Home / 2017 / August (page 5)

Monthly Archives: August 2017

Di era Presiden Jokowi Indonesia Ekspor 247,5 Ton Bawang Merah ke Thailand dan Singapura

Foto : Dok. KementanPemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) kembali melepas ekspor bawang merah ke Thailand dan Singapura sebanyak 9 kontainer (247,5 ton) dengan nilai mencapai USD 436.500 atau setara dengan Rp 4,7 Milyar di Surabaya, Senin (28/8/2018). Pelepasan ekspor ini dilakukan Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura, Spudnik Sujono. Pada kegiatan ini, Spudnik didampingi Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Tata Hubungan Antar Negara, Baran Wirawan, Kepala Satgas Pangan Jawa Timur Kombes.Pol, Widodo, pejabat lingkup Kemenko Perekonomian dan Kemendag. Turut hadir, beberapa pejabat Dinas Pertanian di Provinsi Jawa Timur serta pimpinan dari dua eksportir yakni PT Aman Buana Putera dan CV Bawang Mas 99. Bahkan, turut dihadiri petani bawang merah dari Bima, Probolinggo, Nganjuk dan Batu.Dirjen Hortikultura, Kementan, Spudnik Sujono mengatakan ekspor bawang merah dari Surabaya ini membuktikan bahwa Kementan tidak hanya berhasil mewujudkan swasembada, akan tetapi tepatnya mewujudkan kedaulatan bawang merah. Tercatat, sejak tahun 2016 hingga saat ini, Indonesia sudah tidak lagi mengimpor bawang merah, akan tetapi terus mencatatkan diri sebagai pengekspor bawang merah. "Kita patut bersyukur dan berbangga hati, bahwa saat ini Indonesia tidak hanya telah mewujudkan swasembada bawang merah, tapi telah mampu mencapai kedaulatan bawang merah. Hari ini kita lepas ekspor yang kedua selama bulan Agustus tahun ini dari Surabaya ke Thailand dan Singapura," kata Spudnik di lokasi pelepasan ekspor. Berdasarkan data BPS, pada tahun 2014 Indonesia masih mengimpor bawang merah untuk konsumsi dan benih sebesar 74.903 ton. Kemudian di tahun 2015 total impor sebesar 17.429 ton, namun di tahun 2016 tidak ada impor (NOL) untuk bawang merah Konsumsi, dan bahkan tetap mampu mengekspor sebesar 735 ton. "Ini pencapaian yang luar biasa dari kinerja kita bersama di bawah komando Bapak Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Prestasi ini tentunya harus kita pertahankan dan tingkatkan di masa-masa mendatang. Tidak ada lagi kata impor, tapi kita terus ekspor," ujarnya. Tentang hal ini, Spudnik optimis pada tahun 2017 ini dan tahun yang akan datang, volume ekspor bawang merah dapat bertambah dan pasar ke luar negeri dapat diperluas. Pasalnya tegas Spudnik, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk pengembangan bawang merah yang saat ini tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. "Sentra produksi yang semula terkonsentrasi hanya di Pulau Jawa, saat ini sudah mulai menyebar ke berbagai daerah seperti Bima, Solok, Enrekang, Bantaeng, Tapin, Maluku Tengah dan masih banyak lagi daerah lainnya," ungkap Spudnik. Lebih lanjut Ia menyebutkan, di tahun 2016 luas panen bawang merah Indonesia mencapai 149,6 ribu ha dengan produksi mencapai 1,45 juta ton serta luas tanam naik menjadi 22,5% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 target produksi bawang merah naik 17,7% dari tahun 2016. "Dengan jumlah produksi tersebut kita dapat memenuhi sendiri kebutuhan di dalam negeri 1,1 juta ton per tahun atau rata-rata sekitar 88.000 ton per bulan," sebutnya.Untuk diketahui, Sebelumnya pada momentum HUT RI ke 72 pada tanggal 18 Agustus 2017, Kementan melepas ekspor perdana bawang merah ke Thailand dan meningkatkan ekspor ke beberapa negara Asia lainnya seperti Vietnam, Taiwan, Malaysia, Singapura, Timor Leste dan negara lainnya sebanyak 12 kontainer. Ekspor ini dilakukan di Brebes, Jawa Barat oleh PT. Bawang Merah Indonesia. Adapun total target ekspor bawang merah di tahun 2017 sebanyak 5.600 ton.Sementara, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Pangan Jawa Timur, Kombes Widodo, menyatakan pihaknya siap mendukung pemerintah, khususnya Kementan dalam menjaga stabilitas harga dan stok bawang merah. Caranya, pertama-tama melakukan pemantauan di lapangan dengan menerjunkan personel Polda, Polres, sampai Polsek ke sejumlah titik secara bersamaan."Kita enggak mau merazia. Justru kita mau membantu distribusi," katanya.Kedua, apabila berdasarkan temuan di lapangan terjadi kenaikan harga, maka Satgas Pangan segera berkoodinasi dengan instansi terkait, seperti dari Kementan, Kemendag dan Bulog. Satgas Pangan mencari tahu tentang kendala dan penyebabnya, sehingga semua pihak yakni petani, pedagang dan konsumen sama-sama mendapatkan keuntungan yang layak."Jadi, kita menjaga kesejahteraan petani, pedagang, dan konsumen melalui upaya-upaya di lapangan, tidak bisa hanya melihat data," beber Widodo.Ketiga, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim ini sebutkan bahwa dalam rangka mengantisipasi selundupan, Satgas Pangan pun telah melakukan pemetaan komoditas pangan yang berpotensi masuk dengan cara ilegal. Tak sekadar itu, Satgas Pangan juga turut mendukung program ekspor bawang merah, mengingat di Jatim banyak daerah sentra produksinya, seperti di Probolinggo, Malang, Sampang, Kediri, Pamekasan, Nganjuk, dan Bojonegoro."Karena polisi bertugas polisi menstimulasi teman-teman di pertanian," tandasnya. [pertanian.go.id]

Read More »

Gibran Rakabuming dan Penolakannya terhadap Ajakan “Bermain” dalam Berbagai Proyek

Sebagai putra seorang presiden, Gibran Rakabuming Raka mengakui, kerap mendapatkan "godaan" untuk terlibat dalam berbagai proyek. Pengakuan tersebut disampaikan putra sulung Joko Widodo itu, dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com, di Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/8/2017). Menurut Gibran, banyak yang mengajaknya untuk ikut dalam sejumlah proyek."Banyak, sampai sekarang banyak. Ya enggak tahulah biasanya dari partai, dari apalah itu," ujar Gibran.Bahkan, gagal masuk melalui dirinya, banyak juga 'proposal' yang dititipkan melalui teman-teman dekatnya.Namun, Gibran dengan tegas menolaknya. Ia memegang teguh prinsip tidak akan melakukan hal-hal semacam itu."Saya tahu diri. Bapak enggak bilang spesifik sih harus apa atau tidak boleh apa. Saya tahu diri saja. Jadi kami sama-sama tahu," ujar dia.Gibran juga tidak lantas antipati terhadap orang-orang itu.Menurut dia, aktivitas yang mereka lakukan wajar adanya."Ya namanya juga orang cari duit, mau bagaimana lagi? Selalu ada itu orang-orang seperti itu, cari proyek, cari tender, banyak. Ya enggak masalah sih. Tapi sudah saya tekankan, kami tidak seperti itu. Sejak awal sudah saya tolak," ujar Gibran.Baca: Perjalanan Bisnis Gibran Rakabuming, dari Katering, Martabak hingga yang "Masih Rahasia"Tak terima order dari pemerintahPrinsip 'tahu diri' itu pula yang membuat perusahaan kateringnya, Chili Pari, menolak order dari pemerintah.Chili Pari fokus melayani pesanan dari perusahaan swasta dan individu.Melalui kebijakan tersebut, Gibran ingin bisnisnya tidak hanya bergantung pada order dari pemerintah."Masih ada pasar pasar lain, enggak masalah. Kalau kami masuk ke kementerian, pemerintah daerah, itu umurnya berapa sih? Bapak kan sekarang jadi Presiden tinggal dua tahun lagi. Habis dua tahun itu mau ngapain?" ujar dia."(Kalau mencalonkan sebagai presiden lagi) enggak tahu menang apa enggak. Saya kan menghitung sisa hidup bisnis saya dari situ juga. Pokoknya sebelum jadi wali kota, bisnis sudah jalan, setelah jadi Presiden pun bisnis jalan. Jadi bukan cuma memanfaatkan, enggak," lanjut dia.Gibran yakin, meski tidak mengambil proyek dari pemerintah, usaha yang dirintisnya akan tetap eksis dan berkembang.Saat ini, Gibran memiliki sejumlah usaha sendiri. Selain usaha katering Chili Pari, pria kelahiran 1 Oktober 1987 itu juga merintis Martabak Kota Baru alias Markobar.Martabak yang memiliki menu andalan delapan topping itu kini sudah memiliki 29 gerai di kota-kota besar di Indonesia. [kompas.com]

Read More »

Puisi untuk Presiden Jokowi, “Demi Rakyat, Kursi Empuk Istana Sering Tak Tersentuh”

Foto : Agus Suparto/Fotografer Kepresidenan"Demi Rakyat, Kursi Empuk Istana Sering Tak Tersentuh"Bukan jalan mulus yang sedang dilalui saat iniTapi jalan terjal penuh dengan kerikil-kerikil tajamKerikil tajam yang terus menusuk iringan langkah kakinyaSakit pasti...Namun seperti tak terasa sakit dan pedihnyaHanya bisa memandang dari jauh Namun dekat dengan iringan do'aDo'a tulus dari hati ditengah sunyinya malamBerharap kerikil tajam tak terasa dalam iringan langkahnyaDesir-desir pasir terus berbisik mengusiknyaTapi seakan tak terdengar dan terus melangkahMelangkah demi menggapai suatu impian Untuk tanah air tercinta IndonesiaDemi rakyat...Kursi empuk istana pun sering tak tersentuh Mungkin dalam hatinya selalu terdengar Terdengar bisikan suara yang sangat merindukanMerindukan seorang pemimpin hadir ditengah-tengah mereka[Oleh: Admin Facebook Info Seputar Presiden]

Read More »

Akhirnya! Freeport Sepakat Jual 51% Saham

PT Freeport Indonesia menyatakan siap melakukan divestasi sahamnya hingga 51%, seperti keinginan dari pemerintah Indonesia."Pertama ini mandat presiden dan bisa diterima Freeport Indonesia bahwa divestasi yang akan dilakukan menjadi 51% total," kata Menteri ESDM, Ignasius Jonan, dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (29/8/2017).Konferensi pers itu dihadiri Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dan CEO Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc, Richard Adkerson.Selain divestasi saham 51%, Freeport juga berkomitmen untuk membangun smelter dalam 5 tahun sampai Januari 2022. Atau 5 tahun sejak Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) diterbirkan oleh pemeirntah kepada Freeport."Divestasi 51%, pembangunan smelter harus terealisasi," tambah Sri Mulyani. [detik.com]

Read More »