Home / 2017 / August (page 3)

Monthly Archives: August 2017

Aksi Menteri PUPR Pegang Kamera Sampai Ngemper di Aspal

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono beserta istri mendampingi Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang memimpin Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan yang digelar di Kota Bandung.Ini untuk menghadiri sekaligus mengawali Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017 yang mengangkat tema "Nyalakan Api Semangat Kerja Bersama" sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72.Turut hadir diantaranya Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Walikota Bandung Ridwan Kamil.Rombongan Presiden termasuk Basuki tampak kompak mengenakan pakaian adat sunda pada hari tersebut. Dari Gedung Sate, rombongan bergerak menuju Taman Vanda dengan menggunakan kendaraan hias.Di tengah kemeriahan acara, tampak hal menarik. Di mana Basuki dengan kameranya tampak sibuk memotret untuk mendokumentasikan berbagai atraksi selama karnaval berlangsung. Sesekali Basuki melempar senyum dan melambaikan tangannya, sekaligus memperlihatkan semangatnya pada publik. Ia bahkan rela duduk di aspal sebelum pengambilan gambar.Ternyata selain piawai bermain drum, Basuki juga memiliki hobi fotografi. Terlihat dari beberapa kesempatan kunjungan kerja di mana Basuki kerap membawa kamera dan perlengkapannya. Karnaval yang dimeriahkan oleh berbagai komunitas, tidak hanya berasal dari Kota Bandung dan Jawa Barat, tetapi juga datang dari kota-kota yang sering mengadakan festival tingkat Internasional, seperti Jember Fashion Carnaval, Solo Batik Carnaval, dan Tomohon International Flower Festival.Rute lintasan Karnaval Festival Kemerdekaan berawal dari Gedung Sate lalu mengarah ke Jalan Ir. Juanda, kemudian berlanjut ke kawasan Jalan Merdeka, dan dilanjutkan ke Taman Vanda. Setelah itu konvoi dilanjutkan ke arah Jalan Lembong lalu menuju Museum KAA dan berakhir di Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jalan Asia Afrika.Gedung Sate sendiri pada masa kemerdekaan RI merupakan kantor Kementerian PUPR yang dahulu bernama Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum yang berada di Jl. Diponegoro No.22 Bandung. Gedung Sate menjadi saksi sejarah perlawanan gigih para pejuang tersebut terhadap penjajahan Belanda bersama Sekutu. Kala itu sebanyak tujuh pegawai Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum gugur dalam mempertahankan gedung tersebut dari serbuan tentara Sekutu/Belanda. [detik.com]

Read More »

Sri Mulyani: Hampir Semua Negara Punya Utang

Utang luar negeri Indonesia menginjak angka Rp3.706,52 triliun pada Juni 2017. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp3.196 triliun.Menanggapi hal tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, utang luar negeri yang dimiliki negara adalah lumrah. Ia menyampaikan, dari 192 negara hanya ada dua negara yang tidak memiliki utang."Ada dua negara yang tidak punya utang, Itu pun negara kecil. Negera pusat perjuangan. Jadi semua negara punya utang," kata Sri Mulyani di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Minggu 27 Agustus 2017.Sri menyampaikan masyarakat tak perlu berlebihan menanggapi isu soal utang Indonesia. Ia meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah mengelola uang tersebut dengan hati-hati."Utang dikelola hati-hati. Kita enggak boleh sembrono. Tapi kalian juga enggak perlu takut yang berlebihan," ucapnya.Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menuturkan, utang digunakan untuk membangun infrastruktur di Indonesia. Mulai dari jalan raya, penerangan, hingga fasilitas publik.Sementara itu, Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan bahwa total utang yang saat ini berjumlah sekitar Rp3.700 triliun bukan merupakan utang yang dibuat oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)."Soal utang 'wah ini Pemerintahan Jokowi utangnya banyak'. Eh nanti dulu, itu bukannya utang (yang dibuat oleh) Pemerintahan Jokowi yang Rp3.700 triliun," tegas Darmin, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa 8 Agustus 2017.Dia menjelaskan, pada saat Presiden Jokowi dilantik, utang pemerintah sudah mencapai level sekitar Rp2.700 triliun. Utang tersebut merupakan utang pada masa pemerintahan sebelumnya. Dalam tiga tahun di masa Pemerintahan Jokowi, kata Darmin, bunga cicilan utang bisa mencapai Rp700 triliun.Artinya, seandainya Pemerintahan Jokowi tidak menambah utang baru maka utang saat ini sudah ada pada level saat ini, karena adanya tambahan dari bunga utang. Apalagi, Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menambahkan, utang yang saat ini digunakan guna membiayai proyek infrastruktur yang tak bisa didanai dari duit negara."Jadi jangan dianggap kemudian Rp3.700 itu utang yang dibuat oleh Pemerintahan Jokowi, waktu pemerintahan ini naik sudah Rp2.700 itu. Kalau enggak bikin apa-apa pasti bunganya akan naik. sekarang mau yang mana? Mau enggak bikin apa-apa, atau Rp3.700 ada pembangunan banyak?," tanya Darmin. [metrotvnews.com]

Read More »

Ketua Saracen Akui Jadi Simpatisan Capres Kalah di Pilpres 2014

Jasriadi, pria yang disebut-sebut sebagai ketua sindikat Saracen, rupanya adalah mantan simpatisan calon yang gagal pada Pilpres 2014. Berawal dari simpatisan tersebut, Jasriadi mengaku, mereka saling kenal hingga terjalin pertemanan."Perkenalan kita di medsos, waktu itu kan ada Pilpres 2014, kebetulan kita simpatisan salah satu calon yang gagal, ya," ujar dia dalam wawancara khusus bersama Liputan6.com, baru-baru ini."Nah, di situ kita kenal dengan yang seide, dan dari situ setiap yang seide ya kita kenal," dia melanjutkan.Kendati, Jasriadi menyebutkan, pertemanan tersebut tidak terjalin kuat. Karena itu, dia mengklaim hanya sebatas perkawanan di media sosial."Enggak juga. Karena kita sebatas pertemanan medsos," ucap dia.Meski hanya pertemanan di media sosial, Jasriadi mengaku pernah kopi darat alias bertemu pada 2016."Waktu itu 2016 ada teman saya ngajak kopdar namanya AS, pas momen silaturahmi akbar di situ juga kebetulan kita kopdar bareng. Sebatas itu, setelah itu lupa lagi," kata dia.Menurut Jasriadi, pertemuan besar-besaran itu terjadi saat Pilkada DKI Jakarta. Namun, dia mengaku lupa siapa saja yang hadir pada kesempatan itu."Itu pertemuannya saya enggak tahu persis yang silaturahmi akbar, di situ ada ceramah cara memilih pemimpin. Tapi saya lebih detailnya lupa, karena lama ya, dan itu keluar di media ya, itu sekitar bulan enam atau tujuh gitu. Itu juga tak ada sangkut pautnya dengan Saracen," ujar Jasriadi.Jokowi Minta Usut TuntasPresiden Joko Widodo atau Jokowi telah memerintahkan Kapolri Tito Karnavian, untuk mengusut tuntas sindikat Saracen. Sindikat ini diduga menyebarkan ujaran kebencian di media sosial.Jokowi mengungkapkan, tidak sekadar mengusut sindikatnya, dirinya juga meminta Kapolri menelurusi siapa saja yang menggunakan jasa sindikat Saracen ini untuk kepentingannya."Saya sudah perintahkan kepada Kapolri untuk diusut tuntas. Bukan hanya Saracen-nya saja, tetapi siapa yang pesen. Siapa yang bayar, harus diusut tuntas," ujar dia di Silang Monas, Jakarta, Minggu, 27 Agustus 2017.Selain itu, Jokowi meminta mantan Kapolda Papua tersebut untuk menelusuri keterlibatan jenderal dalam sindikat tersebut. Menurut dia, masalah ini bukan soal saja soal siapa yang ada di dalam Saracen, tetapi juga siapa yang menggunakan jasanya.Sindikat Saracen diduga menyebarkan hate speech atau ujaran kebencian melalui media sosial. Bahkan, sindikat ini memasang tarif bagi pemesan yang akan menyebarkan ujaran kebencian.Polisi menetapkan tiga tersangka dalam kasus Saracen, yakni Jasriadi yang berperan sebagai ketua sindikat.Kemudian MFT yang berperan sebagai koordinator media dan Informasi, serta Sri Rahayu Ningsih alias SRN yang berperan sebagai koordinator wilayah.Polisi masih mencari tersangka lain dalam kasus ini. Polisi juga memburu pihak-pihak yang pernah memesan konten terlarang ini di Saracen. [liputan6.com]

Read More »

Paspampres Tangkap Pria Bugil Hendak Menyusup Istana Merdeka

Seorang pria diamankan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Dia berupaya menyusup ke Istana Merdeka tanpa sehelai pakaian.Kapolsek Gambir AKBP Ida Ketut membenarkan laporan tersebut. Menurutnya pria tersebut kini masih diperiksa di Polsek Metro Gambir."Sedang diperiksa anggota," kata Ida saat dihubungi Liputan6.com, Senin (28/8/2017).Ida belum merinci identitas pria tersebut. Informasi sementara yang didapatnya, pria tersebut berupaya menyusup ke dalam Istana Merdeka tanpa mengenakan pakaian.Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada pukul 07.30 WIB."Identitas dan kronologi lengkap menyusul," kata Ida. [liputan6.com]

Read More »

Ditutup 31 Agustus 2017, Kementerian Desa dan PDTT Buka Lowongan 13.053 Tenaga Pendamping Desa

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mulai 26 hingga 31 Desember 2017 membuka pendaftaran untuk penerimaan 13.053 Tenaga Pendamping Profesional (TPP) atau Tenaga Pendamping Desa Tahun Anggaran 2017.Pendaftaran calon kuota TPP dilaksanakan secara online melalui website resmi htpp://pendamping2017.kemendes.go.id pada 26 Agustus hingga 31 Agustus mendatang. Ketentuan dan persyaratan pendaftaran juga dapat dilihat pada pengumuman rekrutmen tenaga pendamping profesional http://pendamping2017.kemendes.go.id/home.php.Dikutip dari laman http://pendamping2017.kemendesa.go.id/quota.php , jumlah kuota yang dibutuhkan secara nasional tercatat sebanyak 13.053 orang.Lebih lanjut, dalam laman tersebut disampaikan bahwa Kemendesa PDTT membutuhkan Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP), Pendamping Desa Teknik Infrastruktur, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA-PMD), Tenaga Ahli Infrastruktur Desa (TA-ID), Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif (TA-PP), Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa (TA-PED), Tenaga Ahli Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TA-TTG) dan Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA-PSD).Berikut rincian kuota yang dibutuhkan setiap provinsi dikutip dari laman http://pendamping2017.kemendesa.go.id/quota.php : 1. Aceh: 328 Kuota; 2. Bali: 104 Kuota; 3. Banten: 138 Kuota; 4. Bengkulu: 182 Kuota; 5. DI Yogyakarta: 193 Kuota; 6. Gorontalo: 120 Kuota; 7. Jambi: 228 Kuota; 8. Jawa Barat: 1.185 Kuota; 9. Jawa Tengah : 2.423 Kuota; 10. Jawa Timur: 1.163 Kuota; 11. Kalimantan Barat: 366 Kuota; 12. Kalimantan Selatan: 496 Kuota; 13. Kalimantan Tengah: 411 Kuota.Selain itu: 14.Kalimantan Timur: 337 Kuota; 15. Kalimantan Utara: 131 Kuota; 16. Kepulauan Bangka Belitung: 78 Kuota; 17. Kepulauan Riau: 109 Kuota; 18. Lampung: 373 Kuota; 19 . Maluku: 177 Kuota; 20. Maluku Utara: 141 Kuota; 21. Nusa Tenggara Barat: 130 Kuota; 23. Nusa Tenggara Timur: 287 Kuota; 24. Papua: 634 Kuota; 25. Papua Barat: 486 Kuota; 26. Riau: 246 Kuota.Selanjutnya 27. Sulawesi Barat: 90 Kuota; 28. Sulawesi Selatan: 514 Kuota; 29. Sulawesi Tengah: 315 Kuota; 30. Sulawesi Tenggara: 263 Kuota; 31. Sulawesi Utara: 185 Kuota; 32. Sumatra Barat : 196 Kuota; 33. Sumatra Selatan: 336 Kuota; dan 34. Sumatra Utara: 688 KuotaPengaduan resmi terkait permasalahan rekrutmen ini, dapat disampaikan melalui pendamping2017@kemendesa.go.id. [setkab.go.id]

Read More »

Presiden Jokowi Bangun 4 Bendungan Rp 4,95 Triliun, Ini Manfaatnya

Pemerintah segera membuka tender pembangunan empat bendungan baru yang merupakan bagian dari proyek 65 bendungan hingga 2019 mendatang. Keempat bendungan tersebut adalah Bendungan Pamukkulu di Sulawesi Selatan, Sidan di Bali, Margatiga di Lampung dan Bener di Jawa Tengah.Berdasarkan data Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, yang diterima detikFinance, Senin (28/8/2017), keempat bendungan tersebut memiliki nilai kontrak mencapai Rp 4,95 triliun. Rinciannya, Bendungan Pamukkulu Rp 1,6 triliun, Bendungan Sidan Rp 420 miliar, Bendungan Margatiga Rp 870 miliar dan Bendungan Bener Rp 2,06 triliun.Bendungan Sidan di Bali, direncanakan memiliki kapasitas sebesar 3,13 juta m3. Diharapkan dapat mengairi lahan seluas 4.595 Ha, menyediakan pasokan air baku sebesar 2,14 m3/detik, dan menghasilkan listrik sebesar 20 MW.Kemudian Bendungan Margatiga, memiliki kapasitas 60 juta m3. Manfaatnya untuk irigasi 23.000 ha. Dan terakhir Bendungan Bener, berkapasitas 100,94 jt m3. Manfaatnya untuk irigasi 15.069 ha, air baku 1,60 m3/detik, dan menghasilkan listrik 6 MW.Bendungan Pamukkulu di Sulawesi Selatan memiliki kapasitas 81,3 juta m3. Manfaatnya untuk irigasi 6.400 ha, air baku 0,20 m3/detik, dan menghasilkan listrik sebesar 2,5 MW.Dan terakhir, bendungan Bener di Jawa Tengah, direncanakan akan memiliki kapasitas sebesar 100,94 juta m3, diharapkan dapat mengairi lahan seluas 15.069 ha, mengurangi debit banjir sebesar 210 m3/detik, dan menyediakan pasokan air baku sebesar 1,60 M³/detik. Bendungan ini juga bakal menghasilkan listrik sebesar 6 MW.Jika tender keempat bendungan ini telah dibuka, diharapkan, dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan, kontrak pembangunan bendungan bakal ditandatangani sehingga bisa segera dilakukan konstruksi. [detik.com]

Read More »

Jusuf Kalla Sindir Kebijakan BLBI hingga Subsidi BBM di Masa Lalu

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Indonesia memiliki dua kesalahan pokok dalam mengambil kebijakan ekonomi selama 20 tahun terakhir.Hal ini disampaikan Kalla saat memberikan kuliah umum kepada Peserta Program Pendidikan Reguler (PPRA) ke-56 dan Program Pendidikan Singkat (PPSA) ke-21 Lemhanas Tahun 2017, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (28/8/2017).Kesalahan pertama, kata Kalla, adalah saat Indonesia memutuskan untuk mengucurkan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Kebijakan ini terjadi di era Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri."Kita berikan BLBI yang berlebihan sehingga negara berutang, mengeluarkan dana hampir lebih dari Rp 600 triliun hanya dalam waktu dua tahun," ujar Kalla."Rp 600 triliun waktu itu apabila dihitung sekarang segala macam bunganya bisa kira-kira Rp 3.000 triliun," kata dia. Lalu kesalahan kedua adalah kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini dilakukan selama dua periode pemerintahan presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Di periode pertamanya, SBY berpasangan dengan Kalla."Kita menyubsidi BBM kita begitu besar dalam waktu sepuluh tahun. Yang menikmati orang punya mobil seperti kita semua di sini," ucap Kalla."Apabila digabung semua itu mungkin kira-kira Rp 6.000 triliun yang kita telah buang untuk menyelesaikan masalah-masalah," tuturnya.Menurut Kalla, dua kesalahan inilah yang menyebabkan kemajuan ekonomi Indonesia tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.Kalla berandai-andai, misalkan dana tersebut setengahnya saja dipakai untuk membangun infrastruktur, seperti yang digenjot di era pemerintahannya bersama Presiden Joko Widodo saat ini."Sekiranya setengah saja kita pakai untuk infrastruktur, infrastruktur kita tidak akan kalah dari negara tetangga. Tidak akan kalah," ucap Kalla. [kompas.com]

Read More »

Mengintip Bisnis Dua Putra Presiden Jokowi, dari Katering Hingga Kaos

Buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Peribahasa ini cocok disematkan ke Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.Gibran dan Kaesang mengikuti jejak ayahnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), menjadi pengusaha. Sebelum terjun ke dunia politik dan birokrat, Jokowi adalah pengusaha mebel sukses di Solo dan produknya sudah beredar hingga mancanegara.Kini, giliran Gibran dan Kaesang yang menggeluti dunia bisnis. Gibran mengawali bisnis dengan mendirikan katering Chilli Pari di akhir 2010Mengutip dari situs chilliparicatering.com, Gibran memutuskan terjun ke dunia bisnis setelah lulus dari Management Development Institute of Singapore 2007. Namun, ia tak ingin membebani orang tuanya yang saat itu masih membiayai kedua adiknya kuliah.Ia mencoba mengajukan kredit ke bank. Singkat cerita, pinjaman cair dan Gibran mulai merintis bisnis katering.Bisnis katering Gibran awalnya tidak berjalan mulus. Penolakan datang dari konsumen lantaran belum percaya dengan kemampuan putra sulung Jokowi itu.Seiring berjalannya waktu dan inovasi, katering Chilli Pari akhirnya dikenal dan kini menjadi one stop weddingn solution di Kota Solo. Setelah sukses di katering, Gibran merambah bisnis martabak. Di 2014 ia bekerja sama dengan Arif Setyobudi membesarkan Markobar, singkatan dari Martabak Kota Barat, yang sudah berdiri sejak 1996."Di 2014 mas Gibran masuk, Markobar mulai berinovasi produk dan bisa berkembang ke kota-kota lain di Indonesia," ujar Marketing Director Markobar, Kobar Nendrodewo kepada detikFinance, Senin (28/8/2017).Saat ini Markobar sudah memiliki 29 cabang di 16 kota. Di antaranya Solo, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Bandung. Kemudian, Surabaya, Malang, Palembang, Medan, Banjarmasin, Balikpapan, serta Manado, Makassar dan Bali.Bahkan, Markobar akan buka cabang di Filipina."Tinggal buka 1 atau 2 bulan lagi. Kenapa pilih Filipina? Di ASEAN ini punya habit makan manis adalah Filipina," terang Kobar.Kesuksesan Gibran sempat menyita perhatian Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Panjaitan. Ia bertemu Gibran saat buka puasa bersama dengan Presiden Jokowi.Menurut Luhut, dalam acara itu dia sempat menawari Gibran memasok katering untuk proyek-proyek di sektor pertambangan dan pengolahan minyak lepas pantai. Namun, Gibran menolak tawaran tersebut.Sang JavasSelain Gibran, Kaesang Pangarep, juga terjun ke dunia bisnis. Putra kedua Jokowi ini bisnis clothing line bernama Sang Javas. Sang Javas diambil dari bahasa Sansekerta. Sang, kata yang dipakai di depan nama atau julukan, sedangkan Javas berarti cekatan atau cepat.Produk Sang Javas berupa baju kaos yang bergambar kecebong dan dibanderol Rp 150.000 per potong. Kecebong di sini sebagai simbol metamorfosa, dari kecebong, menjadi berudu berkaki, kemudian menjadi katak, sebelum akhirnya menjadi katak dewasa."Untuk season pertama satu desain. Satu season ada 4 episode, nanti ada satu gambar yang menyatu. Desain pertama menceritakan aktivitas orang-orang di sosial media. Kita ceritakan pola berkomunikasi orang-orang di sosial media dalam kaos dengan karakter kecebong," terang Sehat Tri Handoyo, dari bagian distribusi dan penjualan Sang Javas.Sehat menjelaskan, produksi pertama sang Javas mencapai 1.000 potong, dan penjualan sudah dimulai sejak 13 Agustus, dan sempat hadir dalam Car Free Day di Kota Solo, Minggu (27/8/2017). Untuk urusan penjualan, Sang Javas menganldakan media sosial, mulai dari instagaram Sang Javas, instagaram milik Kaesang, Fanpage di Facebook, twitter, hingga whatsapp."Untuk pemesanan bisa lewat nomor whatsapp yang tertera di instagram Sang Javas," tutur Sehat.Yang jelas, produk kaos besutan Kaesang laris manis. Pesanan pun mengalir dari Jakarta, Bogor, NTT, Lampung, Palembang, Medan. Bahkan, WNI yang bekerja di Hong Kong juga memesan."Total kaos yang sudah keluar (terjual) lebih dari 400 potong. Omzet sejak penjualan dari 13 Agustus mencapai Rp 40.000.000 sampai Rp 50.000," tutur Sehat. [detik.com]

Read More »

Kronologi Pria Bugil Terobos Pagar Istana Presiden

Seorang pria tak dikenal mencoba menerobos masuk pagar Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/8/2017), pukul 07.30 WIB. Saat berusaha masuk, pria tersebut tidak mengenakan pakaian sama sekali alias bugil.Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI (Mar) Suhartono menjelaskan kronologinya. Menurutnya, seorang pria bugil lari dari arah Monas kemudian menyeberang ke Istana Merdeka. Ia kemudian mendekat ke pagar Istana.Karena itu, Suhartono menyebutkan, pria bugil itu bukan penyusup seperti informasi yang beredar saat ini."Bukan menyusup mas, tapi ada orang lari telanjang dari arah Monas nyeberang ke arah Istana," kata Suhartono saat dikonfimasi melalui pesan singkat, Senin (28/8/2017).Melihat kejadian itu, anggota Paspampres yang berjaga di area depan Istana Merdeka langsung menangkap pria bugil itu.Guna mengetahui lebih lanjut motif pria itu menerobos masuk pagar Istana, Paspampres telah menyerahkannya ke Mapolsek Gambir."Untuk pendalaman lebih lanjut sudah diserahkan ke Polsek Gambir," pungkas Suhartono.Ngamuk Saat DiperiksaKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pria bugil tersebut mengaku warga Cengkareng."Dia mengakunya warga Cengkareng," ujar Argo saat dihubungi Liputan6.com, Senin (28/8/2017).Saat ini kepolisian masih memeriksa pria yang berinisial B tersebut."Kita akan panggil keluarganya," kata Argo.Sementara Kapolsek Gambir AKBP Ida Ketut mengungkapkan, pria bugil itu dalam kondisi tidak stabil. Dia juga ngamuk-ngamuk saat diperiksa."Saya mau ngomong kan kronologisnya belum lengkap, karena orangnya belum bisa diinterogasi. Masih di polsek masih ngamuk-ngamuk," pungkas Ida. [liputan6.com]

Read More »

Kumpulkan BI dan OJK, Presiden Jokowi Minta Suku Bunga Kredit Bank Turun

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar suku bunga kredit perbankan bisa turun lebih rendah di bawah 10%, guna mendorong perekonomian nasional.Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso usai bertemu Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/8/2017)."Arahan presiden yang jelas supaya suku bunga kredit bisa diturunkan kan, wong inflasinya sudah rendah, suku bunga BI 7 Day sudah 4,5%. Logikanya harus diturunkan yang diikuti oleh penurunan suku bunga deposito," kata Wimboh.Turut hadir dalam rapat tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.Dia mengungkapkan, penurunan bunga deposito bisa menjadi modal awal pemerintah mendorong kepada seluruh perbankan di Indonesia untuk menurunkan suku bunga kredit. Namun, hal tersebut dilakukan tanpa harus memberikan dampak negatif terhadap industri perbankan."Kalau suku bunga dana turun, berarti suku bunga kredit bisa turun, tinggal suku bunga dana bisa turun atau enggak," tambahnya.Akan tetapi, agar ini bisa berjalan mulus maka diperlukan instrumen khusus. Sehingga tidak ada peluang munculnya spekulasi."Jadi mendorong untuk investasi, arahkan ke sana, kalau suku bunga turunkan akan beralih ke investasi yang menghasilkan bunga, kalau merasa bunga deposito kurang menguntungkan beralih ke investasi, media investasinya kita ciptakan, perusahaan harus banyak yang IPO di pasar modal, perusahaan harus banyak keluarkan surat utang, sehingga nanti surat utang berupa bonds, sehingga orang bisa investasi, tapi jangan sampai menciptakan untuk spekulasi, nah kalau spekulasi ada mekanismenya, mengontrol," ungkap dia.Sempat disinggung soal kebijakan capping bunga deposito, namun Wimboh meyakini bahwa hal tersebut diperlukan ketika adanya anomali. Sementara dalam posisi sekarang, masih terbilang normal."Capping itu hanya dalam kondisi anomali, sekarang masih oke, suku bunga deposito sekarang masih average 6% masih ok, sehingga nanti ke depan kalau capping itu kan temporer, kalau suku bunga ekstrem baru main," ungkap dia. [detik.com]

Read More »