Home / Uncategorized / PLN Siap Tingkatkan Daya Listrik Jayapura

PLN Siap Tingkatkan Daya Listrik Jayapura


Manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Wilayah Papua mengungkapkan sistem kelistrikan Jayapura akan segera mendapatkan tambahan daya hingga 70 megawatt (MW) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Holtekam dan PLTMG (mesin gas) Jayapura.
"Kami sekarang dalam tahap menyelesaikan pembangunan PLTU Holtekam 2×10 mw. Diperkirakan Oktober 2017 sudah beroperasi. Kemudian juga PLMG Jayapura 50 mw, kedua-duanya dalam tahap conditioning dan segera bisa dikomersilkan," ujar Manager Bidang Operasi Konstruksi PLN UIP Papua Tona Endora, seperti dikutip dari Antara, Senin 28 Agustus 2017.
Ia menjelaskan kini daya mampu sistem Jayapura mencapai 75 mw dengan sumber dayanya berasala dari Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) Waena dan Yarmok, serta Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Orya. Sementara beban puncak paling tinggi di Sistem Jayapura mencapai 68 mw, sehingga kini daya lebih yang dimiliki tidak terlalu besar.
Menurut dia, selain untuk menyediakan daya kepada pelanggan, pembangunan dua pembangkit tersebut juga ditujukan untuk menunjang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional ke-20 2020 di Papua. Diyakininya kegiatan tersebut memerlukan listrik dalam jumlah besar untuk mengoperasionalkan venue PON yang kini sedang dalam tahap pembangunan.
Sebelumnya general Manager PLN UIP Papua Hendrison Lumbanraja sempat mengungkapkan pihaknya menargetkan pembangunan empat proyek kelistrikan bakal rampung pada 2017.
"Pada 2017, ditargetkan ada empat proyek infrastruktur kelistrikan rampung yang mencakup dua pusat listrik tenaga mesin gas (PLTMG) jenis MPP (mobile power plant) yakni Jayapura berkapasitas 50 MW dan Nabire 20 MW serta dua GI (gardu induk) yaitu Holtekamp dan Jayapura," tutupnya. [metrotvnews.com]

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *