Home / Uncategorized / Presiden Jokowi: 2018 Tahun Politik, Kebijakan Menteri Harus Memihak Rakyat

Presiden Jokowi: 2018 Tahun Politik, Kebijakan Menteri Harus Memihak Rakyat

Foto : Dok. Setkab

Presiden Joko Widodo mengatakan tahun 2018 akan menjadi tahun politik. Untuk itu, dia mengingatkan kepada para Menteri Kabinet Kerja agar mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

"Tahun depan kita juga perlu mengingatkan kita sudah masuk ke tahun politik, sehingga kebijakan apapun dapat secara signifikan memberikan pengaruh," kata Jokowi saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (29/8/2017).

Jokowi mengatakan setiap kebijakan yang dikeluarkan harus berpihak kepada rakyat. Dia berharap, para menteri juga tidak membuat kebijakan baru yang belum dikonsultasikan kepada publik.

"Sekali lagi kebijakan itu agar semuanya diarahkan kepada keberpihakan kita kepada publik kepada rakyat dan saya harapkan menteri sekali lagi tidak membuat kebijakan-kebijakan baru yang kira-kira belum dikonsultasikan pada publik pada masyarakat , belum melalui kajian dan perhitungan-perhitungan yang mendalam, sehingga justru bisa bikin hal yang tidak diingini masyarakat dan membuat masyarakat kecewa," jelas Jokowi.

Jokowi juga mengatakan, para menteri harus mempertahankan program-program yang sudah berjalan dengan baik. Seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), efektivitas penyaluran Dana Desa.

"Pastikan apa yang sudah diprogramkan ini betul-betul tepat sasaran dan langsung menyentuh kepada ke kebutuhan masyarakat," katanya. [detik.com]

Tweet

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *