Home / Uncategorized / Cara Kekinian Presiden Jokowi Lepas Kangen dengan Sang Cucu

Cara Kekinian Presiden Jokowi Lepas Kangen dengan Sang Cucu

Perkembangan teknologi dimanfaatkan benar oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi, termasuk mengunakannya sebagai media untuk merekatkan dengan anggota keluarga. Terutama, melepas kangen dengan cucu pertamanya, Jan Ethes Srinarendra.

Semenjak menjalani karir politik sebagai Gubernur DKI Jakarta dan kemudian menjadi Presiden RI, Jokowi menetap di Ibu Kota. Sementara, anak-anaknya memilih untuk tetap tinggal di Solo, Jawa Tengah. Salah satunya adalah putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.

Gibran menikah dengan Selvi Ananda pada 2015. Lantas, tahun 2016, lahirlah putra pertama pasangan ini yang tak lain juga cucu perdana Presiden Jokowi yang diberi nama Jan Ethes Srinarendra.

Kini, Jan Ethes sudah berusia 17 bulan. Perkembangannya begitu terlihat, ia tumbuh menjadi balita yang sehat dan menggemaskan.

"Ethes sudah bisa berlari-lari, enggak bisa diam. Dia sedang senang explore apa saja," ucap menantu Presiden Jokowi, Selvi Ananda, di Car Free Day Solo, Minggu, 27 Agustus 2017.

Presiden Joko Widodo dan Iriana Jokowi sebagai kakek dan nenek juga mengikuti perkembangan sang cucu. Caranya cukup kekinian, menggunakan video call untuk sekadar lepas kangen atau melihat perkembangan Jan Ethes.

"Iya ini tiap malam lagi senang video call sama Mbah Uti dan Mbah Kakungnya (nenek dan kakek). Mbah Uti sama Mbah Kakungnya melihat perkembangan Ethes, hari ini bisa apa, terus besok bisa apa," tutur menantu Jokowi yang pernah menjadi Putri Solo tahun 2009 tersebut. [liputan6.com]

Tweet

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *