pembangunan jalur kereta akan dihubungkan hingga Bandung melalui Padalarang. [metrotvnews.com]

About admin

Check Also

Presiden Jokowi: Jangan Minder Negara Lain Lebih Baik, Kita Bisa!

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tenaga kerja konstruksi di Indonesia tidak kalah dengan negara-negara maju lain.Hal ini disampaikan Jokowi saat sertifikasi tenaga kerja konstruksi serentak di Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (19/10/2017).Total, ada 9700 tenaga kerja konstruksi di tanah air yang disertifikasi serentak, mulai dari tukang, mandor, drafter, surveyor, operator, pelaksana hingga pengawas."Kalau orang Jepang bisa membangun dengan kualitas yang baik, orang Jerman bisa membangun dengan kualitas yang baik, kenapa kita di indonesia enggak bisa? Bisa kita!" kata Jokowi disambut tepuk tangan ribuan pekerja konstruksi yang hadir."Kita harus merasa yakin bahwa kita juga bisa melakukan seperti yang mereka kerjakan. Jangan merasa inferior, jangan merasa minder bahwa mereka lebih baik. Tidak!" tambah Jokowi.Tetapi, Jokowi mengakui kualitas dan keterampilan pekerja konstruksi harus terus ditingkatkan.Jokowi mengatakan, saat ini ada 7 juta pekerja konstruksi baik di kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Usaha Milik Negara, maupun dari pihak swasta.Namun, yang bersertifikat baru 9 persen atau sekitar 600.000 pekerja. Oleh karena itu, pemerintah terus mengebut program sertifikasi untuk pekerja konstruksi ini."Dengan tenaga kerja konstruksi yang terlatih dan bersertifikat, saya yakin kita bisa mengejar ketertinggalan infrastruktur, terutama kita ingin meningkatkan kualitas," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.Namun, Jokowi juga mengingatkan bahwa sertifikasi yang dilakukan oleh pemerintah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya.Jangan sampai pekerja konstruksi menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan selembar sertifikat."Jangan sampai program percepatan ini jadi ajang untuk jual beli transaksi selembar sertifikasi," kata dia. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *