Home / Uncategorized / Jusuf Kalla Kecewa Hasil SEA Games Tak Sesuai Target

Jusuf Kalla Kecewa Hasil SEA Games Tak Sesuai Target

Wakil Presiden Jusuf Kalla kecewa hasil sementara kontingen Indonesia dalam SEA Games XXIX/2017 yang tidak sesuai target.

Hingga Selasa (29/8/2017) pukul 15.24 WIB, Kontingen Merah Putih meraih total 170 medali dengan rincian 36 emas, 60 perak dan 74 perunggu.

Hasil itu membuat Indonesia masih bertengger di urutan kelima dalam peringkat perolehan medali.

Indonesia masih berada di bawah tuan rumah Malaysia, Vietnam, Thailand dan Singapura.

Raihan sementara itu masih di bawah target, yakni 55 emas.

"Terus terang kita kecewa lah karena tidak mencapai target yang dicanangkan semula," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Kalla mengatakan, semula Indonesia memasang target meraih juara pertama atau kedua dalam perolehan medali.

Namun, pada kenyataannya, Indonesia masih berada pada posisi kelima dan cukup sulit mengejar ketertinggalan.

"Ini nomor lima dan agak jauh dengan yang nomor empat. Kita kecewa juga," kata dia.

Kalla berharap kontingen Indonesia bisa memperbaiki penampilannya dalam Asian Games 2018, dimana Indonesia menjadi tuan rumahnya.

"Jadi kalau Asian Games kita masih ada waktu satu tahun lah, untuk meningkatkan latihan," ucap dia. [kompas.com]

Tweet

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *