Home / Uncategorized / Soal Kasus Saracen, Mendagri: Pemesan Konten SARA Harus Dilawan

Soal Kasus Saracen, Mendagri: Pemesan Konten SARA Harus Dilawan


Mendagri Tjahjo Kumolo mengapresiasi kepolisian yang mengungkap kasus sindikat penyebar isu SARA di media sosial, Saracen. Ia juga meminta pemesan konten SARA harus ditindak.
"Kami mengapresiasi Polri. Baik perorangan, dan lain-lain yang memesan konten SARA harus dilawan. Soal siapa orangnya, nanti pihak kepolisian yang menindak," ujar Tjahjo di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/8/2017).
Kelompok sejenis Saracen diduga terlibat dalam ajang Pilkada atau Pemilu. Tjahjo meminta KPU dan Bawaslu untuk menerbitkan aturan.
"Mudah-mudahan PKPU Bawaslu dan KPU juga harus berani mencantumkan payung hukum. Kalau ada calon anggota DPR, DPD, pasangan capres-cawapres atau timses yang berkampanye tidak adu program, saya kira (Bawaslu) harus berani menindak," kata Tjahjo.
Tjahjo memprediksi kelompok sejenis Saracen akan kembali muncul pada Pilkada serentak 2018. Menurutnya, ada saja pihak yang bertindak curang dengan memainkan isu SARA.
"Sangat berpotensi karena Pilkada serentak 2018 pemilih mencerminkan 67 persen Pileg dan Pilpres. Jadi Pilkada 2018 ini sudah aroma Pilpres. Untuk mempersiapkan koalisi, target pemenangan, saya kira wajar. Dalam politik melakukan jangka pendek itu wajar," tutur Tjahjo.
"Tapi kami mengingatkan bahwa Pilkada adu konsep. Jangan sampai memecah warga masyarakat dengan isu SARA, dan lain-lain," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, Menkominfo Rudiantara mengatakan pemerintah dan kepolisian sudah lama mengendus pergerakan sindikat penyebar informasi palsu (hoax) dan SARA oleh kelompok Saracen. Dia mengatakan kelompok ini selalu membuat akun baru ketika akan ditindak.
"Bukan Kominfo, tapi pemerintah, dengan kepolisian juga. Ini seperti kejar-kejaran. Akun ini ditutup, bikin akun lain. Karenanya yang mengetahui akun ini siapa platform, maka dari itu kami kejar platform," ujar Rudiantara di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/8). [detik.com]

About admin

Check Also

Kahiyang Ayu Resmi Bergelar Adat Namora Pinayongan Kasayangan

Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution selesai menjalani prosesi marpangir atau meninggalkan masa lajang. Selanjutnya, gelar adat untuk mereka berdua ditabalkan.Prosesi penabalan gelar adat ini dilaksanakan di gelanggang adat di Bukit Hijau Regency Taman Setiabudi (BHR-Tasbi), Medan, Sumatera Utara, Sabtu (25/11/2017)."Kemarin dalam suatu kerapatan adat Ananda berdua telah diberi gelar adat. Ananada Bobby telah diberi gelar adat Sutan Porang Gunung Barining Naposo dan Ananda Kahiyang Ayu boru Siregar Namora Pinayongan Kasayangan," kata tetua adat.Tetua adat kemudian melemparkan beras kuning ke kepala Kahiyang dan Bobby sambil mengucapkan horas sebanyak tiga kali. Itu adalah tanda gelar adat mereka telah sah diterima. Mereka juga dipakaikan ulos. Gong dibunyikan sembilan kali diikuti pemukulan gordang sambilan."Saya harap Ananda berdua menjaga nama baik ini. Nama ini adalah nama orang yang bermartabat," ujar tetua adat. Kahiyang dan Bobby tampak tersenyum menerima gelar adat itu.Paman Bobby, Erwan Nasution, selaku suhut sebelumnya bicara soal makna gelar untuk Kahiyang dan Bobby itu."Untuk Bobby artinya panglima muda, ini kan gelar dari atas turun ke bawah. Untuk Kahiyang, artinya dia dipayungi," jelas Erwan. [detik.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *