Home / Uncategorized / Freeport Lepas 51% Saham, Menko Luhut: 2018 RI Harus Sudah 30%

Freeport Lepas 51% Saham, Menko Luhut: 2018 RI Harus Sudah 30%

PT Freeport Indonesia menyatakan siap melakukan divestasi sahamnya hingga 51%, seperti keinginan dari pemerintah Indonesia. Hal ini menjadi satu dari tiga kesepakatan yang disepakati antara pemerintah dan Freeport.

Menurut Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan, setidaknya pemerintah akan memiliki 30% saham tersebut pada tahun 2018 nanti. Adapun saham pemerintah di Freeport saat ini baru 9,36%.

"Kalau saya tidak keliru, 30% itu harus selesai di 2018. Jadi kita berharap 2021 nanti akan selesai 51%," katanya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Namun demikian, ia belum bisa mengungkapkan bagaimana mekanisme divestasi tersebut dilepas secara detil. Termasuk siapa calon pembeli saham tersebut, yang saat ini juga belum ada kepastian. Proses tersebut harus segera diselesaikan untuk mengejar target pembelian 51% saham hingga tahun 2021 tersebut.

"Harus mereka siap. Nanti masih dikumpulin mereka konsorsiumnya siapa saja, dari BUMN-BUMN itu," ujar Luhut.

Tapi dia menyebut, holding pertambangan serta Pemda juga akan berkontribusi. Khusus Pemda, diperkirakan akan mencaplok 5% saham Freeport.

"51% itu kan masih dibagi. 5% nanti mungkin ke Pemda tingkat I tingkat II," tukasnya. [detik.com]

Tweet

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *